📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 22 dokumen

FINANCIAL PERFORMANCE ASSESSMENT OF PT. TUGU PRATAMAINDONESIA IN COMPARISON WITH PUBLIC LISTED GENERAL INSURANCECOMPANY IN INDONESIA

Industri asuransi umum memiliki kinerja yang sangat bagus dalam beberapa tahun terakhir. Premi bruto yang didapat oleh perusahaan asuransi umum selalu meningkat meskipun seperti kita ketahui pada tahun 2008 terjadi krisis ekonomi global. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan perusahaan asuransi umum sangatlah cepat. Pertumbuhan premi bruto sejak tahun 2006 sampai dengan 2010 mencapai 125%. Pada tahun 2006 mereka mencatatkan hasil premi bruto sejumlah IDR 55.603 juta dan pada tahun 2010 angka ini mencapai IDR 125.116. Angka yang begitu tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah lebih peduli terhadap asuransi.. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja keuangan dari PT Tugu Pratama Indonesia, PT Tugu adalah salah satu perusahaan terbesar dalam industri asuransi umum di Indonesia. Penelitian ini membandingkan kinerja keuangan PT Tugu dengan rata -rata industri yang diwakili oleh seluruh perusahaan asuransi umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Terdapat empat teori yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan; analisa trend, Pemeringkatan Infobank, analisa DuPont dan Analisa Kinerja dengan Faktor Diskriminan. Dalam penelitian ini terlihat bahwa dengan menggunakan Pemeringkatan Infobank dan Analisa Kinerja Dengan Faktor Determinan, kinerja PT Tugu sangatlah baik. Tetapi apabila dilihat dari analisa trend dan analisa DuPont, kinerja perusahaan ini tidak cukup baik. Pertumbuhan keuntungan PT Tugu bisa dikatakan cukup lambat. Net Profit Margin, Total Assets Turnover, ROA dan ROE dari PT Tugu lebih buruk dibanding para pesaingnya. Berdasarkan hasil analisa terhadap kinerja PT Tugu, disarankan agar PT Tugu meningkatkan penjualan produknya dengan lebih efisien memanfaatkan asset yang dimiliki dan juga mengatur investasi dengan lebih baik agar keuntungan perusahaan bisa ditingkatkan, karena pendapatan perusahaan asuransi adalah dari pendapatan premi juga dari hasil investasi. Kata Kunci: PT Tugu Pratama Indonesia, Kinerja Keuangan, Asuransi Umum

2026
👤 Penulis: Bagus Adriawan Oktaviano
🏷️ Asuransi Umum 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Pt Tugu Pratama Indonesia

ANALISIS KINERJA PASAR PT. ASTRAINTERNATIONAL TBK (ASII)

Fokus penelitian ini adalah penilaian dan kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII), sebuah konglomerat terkemuka dan beragam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penilaian intrinsik dan relatif dengan tujuan memahami kondisi aktual posisi pasar perusahaan dan potensi investasinya. Model menunjukkan bahwa nilai intrinsik per saham ASII yang dihitung menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF) sekitar IDR 8950, sehingga harga pasar sebesar IDR 5081,25 berada jauh dibawah nilai intrinsik. Hal ini menunjukkan bahwa ASII sebenarnya dinilai terlalu tinggi oleh pasar. Untuk menentukan nilai penilaian relatif ASII, rasio-rasio kunci seperti Price-to-Earnings (P/E), Price-to-Book Value (PBV), dan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA) dipilih sebagai acuan dibandingkan dengan sektor otomotif, logistik, dan manufaktur sesuai dengan industri. Meskipun rasio P/E ASII sebesar 6,08x lebih rendah dari rata-rata peers sebesar 7,90x, rasio PBV dan EV/EBITDA ASII lebih tinggi dari rata-rata peers masing-masing, menunjukkan bahwa ASII dinilai terlalu tinggi dari sudut pandang pasar secara umum. EV/EBITDA menjadi rasio utama yang diperhatikan karena mencakup aspek operasional dan struktur modal, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif untuk penilaian. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa analisis kinerja keuangan dilakukan berdasarkan rasio-rasio seperti profitabilitas, likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas, untuk memeriksa dan memastikan aspek keuangan ASII secara keseluruhan. Meskipun demikian, kesimpulan akhir dari kedua rekomendasi tersebut adalah merekomendasikan pembelian saham pada level saat ini, dan disarankan kepada perusahaan untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi, mendiversifikasi pasar, dan berinovasi guna meningkatkan nilai jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Adam Yosefauzan Hidayatullah
🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Manajemen Pasar Perusahaan 🏷️ Hidrologi Industri Otomotif

DAMPAK INDIKATOR KINERJA KEUANGAN DAN PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN TERHADAP PROFITABILITAS: BUKTI DARI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keuangan pada bank umum syariah di Indonesia selama periode 2020–2024. Dengan menggunakan regresi data panel melalui pendekatan Random Effects Model (REM), penelitian ini mencakup sepuluh bank syariah untuk menguji pengaruh indikator keuangan—Capital Adequacy Ratio (CAR), Cost-to-Income Ratio (CIR), Debt-to-Equity Ratio (DER), dan ukuran bank—serta pengungkapan keberlanjutan yang diwajibkan oleh POJK No. 51/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap profitabilitas, sedangkan CIR dan DER berpengaruh negatif signifikan. Ukuran bank dan pengungkapan keberlanjutan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi operasional, kekuatan permodalan, dan kehati-hatian dalam leverage merupakan faktor utama penentu profitabilitas bank syariah, sementara pengungkapan keberlanjutan belum memberikan manfaat finansial yang terukur pada periode penelitian. Penelitian ini menekankan pentingnya menyelaraskan strategi profitabilitas bank syariah dengan maqasid al-shariah agar tercapai keberlanjutan finansial sekaligus tanggung jawab etis.

2025
👤 Penulis: Mohamad Abyhafsy Al Ayuby
🏷️ Kepatuhanan Al-Sharia 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Manajemen Risiko

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP VALUASI PERUSAHAAN SEMEN DI INDONESIA

Industri semen di Indonesia merupakan sektor strategis yang didukung oleh melimpahnya sumber daya batu gamping dan meningkatnya pembangunan infrastruktur nasional. Namun, tantangan oversupply semen akibat kapasitas produksi yang jauh melebihi konsumsi domestik menimbulkan tekanan terhadap harga jual dan profitabilitas perusahaan, yang pada akhirnya memengaruhi valuasi di pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara rasio kinerja keuangan dengan valuasi saham perusahaan semen di Indonesia, mengukur tingkat signifikansi masing-masing rasio terhadap valuasi, serta membandingkan hasil analisis menggunakan metode regresi data panel dan Artificial Neural Network (ANN). Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan kuartalan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk selama periode 2015–2024, dengan variabel meliputi rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Hasil penelitian dengan metode regresi data panel menunjukkan bahwa hanya rasio Quick Ratio yang memiliki pengaruh terhadap valuasi perusahaan dengan nilai probabilitas sebesar 0,029 sedangkan hasil penelitian dengan metode ANN menunjukkan bahwa rasio; Quick Ratio, Debt to Asset Ratio, Return on Assets, dan Total Asset Turnover memiliki hubungan signifikan terhadap valuasi saham, dengan korelasi masing-masing sebesar 0,8; -0,74; 0,55; dan 0,38. Rasio yang paling berpengaruh secara signifikan adalah Quick Ratio, diikuti oleh Debt to Asset Ratio, Total Asset Turnover, dan Return on Assets. Dari metode tersebut menunjukkan rasio kinerja keuangan yang signifikan untuk kedua pendekatan adalah rasio kinerja keuangan Quick Ratio.

2025
👤 Penulis: Rauda Devi Nurdimayta Moedigdo
🏷️ Kepatuhan 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Valuasi Saham

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PRA DAN PASCA PEMBENTUKAN HOLDING PERTAMBANGAN INDONESIA (MIND ID)

Pemerintah Indonesia mendirikan holding BUMN pertambangan bernama MIND ID (d/h INALUM) pada tahun 2017 yang mengonsolidasi PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pembentukan holding ini bertujuan untuk menciptakan sinergi operasional dan memperkuat daya saing industri pertambangan nasional. Penelitian ini menganalisis hubungan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan sebelum dan sesudah pembentukan MIND ID menggunakan pendekatan regresi data panel dan Artificial Neural Network (ANN). Berdasarkan data triwulanan tiga korporasi tersebut periode 2012-2024, ditemukan bahwa struktur holding mengubah pola hubungan kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Pada analisis regresi data panel, terjadi peningkatan signifikansi model setelah pembentukan holding dimana signifikansi model meningkat di mana nilai F-test 0,0047 menjadi 0,0006 dengan R² naik dari 15,04% menjadi 17,81%. Sementara itu, ANN menunjukkan R² lebih tinggi saat sebelum holding (45,3%) tetapi turun drastis sesudah pembentukan holding (17,8%) karena perubahan pola non-linear. Pada analisis regresi data panel, nilai perusahaan pada sebelum holding dipengaruhi oleh rasio likuiditas sedangkan sesudah holding oleh rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas, sementara pada ANN sebelum holding dipengaruhi oleh rasio profitabilitas, likuiditas, dan aktivitas. Sementara itu, pada sesudah holding dipengaruhi oleh rasio profitabilitas dan solvabilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa holding MIND ID mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan memperkuat posisi keuangan, sehingga aspek likuiditas tidak lagi menjadi faktor utama yang mempengaruhi nilai perusahaan

2025
👤 Penulis: Elis Nathania Carisawati Nisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

PENGARUH REGULASI BATAS ANGGARAN, TINGKAT KOMPETITIF TIM, HADIAH UANG TAHUNAN, DAN PENGALAMAN TIM TERHADAP KINERJA KEUANGAN TIM FORMULA ONE

Pada tahun 2021, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), badan pengurus Formula One, menerapkan regulasi pembatasan anggaran keuangan (budget cap) yang membatasi jumlah pengeluaran yang dapat dikeluarkan oleh sebuah tim Formula One dalam satu musim untuk mendorong kesetaraan di lapangan permainan dan meningkatkan keseimbangan kompetitif antartim, serta mendukung keberlanjutan finansial jangka panjang tim F1. Studi ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi dari regulasi budget cap, tingkat kompetitif tim, distribusi hadiah uang tahunan, dan pengalaman tim terhadap kinerja keuangan tim F1 yang diukur dengan tingkat pengembalian aset (Return on Assets) dan laba atas ekuitas (Return on Equity). Studi ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan regresi linear berganda menggunakan data dari sembilan tim F1 untuk periode 2018-2023. Hasil menunjukkan bahwa regulasi memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan secara statistic terhadap kinerja ROA dan ROE tim F1. Tingkat kompetitif tim dan pengalaman tim memiliki pengaruh negatif dan hanya signifikan terhadap kinerja ROE tim F1. Distribusi hadiah uang tahunan menunjukkan pengatuh yang berbeda, yaitu positif terhadap ROA dan negatif terhadap ROE, dan hanya signifikan terhadap kinerja ROE tim F1. Meskipun hasil analisis hanya menunjukkan efek yang terbatas dari regulasi budget cap terhadap kinerja keuangan tim F1, FIA tetap disarankan untuk melanjutkan regulasi budget cap ini karena pengaruh positifnya terhadap kesetaraan kompetitif selama balapan dan potensi untuk meningkatkan kestabilan keuangan jangka panjang untuk tim-tim yang lebih kecil.

2025
👤 Penulis: Angelica Meilia Hamsa
🏷️ Regulasi Budget Cap 🏷️ Keseimbangan Kompetitif Tim Formula One 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

PENINJAUAN KEBANKRUTAN: KEPUTUSAN KEBANGKRUTAN SRITEX TAHUN 2024 DAN DAMPAKNYA

Industri tekstil Indonesia, yang dahulu menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional dan sektor prioritas dalam inisiatif “Making Indonesia 4.0”, kini menghadapi penurunan tajam akibat disrupsi pasar global, kenaikan biaya operasional, perubahan tren konsumen, serta persaingan ketat dari produk impor berbiaya rendah. Penelitian ini mengkaji kebangkrutan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang sebelumnya merupakan produsen tekstil terintegrasi terbesar di Indonesia, melalui analisis kinerja keuangan periode 2019–2023 menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas, serta rasio berbasis pasar seperti P/E, P/B, dan P/S. Analisis deret waktu dan perbandingan lintas perusahaan menunjukkan bahwa kejatuhan Sritex disebabkan oleh kombinasi salah kelola internal, beban utang yang berlebihan, dan penurunan efisiensi operasional, yang diperburuk oleh tekanan ekonomi eksternal. Temuan mengungkapkan memburuknya likuiditas, menurunnya profitabilitas, dan hilangnya kepercayaan investor jauh sebelum deklarasi pailit pada Oktober 2024. Kasus ini menegaskan perlunya reformasi struktural dan intervensi pemerintah yang lebih kuat melalui perlindungan perdagangan, insentif otomasi, dan pengendalian impor untuk mencegah penurunan lebih lanjut dan menjaga keberlangsungan industri tekstil Indonesia.

2025
👤 Penulis: Shannon Harland
🏷️ Kebangkrutan Perusahaan 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Reformasi Industri Tekstil

PENGARUH STRUKTUR MODAL: ANALISIS DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PROPERTI DI INDONESIA

Penelitian ini mengkaji dampak struktur modal terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan pada perusahaan real estate dan properti di Indonesia, dengan menyoroti keterbatasan bukti empiris yang spesifik sektor di pasar negara berkembang. Analisis dilakukan menggunakan data panel seimbang dari perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017–2024. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap selama periode observasi. Teknik regresi panel diterapkan untuk menguji hubungan antara variabel struktur modal dan empat indikator kinerja: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Tobin’s Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap ROA. Namun, leverage pasar menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan ROE, sedangkan total leverage berpengaruh positif terhadap NPM. Tobin’s Q berasosiasi negatif dengan rasio utang terhadap ekuitas, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tingkat utang yang berlebihan, tetapi dipengaruhi secara positif oleh leverage pasar, yang menyoroti peran sentimen investor dalam penilaian perusahaan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan menawarkan wawasan yang lebih mendalam mengenai bagaimana komponen struktur modal memengaruhi metrik kinerja berbasis akuntansi maupun pasar dalam konteks pascapandemi. Temuan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan optimal antara utang dan ekuitas serta meningkatkan kepercayaan investor, khususnya di sektor yang rentan terhadap guncangan ekonomi.

2025
👤 Penulis: Haykal Tristan Dwisetyo
🏷️ Kepemilikan Modal 🏷️ Manajemen Risiko Utang 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

DAMPAK SUPER APP BANK UNTUK MENINGKATKAN STRUKTUR PENDANAAN DAN KINERJA KEUANGAN: STUDI KASUS PADA SUPER APP BNI (WONDR BY BNI)

Berdasarkan realisasi kinerja tahun 2023, pangsa pasar Kredit dan DPK BNI pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi kinerja laba rugi, pendapatan bunga bersih BNI mengalami penurunan -0,1% atau Rp45,0 miliar dibandingkan tahun 2022. Net Interest Margin (NIM) BNI tahun 2023 mengalami sedikit penurunan dari 4,8% pada 2022 menjadi 4,6% pada 2023, yang disebabkan oleh kenaikan persentase beban bunga yang cukup signifikan. Sebagai Lembaga Keuangan yang komprehensif dan terpercaya, untuk membenahi permasalahan bisnis tersebur, BNI meluncurkan Super App pada awal Juli 2024. BNI menyediakan Super App sebagai inovasi digital, untuk memenangkan pangsa pasar khususnya dana pihak ketiga. Penggunaan teknologi digital menjadi fokus bank untuk memberikan pengalaman dan keamanan terbaik bagi nasabah dalam bertransaksi perbankan untuk memenangkan pangsa pasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara transaksi BNI Super App dengan struktur pendanaan dan kinerja keuangan BNI dan untuk mengevaluasi dampak transaksi BNI Super App terhadap struktur pendanaan dan kinerja keuangan BNI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dengan menggabungkan unsur metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan untuk metode kualitatif adalah pendekatan content analysis. Selain itu, metode analisis data yang digunakan untuk metode kuantitatif adalah pendekatan analisis statistik Korelasi dan analisis Paired Samples T-Test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penggabungan data primer dan sekunder. Wawancara untuk penelitian ini dilakukan untuk data primer. Data sekunder yang digunakan untuk penelitian ini adalah Laporan Tahunan, Presentasi Perusahaan, dan Kinerja Keuangan BNI. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan positif antara BNI Super App dalam hal jumlah dan volume transaksi dengan CASA Ratio, NIM, dan ROA. Di sisi lain, terdapat korelasi negatif antara BNI Super App baik dari sisi jumlah dan volume transaksi dengan cost of fund. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat dampak yang signifikan setelah peluncuran BNI Super App terhadap penurunan cost of fund (struktur pendanaan) serta peningkatan rasio NIM dan ROA (kinerja keuangan). Di sisi lain, CASA Ratio belum mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan pengalaman selama menggunakan BNI Super App, responden nasabah merasa puas dan terbantu dengan adanya BNI Super App dalam melakukan transaksi sehari-hari. Berdasarkan pengalaman dan user interface-nya, BNI Super App dapat mempengaruhi keputusan nasabah tersebut untuk menabung dan menambah saldo tabungannya di BNI.

2025
👤 Penulis: Ryan Hutomo Suhardi
🏷️ Super App 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN VALUASI SAHAM PT DCI INDONESIA TBK PADA TAHUN 2024

Transformasi digital pesat di Indonesia mendorong peningkatan signifikan atas permintaan layanan pusat data, menjadikan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebagai pemain utama. Sejak IPO pada tahun 2021, harga saham DCII meningkat tajam hingga mencapai Rp42.100 pada akhir 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai intrinsik DCII dan menilai apakah harga sahamnya tergolong wajar. Studi ini menggunakan pendekatan multi-metode. Pertama, dilakukan analisis kinerja keuangan menggunakan rasio finansial utama. Kedua, studi ini menerapkan model Discounted Cash Flow (DCF) multi-tahap untuk mengestimasi nilai intrinsik ekuitas DCII. Kemudian dilakukan juga Comparable Company Analysis (CCA) dengan membandingkan DCII dengan perusahaan sejenis di sektor infrastruktur digital. Hasilnya menunjukkan profitabilitas dan pertumbuhan pendapatan yang kuat, namun juga tekanan keuangan berupa turunnya rasio likuiditas dan meningkatnya periode penagihan. Nilai wajar yang diperoleh sebesar Rp18.529 per saham, kurang dari setengah harga pasar yang mengindikasikan overvaluation. Hasil dari studi ini juga menunjukkan DCII diperdagangkan dengan premi tinggi pada berbagai rasio valuasi dan analisis sensitivitas turut mengonfirmasi bahwa bahkan dalam skenario optimistis, nilai intrinsik DCII tetap jauh di bawah harga pasar. Berdasarkan temuan ini, tesis ini mengusulkan dua rekomendasi: (1) melakukan stock split 1:3 untuk meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas saham, serta (2) memanfaatkan valuasi pasar yang tinggi untuk menghimpun dana ekuitas guna diinvestasikan pada pengembangan infrastruktur green data center. Inisiatif ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali valuasi dengan fundamental, memperkuat ketahanan keuangan, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Penelitian selanjutnya dapat memperluas analisis ini ke perusahaan-perusahaan regional lainnya serta mengeksplorasi faktor kualitatif seperti ESG dan sentimen investor.

2025
👤 Penulis: Mega Hermawan
🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Valuation Saham 🏷️ Digitalisasi Industri Rantai Pasok

ANALISIS HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN DAN LEVERAGE KEUANGAN TERHADAP SERTIFIKASI KEBERLANJUTAN DAN KEPATUHAN TANPA DEFORESTASI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara kinerja keuangan dan leveraeg dalam pengambilan keputusan perusahaan untuk mencapai keberlanjutan, yang dilihat dari kepemilikan sertifikasi keberlanjutan dan komitmen terhadap nol deforestasi. Studi ini dilakukan pada industri kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia selama periode 2021–2023. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak STATA dengan metode regresi linear dan regresi logistik. Hasil studi menunjukkan bahwa indikator seperti ROA, likuiditas, dan leverage dapat memengaruhi peluang perusahaan dalam mendapatkan sertifikasi keberlanjutan, sehingga penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor pendorong keterlibatan perusahaan dalam praktik berkelanjutan. Meskipun studi sebelumnya menemukan hubungan positif, hasil penelitian ini menunjukkan temuan yang berbeda, yaitu: (1) kinerja keuangan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan sertifikasi keberlanjutan; (2) leverage keuangan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan terhadap kepatuhan tanpa deforestasi; dan (3) skor ESG secara konsisten menunjukkan hubungan positif yang signifikan terhadap sertifikasi keberlanjutan dan praktik tanpa deforestasi. Penelitian ini menyarankan tiga hal: pertama, perusahaan perlu memprioritaskan praktik berkelanjutan seperti nol deforestasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan perlindungan lingkungan; kedua, pemangku kepentingan perlu mendukung keberlanjutan sebagai bagian dari strategi inti perusahaan, karena kinerja keuangan bukan satu-satunya faktor penentu; dan ketiga, transparansi dan ketersediaan informasi mengenai persentase lahan bersertifikasi RSPO serta komitmen terhadap prinsip tanpa deforestasi perlu diintegrasikan ke dalam laporan tahunan perusahaan.

2025
👤 Penulis: Ruth Tesalonika Sinaga
🏷️ Kepatuhanan Tanpa Deforestasi 🏷️ Manajemen Sertifikasi Esg 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

STUDY KELAYAKAN FINANSIAL UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PENDANAAN TERBAIK BAGI PROYEK GARUDA DI PT ASGARDIAN MUDA

Industri farmasi menghadapi tantangan regulasi yang semakin ketat dan keterbatasan keuangan dalam upaya ekspansi ke pasar baru. Studi ini mengkaji kelayakan finansial dari pendanaan Proyek Garuda, sebuah inisiatif strategis oleh PT Asgardian Muda untuk membangun fasilitas manufaktur farmasi baru yang memenuhi standar Good Manufacturing Practices (GMP) Eropa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan struktur pendanaan yang paling sesuai guna memastikan keberlanjutan finansial dan tetap menjaga kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini menggunakan kombinasi metodologi kualitatif dan kuantitatif, termasuk analisis kinerja keuangan, evaluasi pemangku kepentingan, dan penilaian kelayakan investasi. Indikator keuangan utama seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Weighted Average Cost of Capital (WACC) digunakan untuk membandingkan berbagai konfigurasi pendanaan, termasuk pembiayaan internal, pendanaan berbasis utang, dan model pendanaan hibrida. Selain itu, analisis sensitivitas dilakukan untuk mengkaji dampak perubahan suku bunga, Cost of Goods Sold (COGS), fluktuasi permintaan, dan keterlambatan persetujuan regulasi terhadap kelayakan finansial proyek. Hasil temuan menunjukkan bahwa semua skenario pendanaan secara finansial layak, dengan IRR yang melampaui asumsi WACC. Namun, struktur pendanaan hibrida 50% ekuitas dan 50% utang secara konsisten memberikan hasil terbaik, dengan NPV tertinggi (hingga IDR 226 miliar), WACC terendah (8,74%), dan periode pengembalian investasi tercepat (tahun 2044). Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa hasil proyek paling rentan terhadap keterlambatan persetujuan regulasi dan fluktuasi permintaan pasar, sementara sensitivitas sedang terjadi pada perubahan COGS dan suku bunga. Matriks keputusan digunakan untuk mendukung rekomendasi pendanaan hibrida berdasarkan kriteria kuantitatif seperti keuntungan finansial, eksposur risiko, dan keselarasan strategis. Proyek Garuda terbukti layak secara ekonomi dan strategis, dengan model pendanaan hibrida menawarkan keseimbangan optimal antara profitabilitas dan risiko. Namun, jika perusahaan memilih untuk tetap berpegang pada prinsip tata kelola internal tanpa utang, proyek ini tetap layak dibiayai dengan struktur 100% ekuitas, meskipun dengan efisiensi keuangan yang lebih rendah. Studi ini memberikan cetak biru strategis bagi perusahaan farmasi yang ingin berinvestasi dalam infrastruktur yang tunduk pada regulasi global, serta menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang selaras dengan pelaksanaan regulasi dan pasar

2025
👤 Penulis: Ineu Utami Dewi
🏷️ Kepatuhanan Terhadap Regulasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Farmasi 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

VALUASI PERUSAHAAN PT ASTRA OTOPARTS TBK: MENGGUNAKAN METODE ARUS KAS DISKONTO DAN VALUASI RELATIF

Industri otomotif merupakan salah satu sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor manufaktur dan perdagangan. Pada tahun 2023, sektor manufaktur memberikan kontribusi sebesar 18,67% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian negara. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan bermotor dan sepeda motor, memberikan kontribusi sebesar 12,94% terhadap PDB Indonesia pada periode yang sama. Transisi ke kendaraan listrik membuka peluang dan tantangan baru. Dukungan dari Pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2023, dapat memengaruhi permintaan komponen khusus dalam produksi kendaraan listrik. Sebagai salah satu pemain utama dalam industri komponen otomotif Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memiliki kehadiran yang sangat kuat baik di divisi OEM maupun aftermarket. Perusahaan secara aktif berpartisipasi dalam sektor ini dan memungkinkan perawatan kendaraan, layanan perbaikan, dan penggantian komponen. Valuasi perusahaan semakin penting di tengah perubahan lanskap industri otomotif, terutama karena maraknya kendaraan listrik dan perubahan perilaku konsumen. Studi ini diawali dengan analisis kinerja keuangan historis AUTO, yang memberikan gambaran umum lanskap bisnis melalui kerangka kerja seperti Lima Kekuatan Porter dan analisis PESTEL. Model Arus Kas Diskonto (DCF) telah digunakan untuk analisis valuasi guna menghitung nilai intrinsik AUTO dengan memproyeksikan arus kas masa depannya berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC) dan pertumbuhan terminal. Selain itu, metode Penilaian Relatif, yang didukung oleh kelipatan seperti Rasio Harga terhadap Pendapatan (PER), Harga terhadap Nilai Buku (PBV), dan EV/EBITDA, menyajikan pandangan relatif dengan membandingkan AUTO dengan perusahaan sejenis di industri. Metode penilaian ini akan memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang posisi keuangan perusahaan dan manfaat investasinya. Studi ini menemukan bahwa AUTO saat ini dinilai terlalu rendah, baik dari metode DCF maupun Penilaian Relatif. Dari analisis DCF, nilai intrinsik yang diperoleh berada di atas harga pasar saat ini. Penilaian valuasi relatif juga menunjukkan kelipatan PER, PBV, dan EV/EBITDA AUTO yang menguntungkan dibandingkan dengan rata-rata industri, yang semakin menggarisbawahi daya tariknya sebagai investasi.

2025
👤 Penulis: Muttaqin Rizki Putra
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Industri Otomotif 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan

VALUASI DAN ANALISIS PERFORMA BISNIS PT. IMC PELITA LOGISTIK .TBK (PSSI)

Studi ini menyelidiki valuasi dan kinerja keuangan PT. IMC Pelita Logistik Tbk.(PSSI), salah satu pemain di industri pelayaran dan logistik Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai intrinsik perusahaan melalui metode valuasi absolut serta relatif. Untuk valuasi absolut, metode Free Cash Flow to the Firm digunakan untuk menentukan nilai intrinsik PSSI. Ini melibatkan proyeksi Free Cash Flow to the Firm di masa depan dan mendiskontokannya menggunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC). Hasil nilai intrinsik per saham PSSI adalah US$ -0,0391, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga pasarnya sebesar US$ 0,0278. Ini berarti saham PSSI dinilai terlalu tinggi. Disparitas ini memberikan kesenjangan yang signifikan antara ekspektasi pasar dan kemampuan aktual PSSI dalam menciptakan nilai. Untuk valuasi relatif, tiga metrik digunakan untuk membandingkan PSSI dengan peers-nya menggunakan data keuangan tahun 2023: Price to Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), dan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA). PER PSSI sebesar 3,56 lebih rendah daripada peers-nya sebesar 6,43, menunjukkan undervaluasi. Namun, PBV perusahaan (0,86) dan EV/EBITDA (3,18) lebih tinggi daripada rata-rata peers-nya masing-masing sebesar 0,68 dan 2,33, menunjukkan overvaluasi. Penulis memprioritaskan EV/EBITDA dibandingkan PER, karena memperhitungkan utang dan kas, tidak seperti PER yang hanya berfokus pada earnings per share. Dengan demikian, EV/EBITDA memberikan penilaian yang lebih komprehensif. Untuk Analisis Kinerja Keuangan, penulis menghitung metrik-metrik berikut; rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio solvabilitas. Sebagai kesimpulan, rekomendasi untuk ekuitas investor adalah untuk menjual, karena PSSI dinilai terlalu tinggi berdasarkan valuasi absolut. Demikian pula, PSSI juga dinilai terlalu tinggi berdasarkan PBV dan EV/EBITDA.

2025
👤 Penulis: Pandumulia S Hasayangan
🏷️ Valuta Absolut 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Hidrologi

VALUATION AND BUSINESS PERFORMANCE ANALYSIS OF PT BARITO RENEWABLES ENERGY TBK. (BREN) POST-IPO

Penelitian ini menganalisis valuasi dan kinerja keuangan PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), salah satu pemain utama di sektor energi terbarukan Indonesia, setelah Penawaran Umum Perdana (IPO) pada Oktober 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai intrinsik BREN menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan pendekatan Free Cash Flow to the Firm. Penulis juga melakukan valuasi BREN menggunakan pendekatan Relative Valuation berdasarkan Price-to-Earnings Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV), dan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA). Metode DCF menunjukkan bahwa nilai intrinsik per saham BREN adalah USD 0,00832, sedangkan harga sahamnya adalah USD 0,486, yang mengindikasikan bahwa BREN dalam kondisi overvalued. Metode Relative Valuation menunjukkan bahwa PER, PBV, dan EV/EBITDA perusahaan lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis di industrinya. Hal ini menunjukkan overvaluasi yang didorong oleh antusiasme investor dan perilaku perdagangan spekulatif. Dari perspektif struktur modal, BREN memiliki rasio utang terhadap ekuitas (Debt-toEquity Ratio) dan rasio utang terhadap aset (Debt-to-Asset Ratio) yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis. Hal ini menyoroti risiko yang terkait dengan leverage keuangan perusahaan meskipun efisiensi operasionalnya kuat, seperti yang tercermin dari margin EBITDA sebesar 84%. Hasil penelitian ini menyoroti perlunya mengatasi anomali valuasi untuk menyelaraskan ekspektasi pasar dengan kinerja keuangan dan prospek pertumbuhan BREN. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman dinamika overvaluasi pada perusahaan energi terbarukan yang sedang berkembang serta memberikan wawasan bagi investor, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan industri. Dengan mengidentifikasi risiko keuangan dan ketidakefisienan pasar, penelitian ini menekankan strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan, memperkuat keberlanjutan finansial, dan mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Davin Alviandi Taniwidjaja
🏷️ Valuta Asli 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Manajemen Risiko Keuangan
Halaman 1 dari 2
💬