📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

ANALISIS HIDRAULIKA-SEDIMEN DALAM DESAIN STABILISASI LATERAL SUNGAI CIRASEA

Erosi tebing dan migrasi alur sebagai bagian dari proses morfodinamika lateral sungai menjadi ancaman serius bagi infrastruktur di sepanjang Sungai Cirasea, sebagaimana ditunjukkan oleh banyaknya kejadian keruntuhan lereng yang bahkan turut merusak struktur pengaman tebing eksisting. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan stabilisasi sungai yang telah dibangun sebelumnya masih bersifat reaktif dan belum didasarkan pada pemahaman spesifik terhadap karakteristik hidraulika Sungai Cirasea. Tugas Akhir ini disusun untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui tiga tujuan utama, yaitu menganalisis pengaruh karakteristik hidraulika aliran terhadap mekanisme ketidakstabilan alur, mengidentifikasi zona kritis pada ruas Sungai Cirasea, serta merumuskan rancangan stabilisasi lateral yang sesuai dengan kondisi morfologi sungai. Pendekatan analisis hidraulika-sedimen dilakukan melalui pemodelan hidraulika menggunakan HEC-RAS untuk mengevaluasi profil muka air, distribusi kecepatan, dan tegangan geser aliran sebagai parameter pengendali proses erosi dan dinamika sedimen. Karakteristik hidraulika tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan analisis erosi kaki tebing dan stabilitas lereng menggunakan Bank Stability and Toe Erosion Model (BSTEM) serta verifikasi analitik melalui metode Bishop Simplified sehingga mekanisme keruntuhan tebing dapat dipahami secara lebih komprehensif. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, dirumuskan sebuah rancangan stabilisasi tebing yang mengintegrasikan penggunaan struktur gabion dengan pelindung kaki (toe protection) berupa batuan riprap, sehingga mampu mempertahankan stabilitas lateral tebing sekaligus memberikan perlindungan terhadap potensi gerusan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan tersebut memenuhi persyaratan stabilitas hidraulik dan geoteknik sehingga layak diterapkan sebagai alternatif penanganan pada lokasi tinjauan.

2026
👤 Penulis: Avif Alkhair Sa'ady
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Erosi

IMPLEMENTASI PENGINDRAAN JARAK JAUH (GIS) UNTUK MEMPERKIRAKAN LAJU EROSI DAN KUALITAS AIR DI AREA PERTAMBANGAN NIKEL

Pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara, menyebabkan perubahan tutupan lahan secara signifikan yang berdampak pada peningkatan laju erosi dan penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan memprediksi laju erosi dan konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) menggunakan pendekatan Geographic Information System (GIS) dan metode MUSLE. Data yang digunakan mencakup citra satelit Sentinel-2A tahun 2015, 2020, dan 2025, peta Digital Elevation Model (DEMNAS), data curah hujan Stasiun Meteorologi Oesman Sadik, serta data tata guna lahan. Analisis NDVI menunjukkan penurunan vegetasi dari rata-rata 0,32 (2015) menjadi 0,18 (2025). Luas lahan tambang meningkat dari 14,25% menjadi 45,15%, sementara hutan lebat menurun hingga tersisa 34,86% dari total wilayah studi. Hasil perhitungan menunjukkan laju erosi tertinggi mencapai 165 ton/ha/tahun pada area terbuka dan tailing. Nilai Rw meningkat seiring peningkatan debit dan volume aliran permukaan. Terdapat hubungan linier antara sediment yield dan konsentrasi TSS, yang diprediksi menggunakan persamaan Laili (2015). Konsentrasi TSS mencapai lebih dari 200 mg/l pada lokasi dengan laju erosi tinggi. Diperlukan penerapan konservasi lahan, reklamasi, dan pemantauan berkala dengan citra satelit untuk mencegah degradasi lingkungan yang lebih lanjut.

2025
👤 Penulis: Muhammad Farrel Adafi
🏷️ Pertambangan 🏷️ Geografis 🏷️ Analisis Erosi

PREDIKSI LAJU EROSI DAN KUALITAS AIR TAMBANG BERBASIS GIS PENGINDRAAN JAUH UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN NIKEL

Kegiatan pertambangan terbuka akan membuka lapisan tanah atas dan juga mengurangi kerapatan vegetasi yang dapat menjadi penyebab meningkatnya laju erosi. Fenomena ini dapat mempengaruhi kualitas air tambang akibat dari terlepasnya partikel tanah yang terbawa oleh air limpasan pada kondisi hujan. Sangat penting untuk bisa memprediksi laju erosi dan juga besarnya debit limpasan. RUSLE-SDR merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memprediksi besarnya laju erosi dan sediment yield pada outlet dari catchment area. Laju erosi yang didapatkan bervariasi mulai dari 319.12 ton/tahun hingga 1995.94 ton/tahun. Pengaruh utama laju erosi dari wilayah studi adalah kondisi topografi yang dianalisis melalui uji sensitivitas dengan persentase sensitivitas untuk faktor LS dan P berturut-turut adalah 41.67% dan 41.18%. Selain itu, laju erosi berkontribusi dan mempunyai korelasi terhadap konsentrasi TSS serta Cr6+ dengan nilai rata-rata koefisien determinasi (R2 ) berturut-turut adalah 0.173 dan 0.716. Kecilnya nilai koefisien determinasi ini disebabkan pengukuran TSS akan lebih representatif jika menggunakan perhitungan beban dibandingkan konsentrasi, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai R2 dari beban TSS terhadap sediment yield menjadi 0.379. Penelitian ini berguna untuk menentukan pengelolaan erosi yang tepat agar dapat mengurangi beban air tambang di sistem pengolahan dan pengelolaan air tambang yang berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Arya Adiyatma Afrizal
🏷️ Geologi Pertambangan 🏷️ Analisis Erosi 🏷️ Sistem Informasi Geografi (Sig)
💬