📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 17 dokumen

PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN TOL JAKARTA - CIKAMPEK KE ARAH JAKARTA PADA KAWASAN CIKUNIR, KOTA BEKASI, JAWA BARAT

Ruas Jalan Tol Cikampek kilometer 9,8-12,3 ke arah Jakarta merupakan salah satu kawasan yang masih kurang memadai dalam sistem drainase pada sisi arah Jakarta, serta adanya beban drainase akibat pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan perencanaan sistem drainase yang terintegrasi dan optimal dengan tujuan air dapat dialirkan ke tempat pembuangan yaitu sungai sebagai titik pembuangan sistem drainase jalan tol tersebut. Perencanaan drainase dilakukan dengan analisis hidrologi berdasarkan data satelit yang dikoreksi terhadap curah hujan dari stasiun terdekat dan pengolahan debit rencana menggunakan metode hidrograf satuan sintetis. Langkah perencanaan dimulai dengan simulasi hidraulika pada Kali Cakung dan dua saluran crossing yaitu Saluran Kalimalang, menggunakan software HEC-RAS yang menggunakan inputan debit rencana. Selanjutnya, dilakukan pemodelan drainase tepi jalan dengan EPA SWMM 5.2 untuk memvalidasi kapasitas saluran terhadap beban air dari jalan tol dan KCIC. Melengkapi sisi teknis, disusun pula Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta skema O&P yang melibatkan koordinasi lintas instansi dan perawatan fisik berkala. Output yang ditargetkan adalah sistem drainase yang mumpuni dalam mengalirkan air ke sungai pembuang sekaligus melindungi aset infrastruktur dari kerusakan dini.

2026
👤 Penulis: Febrian Radhit Isnansyah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidraulika

ANALISIS SALURAN DRAINASE UNTUK PENGENDALIAN BANJIR DI JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK KM 13+400- KM 16+000

Jalan Tol Jakarta – Cikampek merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Jawa Barat serta menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Tingginya intensitas lalu lintas di ruas jalan tol ini menjadikannya sangat krusial sehingga keberlangsungan operasional perlu didukung sistem infrastruktur yang memadai. Pada tahun 2020, terdapat bagian Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang terendam banjir. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis saluran drainase untuk mendapatkan pengendalian banjir yang efektif terutama ruas b KM 13+400-KM 16+000. Tahapan yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini mencakup analisis hidrologi, analisis hidraulika, pemodelan sungai crossing dengan HEC-RAS 6.6, dan pemodelan saluran drainase dengan SWMM 5.2. Perhitungan analisis hidrologi menghasilkan debit banjir rencana dengan Metode SCS. Hasil data analisis hidrologi dengan periode ulang 25 tahun digunakan untuk analisis hidraulika. Pemodelan hidraulika sungai crossing menghasilkan elevasi muka air banjir yang dijadikan acuan elevasi outlet untuk desain pemodelan saluran drainase. Alternatif pengendalian banjir yang ditinjau meliputi pembuatan saluran drainase jalan tol, normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase eksisting, dan integrasi antara sistem drainase Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan sistem drainase Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

2025
👤 Penulis: Alisya Tria Ananda
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Saluran Drainase

PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KAWASAN PERKOTAAN NEW TOWNSITE AREA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

Seiring dengan berjalannya urbanisasi di Indonesia yang semakin meningkat, semakin berkurang pula ketersediaan lahan hijau. Maka dari itu, pentingnya perencanaan sistem drainase untuk mengatur limpasan air akibat hujan. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan merencanakan desain drainase pada pembangunan kawasan perkotaan New Townsite Area yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Metodologi yang digunakan dalam perencanaan ini yaitu analisis hidrologi, analisis hidraulika, dan rencana anggaran biaya. Analisis hidrologi menghasilkan curah hujan rencana dalam periode ulang tertentu. Curah hujan yang digunakan dalam perencanaan ini yaitu periode ulang selama lima tahun metode gumbel dengan total curah hujannya selama enam jam sebesar 275,520 mm. Analisis hidraulika langsung menggunakan SWMM dengan langsung memasukkan data curah hujan periode ulang selama lima tahun yang telah diperoleh dari analisis hidraulika. Desain drainase rencana yang dihasilkan yaitu berupa saluran beton bertulang cetak U-Ditch dengan dimensi yaitu [0,3 x 0,3 x1,2]m, [0,4 x 0,4 x 1,2]m, [0,5x 0,5 x 1,2]m, [0,6 x 0,6 x 1,2]m [0,7x 0,7 x 1,2]m [0,8 x 0,8 x 1,2]m, [1,0 x 1,0 x 1,2]m dan [1,2 x 1,2 x 1,2]m. Terdapat gorong-gorong dan bangunan terjun bertangga pada perencanaan drainase ini. Perencanaan drainase ini membutuhkan biaya sebesar Rp7.987.233.550.

2025
👤 Penulis: Sentini Dayinta Prabandari
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Sistem Drainase

PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN TOL CIKAMPEK PADA KM 23–31 KE ARAH JAKARTA

Ruas Jalan Tol Cikampek kilometer 23–31 ke arah Jakarta merupakan salah satu kawasan yang belum mempunyai sistem drainase pada sisi arah Jakarta, serta terganggunya kondisi tanah akibat pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan sistem drainase yang terintegrasi dan optimal supaya air bisa dialirkan ke tempat pembuangan yaitu sungai (outfall) dengan baik. Perencanaan drainase dilakukan dengan analisis hidrologi berdasarkan data satelit yang di koreksi terhadap curah hujan dari tiga stasiun terdekat dan pengolahan debit rencana menggunakan metode hidrograf satuan sintetis. Debit tersebut kemudian digunakan sebagai input pada pemodelan hidraulika sungai menggunakan HEC-RAS untuk mengetahui tinggi muka air banjir di keempat sungai (Cikarang, Ciayang, Cisadang, dan Srengseng) yang menjadi saluran pembuang. Sementara itu, perencanaan saluran drainase pinggir jalan dimodelkan menggunakan EPA SWMM 5.2 untuk memastikan dimensi dan kapasitas saluran mampu mengalirkan air yang ditangkap dari jalan tol serta lintasan KCIC. Rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan drainase ini diperkirakan sebesar Rp 8,5 miliar. Kegiatan O&P meliputi pembersihan rutin, pengecekan struktur, dan koordinasi dengan pihak terkait. Hasil perencanaan diharapkan mampu mengalirkan air dengan baik menuju sungai, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperpanjang umur layanan infrastruktur jalan tol.

2025
👤 Penulis: Fauzan Ghinaji Muhammad
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Jalan Tol 🏷️ Analisis Hidraulika

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI DENGKENG ANAK SUNGAI BENGAWAN SOLO, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH

Sungai Dengkeng merupakan anak sungai dari Bengawan Solo yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Banjir yang terjadi pada Sungai Dengkeng disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, keterbatasan kapasitas sungai, sedimentasi, serta alih fungsi lahan di daerah hulu. Luapan Sungai Dengkeng secara rutin menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi di wilayah tersebut. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis hidrologi dan analisis hidraulika yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak HEC-RAS. Terdapat empat skenario alternatif solusi yang dimodelkan, yaitu normalisasi, tanggul, kombinasi normalisasi dan tanggul, serta kolam retensi. Dengan mempertimbangkan efektivitas serta kemungkinan untuk dilaksanakan melalui pendekatan Multi Criteria Decision Making (MCDM) dan dipilih alternatif solusi berupa pembangunan tanggul. Pembangunan tanggul diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan banjir dari luapan Sungai Dengkeng, khususnya pada wilayah Kecamatan Bayat, Cawas, dan Trucuk.

2025
👤 Penulis: Enggar Arisandi Husodo G.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Manajemen Banjir

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAS TALLO, KECAMATAN PANAKKUKANG, KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN.

Kecamatan Panakkukang sebagai pusat aktivitas dan kawasan strategis di Kota Makassar kerap mengalami banjir dengan intensitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi topografi wilayah yang relatif rendah, perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali, serta kapasitas aliran Sungai Tallo yang tidak mampu menampung debit banjir pada saat musim hujan. Dampak banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan merusak infrastruktur kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan solusi pengendalian banjir melalui pendekatan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan besarnya debit banjir rencana dengan periode ulang 25 tahun menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) ITB-1B, yang menghasilkan debit sebesar 511 m³/s. Selanjutnya, dilakukan analisis hidraulika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas Sungai Tallo terhadap debit tersebut serta merancang solusi pengendalian banjir yang sesuai. Beberapa alternatif solusi ditinjau dalam penelitian ini, di antaranya pembangunan tanggul, normalisasi sungai, kombinasi keduanya, serta sistem polder atau kolam retensi. Pemilihan solusi terbaik dilakukan menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW), berdasarkan kriteria efektivitas pengurangan genangan, biaya konstruksi, kemudahan operasi dan pemeliharaan, serta dampak terhadap sosial dan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan tanggul tipe sheetpile merupakan solusi paling ideal. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tanggul ini diperkirakan sebesar Rp79.999.624.519,33. Perencanaan ini diharapkan dapat mengurangi risiko serta dampak banjir secara signifikan di Kecamatan Panakkukang dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fuad Mahris
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Pengendalian Banjir

EVALUASI PERENCANAAN BANGUNAN PENGELAK DI BENDUNGAN BUDONG-BUDONG, KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT

Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, dan ketersediaan air. Dalam proses pembangunan suatu bendungan, terdapat salah satu prosedur yang sangat penting yaitu pengelakan sungai. Pengelakan sungai pada Bendungan Budong-Budong dilakukan dengan bangunan pengelak yaitu bendungan pengelak dan terowongan pengelak. Kedua bangunan tersebut menjadi krusial karena dapat menentukan keberjalanan pekerjaan di hilir seperti bendungan utama dan bangunan pelimpah. Pengerjaan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk mengevaluasi perencanaan teknis yang telah dibuat untuk Bendungan Budong-Budong dimulai dari analisis hidrologi dan hidraulika untuk bangunan pengelak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, nilai debit banjir desain untuk periode ulang 25 dan 50 tahun memiliki nilai yang lebih tinggi sehingga perlu ada perubahan dimensi pada bangunan pengelak agar dapat meminimalisir kegagalan pada bangunan pengelak. Menurut hasil perhitungan, didapat elevasi bendungan pengelak yang semula berada di elevasi +45 m perlu dinaikkan menjadi +51 m apabila diameter terowongan ingin tetap di diameter 5 m.

2025
👤 Penulis: Mochamad Reynald Purnama Dewa
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Perencanaan Bangunan Pengelak Bendungan

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUBSISTEM BANGER LAMA, KOTA PEKALONGAN, PROVINSI JAWA TENGAH

Kota Pekalongan, khususnya Subsistem Drainase Banger Lama Kota Pekalongan merupakan sebuah wilayah yang seringkali mengalami banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh beberapa sebab, seperti dataran yang rendah dan relatif datar, alih fungsi lahan meningkat, sedimentasi sungai, dan diperparah dengan adanya penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut menyebabkan bencana banjir yang merugikan dan mengganggu aktivitas manusia. Selain itu, banjir juga meningkatkan risiko bagi kesehatan serta lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut, direncanakan pengendalian banjir yang didasarkan pada curah hujan periode ulang 5 tahun untuk drainase, debit periode ulang 20 tahun untuk inflow sungai, dan juga kondisi HHWL pada bagian hilir pesisirnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang dapat diterapkan pada Subsistem Banger Lama, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Sistem pengendalian banjir yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah pelebaran saluran drainase untuk saluran yang mengalami limpas, penambahan pompa dengan kapasitas 250 liter.detik pada drainase, Pembangunan dua kolam retensi, yaitu Kolam Retensi Krapyak dan Kolam Retensi Klego, serta penambahan pompa dengan kapasitas 0.75 liter/detik untuk Kolam Retensi Krapyak dan 0.70 liter/detik untuk Kolam Retensi Klego. Pemodelan yang digunakan dalam menopang penelitian ini adalah pemodelan hidraulika melalui perangkat lunak PCSWMM yang dilakukan dengan analisis 1D dan 2D. Pemodelan yang dilakukan dalam 2D (dua dimensi) untuk meninjau genangan dan muka air banjir yang terjadi. Alternatif solusi yang dipilih adalah solusi gabungan dari setiap alternatif solusi yang menunjukkan persentase reduksi luas genangan sebesar 46% dari luas genangan eksisting. Berdasarkan analisis rencana anggaran biaya (RAB), total RAB yang diperlukan untuk pembangunan system pengendalian banjir adalah Rp195,136,937,010.49.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fadli Fauzi
🏷️ Perencanaan Pengendalian Banjir 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air

KAJIAN PENGARUH FLOODWAY SIKAMBING-BELAWAN KOTA MEDAN TERHADAP PENGENDALIAN BANJIR DAN PERUBAHAN MORFOLOGI SUNGAI

Dari tahun 2022 hingga 2024 terjadi banjir di Kota Medan yang disebabkan salah satunya oleh luapan Sungai Sikambing ketika tingginya curah hujan. Dalam mengatasi permasalahan ini, dilaksanakan pembangunam Floodway Sikambing-Belawan sebagai langkah pengendalian banjir di Sungai Sikambing. Dilain sisi kinerja floodway saat mengalirkan debit dari Sungai Sikambing dipengaruhi oleh debit yang terjadi pada Sungai Belawan. Dalam mengevaluasi kinerja floodway tersebut dilakukan analisis hidrologi dan analisis hidraulika menggunakan pemodelan HEC-RAS 2D saat kondisi banjir rencana periode ulang 25, 50, dan 100 tahun. Pemodelan HEC-RAS 2D dapat menganalisis pengaruh debit Sungai Belawan terhadap aliran floodway dalam mereduksi debit banjir, area genangan banjir, kedalaman banjir dan waktu kejadian banjir yang terjadi pada DAS Sikambing. Hasil analisis menunjukkan bahwa floodway dapat mengalihkan debit banjir Sungai Sikambing sebesar 30,69 m³/detik pada kondisi Q25, 33,05 m³/detik pada kondisi Q50, dan 34,65 m³/detik pada kondisi Q100 serta pengaruh aliran Sungai Belawan maksimal sejauh 36,51 m dari titik outlet floodway. Secara keseluruhan, Floodway Sikambing-Belawan dapat mereduksi debit banjir rata-rata sebesar 21,79%, mereduksi luas dampak genangan banjir rata-rata sebesar 48,75%, dan mempersingkat waktu kejadian banjir rata-rata sebesar 35,56% serta kedalaman banjir dapat berkurang hingga 0,21 m. Dua solusi tambahan yang dianalisis untuk pengendalian banjir yaitu penambahan tanggul dan kolam retensi, dapat lebih menaggulangi banjir secara menyeluruh hingga kondisi Q100. Selain itu kajian sedimentasi dengan permodelan HEC-RAS 1D dilakukan dimana box culvert bendung pelimpah dan inlet floodway memerlukan perhatian khusus, dengan sedimentasi yang perlu dinormalisasi sebesar 3.319,93 m³ untuk 1 tahun, 4.853,57 m³ untuk 3 tahun, dan 5.907,46 m³ untuk 5 tahun. Selanjutnya sedimentasi yang terjadi dalam rentang 5 tahun pada box culvert bendung pelimpah floodway mencapai hingga ketebalan 0,82 m serta terjadi pula sedimentasi pada box culvert inlet floodway hingga 0,55 m.

2024
👤 Penulis: Fiqih Jul Fachri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN TANGGUL PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI CIKAPUNDUNG, KECAMATAN DAYEUHKOLOT, PROVINSI JAWA BARAT

Salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa adalah banjir. Salah satu wilayah yang cukup sering terkena bencana banjir adalah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bencana banjir pada wilayah ini disebabkan oleh luapan air dari Sungai Cikapundung yang merupakan anak Sungai Citarum. Kejadian banjir sangat merugikan baik secara ekonomi atau sosial – kemasyarakatan, hal itulah yang dialami para masyarakat di Kecamatan Dayeuhkolot. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendesain suatu infrastruktur penanggulangan yang bisa mengatasi banjir akibat luapan Sungai Cikapundung seperi tanggul. Analisis diawali dengan analisis hidrologi yang dimaksudkan untuk mengetahui besaran debit banjir yang mengalir pada sungai, lalu selanjutnya tahap analisis hidraulika yang dibantu oleh model dengan menggunakan software HEC RAS 6.5. Berdasarkan model, akan didapatkan ruas sungai mana yang mengalami limpasan dan penentuan penggunaan tanggul sheetpile/timbunan akan disesuaikan dengan ruang sempadan yang ada.

2024
👤 Penulis: Ulul Amri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Infrastruktur Penanggulangan Bencana

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI PALAS, KECAMATAN RUMBAI, KOTA PEKANBARU, PROVINSI RIAU

Sungai Palas merupakan anak sungai dari Sungai Siak yang berada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Banjir yang terjadi di Sungai Palas disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta adanya pengaruh pasang dari Sungai Siak. Oleh sebab itu, perlu adanya solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi di sekitar Sungai Palas. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis hidrologi menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan analisis hidraulika menggunakan perangkat lunak HECRAS berupa pemodelan satu dimensi yang meliputi penampang sungai, tinggi banjir, dan simulasi hasil bangunan pengendali banjir yang direncanakan. Adapun pemodelan yang dilakukan mulai dari kondisi eksisting, dilanjutkan dengan berbagai skenario solusi seperti normalisasi, normalisasi dan tanggul, serta normalisasi dan kolam retensi. Dengan mempertimbangkan efektivitas, kemungkinan pelaksanaan, dan biaya, dipilih solusi berupa normalisasi dan tanggul. Total biaya untuk melaksanakan normalisasi dan tanggul adalah sebesar sepuluh miliar lima ratus tujuh puluh empat juta empat ratus tiga puluh ribu enam ratus dua puluh empat rupiah. Dengan adanya normalisasi dan tanggul, diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan banjir dari luapan Sungai Palas.

2024
👤 Penulis: Hamzah Firdausi Qoyyim Apip
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidraulika

ANALISIS PENGENDALIAN TINGGI MUKA AIR BANJIR DI SUB-DAS CINAMBO DAERAH PASAR GEDEBAGE, KOTA BANDUNG

Banjir merupakan fenomena alam yang memiliki dampak besar bagi perkotaan dan masyarakat. Lokasi yang sering mengalami banjir yakni di wilayah DAS Cinambo, daerah Pasar Gedebage, Kota Bandung, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberi usulan solusi untuk dapat mengurangi tinggi muka air banjir. Dilakukan analisis hidrologi untuk memperoleh debit rencana periode ulang 5 tahun melalui Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) metode SCS yang diolah melalui HEC-HMS. Lalu, dilakukan analisis hidraulika pada HEC-RAS untuk memperlihatkan tinggi muka air ketika banjir dan perancangan bangunan pengendalian banjir. Solusi yang ditawarkan yakni dilakukan normalisasi dan pemberian tanggul parapet pada bantaran sungai, serta alternatif tambahan berupa kolam retensi. Dilakukan pengecekan stabilitas dan diperoleh bahwa perancangan memenuhi syarat faktor keamanan minimum. Total biaya yang dibutuhkan dalam rencana pengendalian banjir di daerah tinjauan yakni Rp7,808,761,000.00.

2024
👤 Penulis: Sarah Huwaida Hasari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Pengendalian Banjir

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI JEROAN DI KECAMATAN BALEREJO, KABUPATEN MADIUN

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air melebihi palung sungai yang menyebabkan genangan pada lahan sekitarnya. Salah satu daerah yang sering terdampak oleh banjir adalah Kecamatan Balerejo di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penyebab banjir tersebut adalah meluapnya air Sungai Jeroan yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul di beberapa titik di desa pada Kecamatan Balerejo. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang berakibat kurangnya daerah resapan air dan intensitas hujan yang tinggi. Perencanaan pengendalian banjir dilakukan dengan tahap analisis hidrologi, analisis hidraulika, dan penghitungan rencana anggaran biaya. Debit banjir rencana yang digunakan berupa debit periode ulang 20 Tahun metode SCS. Dalam analisis hidraulika dilakukan pemodelan banjir dengan HEC-RAS 6.4.1. Pemodelan banjir yang dilakukan berupa model 2D untuk mengetahui genangan pada lahan dan model 1D untuk mengetahui ketinggian muka air banjir pada penampang sungai. Pengendalian banjir direncanakan dengan pembangunan struktur tanggul dan upaya normalisasi sungai dalam bentuk pengerukan. Struktur tanggul yang dibangun berupa corrugated concrete sheet pile W-325 di sepanjang alur sungai dengan panjang 8.432 km. Selain itu juga dilakukan upaya normalisasi di sepanjang alur sungai dengan cara pengerukan sungai dilakukan dari Sta. 8455 – Sta. 23. Perhitungan rencana anggaran biaya terdiri atas pekerjaan penegerukan tanah dan pekerjaan pemancangan sheet pile beton dengan total biaya Rp64,873,292,953.

2024
👤 Penulis: Annisa Fitrie
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidraulika

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAS UMBAN SARI, KECAMATAN RUMBAI, PEKANBARU, RIAU

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau terutama di daerah aliran sungai (DAS) Umban Sari. Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah melakukan analisis pengendalian banjir dan merumuskan strategi yang dapat digunakan dalam pengendalian banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimulai dengan analisis hidrologi menggunakan Microsoft Excel dan GIS kemudian analisis hidraulika dengan pemodelan satu dimensi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.3.1 meliputi simulasi penampang sungai, tinggi banjir, dan luas genangan banjir eksisting dan simulasi hasil bangunan pengendali banjir yang direncanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di DAS Umban Sari disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain curah hujan yang tinggi, luapan sungai, penyempitan sungai akibat sedimentasi, dan perubahan tata guna lahan. Berdasarkan hasil analisis, disusun beberapa rekomendasi strategi pengendalian banjir, seperti normalisasi sungai dan pembuatan tanggul. Normalisasi sungai sepanjang 5,4 kilometer sedangkan pembangunan tanggul yang terdiri dari dua jenis yaitu tanggul tanah dan tanggul CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile). Kedua tanggul ini dibangun dengan ketinggian antara 1 hingga 2 meter. Implementasi strategi pengendalian banjir secara terpadu diharapkan dapat mengurangi dampak negatif banjir bagi masyarakat di DAS Umban Sari.

2024
👤 Penulis: Muhammad Luqman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidraulika

ALTERNATIF PENGENDALIAN BANJIR DI KALI JEROAN KABUPATEN MADIUN

Kali Jeroan merupakan anak sungai dari Kali Madiun yang terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Banjir yang terjadi pada Kali Jeroan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan adanya banjir kiriman dari anak – anak sungai Kali Jeroan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi akibat luapan Kali Jeroan. Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis hidrologi, analisis hidraulika yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak HEC-RAS. Terdapat tiga skenario alternatif solusi yang dimodelkan, yaitu normalisasi, tanggul dan kombinasi normalisasi dan tanggul. Dengan mempertimbangkan efektivitas serta kemungkinan untuk dilaksanakan, dipilih alternatif solusi berupa normalisasi dan tanggul. Total biaya untuk dilaksanakannya normalisasi dan tanggul adalah sebesar Tiga Ratus Tiga Belas Miliar Lima Puluh Satu Juta Sembilan Puluh Sembilan Ribu Enam Ratus Empat Puluh Rupiah. Kombinasi dari normalisasi dan tanggul diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan banjir dari luapan Kali Jeroan.

2024
👤 Penulis: Irfie Lutfiah Aulia Rahman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Manajemen Infrastruktur Peradaban
Halaman 1 dari 2
💬