📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS PEMBEBANAN STATIS DAN SPEKTRUM BEBAN PADA STRUKTUR PROPELLER KOMPOSIT PESAWAT TURBOPROP

Baling-baling merupakan komponen krusial pada pesawat turboprop yang menuntut integritas struktural tinggi terhadap beban aerodinamika dan momentum rotasi guna menjamin performa serta keselamatan operasional. Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis kekuatan propeller dengan mengintegrasikan metode General Momentum Theory (GMT) dan Blade Element Theory (BET), atau yang dikenal sebagai Blade Element Momentum Theory (BEMT). Melalui prosedur desain berbasis metode Larrabee, distribusi beban aerodinamika dihitung secara presisi pada setiap elemen bilah untuk menentukan gaya dorong dan daya yang dibutuhkan sesuai kondisi terbang target. Spektrum beban lokal yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai parameter batasan dalam perancangan struktur manufaktur berbasis material berlapis dan penguatan spar. Pendekatan ini memastikan bahwa geometri baling-baling tidak hanya optimal secara aerodinamis, tetapi juga memiliki ketahanan struktural yang mumpuni dalam menghadapi beban dinamis selama operasional.

2026
👤 Penulis: Jovan Hosea H. Napitupulu
🏷️ Struktur Komposit 🏷️ Analisis Kecepatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI MIX DESIGN DAN METODE PEMADATAN ROLLER COMPACTED CONCRETE (RCC) DI INDONESIA: PERBANDINGAN SKALA LABORATORIUM DAN SKALA LAPANGAN

Roller Compacted Concrete (RCC) adalah metode alternatif konstruksi bendungan yang bertujuan untuk mengurangi waktu dan biaya konstruksi. Meskipun memiliki banyak keunggulan, bendungan RCC belum pernah dibangun di Indonesia. Panduan terkait penggunaan material dan desain campuran yang tersedia tidak memberikan solusi terhadap tantangan yang besar dalam memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi bendungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan desain campuran yang optimal dan metode konstruksi dengan melakukan uji skala laboratorium dan uji skala lapangan, serta membandingkan hasil keduanya. Uji laboratorium dilakukan menggunakan pan mixer untuk pencampuran dan vibrating hammer untuk pemadatan, sementara uji lapangan menggunakan twin-shaft wet mixer dan vibratoty roller. Penelitian ini menyelidiki berbagai jumlah bahan semen, fraksi kerikil/pasir, dan kadar air optimal. Hasil uji mengungkapkan bahwa rasio kerikil/pasir 50/50 dan kadar air 4% adalah yang optimal. Uji laboratorium menggunakan LCRCC dengan 110 kg/m³ bahan semen menghasilkan kekuatan tekan 15 MPa pada 150 hari, sementara MCRCC dengan 150 kg/m³ dan 175 kg/m³ mencapai 15.41 MPa dan 20.86 MPa pada 28 hari. Pada skala lapangan, delapan kali lintasan dengan vibratoty roller mencapai kepadatan 98.3% dan 99.2% serta kekuatan tekan 80.2% dan 86.4% untuk bahan semen 150 kg/m³ dan 175 kg/m³, masing-masing. Namun, pencampuran skala besar menunjukkan efektivitas yang lebih rendah, menghasilkan penurunan kekuatan tekan sebesar 46.4% dan 54.1% untuk RCC dengan 150 kg/m³ dan 175 kg/m³ bahan semen. Adanya kesenjangan (gap) antara skala laboratorium dan skala lapangan ini membuktikan pentingnya memasukkan faktor keamanan dalam desain campuran laboratorium dan meninjau ulang panduan yang tersedia.

2024
👤 Penulis: Regina Ratu Inris
🏷️ Roller Compacted Concrete (Rcc) 🏷️ Desain Campuran Bahan Bangunan 🏷️ Analisis Kecepatan
💬