📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenEVALUASI KEBERLANJUTAN KAWASAN PERMUKIMAN PASCA PROGRAM PENANGANAN KUMUH DI KELURAHAN CIBADAK, KOTA BANDUNG
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan hak seluruh masyarakat Indonesia terhadap permukiman yang layak huni, Pemerintah Indonesia memiliki sasaran untuk Indonesia bebas kawasan dari kumuh di tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah menyelenggarakan berbagai macam program peningkatan kualitas kumuh yang berorientasi pada prinsip berkelanjutan seperti Program KOTAKU di berbagai daerah termasuk Kota Bandung. Namun berdasarkan studi serupa, didapatkan bahwa Program KOTAKU hanya dapat mendukung kondisi permukiman yang ditingkatkannya hanya sebatas pada kondisi cukup berkelanjutan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Program KOTAKU yang hanya berfokus pada infrastruktur dan kondisi fisik lingkungan dapat mendukung terwujudnya suatu kawasan permukiman yang berkelanjutan sesuai dengan apa yang dirumuskan pada tujuan programnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan permukiman yang telah ditangani oleh Program KOTAKU menggunakan metode RAPFISH yang dapat menentukan nilai keberlanjutan objek analisis dan faktor pengungkit dari variabel keberlanjutan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan RW 07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar memiliki tingkat keberlanjutan sebesar 64,598, dengan tingkat keberlanjutan dicapai pada aspek sosial dan hukum dan kelembagaan, tingkat keberlanjutan yang cukup pada aspek lingkungan dan infrastruktur, dan kurang berkeberlanjutan pada aspek ekonomi.
IDENTIFIKASI TINGKAT DAN KARAKTERISTIK KEBERLANJUTAN KAWASAN PERKOTAAN DI KABUPATEN DI PROVINSI JAWA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan kawasan perkotaan di Provinsi Jawa Barat dengan pendekatan pada kedalaman data kecamatan. Tingginya tingkat urbanisasi di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat, yang menyumbang sebagian besar perekonomian nasional, penilaian keberlanjutan dibutuhkan untuk mengelola dampak pertumbuhan perkotaan yang tidak terkendali. Penelitian ini mengadopsi indikator-indikator keberlanjutan yang komprehensif dan relevan dengan konteks lokal, serta menggunakan metode Analytic Hierarchy Process untuk menentukan bobot indikator sesuai dengan konteks lokal dan keberlanjutan di Jawa Barat. diperoleh bahwa sebagian besar kawasan perkotaan di Jawa Barat berada dalam kategori keberlanjutan sedang (77,6%), sementara hanya 19 kawasan yang tercatat dalam kategori keberlanjutan tinggi. Pengembangan infrastruktur menjadi variabel yang paling dominan, namun masih terdapat kesenjangan signifikan pada variabel tata kelola dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya ketimpangan sosial yang lebih besar di beberapa daerah, dengan ibukota kabupaten cenderung memiliki nilai keberlanjutan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Jawa Barat telah memiliki pembangunan infrastruktur yang cukup baik, masih terdapat kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat kapasitas kelembagaan di berbagai daerah guna mencapai keberlanjutan yang lebih merata di seluruh kawasan perkotaan.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG KELAS BARU MADRASAH TSANAWIYAH (STUDI KASUS YAYASAN PPNI)
Menanggapi meningkatnya permintaan akan ruang pendidikan seiring dengan meningkatnya populasi siswa, usulan pembangunan gedung Madrasah Tsanawiyah yang baru muncul sebagai proyek pengembangan yang signifikan. Gedung baru ini merupakan langkah nyata untuk mencapai tujuan yayasan PPNI untuk terus memajukan sektor pendidikan jangka panjang dan rencana pembangunan daerah. Studi kelayakan ini secara komprehensif mengevaluasi usulan proyek pembangunan gedung baru di Yayasan PPNI, menilai kelayakan dan potensi keberhasilannya. Hasil dari studi kelayakan ini berfungsi sebagai alat penting bagi para pengambil keputusan mengenai layak atau tidaknya proyek tersebut dan mitigasi risikonya. Studi kelayakan ini dilakukan dengan menggunakan metode capital budgeting dengan menghitung parameter-parameter seperti net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period, profitability index (PI), dan Payback Period (PBP). Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas dan simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan hasil variabel yang paling mempengaruhi keberhasilan proyek ini sehingga dapat dimitigasi. Investasi awal yang dikeluarkan oleh pihak yayasan sebesar Rp 9.353.441.579, yang diharapkan dapat selesai dalam satu tahun dan dapat menampung mahasiswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Hasil dari studi kelayakan ini adalah NPV sebesar Rp 18,569,088,492 ; IRR 19,89%; PBP 5.23 years; PI 1.288, bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, variabel yang paling sensitif terhadap proyek ini adalah WACC dan Kenaikan WACC, Kenaikan Biaya Sumbangan Komite, dan Biaya Pendaftaran Siswa Baru, yang dipengaruhi oleh realisasi kenaikan jumlah siswa, kenaikan tarif sekolah oleh pasar, dan pengendalian biaya yang ketat.