📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPEMODELAN 3D MASJID DAARUT TAUHID BANDUNG MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER
Masjid Daarut Tauhid Bandung yang baru saja selesai di renovasi pada tahun 2015 mengalami peningkatan dari segi bentuk bangunannya, arsitektur yang ada, dan konsep ramah lingkungan. Peningkatan-peningkatan tersebut membuat Masjid Daarut Tauhid Bandung yang baru sangat nyaman. Peningkatan ini harus dapat dipertahankan sehingga diperlukan sebuah model 3D dari bentuk masjid ini yang bisa menunjukan bentuk bangunan dan objek yang ada di dalamnya. Model ini dapat digunakan sebagai acuan saat dilakukan pemeliharaan bangunan atau saat ada rekonstruksi apabila terjadi kerusakan misalkan akibat adanya bencana alam. Model 3D tersebut dapat dihasilkan dengan menggunakan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS). Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah membuat model 3D Masjid Daarut Tauhid Bandung dan mengetahui validitas pengukuran TLS yang dihasilkan. Proses yang dilalui untuk menghasilkan model 3D dari teknologi TLS ini meliputi tahapan perencanaan, akuisisi data, serta pengolahan dan penyajian data. Proses pengolahan data sendiri melalui tahapan georeferensi dengan metode georeferensi langsung, registrasi dengan metode cloud to cloud registration dan filterisasi, serta pembuatan model 3D menggunakan metode manual. Hasil akhir dari pembuatan model ini disajikan dalam bentuk video yang menampilkan keseluruhan bagian dari model 3D yang dihasilkan. Model 3D yang dihasilkan masih memiliki kekurangan yaitu kaligrafi pada bagian luar masjid tidak merepresentasikan bentuk kaligrafi yang sebenarnya, beberapa bagian dari masjid memiliki reflektivitas yang kecil tak bisa didapatkan oleh TLS, dan ada bagian dari atap masjid yang tidak tertangkap oleh TLS akibat posisinya yang terlalu tinggi . Begitu juga dengan proses registrasi yang memiliki RMS 0.010 m. Hasil dari validasi geometrik juga menghasilkan nilai perbedaan maksimal ukuran jarak antara TLS dengan distometer atau pita ukur adalah 0.016 m dengan rata- rata ±0.005 m.
PEMODELAN 3D MONUMEN BANDUNG LAUTAN API MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER
Pada umumnya proses pendokumentasian dan pengarsipan suatu bangunan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan masih berupa foto atau peta yang tergambarkan secara 2D. Dengan berkembangnya teknologi TLS (Terrestrial Laser Scanner) mengakibatkan aplikasi pembuatan model 3D suatu bangunan berkembang pesat. Hal ini diikuti dengan pemanfaatan TLS dalam hal pendokumentasian dan pengarsipan bangunan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan. Selain memberikan model 3D suatu obyek, pemodelan 3D menggunakan TLS juga dapat menghasilkan model yang bergeoreferensi dalam sistem tertentu. Tahapan pengolahan data untuk memperoleh model 3D dengan TLS meliputi tahapan registrasi, filterisasi, georeferensi, meshing dan pembentukan surface. Tahap registrasi dilakukan untuk menggabungkan data hasil pemindaian dari beberapa tempat berdiri alat. Tahap filterisasi dilakukan untuk membuang data point clouds yang dianggap sebagai noise. Tahap georeferensi dilakukan untuk menghubungkan data point clouds ke dalam sistem koordinat ekstenal. Proses meshing dilakukan agar model space yang berupa point clouds menjadi data berupa poligon yang diwakili oleh bentuk TIN (Triangulated Irregular Network). Tahap pembuatan surface dilakukan untuk merubah mesh model yang diwakili oleh bentuk TIN menjadi bentuk surface. Pada model 3D yang dihasilkan nilai galat rata-rata sebesar 0.002 m. Nilai galat ini dihasilkan setelah melalaui proses registrasi. Pada mesh model yang terbentuk pada proses meshing terdapat lubang (hole). Lubang ini diakibatkan karena kurang rapatnya data point clouds pada daerah tersebut. Pada proses georeferensi yang dilakukan dengan metode secara langsung yang menggunakan dua buah titik referensi, terdapat perbedaan koordinat tititk referensi pada saat sebelum dan setelah proses georeferensi.