📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

ANALISIS EMISI CO2 PADA TAHAP PELAKSANAAN KONSTRUKSI STRUKTUR JEMBATAN: STUDI KASUS PROYEK JALAN TOL AKSES PATIMBAN PAKET 4

Sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon dioksida (CO?) terbesar, namun perhatian terhadap emisi pada tahap pelaksanaan konstruksi masih relatif terbatas dibandingkan tahap produksi material. Penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis emisi CO? pada tahap pelaksanaan konstruksi struktur jembatan Proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 4, serta membandingkan metode pelaksanaan eksisting dengan metode alternatif dari aspek emisi, durasi, dan biaya. Analisis menggunakan pendekatan gate-to-gate, yaitu hanya memperhitungkan emisi langsung dari konsumsi bahan bakar dan energi alat berat selama aktivitas konstruksi di lokasi proyek. Enam paket pekerjaan struktur ditinjau, yaitu pekerjaan tiang bor, fondasi, pilar, kepala pilar, ereksi girder, serta diafragma–deckslab. Perhitungan mengikuti alur volume pekerjaan ? produktivitas alat ? durasi ? konsumsi bahan bakar ? emisi CO?, dengan faktor emisi solar sebesar 2,68 kg CO?/L mengacu pada IPCC (2006). Hasil penelitian menunjukkan total emisi metode eksisting sebesar 446,44 ton CO?, dengan pekerjaan tiang bor sebagai kontributor terbesar (348,58 ton), yang di dalamnya aktivitas pengeboran menyumbang sekitar 55% sebagai hotspot utama. Penerapan metode alternatif menurunkan total emisi menjadi 266,66 ton CO?, atau berkurang sekitar 179,78 ton (?40%), dengan penghematan terbesar berasal dari penggantian metode tiang bor konvensional menjadi continuous flight auger (?46,7%). Selain menurunkan emisi, metode alternatif juga memperpendek durasi pelaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan metode pelaksanaan berpengaruh terhadap besaran emisi karbon dan dapat menjadi strategi dekarbonisasi konstruksi yang efektif.

2026
👤 Penulis: Addin Khairi Sihotang
🏷️ Analisis Energi 🏷️ Karbon Buatan 🏷️ Manajemen Proyek Konstruksi

ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI PLTS DENGAN SISTEM PENDINGINAN PASIF: STUDI KASUS PLTS BALI TIMUR

Indonesia, sebagai negara beriklim tropis, memiliki potensi energi surya yang signifikan, namun menghadapi tantangan dalam efisiensi sistem fotovoltaik (PV) akibat temperatur lingkungan yang tinggi. Sistem pendinginan pasif dengan heat sink muncul sebagai solusi potensial untuk menurunkan temperatur operasi panel PV melalui peningkatan disipasi panas, sehingga dapat mencegah penurunan efisiensi. Penelitian ini mengkaji kelayakan penerapan sistem pendinginan heat sink dalam meningkatkan efisiensi PLTS Bali Timur berkapasitas 25 MWp. Studi kasus ini menggunakan pendekatan berbasis simulasi pada perangkat lunak ANSYS dan PVsyst untuk mengevaluasi kinerja tekno-ekonomi pada PV konvensional dan sistem dengan pendinginan heat sink. Implementasi pendinginan heat sink mampu menurunkan temperatur modul PV sebesar 4,187°C dan meningkatkan efisiensi sebesar 0,26%. Hasil analisis energi menunjukkan peningkatan produksi energi tahunan menjadi 46.261 MWh/tahun dibandingkan dengan 45.813 MWh/tahun pada sistem konvensional. Secara ekonomi, metode ini layak diimplementasikan dengan Net Present Value (NPV) Rp 182 miliar dan Payback Period (PP) selama 14,6 tahun. Sementara itu, nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) mencapai Rp 726/kWh, lebih tinggi dibandingkan Rp 639/kWh pada sistem konvensional. Penelitian ini membuktikan bahwa implementasi sistem pendinginan heat sink pada PV merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi PLTS dengan tetap memperhatikan trade-off dengan faktor finansial.

2025
👤 Penulis: Ni Luh Putu Andrea Maurilla S.
🏷️ Efisiensi Sistem Fotovoltaik 🏷️ Heat Sink 🏷️ Analisis Energi

PENGEMBANGAN SISTEM BANGUNAN CERDAS LABTEK VI ITB UNTUK ANALISIS KONSERVASI ENERGI

Penerapan efisiensi energi merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan energi dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kembaran digital pada Labtek VI ITB untuk mendukung analisis konservasi energi, sesuai dengan Permen PUPR No. 10 tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas. Pengembangan sistem berfokus pada lantai 2 bangunan. Secara teknis, pengembangan sistem ini mengintegrasikan tiga subsistem utama: (1) sistem Elisa ITB untuk data konsumsi energi, (2) subsistem stasiun cuaca untuk data kondisi luar ruangan, dan (3) subsistem sensor temperatur dan kelembaban baru yang dipasang di berbagai ruangan. Integrasi ini dimodelkan menggunakan kerangka kerja Smart Grid Architecture Model (SGAM). Data dari sensor temperatur dan kelembaban XY-MD02 yang berkomunikasi melalui Modbus RTU, dikonversi menggunakan Modbus Gateway HF2211, dan kemudian disimpan ke dalam basis data MySQL. Proses pengolahan dan visualisasi data dilakukan dengan metodologi CRISP-DM, yang menghasilkan tampilan antarmuka Human-Machine Interface (HMI) menggunakan perangkat lunak IOBroker. Data diperbarui secara otomatis setiap menit, memungkinkan pemantauan kondisi aktual secara real-time. Berdasarkan pengukuran energi listrik pada satu lantai, hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada korelasi secara langsung antara kelembaban dan konsumsi energi di semua ruangan. Sementara itu, korelasi antara temperatur dan konsumsi energi lebih tinggi pada ruangan tanpa pendingin (berkisar 0,12 - 0,3) dibandingkan ruangan berpendingin yang memiliki korelasi sangat rendah. Berdasarkan analisis, penelitian ini memenuhi 7 dari 9 prinsip, 2 dari 4 parameter, dan 3 dari 16 elemen bangunan cerdas yang diatur dalam Permen PUPR No. 10 tahun 2023. Pengembangan ini membuka potensi untuk implementasi strategi konservasi energi berbasis data di Labtek VI ITB.

2025
👤 Penulis: Raden Ajeng Shalsyabilla N P D
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Energi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ESTIMASI EFISIENSI ENERGI BATERAI PADA WAKTU NYATA BERDASARKAN KONDISI OPERASI MENGGUNAKAN PEMODELAN REGRESI

Evaluasi penggunaan energi dalam sistem Mikrogrid (MG) sangat bergantung pada efisiensi energi baterai, yang merupakan parameter penting sistem baterai penyimpan energi (SBPE) dalam mengukur kinerja sistem, terutama dalam algoritma penjadwalan SBPE. Namun nilainya bervariasi tergantung pada kondisi operasi dan tidak mudah diukur secara langsung pada waktu nyata. Penelitian ini berfokus pada analisis dan estimasi efisiensi energi baterai secara waktu nyata. Pertama, efisiensi energi baterai pada kondisi operasi dianalisis menggunakan perhitungan Round-trip Efficiency (RTE) pada SBPE Laboratorium Manajemen Energi ITB dengan berfokus pada baterai Valve Regulated Lead Acid (VRLA). Selanjutnya, dilakukan analisis korelasi antara efisiensi energi baterai dan parameter-parameter seperti C-rate, Kondisi Muatan (KM), dan temperatur. Model estimasi efisiensi energi baterai dibangun dengan menggunakan metode Regresi Vektor Pendukung (RVP) dan regresi polinomial berderajat tiga. Hasil estimasi dari kedua metode ini dibandingkan dengan perhitungan efisiensi energi baterai aktual untuk mengevaluasi keakuratan model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi energi baterai dianalisis menggunakan metode RTE dengan 1531 nilai efisiensi energi yang terdeteksi. Analisis korelasi mengungkapkan bahwa RMS C-rate dan gradien KM paling berpengaruh terhadap efisiensi energi, dengan koefisien korelasi masing-masing -0,8385 dan -0,8094. Model korelasi menggunakan Regresi Vektor Pendukung (RVP) dan regresi polinomial berderajat tiga menunjukkan bahwa regresi polinomial lebih stabil, dengan nilai R^2 = 0,7208 dan RMSE = 0,0608 pada data validasi. Pemodelan estimasi dibandingkan dengan data aktual (RVP: MAE = 0,133, RMSE = 0,159; polinomial: MAE = 0,085, RMSE = 0,117), model regresi polinomial berderajat tiga memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan RVP.

2024
👤 Penulis: Safin Rivaldi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Energi 🏷️ Manajemen Sistem Mikrogrid
💬