π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 8 dokumenDINAMIKA PERKEMBANGAN RUANG KOMERSIAL DI KAWASAN PERI-URBAN: STUDI PERILAKU KONSUMSI RUANG DI KAWASAN KOMERSIAL PADA KELURAHAN SARIHARJO, KABUPATEN SLEMAN
Perkembangan pada kawasan peri-urban ditandai dengan terjadinya transformasi kawasan dari sifat rural menjadi urban, mulai dari transformasi spasial, ekonomi, dan sosial. Perkembangan tersebut mendorong terjadinya perubahan fungsi pemanfaatan ruang yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas komersial sebagai akibat dari perubahan fiskal yang dialami. Berbeda dengan pola perkembangan komersial peri-urban yang umumnya terkonsentrasi di sepanjang koridor jalan utama, aktivitas komersial di Kelurahan Sariharjo berkembang menyebar pada jalan-jalan lokal di kawasan permukiman dan pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan fungsi pemanfaatan ruang komersial, mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap ruang komersial, serta menganalisis pengaruh faktor-faktor persepsi konsumen terhadap perkembangan lokasi ruang komersial di Kelurahan Sariharjo. Analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif spasial, analisis faktor menggunakan CFA dan analisis pengaruh menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Sariharjo mengalami transformasi dari kawasan yang didominasi fungsi pertanian menuju kawasan terbangun yang diikuti berkembangnya aktivitas komersial dengan pola persebaran ribbons development mengikuti koridor jalan utama maupun jalan lokal. Persepsi konsumen terhadap ruang komersial terbentuk oleh faktor form, activity, image dan lingkungan bisnis. Karakter visual fasad berpengaruh terhadap pemilihan lokasi ruang komersial pada jalan lokal.
7 PSYCHOLOGICAL CHARACTERISTICS THAT INFLUENCE CUSTOMER'SBUYING DECISION TO MITSUBISHI PAJERO SPORT IN INDONESIA
Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia, Mitsubishi memiliki tingkat pualan yang tinggi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Mitsubishi pada awal m berdiri adalah perusahaan otomotif yang berfokus pada kendaraan diesel dan alat-alat berat sepi truk, bus dan traktor. Namun saat in Mitsubishi berusaha untuk mengubah image yang dim cinya terdahulu menjadi sebuah image baru yang bisa bersaing menghadapi para komptor utamanya yaitu Toyota dan Honda dalam sektor kendaraan penumpang. Saat ini Mitsubishi meluncurkan produk terbarunya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Perlahan tapi pasti Mitsubishi merubah brand image yang dimilikinya menjadi sebuah brand image baru tanpa mengurangi kekuatan dari brand image sebelumnya, dalam penilaian media otomotif Mitsubishi Pajero Sport selalu mendapatkan poin yang bagus dalam hal performa, namun sampai tahun 2011 ini penjualan Mitsubishi selalu dibawah pesaing terbesarnya yaitu Toyota. Mitsubishi perlu untuk lebih mendekatkan diri pada konsumen dengan memberikan pengetahuan tentang produk mereka, terutama Pajero Sport. Peneliti memiliki sebuah ide untuk menghubungkan antara karakter psikologi dari konsumen dengan keputusan mereka membeli Mitsubishi Pajero Sport. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2012 Peneliti mengumpulkan data dengan membagikan quesioner yang terbentuk dari 30 variabel pernyataan, pernyataan tersebut didapatkan melalui wawancara dengan Divisi Marketing Mitsubishi dan juga Focus grup discussion pada orang-orang yang sudah menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport. Dengan menggunakan Regression analysis, Factor analysis dan Cluster analysis penulis berusaha untuk mencari tahu karakter psikologi apa yang bisa dijadikan pedoman oleh Mitsubisihi dalam menjual produknya Jasil dari regression analysis akan menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik psikologi terhadap keputusan membeli adalah 18.15%, sedangkan factor analysis yang dihubungkan dengan berbagai teori psikologi akan menunjukkan bagaimana 7 karakter psikologi dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan pada Mitsubishi Pajero Sport, 7 karakter psikologi tersebut adalah Psychological Value of Money, Relationship to Human and Environment, Brand Loyalty, Self Confidence and Expectancy, Personality of Customer, Leadership Confidence dan Self Esteem and Risk. cluster analysis membagi variable yang ada menjadi 3 cluster, peneliti membandingkan hasil antara factor analysis dengan cluster analysis dan menentukan bahwa factor analysis lebih mudah untuk mendeskripsikan karakter psikologi konsumen. Dengan mengetahui 7 karakter psikologi dari konsumen maka Mitsubishi akan dapat lebih spesifik dalam menentukan strategi marketing dan lebih spesifik dalam menentukan pangsa pasar dari produk andalannya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Keywords: Brand Image, Psychological Characteristics, Reggression Analysis, Factor Analysis, Cluster Analysis, Specific Target Market
ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA CIMAHI DENGAN METODE CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DAN KERANGKA STRENGTHS-OPPORTUNITIES-ASPIRATIONS-RESULTS (SOAR) (STUDI KASUS: TPST SENTIONG DAN TPS 3R MELONG)
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA CIMAHI DENGAN METODE CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DAN KERANGKA STRENGTHS-OPPORTUNITIES-ASPIRATIONS-RESULTS (SOAR) (STUDI KASUS TPST SENTIONG DAN TPS 3R MELONG) Oleh Lilih Muflihah NIM: 25723303 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Pertumbuhan penduduk dan aktivitas metropolitan di Kota Cimahi menuntut pengelolaan sampah yang efektif. TPA Sarimukti sebagai TPA Regional Bandung Raya saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas, sehingga diberlakukan kebijakan pembatasan kuota pengangkutan sampah dari setiap kota/kabupaten di Bandung Raya. Dalam situasi keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk, optimalisasi pemanfaatan fasilitas eksisting menjadi alternatif yang paling realistis dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor keberlanjutan pengelolaan sampah dengan studi kasus TPST Sentiong danTPS 3R Melong, serta merumuskan strategi penguatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan CFA/MGCFA dan model second-order, dilengkapi perumusan strategi berbasis SOAR. Secara komparatif, kedua kelompok menunjukkan reliabilitas konstruk yang memadai, namun struktur dan hierarki faktornya berbeda. Pada kelompok pengguna, kontribusi terbesar berasal dari subkonstruk Pembiayaan, Kelembagaan, dan Peran Serta Masyarakat (CR?0,84; AVE?0,51). Sedangkan kelompok pengelola dominan pada subkonstruk Teknis Operasional dan Peran Serta Masyarakat (CR?0,86; AVE?0,61). Temuan ini menegaskan pentingnya peranan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Strategi prioritas SA (SOAR) meliputi penguatan literasi dan praktik pemilahan, penyusunan SOP, koordinasi lintas OPD, inovasi skema pembiayaan berbasis volume dan kanal digital, serta penataan operasi menuju keberlanjutan. Kata kunci: Analisis Faktor, CFA, Keberlanjutan, Kota Cimahi, Sampah Perkotaan, Pengelolaan Sampah, SOAR.
STUDI KARAKTERISTIK PENGGUNA REGULER DAN NONREGULER LAYANAN BUS DI KOTA BANDUNG
Kota Bandung menghadapi tantangan transportasi publik akibat kepadatan penduduk, dominasi kendaraan pribadi, dan tingginya penggunaan transportasi daring, yang menjadikannya kota termacet di Indonesia. Meski layanan bus telah tersedia di Kota Bandung, minat masyarakat terhadap penggunaannya masih rendah dengan tingkat keterisian bus yang jauh di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan preferensi minat masyarakat dalam menggunakan layanan bus di Kota Bandung berdasarkan kategori pengguna reguler dan non-reguler, sebagai dasar perbaikan layanan transportasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis crosstab untuk melihat karakteristik pengguna dan pola perjalanannya, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan layanan bus. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik signifikan antara pengguna reguler dan non-reguler, terutama terkait domisili, persepsi jarak halte, dan moda menuju halte. Pengguna reguler lebih menganggap halte dekat dan mudah diakses, sementara pengguna non-reguler merasa halte jauh sehingga bergantung pada transportasi online. Perbedaan karakteristik ini turut memengaruhi preferensi masing-masing kelompok. Namun, Faktor keandalan operasional, seperti ketepatan waktu dan kapasitas bus, menjadi prioritas utama kedua kelompok.
IDENTIFIKASI STRUKTUR KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN ANALISIS FAKTOR
Kemampuan kognitif melibatkan berbagai proses mental yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk membantu individu menghadapi tantangan kehidupan. Kemampuan ini tidak hanya berperan dalam konteks akademis, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perencanaan, interaksi sosial, dan respons terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kompleksitas struktur kemampuan kognitif dengan menggunakan metode analisis faktor, khususnya Exploratory Factor Analysis (EFA). Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat multivariat dengan komponen kemampuan kognitif sebagai variabel. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dengan pendekatan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor laten yang merepresentasikan setiap variabel komponen kemampuan kognitif. Dengan visualisasi nilai eigen, banyak faktor dalam pembentukan model analisis faktor dapat ditentukan. Model awal analisis faktor yang diperoleh belum dapat menjelaskan data secara optimal sehingga dilakukan rotasi Promax yang memungkinkan faktor-faktor laten untuk saling berkorelasi sesuai dengan sistem hierarki struktur kemampuan kognitif. Penelitian ini kemudian memanfaatkan teori CHC sebagai dasar untuk menginterpretasi model analisis faktor ke suatu struktur kemampuan kognitif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model memberikan pemahaman struktur kemampuan kognitif dengan baik sehingga dapat diimplikasikan dalam pengembangan individu.
RESILIENCE ENGINEERING PADA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK DISTRIBUSI JAKARTA RAYA
Distribusi listrik merupakan industri yang memiliki risiko tinggi dan termasuk dalam sistem sosioteknikal yang kompleks. Salah satu risiko dalam operasi distribusi listrik adalah kecelakaan kerja. PT PLN (Persero), perusahaan listrik Indonesia, melaporkan sebanyak 61 kecelakaan kerja terjadi dalam kurun waktu Maret 2022 hingga Juni 2024. Dari jumlah tersebut, 75% kecelakaan terjadi di sektor distribusi. PLN masih mengutamakan pendekatan safety-I dalam penerapan sistem manajemen keselamatan, meskipun dinilai tidak cukup untuk mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Resilience engineering (RE), bagian dari safety-II, kemudian muncul sebagai pendekatan baru dalam mengelola keselamatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip RE yang dapat mempengaruhi potensi resilience di sektor distribusi dan mengidentifikasi area perbaikan pada sistem manajemen keselamatan untuk mencapai zero accident. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner 27 item pernyataan yang dirancang untuk mengukur persepsi responden tentang penerapan saat ini dan tingkat kepentingan suatu prinsip RE menggunakan 6 skala Likert. Responden berjumlah 196 petugas pelayanan teknik Unit Distribusi Jakarta yang ditentukan dengan teknik judgement sampling. Data kemudian diolah menggunakan analisis faktor dengan bantuan software SPSS 27 dan importance-performance analysis (IPA). Penelitian ini berkontribusi menghasilkan lima prinsip RE baru melalui analisis faktor dengan total variansi 67,19%. Prinsip RE tersebut antara lain manajemen risiko, iklim keselamatan, agility, adaptability, dan safety accountability. Di sisi lain, matriks IPA menunjukkan bahwa prinsip manajemen risiko, iklim keselamatan, adaptability, dan safety accountability harus dipertahankan dan diperkuat untuk meningkatkan potensi resilience organisasi. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi bagi PLN untuk membangun potensi resilience dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja di masa depan. Beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain membangun budaya melapor dan belajar, meningkatkan komunikasi yang efektif, melaksanakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat scara konsisten, serta menjalankan sistem penghargaan dan konsekuensi.
PERANCANGAN STRATEGI CONTENT MARKETING BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR PADA BRAND PERALATAN OLAHRAGA BULUTANGKIS βELVANA SPORTβ
Elvana Sport merupakan sebuah brand peralatan olahraga bulutangkis. Sejak tahun 1980, strategi bisnis yang digunakan oleh Elvana Sport masih berupa business to business (B2B). Namun, seiring berkembangnya zaman, Elvana Sport memutuskan untuk menambah strategi bisnis mereka dan memulai untuk melakukan penjualan secara online dan menggunakan Instagram sebagai media pemasaran. Dalam keberjalanan pengunaan strategi penjualan online, terdapat masalah dimana jumlah pelanggan yang dimiliki oleh Elvana Sport mengalami tren penurunan. Hal ini berbanding terbalik dengan terjadinya peningkatan engagement pada Instagram Elvana Sport yang digunakan sebagai media pemasaran. Dari hal tersebut terjadi gap permasalahan dimana seharusnya engagement yang tinggi berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah pelanggan dari Elvana Sport. Berdasarkan gap tersebut, diketahui bahwa akar permasalahan yang terjadi dan difokuskan pada penelitian kali ini terdapat pada strategi pemasaran dan rancangan konten yang selama ini diterapkan oleh Elvana Sport masih belum efektif. Maka dari itu, pada penelitian kali ini akan dirancang strategi content marketing yang dapat mengakuisisi pelanggan potensial dari Elvana Sport. Dalam merancang strategi content marketing yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dari konsumen, perlu diketahui hal apa saja yang dapat meningkatkan intensi konsumen untuk melakukan pembelian produk di Instagram. Maka dari itu, pada penelitian ini akan digunakan metode analisis faktor untuk mengetahui faktor yang dapat meningkatkan intensi pembelian produk di Instagram bagi pelanggan potensial dari Elvana Sport. Dari hasil analisis faktor yang telah dilakukan, akan dirancang strategi content marketing berdasarkan satu faktor yang memiliki nilai rata β rata indikator tertinggi sebagai dasar perancangan strategi content marketing. Kemudian, hasil rancangan strategi content marketing akan diuji menggunakan uji Mann-Whitney U test. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa ditemukan lima faktor utama, yaitu keterlibatan dan interaksi di Instagram, harga dan kualitas produk, ulasan dan informasi produk, promosi dan penawaran khusus, serta word-of-mouth. Faktor ke- 3, yaitu ulasan dan informasi produk menjadi faktor yang dipilih sebagai dasar perancangan strategi content marketing karena memiliki nilai rata β rata indikator tertinggi sehingga terdiri dari indikator yang paling merepresentasikan kebutuhan dari konsumen. Dari hasil penentuan faktor tersebut, dibuat rancangan strategi content marketing usulan berupa pembuatan konten ulasan produk dari pelanggan setia yang nantinya dimasukkan ke dalam highlights Instagram Elvana Sport dan dilakukan secara rutin. Selain itu, dibuat juga konten informasi produk yang menyampaikan detail dan spesifikasi. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, rancangan konten usulan dapat meningkatkan intensi dari konsumen untuk melakukan pembelian produk yang lebih tinggi dibandingkan dengan konten terdahulu.
IDENTIFIKASI PERSEPSI DAN RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN SUHU DAN FENOMENA URBAN HEAT ISLAND (STUDI KASUS: KOTA BOGOR)
Peningkatan suhu di area perkotaan disebabkan oleh perubahan iklim dan fenomena urban heat island (UHI), dan berdampak pada kesehatan serta produktivitas penduduk perkotaan. Penduduk perkotaan akan memiliki risiko tinggi pada kejadian cuaca dan iklim ekstrem, maka diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap peningkatan suhu yang terjadi. Peningkatan suhu perkotaan seringkali luput dari perhatian, padahal dampak yang dirasakan akan semakin besar tanpa penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan respons masyarakat di Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal, Kota Bogor, terhadap peningkatan suhu dan fenomena UHI. Kuesioner disebarkan untuk mengumpulkan data karakteristik responden, persepsi, serta strategi mitigasi dan adaptasi, sebagai respon terhadap situasi yang terjadi. Statistika deskriptif, estimasi karakteristik populasi, analisis asosiasi, analisis varians, analisis faktor, dan enumerasi digunakan untuk mengolah data yang diperoleh. Mayoritas penduduk wilayah studi diestimasikan telah merasakan peningkatan suhu meski belum pernah mendengar istilah UHI, dan ditemukan persepsi bahaya yang cenderung rendah pada responden. Peningkatan suhu memberikan dampak dengan nilai yang beragam, dengan hubungan dan perbedaan yang dapat diamati pada jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan terakhir terhadap beberapa aspek persepsi, serta persepsi bahaya dengan variabel persepsi lainnya. Terdapat hubungan serta perbedaan terkait pengetahuan terhadap UHI dengan strategi mitigasi, serta respons dikelompokkan ke dalam 10 faktor. Penggunaan AC menjadi strategi dalam mengahdapi peningkatan suhu yang umum dilakukan, dengan kebiasaan yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan suhu telah dirasakan dan memberikan dampak yang beragam, meski pengetahuan terhadapnya masih kurang, serta respon masyarakat terhadapnya cukup beragam. Peran aktif masyarakat dan pemerintah diperlukan dalam upaya pengurangan suhu panas perkotaan.