📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS PERBANDINGAN KODE BATANG DNA TUMBUHAN OBAT INDONESIA CRYPTOCARYA PULCHRINERVIA ASAL SUMATRA DAN KALIMANTAN

Cryptocarya merupakan salah satu genus utama dari Famili Lauraceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi, antara lain sebagai bahan bangunan, parfum, pulp, dan furnitur. Selain itu, genus ini juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti nyeri sendi, nyeri otot, dan infeksi jamur. Salah satu spesies potensial di Indonesia adalah Cryptocarya pulchrinervia, yang tersebar di hutan hujan tropis Sumatra dan Kalimantan. Penelitian fitokimia terhadap daun C. pulchrinervia asal Sumatra yang dibudidayakan di Kebun Raya Bogor menunjukkan adanya kandungan senyawa piron dengan aktivitas sitotoksik tinggi terhadap sel murin leukemia P-388, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai obat antikanker dan suplemen kesehatan. Pemanfaatan lebih lanjut spesies ini memerlukan metode identifikasi yang akurat. Namun, kemiripan morfologi antarspesies Cryptocarya menyulitkan identifikasi secara konvensional, sehingga diperlukan penanda genetik berupa kode batang DNA. Hingga saat ini, data genetik C. pulchrinervia belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi genetik pada tingkat intraspesifik C. pulchrinervia dan tingkat interspesifik dalam Genus Cryptocarya, serta menentukan kode batang DNA menggunakan marka rbcL dan 18S rRNA (wilayah V1–V6, V7–V8, dan V8–V9). DNA diisolasi dari daun C. pulchrinervia menggunakan metode setiltrimetilamonium bromida (CTAB), kemudian fragmen gen rbcL dan 18S rRNA diamplifikasi, disekuensing, dan dianalisis menggunakan perangkat lunak BioEdit, BLAST, MEGA11, Clustal Omega, dan Bio- Rad DNA Barcode Generator. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya variasi genetik intraspesifik C. pulchrinervia pada lokus kloroplas rbcL dan lokus inti 18S rRNA wilayah V1–V9 dengan tingkat kemiripan genetik sebesar 100%. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa marka rbcL dan 18S rRNA wilayah V1–V6 memiliki daya diskriminasi yang tinggi untuk identifikasi hingga tingkat genus, yang didukung oleh keberadaan karakter diagnostik spesifik pada posisi nukleotida tertentu. Sebaliknya, marka 18S rRNA wilayah V7–V9 menunjukkan pola filogenetik yang tidak konsisten dan kurang efektif untuk identifikasi taksonomi. Dengan demikian, marka rbcL dan 18S rRNA wilayah V1–V6 direkomendasikan sebagai kode batang DNA untuk identifikasi C. Pulchrinervia.

2026
👤 Penulis: Jesa Eranda Ramadhani
🏷️ Cryptocarya 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Filogenetik

IDENTIFIKASI PATOGEN PENYEBAB PENYAKIT PADA PASIEN SUSPEK DENGUE DENGAN HASIL TES NS1 NEGATIF DAN GEJALA ATIPIKAL

Infeksi dengue (DENV) merupakan penyakit endemik di Indonesia dengan gejala klinis yang sering menyerupai infeksi Arbovirus lain seperti Flavivirus dan Alphavirus. Rapid test NS1 umum digunakan untuk deteksi awal dengue, namun sensitivitasnya menurun setelah hari ke-7 infeksi, sehingga diperlukan konfirmasi dengan metode molekuler, seperti RT-qPCR. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi patogen pada pasien suspek dengue dengan hasil NS1 negatif dan gejala atipikal, mengevaluasi manifestasi klinis pada pasien anak (0–12 tahun) dan dewasa (>12 tahun), serta melakukan analisis filogenetik virus yang ditemukan pada pasien. Sebanyak 205 sampel serum diuji menggunakan RT-qPCR yang menargetkan gen NS5 (pan-flavivirus) dan E1 (CHIKV). Gen NS5 dipilih karena konservatif di domain MTase dan RdRp antar Flavivirus dengan variasi lokal pada interdomain linker, sementara gen E1 dipilih karena konservatif antar genotipe CHIKV.Ditemukan RNA pan-flavivirus pada 1 pasien, CHIKV pada 50 pasien, dan keduanya pada 5 pasien. Analisis risiko relatif (RR) menunjukkan bahwa gejala manifestasi perdarahan dan ruam lebih dominan pada pasien anak +RT-qPCR pan-flavivirus, sementara nyeri otot, sakit kepala, manifestasi perdarahan lebih dominan pada pasien anak, serta mual/muntah dan ruam pada pasien dewasa +RT-qPCR CHIKV. Infeksi sampel pada kultur sel Vero CCL-81 menunjukkan CPE pada salah satu sampel yang dikonfirmasi positif CHIKV melalui RT-qPCR, dan 18 sampel dengan CPE tidak jelas disubkultur ulang. Terindikasi adanya peningkatan viral load terdeteksi pada salah satu supernatan hasil subkultur, serta indikasi infeksi CHIKV pada satu sampel lainnya yang sebelumnya hanya positif pan-flavivirus. Sepuluh sampel dikirim untuk sekuensing sebagai perwakilan sampel positif RT-qPCR. Empat sampel menunjukkan kemiripan NS5 dengan DENV-3 melalui BLAST, namun hanya dua membentuk contig utuh, dan 3 sampel sesuai dengan sekuens E1 CHIKV, dengan satu di antaranya berhasil dirakit menjadi contig lengkap. Ketiga contig menunjukkan kekerabatan kedua sekuens NS5 dengan DENV-3 genotipe III dan sekuens E1 dengan CHIKV genotipe Asia yang beredar di Asia Tenggara. Analisis mutasi menunjukkan adanya perubahan non-sinonim pada domain RdRp dan E1 yang berpotensi memengaruhi fungsi protein. Penelitian ini menunjukkan dominasi infeksi CHIKV pada kasus dengue NS1-negatif, serta mendukung metode deteksi molekuler untuk kasus infeksi virus.

2025
👤 Penulis: Stephanie Angelica
🏷️ Infeksi Dengue 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Filogenetik
💬