📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenDESAIN BREAKWATER BAGIAN UTARA TERMINAL KALIBARU, PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Terminal Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, memerlukan perlindungan breakwater pada sisi utara akibat paparan gelombang laut serta kondisi tanah dasar berupa lempung lunak yang rentan mengalami keruntuhan bila menerima beban timbunan struktur pelindung. Tugas akhir ini bertujuan merancang penampang breakwater yang stabil terhadap beban gelombang rencana sekaligus merancang sistem perkuatan tanah dasar menggunakan cerucuk dan matras bambu agar mampu memikul beban timbunan breakwater tanpa mengalami keruntuhan. Metode yang digunakan meliputi peramalan gelombang (hindcasting) dari data angin, analisis frekuensi gelombang ekstrem, simulasi hidrodinamika pasang surut dan transformasi gelombang, perancangan penampang breakwater berdasarkan formula Hudson dan kriteria overtopping EurOtop, perancangan sistem cerucuk-matras bambu, serta pemodelan elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D untuk analisis stabilitas dan penurunan. Hasil analisis menunjukkan tinggi gelombang rencana periode ulang 50 tahun sebesar 1,866 m dengan elevasi muka air rencana 1,86 m. Desain optimal berupa berm breakwater dengan lapis lindung A-Jack 2,5 ton dan elevasi puncak +4,3 m LWS, diperkuat sistem matras bambu tujuh lapis serta cerucuk bambu berdiameter 12 cm berspasi 1 m. Pemodelan PLAXIS 2D menghasilkan faktor keamanan stabilitas global yang memenuhi syarat minimum 1,5 baik pada kondisi jangka pendek maupun jangka panjang.. Dapat disimpulkan bahwa desain breakwater beserta sistem perkuatan tanah dasar yang diusulkan telah memenuhi kriteria stabilitas struktural dan geoteknik yang disyaratkan.
ANALISIS DAN REKOMENDASI MITIGASI KENAIKAN MUKA AIR AKIBAT SIKLON SEROJA DAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PESISIR KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Kota Kupang merupakan salah satu wilayah pesisir di Nusa Tenggara Timur dengan risiko bencana banjir yang sangat tinggi akibat letak geografisnya yang rentan terhadap ancaman siklon tropis, pengaruh pasang surut, serta curah hujan ekstrem. Fenomena historis Siklon Tropis Seroja pada tahun 2021 menjadi bukti nyata kerentanan kawasan ini. Salah satu kawasan kritis yang menghadapi tantangan ini adalah koridor pesisir Pantai Batu Kepala, Pantai Pasir Panjang, hingga Pantai Kelapa Lima yang berinteraksi langsung dengan muara sistem drainase makro kota. Lingkup penelitian mencakup pemodelan hidrodinamika terintegrasi menggunakan dua perangkat lunak utama: Delft3D (Delft Dashboard dan Delft3D-Flow FM) untuk mensimulasikan gaya pembangkit atmosferik, pembuatan spiderweb files lintasan siklon, dan dinamika pantai, serta HECRAS untuk mengevaluasi perambatan luapan banjir (flood inundation) lateral di daratan perkotaan. Analisis dilakukan dengan mensimulasikan interaksi antara debit banjir hulu (skenario hujan ekstrem Q25) dengan kondisi batas hilir (downstream boundary) yang bervariasi, meliputi skenario pasang surut murni (tidal), skenario historis Siklon Seroja, hingga skenario proyeksi perubahan iklim masa depan memanfaatkan multi-dataset STORM (ECEARTH, CNRM, HADGEM, dan CMCC).
PERENCANAAN PENANGGULANGAN SEDIMENTASI DI PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pelabuhan Tanjung Adikarto yang berlokasi di muara Sungai Serang, Kabupaten Kulon Progo, kini menghadapi kendala operasional yang serius akibat penutupan alur navigasi oleh sedimentasi masif. Permasalahan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas operasional pelabuhan, tetapi juga memicu risiko banjir akibat efek air balik (backwater) yang mengancam sistem drainase Kawasan Strategis Nasional (KSN) Yogyakarta International Airport (YIA). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan penanggulangan sedimentasi secara terpadu dan komprehensif melalui analisis hidrologi, analisis hidro-oseanografi yang mencakup pasang surut dan gelombang, serta pemodelan hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak Delft3D. Hasil analisis hidro-oseanografi menunjukkan bahwa pasang surut di lokasi studi bertipe campuran condong ke harian ganda (Mixed Semidiurnal) dengan nilai Formzahl sebesar 0,4203. Sementara itu, debit andalan Sungai Serang berfluktuasi antara 4,77 m³/s hingga 28,02 m³/s. Kondisi penutupan alur teridentifikasi paling kritis saat musim kemarau, di mana penurunan debit sungai menghilangkan kapasitas penggelontoran alami (self-cleansing). Kondisi ini menyebabkan angkutan sedimen menyusur pantai (longshore transport) bergerak bebas membentuk lidah pasir yang menutupi mulut muara. Simulasi hidrodinamika membuktikan bahwa skenario pembangunan struktur jeti efektif untuk memotong laju transpor sedimen menyusur pantai sekaligus memblokir energi gelombang dominan, dengan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi mencapai Rp295.625.334.684,49. Walaupun struktur jeti telah direncanakan, interaksi dinamis di muara tetap berpotensi membawa masuk sedimen halus ke dalam alur pelayaran pelabuhan dengan laju 274.247,75 m³/tahun. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan skema Operasi dan Pemeliharaan (O&P) melalui program pengerukan tahunan berkala agar pelabuhan beroperasi optimal dan kawasan terlindungi.
ANALISIS HASIL ENERGI LISTRIK SISTEM ENERGY CONVERTER TIPE WAVE-ACTIVATED BUOY DI WILAYAH TATAR, SUMBAWA BARAT
Pemanfaatan energi terbarukan untuk penyediaan kebutuhan listrik dan upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia memiliki kendala berupa biaya investasi yang tinggi. Teknologi wave-activated buoy menjadi kesempatan untuk memanfaatkan energi terbarukan gelombang laut dikarenakan biaya investasinya yang lebih rendah. Rencana penerapan teknologi ini di Tatar, Sumbawa Barat, NTB dilakukan untuk menurunkan nilai BPP dan menyeimbangkan keuntungan investasi. Tugas Akhir bertujuan untuk mengetahui luaran produksi energi listrik dari suatu sistem wave-activated buoy pada berbagai kondisi gelombang reguler dengan meninjau kondisi lingkungan di wilayah Tatar. Hal ini dicapai melalui peninjauan data lingkungan wilayah Tatar dan pemodelan hidrodinamika berdasarkan parameter gelombang di daerah tersebut. Kemudian, perilaku sistem yang dilengkapi mooring dimodelkan dengan menentukan parameter mooring yang memenuhi nilai tegangan mooring maksimum yang terdapat pada artikel ilmiah dari Nam, Sung, dan Cho (2021). Parameter mooring, perpindahan dan kecepatan dari sistem, serta probabilitas kejadian gelombang reguler kemudian digunakan untuk menentukan daya dan energi yang ditimbulkan oleh sistem. Dari seluruh kasus, didapat energi tahunan gelombang yang besar dihasilkan pada gelombang reguler dengan ???? = 1 ? 3 ???? dan ???? = 4 ? 13 ???? dan nilai energi terbesar adalah ???????????????????????????? = 5.047 ???????????? yang dihasilkan oleh gelombang dengan ???? = 2 ???? , ???? = 9 ???? dengan total energi tahunan mencapai 94.1 ????????????. Diketahui juga bahwa efisiensi sistem rata-rata adalah sebesar 3.475% dengan capacity factor sistem sebesar 0.711%.