📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPENGARUH VARIASI PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) MENGGUNAKAN METODE INHIBISI DENATURASI PROTEIN
Inflamasi adalah respon biologis tubuh terhadap infeksi atau kerusakan jaringan, yang salah satu mekanismenya ditandai oleh denaturasi protein sehingga memicu pembentukan autoantigen dan dapat memperparah respon inflamasi. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas inhibisi denaturasi protein ekstrak daun kersen, mengidentifikasi dan menetapkan kadar senyawa marker, serta menganalisis profil metabolit menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan kemometrika. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan nheksana, etil asetat, etanol 96%, etanol 70%, dan air. Aktivitas ekstrak diuji dengan metode inhibisi denaturasi protein BSA. Ekstrak etanol 70% menunjukkan aktivitas inhibisi denaturasi protein terkuat (IC50 77,84 ± 0,36 ????g/mL). Asam klorogenat teridentifikasi sebagai senyawa marker pada ekstrak etanol 70% dan air, dengan kadar berturut-turut 12,23% ± 0,48 dan 17,45% ± 0,79 (b/b), serta IC50 119,69 ????g/mL ± 1,37. Analisis FTIR menunjukkan dominasi gugus O-H, C=C aromatik, C-O, dan C-H alifatik yang mengindikasikan keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid. Analisis kemometrika menunjukkan kedekatan antara ekstrak n-heksana dan etil asetat secara metabolit sekunder berdasarkan variasi absorbansi spektrum inframerah. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan polaritas pelarut meengaruhi profil metabolit dan aktivitas inhibisi denaturasi protein dari ekstrak daun kersen. Ekstrak etanol 70% memberikan aktivitas inhibisi denaturasi protein terbaik, sedangkan analisis kemometrika menunjukkan kemiripan profil metabolit antara ekstrak n-heksana dan etil asetat serta perbedaan paling nyata pada ekstrak air.