📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 19 dokumen

PEMODELAN ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISIS RESPON DINAMIK FONDASI TANGKI MINYAK AKIBAT GEMPA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INTERAKSI FLUIDA-STRUKTUR-TANAH (FSSI)

Tangki penyimpanan minyak merupakan infrastruktur vital yang harus tetap beroperasi setelah gempa bumi. Pada wilayah pesisir seperti Cilacap, kondisi tanah aluvial jenuh air serta keberadaan fluida di dalam tangki menyebabkan respons fondasi menjadi kompleks. API 650 Annex E masih menggunakan asumsi fixedbase sehingga belum mempertimbangkan interaksi fluida–struktur–tanah (Fluid– Structure–Soil Interaction, FSSI) secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh FSSI terhadap respons dinamik fondasi tiang, menganalisis potensi likuefaksi, membandingkan respons fondasi pada kondisi statis, Soil– Structure Interaction (SSI), dan FSSI, serta menghasilkan desain fondasi yang memenuhi API 650 dan SNI. Penelitian dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan PLAXIS 3D. Analisis potensi likuefaksi dilakukan menggunakan metode simplified NCEER berbasis data SPT, sedangkan pemodelan FSSI menggunakan pendekatan mekanik ekuivalen Housner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi studi tidak mengalami likuefaksi signifikan dengan nilai maksimum excess pore water pressure ratio (????????) sebesar 0,0565. Dibandingkan SSI, kondisi FSSI meningkatkan gaya geser maksimum pada tiang tepi sekitar 5 kali lipat (353,41 kN menjadi 1766,13 kN) dan momen lentur sekitar 26%. Analisis dinamik juga meningkatkan penurunan fondasi dari 14,89 mm pada

2026
👤 Penulis: Ronald Calvin Lo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN PROSEDUR PENGUJIAN FATIGUE SKALA PENUH SEBAGAI DASAR EVALUASI UMUR FATIGUE GERBONG DATAR 54 TON

Gerbong datar 54 ton yang diproduksi oleh PT. INKA merupakan gerbong angkutan barang yang beroperasi pada lintas Prabumulih–Kertapati. Selama operasi, irregularitas jalur rel menghasilkan pembebanan dinamik yang menimbulkan tegangan acak pada struktur gerbong dan berpotensi menyebabkan kegagalan fatigue. Untuk mengevaluasi ketahanan fatigue struktur, akan dilakukan pengujian fatigue dinamik menggunakan test rig yang dirancang sesuai spesifikasi gerbong. Analisis benda jamak dilakukan untuk memperoleh respons perpindahan gerbong pada variasi kualitas lintasan TQI 20, 35, dan 50, serta pada geometri jalur lurus, R674, R1133, dan R3842. Spektrum perpindahan yang dihasilkan memiliki frekuensi pencuplikan 200 Hz sehingga tidak dapat digunakan secara langsung sebagai masukan test rig. Oleh karena itu, dilakukan reduksi dimensi menggunakan Proper Orthogonal Decomposition (POD) untuk mengekstraksi mode dominan. Rekonstruksi sinyal menggunakan dua mode utama mampu mempertahankan 94,7% hingga 97,7% energi sinyal. Sinyal hasil rekonstruksi selanjutnya diproses menggunakan peak-valley filtering untuk mengidentifikasi turning points, kemudian diinterpolasi menggunakan metode Piecewise Cubic Hermite Interpolating Polynomial (PCHIP) sehingga diperoleh sinyal baru dengan frekuensi pencuplikan 2 Hz dan 4 Hz. Mengingat keterbatasan aktuator pada test rig, dilakukan pembatasan perpindahan vertikal hingga 35 mm serta penskalaan perpindahan lateral hingga maksimum 5 mm. Selain itu, geometri jalur lurus dipilih sebagai representasi seluruh variasi geometri jalur. Berdasarkan hasil analisis fatigue, sinyal dengan TQI 35 dan TQI 50, perpindahan vertikal maksimum 35 mm, dan perpindahan lateral maksimum 5 mm dipilih sebagai drive signal untuk pengujian fatigue dinamik. Perbandingan antara drive signal hasil pemrosesan dengan sinyal referensi menunjukkan adanya penyimpangan yang relatif besar akibat proses reduksi frekuensi dan pembatasan perpindahan. Meskipun demikian, sinyal yang dihasilkan tetap memenuhi batasan operasional test rig dan dapat digunakan sebagai masukan pada pengujian fatigue dinamik.

2026
👤 Penulis: Bhimo Basil Baridwan
🏷️ Fatigue Struktur 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Proses Pengujian Fatigue

PEMODELAN SISTEM DINAMIS UNTUK EVALUASI KEBIJAKAN PENINGKATAN PRODUKSI BIOETANOL FUEL-GRADE BERBASIS TEBU DI INDONESIA

Abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: M Syolahudin Abdurrahman
🏷️ Energi Alternatif 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Bioetanol

PEMODELAN DINAMIKA NERACA BANK DI MALAYSIA MENGGUNAKAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL DETERMINISTIK

Kesehatan finansial dan keberlanjutan operasional bank komersial ditentukan oleh interaksi dinamis antara Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit, dan ekuitas. Perilaku jangka panjang dari ketiga komponen neraca ini dapat dikaji melalui sistem persamaan diferensial deterministik. Penelitian ini menerapkan kerangka tersebut pada sistem perbankan Malaysia. Data yang digunakan adalah laporan keuangan kuartalan Public Bank, AM Bank, dan Bank of China Malaysia untuk periode 2015–2025. Suku bunga DPK dan kredit diaproksimasi menggunakan deret Fourier, sedangkan parameter struktural model ditaksir dengan algoritma dual annealing. Titik kesetimbangan beserta kestabilannya kemudian dianalisis melalui nilai eigen matriks Jacobi. Sebagai pelengkap, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengidentifikasi batas kritis penarikan simpanan dan kredit macet yang dapat memicu kolaps neraca bank. Analisis konsistensi dinamik diterapkan untuk membandingkan kesesuaian sifat dinamik model dengan model persamaan beda pada penelitian paralel. Pemodelan ini terbukti akurat dalam menggambarkan kondisi neraca bank, dengan galat Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk seluruh komponen berhasil ditekan di bawah 10%. Selain akurat, hasil analisis kestabilan menunjukkan bahwa titik kesetimbangan operasi normal bersifat stabil asimtotik. Hal ini secara utuh merepresentasikan kondisi operasional perbankan yang sehat dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Priscilla Serafina Wijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Risiko Bank

SENSOR MASS LOADING EFFECT ON THE DYNAMIC CHARACTERISTICS ON THE LPLATE LIGHT STRUCTURE

Lihat di file

2026
👤 Penulis: Warwar Min Swe
🏷️ Struktur Ringan 🏷️ Sensor Mass 🏷️ Analisis Dinamis

EXPERIMENTAL AND NUMERICAL STUDIES OF IMPACT-PROOF LAMINATED GLASS FOR HIGH-SPEED RAIL WINDSHIELD

Penelitian ini menyajikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja kaca laminasi pada kaca depan kereta berkecepatan tinggi, dengan fokus pada kemampuannya menahan benturan berkecepatan tinggi dari objek eksternal seperti serpihan maupun burung. Kaca laminasi, yang umum digunakan pada fungsi kritis ini, dituntut mampu menghadapi skenario benturan ekstrem guna menjamin keselamatan penumpang serta menjaga keandalan struktur kendaraan. Penelitian diawali dengan karakterisasi material interlayer berupa polyvinyl butyral (PVB) untuk mengetahui sifat mekaniknya. Selanjutnya dilakukan pengujian eksperimental untuk menilai respons dinamis kaca laminasi terhadap benturan berkecepatan tinggi. Sebagai pelengkap, simulasi elemen hingga menggunakan LS-DYNA dilakukan untuk memodelkan respons kaca dengan mempertimbangkan variasi ketebalan kaca, ketebalan interlayer, posisi lapisan, serta konfigurasi susunan. Dari hasil tersebut, parameter dan konfigurasi paling berpengaruh terhadap ketahanan benturan berhasil diidentifikasi. Melalui pendekatan numerik dan eksperimental yang terintegrasi, penelitian ini menunjukkan beberapa desain kaca laminasi yang mampu memenuhi standar crashworthiness internasional, khususnya yang tercantum dalam UIC Code 651.

2025
👤 Penulis: Muhammad Basyir
🏷️ Kaca Laminasi 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Crashworthiness Internasional

NUMERICAL ANALYSIS OF 3D RE-ENTRANT AUXETIC STRUCTURE USING DIRECT IMPACT HOPKINSON BAR

This study presents a numerical study on the dynamic penetration behavior of 3D re-entrant auxetic honeycomb structures subjected to direct impact using a Hopkinson bar. The research aims to develop and validate a finite element model capable of replicating experimental conditions reported in previous studies. Simulations were conducted in LS-Dyna using polymer-based auxetic specimens manufactured via stereolithography, with three variations of cell strut thickness (1.5 mm, 2.0 mm, and 2.5 mm) tested under three impact velocities (5 m/s, 10 m/s, and 15 m/s). The results show that increasing strut thickness enhances impact resistance by reducing penetration depth and increasing peak force. Comparisons between elasto-plastic and elasto-plastic with damage models revealed consistent auxetic behavior, including effective stress localization and improved energy absorption. The findings confirm that auxetic geometries provide superior load distribution and resilience against catastrophic failure, highlighting their potential for lightweight, impact-resistant applications in aerospace and related engineering fields.

2025
👤 Penulis: Pandya Indra Chayani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KOMPARASI RESPONS STRUKTUR BANGUNAN RANGKA BAJA 20 LANTAI DENGAN FLUID VISCOUS DAMPER (FVD) DAN LEAD RUBBER BEARING (LRB)

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada zona Cincin Api, sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi. Dua perangkat yang dapat meningkatkan ketahanan struktural terhadap gempa adalah Fluid Viscous Damper (FVD) dan Lead Rubber Bearing (LRB). Penelitian ini membandingkan tiga model struktur rangka baja 20 lantai, yaitu: (1) struktur tanpa perangkat (bareframe), (2) struktur dengan FVD, dan (3) struktur dengan LRB. Tahapan penelitian diawali dengan pengecekan struktur studi kasus pada ETABS untuk memastikan pemenuhan persyaratan simpangan antar lantai sesuai SNI 1726:2019. Karena persyaratan tersebut belum terpenuhi, struktur tidak dimodifikasi lebih lanjut. Analisis menggunakan 11 pasang ground motion dari tiga jenis zona tektonik berbeda, yaitu Megathrust, Benioff, dan Shallow Crustal, yang telah disesuaikan secara spektral dengan respons spektra target. FVD yang digunakan berasal dari Taylor Devices dan LRB dari Bridgestone. Untuk FVD, dihitung koefisien damping dari masing-masing model; sedangkan untuk LRB, dipilih jenis model yang sesuai dan direkapitulasi data yang diperlukan. Ketiga struktur dianalisis menggunakan Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) di ETABS. Struktur dengan FVD dan LRB diiterasi hingga memenuhi persyaratan desain, yaitu simpangan antar lantai sesuai SNI 1726:2019, stroke maksimum untuk FVD, dan elongasi geser maksimum untuk LRB. Penempatan dan pemilihan model FVD serta LRB diatur sedemikian rupa hingga seluruh persyaratan tersebut terpenuhi. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik FVD maupun LRB secara signifikan mengurangi respons dinamis dibandingkan bareframe untuk seluruh ground motion yang digunakan. Secara umum, semakin tinggi lantai, respons struktur dengan FVD cenderung lebih kecil dibandingkan dengan LRB, baik pada simpangan antar lantai maksimum, perpindahan lantai rata-rata, gaya geser lantai, maupun momen guling lantai. Pada respons percepatan maksimum, FVD menghasilkan percepatan lantai yang lebih rendah dibandingkan LRB di seluruh ketinggian struktur dengan selisih yang bervariasi, serta cenderung lebih seragam dibandingkan bareframe dan LRB. Kurva histeresis FVD memiliki luas yang sama atau lebih besar dari LRB, namun kurva LRB lebih lebar. Selain itu, energi kumulatif yang diserap oleh seluruh FVD lebih besar dibandingkan dengan seluruh LRB, dengan perbedaan yang bersifat moderat.

2025
👤 Penulis: Ernest Agustinus
🏷️ Struktur Bangunan 🏷️ Gempa Bumi 🏷️ Analisis Dinamis

PERANCANGAN PENGENDALI SWITCH RELUCTANCE MOTOR (SRM) 12/8 DENGAN RESPON DINAMIS

Switch Reluctance Motor (SRM) merupakan tipe mesin listrik yang memiliki rotor berupa bahan magnetik biasa tanpa belitan, sehingga SRM memiliki keunggulan pada kecepatan tinggi dan ketahanan terhadap suhu tinggi. Namun, masalah utama pada SRM adalah kompleksitas kendali yang tinggi karena bergantungnya variabel kendali terhadap sudut penyalaan dan operasi rotor SRM sering pada kondisi saturasi magnetik sehingga berpotensi menghasilkan riak torka dan vibrasi yang buruk. Tujuan dari tugas akhir ini secara garis besar untuk merancang metode kendali SRM 12/8 dengan respon dinamis melalui model matematis yang akurat, pemilihan topologi elektronika daya yang mudah dan fleksibel digunakan, dan merancang kendali respon dinamis berbasis kecepatan. Dalam pemodelan matematis SRM 12/8, digunakan pendekatan Finite Element Analysis (FEA) melalui ANSYS Maxwell untuk memperoleh parameter transient dan lookup table (LUT). Parameter transien digunakan untuk validasi model, sementara LUT dipakai untuk memodelkan sistem elektrik dan mekanik di MATLAB/Simulink. Hasil simulasi menunjukkan error torka sebesar 7.03%; arus 3.43%; dan fluks 3.63%. Sistem dikendalikan menggunakan konverter Asymmetric H-Bridge dengan perancangan kendali kecepatan berbasis PI. Hasilnya, SRM 12/8 mencapai steady-state error kecepatan di bawah 5% dalam waktu 0,25 detik, berkat kemampuan magnetisasi dan demagnetisasi yang cepat. Nilai kendali diperoleh melalui tuning parameter PI, variasi tegangan dan arus, serta parameter mekanik seperti inersia dan beban. Dari proses tuning tersebut diperoleh nilai Kp = 10, Ki = 0, dan arus maksimum 2000 A.

2025
👤 Penulis: Muhammad Gerhard Juliano
🏷️ Kontrol Mesin Listrik 🏷️ Switch Reluctance Motor (Srm) 🏷️ Analisis Dinamis

PEMODELAN DINAMIS PENGARUH INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

Sektor konstruksi memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor terkait seperti industri bahan bangunan, jasa keuangan, dan properti, menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Namun, kinerja sektor konstruksi sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi, khususnya inflasi dan suku bunga. Peningkatan inflasi akan berdampak langsung pada naiknya biaya material dan upah tenaga kerja, sedangkan suku bunga yang tinggi akan menyebabkan biaya pembiayaan proyek meningkat, yang pada akhirnya dapat mengurangi kelayakan proyek konstruksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis antara inflasi, suku bunga, dan nilai konstruksi yang diselesaikan di Indonesia dalam rentang waktu tahun 2005 hingga 2023. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan model Vector Autoregressive (VAR), yang bertujuan untuk menangkap pola hubungan timbal balik di antara ketiga variabel yang dianalisis, yaitu inflasi tahunan, suku bunga acuan, dan nilai output sektor konstruksi. Data yang digunakan bersumber dari lembaga resmi pemerintah, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Selain data sekunder, penelitian ini juga dilengkapi dengan wawancara mendalam bersama para praktisi dari empat perusahaan konstruksi nasional besar untuk memberikan konteks praktis dan validasi terhadap hasil kuantitatif yang diperoleh. Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa ketiga variabel tidak stasioner pada tingkat level, namun menjadi stasioner setelah dilakukan diferensiasi pertama. Uji kointegrasi Johansen mengonfirmasi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antarvariabel, yang berarti bahwa meskipun hubungan jangka pendek mungkin lemah, terdapat keterkaitan struktural dalam jangka panjang. Namun demikian, uji kausalitas Granger mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek hanya inflasi yang secara signifikan menyebabkan perubahan pada suku bunga. Tidak ditemukan hubungan kausal jangka pendek yang signifikan dari inflasi maupun suku bunga terhadap nilai output konstruksi. Analisis impulse response menunjukkan bahwa nilai konstruksi merespons secara positif terhadap guncangan inflasi, meskipun respons ini baru terlihat setelah beberapa periode. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh inflasi terhadap sektor konstruksi muncul secara tertunda, kemungkinan karena adanya proses penyesuaian harga kontrak dan revisi anggaran. Sebaliknya, guncangan pada suku bunga memberikan dampak negatif yang mulai terlihat pada periode kedua, yang menunjukkan bahwa suku bunga memiliki efek yang lebih langsung dan cepat terhadap sektor konstruksi melalui saluran pembiayaan. Analisis variance decomposition menunjukkan bahwa lebih dari 93 persen variasi dalam nilai konstruksi dijelaskan oleh nilai historisnya sendiri. Hal ini mencerminkan bahwa dalam jangka pendek, sektor konstruksi di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internalnya sendiri. Meskipun demikian, kontribusi dari inflasi dan suku bunga meningkat secara perlahan dalam jangka menengah, menunjukkan bahwa pengaruh makroekonomi terhadap sektor konstruksi terjadi secara bertahap dan tidak bersifat seketika. Temuan dari wawancara dengan para pelaku industri mendukung hasil model VAR. Praktisi menyebutkan bahwa inflasi paling berdampak pada material yang bergantung pada impor dan energi, seperti baja, semen, dan solar. Strategi yang umum digunakan untuk mengatasi dampak inflasi meliputi kontrak harga tetap, pengadaan jangka panjang, dan penerapan teknik value engineering. Di sisi lain, kenaikan suku bunga dilaporkan mengurangi akses terhadap pinjaman dan mengganggu kelayakan proyek, khususnya di sektor swasta. Proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah cenderung lebih tahan terhadap tekanan ini karena adanya jaminan anggaran serta klausul eskalasi harga dalam kontrak. Sebagai kesimpulan, sektor konstruksi di Indonesia cenderung digerakkan oleh dinamika internal dalam jangka pendek, tetapi pengaruh inflasi dan suku bunga semakin signifikan dalam jangka menengah. Perubahan suku bunga memiliki efek yang lebih cepat, sementara dampak inflasi muncul setelah jeda waktu tertentu. Hal ini menandakan bahwa kebijakan moneter memengaruhi investasi konstruksi secara bertahap, bukan secara langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai bagaimana variabel makroekonomi memengaruhi aktivitas konstruksi di negara berkembang. Temuan ini juga memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas moneter dan bagi pelaku industri dalam menyusun strategi keuangan dan manajemen risiko yang adaptif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel tambahan atau membedah sektor konstruksi ke dalam subsektor agar hasil prediksi lebih rinci dan aplikatif.

2025
👤 Penulis: Fawwaz Muhammad Arib
🏷️ Ekonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis

USULAN PEMODELAN DINAMIS BERDASARKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF, KEUNGGULAN KOMPARATIF, DAN DAMPAK EKONOMI DALAM KEBIJAKAN HILIRISASI MINERAL DI INDONESIA

Kebijakan hilirisasi mineral di Indonesia menunjukkan hasil yang tidak merata, dengan pengembangan smelter nikel berlangsung pesat sementara komoditas lainnya seperti bauksit, tembaga, besi, dan mangan mengalami kemajuan yang lambat. Meskipun memiliki peran strategis, kajian-kajian sebelumnya belum mengintegrasikan keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, dan dampak ekonomi dalam satu kerangka sistem dinamik yang terpadu. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis enam komoditas mineral utama, termasuk nikel kadar tinggi dan rendah, guna merumuskan skenario kebijakan diferensial yang mampu memaksimalkan manfaat ekonomi. Dengan pendekatan campuran yang menggabungkan Model Berlian Porter, teori keunggulan komparatif, AHP, dan pemodelan sistem dinamik, studi ini membangun indeks untuk mengukur daya saing, keunggulan perdagangan, dan kontribusi ekonomi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kebijakan seragam seperti larangan ekspor menyeluruh tidak efektif diterapkan pada semua jenis mineral. Hilirisasi penuh paling optimal untuk nikel kadar rendah, sedangkan ekspansi smelter secara selektif lebih sesuai untuk nikel kadar tinggi. Bauksit dan tembaga memerlukan pendekatan bertahap, sementara bijih besi dan mangan lebih responsif terhadap kebijakan ekspor terbatas secara selektif. Strategi yang terdiferensiasi ini menghasilkan dampak yang bervariasi terhadap nilai ekspor, penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan cadangan. Secara metodologis, integrasi antara daya saing dan keunggulan perdagangan dalam model dinamik memberikan alat analitis baru yang relevan secara kebijakan. Meskipun dibatasi oleh keterbatasan data dan cakupan pemangku kepentingan, temuan ini menawarkan wawasan praktis untuk perbaikan tata kelola mineral. Penelitian selanjutnya disarankan mencakup komoditas mineral lainnya serta mempertimbangkan faktor ESG dan risiko geopolitik guna memperkuat relevansi kebijakan.

2025
👤 Penulis: Andri Budhiman Firmanto
🏷️ Kebijakan Mineral 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

MODEL SISTEM DINAMIK UNTUK MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan institusi pendidikan vokasi tingkat menengah di Indonesia, sehingga pada dasarnya tujuan dari institusi ini adalah menghasilkan lulusan siap kerja melalui pelatihan vokasional. Tetapi, bukan hanya SMK tidak menjadi penghasil utama lulusan siap kerja, lulusan SMK secara konsisten selalu menempati peringkat pertama tingkat pengangguran terbuka. Fakta semacam ini menunjukkan ada ketidaksesuaian dalam kebijakan dan strategi untuk SMK. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis secara holistik kebijakan apa yang dapat diambil untuk mengurangi angka pengangguran terbuka lulusan SMK semaksimal mungkin pada tahun 2045. Sistem dinamik merupakan perangkat konseptual yang bisa digunakan untuk memahami struktur dan dinamisme dari proses revitalisasi SMK yang sangat kompleks dan menjadi dasar rekomendasi kebijakan. Pertama-tama, dilakukan studi pendahulu berupa untuk menghasilkan Rich Picture Diagram dan Ishikawa Fish Bone Diagram. Lalu, dilakukan pengumpulan data interview, studi literatur, dan observasi. Setelah itu, definisi sistem, batasan model, variabel, dan proses diidentifikasi dari data yang dikumpulkan dan digunakan untuk membuat Causal Loop Diagram serta Stock Flow Diagram. Lalu, untuk keperluan simulasi, dilakukan validasi model dan konfigurasi skenario. Pada ujungnya, hasil simulasi scenario ini dianalisa untuk menghasilkan rekomendasi. Pada penelitian ini, 34 variabel Causal Loop Diagram dan 54 variabel Stock Flow Diagram diidentifikasi memiliki pengaruh untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK. Terdapat 22 skenario yang dirumuskan dari 4 grup scenario. Skenario-skenario tersebut kemudian mengluarkan data berapa pertumbuhan GDP tahunan yang diperlukan Indonesia untuk menghapus pengangguran lulusan SMK pada 2045; besar alokasi edukasi yang diperlukan Indonesia untuk menghilangkan pengangguran lulusan SMK pada 2045; serta, aspek anggaran yang paling efisien untuk ditingkatkan demi mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK. Berdasarkan hasil penelitian, dari 2025 hingga 2045, Indonesia disarankan untuk mempertahankan laju pertumbuhan PDB di atas 4,89% atau mengalokasikan minimal 8,544% PDB ke dalam anggaran pendidikan. Selain itu, dalam hal alokasi anggaran, disarankan untuk mengalokasikan lebih banyak dana untuk sertifikasi siswa, baik melalui realokasi anggaran yang ada atau meningkatkan total anggaran pendidikan dan mengalokasikannya ke anggaran sertifikasi siswa.

2025
👤 Penulis: Awla Fajri Assalam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Dinamis

PENGARUH VARIASI LITOLOGI TERHADAP KESTABILAN BENDUNGAN CEMPAKA AKIBAT BEBAN GEMPA SHALLOW CRUSTAL

Dalam konteks kegempaan, dibutuhkan rekayasa yang menyeluruh dan komprehensif pada setiap tahapan pembangunan infrastruktur, khususnya pada bangunan air yang memiliki risiko tinggi seperti bendungan urugan. Gempa bumi dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas dan deformasi bendungan, sehingga diperlukan pendekatan analisis yang tepat untuk mengantisipasi potensi kerusakan. Kerusakan ini dapat dipicu oleh beban gempa yang destruktif. Penelitian yang menguji aspek statis dan dinamis pada bendungan utamanya dalam mengetahui efek destruktif dari gempa hanya menggunakan satu model litologi fondasi saja. Oleh karenanya perlu dilakukan dalam lebih banyak variasi susunan litologi untuk mengetahui deformasi yang dihasilkan, karena kelak anaisis ini akan lebih baik dalam menggambarkan terhadap respons struktur terhadap beban gempa, dengan kondisi litologi baik karakteristik mekanik, geometri serta pembebanan oleh timbunannya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi litologi terhadap keamanan bendungan. Parameter yang diuji adaah nilai deformasi dan amplifikasi. Pemodelan yang dilakukan diharapkan dapat mengetahui nilai keduanya dan kedua nilai tersebut dapat dikomparasikan dalam satu dan antar model. Pemodelan dilakukan dalam kondisi statis maupun dinamis. Objek studi yang digunakan adalah Rencana Bendungan Cempaka, yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat. Analisis dilakukan terhadap tubuh bendungan dengan memodelkan kondisi in-situ berdasarkan data pengeboran sepanjang sumbu (as) bendungan. Data ini diasumsikan merepresentasikan kondisi lapangan. Bendungan Cempaka terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan komposisi litologi secara regional adalah litologi batupasir dan batulempung karbonatan. Batulempung karbonatan memiliki karakteristik yang lebih lunak, dibuktikan dengan nilai UCS serta nilain modulus elastisitas yang lebih rendah daripada batupasir. Pemodelan diambil dari dua section melintang as berbeda, berdasrkan data pengeboran. Satu penampang memiliki batupasir dominan sedangkan penampang lainnya memiliki batulempung dominan. Selanjutnya, analisis dilakukan untuk tiga tahapan utama yaitu tahap konstruksi, tahap pengisiandan tahap operasional selama kurun waktu tertentu. Dua skenario variasi litologi diterapkan untuk memahami pengaruh perbedaan kondisi geologi terhadap perilaku struktur. Untuk analisis dinamis, digunakan tiga data gempa jenis kerak dangkal yang memiliki karakteristik berbeda. Seluruh analisis dilakukan dengan pendekatan metode elemen hingga, yang memungkinkan pemodelan detail respons deformasi dan tegangan dalam sistem bendungan Analisis respon statis dan dinamik dilakukan pada tubuh bendungan, dengan memodelkan kondisi in-situ dari fondasi, berdasarkan data pengeboran memanjang as yang dimodelkan menjadi 2 model. Analisis dilakukan pada konstruksi dan pengisian serta operasional bendungan dalam tiga tahun, pada empat skenario fondasi berbeda. Sedangkan analisis bendungan pada tubuh bendungan menggunakan data tiga data gempa shallow crustal berbreda. Analisis tersebut dilakukan dengan metode elemen hingga. Analisis masa konstruksi pada bendungan dilakukan secara bertahap dengan satu tahap kenaikan konstuksi setiap 12 m dalam waktu 480 hari. Pada akhir konstruksi didapatkan pergeseran dalam dua sumbu X-Y sebesar rerata sebesar 1.1 m. Faktor keamanan pada semua desain fondasi berkisar antara 1.7-1.8. Sedangkan pada analisis dinamis hasil deformasi semua model fondasi dengan nilai maksimal 2.116 m. Faktor keamanan dari analisis dinamis memiliki nilai minimum 1.49. Analisis yang dilakukan setelah pemodelan meliputi perbandingan nilai deformasi setelah dinormalisasi terhadap ketinggian line, serta perbandingan deformasi absolut antar model. Dari analisis tersebut, besar nilai deformasi yang dinormalisasi umumnya berbanding lurus terhadap ketebalan batulempung. Selain itu, dilakukan analisis perbandingan nilai amplifikasi terhadap rasio tebal batulempung dan deformasi. Hasilnya adalah ketiga parameter tersebut berbanding lurus, baik dari 1 dan antar model.

2025
👤 Penulis: Fathoni Tri Kurniawan
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Kondisi Geologi

ANALISIS STRUKTURAL MODEL INVESTASI REKSA DANA INDEKS: APLIKASI METODE CAMPURAN UNTUK ANALISIS ARUS DAN KINERJA REKSA DANA INDEKS

Reksa dana indeks dan ETF di Amerika Serikat mengalami pertumbuhan yang signifikan, mencapai nilai 9,9 triliun dolar AS pada akhir tahun 2020. Proporsi keduanya terhadap total aset reksa dana meningkat menjadi 40%, dibandingkan hanya 19% pada akhir tahun 2010. Pertumbuhan pesat serupa juga terjadi di Indonesia, dengan rata-rata peningkatan sebesar 42% dalam periode 2015 hingga 2020, mencapai nilai 15,88 triliun rupiah pada akhir periode tersebut. Namun, meski reksa dana indeks dianggap sebagai instrumen investasi jangka panjang, hampir sepertiga dari produk reksa dana indeks tidak bertahan dalam delapan tahun terakhir. Meski beberapa reksa dana indeks berinvestasi pada aset dengan indeks pembanding yang sama, kinerja dan arus dana yang diterima oleh masing-masing reksa dana tersebut berbeda. Perbedaan kinerja dan kelangsungan reksa dana indeks terkait dengan faktor-faktor internal dan external yang saling berhubungan dalam suatu sistem yang kompleks. Literatur yang ada saat ini belum sepenuhnya menjelaskan struktur yang kompleks dan sifat dinamis dari reksa dana indeks. Penelitian ditujukan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan memodelkan struktur yang mempengaruhi kinerja dan arus dana reksa dana indeks. Penelitian ini memperkaya literatur dengan menyediakan kerangka kerja baru berdasarkan pemikiran sistem dan pendekatan dinamika sistem, mengingat arus dana dan keputusan investor bersifat dinamis dan berubah seiring waktu. Kerangka ini mengintegrasikan hubungan kausalitas yang saling bergantung antara variabel- variabel dalam proses pengelolaan reksa dana dan variabel-variabel terkait proses pengambilan keputusan investor. Simulasi yang dilakukan membantu memberikan pendekatan yang lebih holistik dalam memahami fenomena tersebut, sekaligus memungkinkan analisis skenario untuk intervensi kebijakan/strategi yang dapat menarik perhatian manajer investasi dan investor yang ingin meningkatkan imbal hasil investasinya. Lebih jauh lagi, kemampuan generatif dari pendekatan analisis struktural ini memungkinkan penerapannya pada domain pengelolaan investasi lainnya, seperti pengelolaan dana haji, sehingga menghasilkan solusi yang lebih kontekstual.

2025
👤 Penulis: Nanang Rosidin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Dinamis

MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK PRAKIRAAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK DI KOTA BANDUNG

Kebutuhan air domestik selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, kondisi ini disebabkan oleh faktor-faktor yang kompleks yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang berpengaruh adalah faktor sosial ekonomi dan kependudukan, di mana terdapat hubungan kausal (sebab-akibat) antara faktor faktor tersebut. Pemahaman terhadap perubahan ini, serta kemampuan untuk memprakirakan kebutuhan air, sangat penting bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan kebijakan penyediaan air bersih yang berkelanjutan. Metode yang umum digunakan untuk menentukan kebutuhan air domestik adalah melalui survei masyarakat. Namun, metode ini memiliki kelemahan signifikan, seperti memerlukan waktu dan usaha yang besar dalam implementasinya, serta ketergantungan pada pemahaman masyarakat yang mungkin tidak akurat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem dinamis kebutuhan air domestik sebagai alternatif untuk memprakirakan kebutuhan air di suatu wilayah. Dalam penelitian ini, metode model sistem dinamis digunakan dalam proses prakiraan kebutuhan air domestik karena dapat memperhitungkan interaksi antar variabel yang terjadi dalam sistem. Model sistem dinamis prakiraan kebutuhan air domestik dikembangkan untuk wilayah studi Kota Bandung. Hasil simulasi model untuk periode sepuluh tahun kedepan menunjukkan bahwa kebutuhan air domestik di Kota Bandung mengalami kenaikan setiap tahunnya sesuai dengan kenaikan populasi, pendapatan rata-rata, dan tingkat pengangguran. Melalui hasil ini menunjukkan model mampu menggambarkan interaksi antar variabel dengan baik, serta memberikan nilai prakiraan yang jelas. v Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan model ini dengan menambahkan variabel-variabel lain yang relevan dan mengatasi keterbatasan data yang ada dalam proses penyusunan model.

2025
👤 Penulis: Andre Valentcius Pane
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Sumber Air
Halaman 1 dari 2
💬