📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumen“STUDI PENGARUH VARIASI B0, TE DAN MASKING TERHADAP HASIL CITRA MRI UNWRAPPING MENGGUNAKAN PARAMETER STRUCTURAL SIMILARITY INDEX MEASURE”
Salah satu informasi penting pada citra magnetic resonance imaging (MRI) adalah fase, yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi spesifik dari jaringan maupun fenomena fisis tertentu. Namun, citra fase MRI dapat mengalami artefak aliasing akibat nilai fase yang terbatas dalam rentang tertentu, sehingga diperlukan proses unwrap fase. Berbagai metode proses unwrap sebelumnya umumnya memerlukan mask agar proses dapat dilakukan secara efisien. Salah satu algoritma modern, yaitu Rapid Opensource Minimum Spanning Tree (ROMEO), memiliki keunggulan karena dapat proses unwrap tanpa menggunakan mask. Meskipun demikian, pengaruh penggunaan mask terhadap kualitas citra hasil unwrap terutama pada variasi medan magnet utama ????0 dan waktu echo (TE), masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ????0 , TE, dan variasi metode masking terhadap kualitas citra fase MRI kepala manusia yang telah di-unwrap. Data yang digunakan berupa citra MRI multi-echo dalam domain gambar pada ????0 3T dan 7T. Proses unwrap dilakukan menggunakan tiga variasi metode masking, yaitu tanpa mask (no mask), mask yang dibuat secara otomatis (robust mask), dan mask yang dibuat secara manual (pre-mask). Untuk mengetahui kualitas, digunakan metode perbandingan citra Structural Similarity Index Measure (SSIM) untuk menilai kesamaan citra yang telah di-unwrap dengan referensi ground truth. Nilai komponen dari SSIM luminans, kontras, dan struktur juga dianalisis untuk mengetahui pengaruh masking terhadap karakteristik kesamaan citra. Hasil penelitian menunjukkan variasi ????0 memengaruhi nilai SSIM, dengan kecenderungan penurunan nilai SSIM citra pada ????0 yang lebih tinggi. Penggunaan mask memengaruhi kualitas citra yang telah di-unwrap. Hasil juga menunjukkan bahwa variasi TE memengaruhi nilai SSIM dengan pola yang bergantung pada nilai (????0) dan variasi masking yang digunakan. Pada citra 3T, nilai SSIM cenderung lebih tinggi pada TE rendah, sedangkan pada citra 7T nilai SSIM tertinggi diperoleh pada rentang TE rendah hingga menengah, bergantung pada variasi masking. Variasi metode masking memengaruhi nilai SSIM di mana variasi no mask menghasilkan citra yang paling berbeda terhadap ground truth, sedangkan premask memberikan hasil yang mirip dengan ground truth. Analisis komponen SSIM menunjukkan bahwa perbedaan masking memengaruhi apakah bagian luar kepala akan mengganggu nilai dan kesamaan fase hasil citra yang telah di-unwrap.
STUDI PENGARUH TEGANGAN DAN TARGET/FILTER TERHADAP KUALITAS CITRA DARI SERAT PADA FANTOM MAMOGRAFI PAS-1054
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh tegangan (kV) dan target/filter pada lebar serat untuk citra mamografi dari Fantom PAS-1054. Alat yang digunakan adalah Mamografi Siemens Mammomat 3000 Nova menggunakan fantom PASMAM Constancy dengan objek elemen KP-ACR. Penelitian dilakukan dengan arus tabung 100 mAs serta variasi kV: 24 kV, 26 kV, 28 kV, 30 kV, dan 32 kV. Selain itu, variasi kombinasi target/filter adalah MO/MO dan MO/RH. Data diolah dengan membuat tiga garis profile pada setiap objek serat yang terlihat pada citra hasil menggunakan software Fiji. Selanjutnya, kurva profile dismoothing dengan fitting Gaussian. Kemudian, optimasi parameter Gaussian dilakukan pada nilai winsize dan sigma. Lebar serat pada citra ditentukan dari FWHM dan dibandingkan dengan lebar serat referensi. Analisis dilakukan berdasarkan pengaruh tegangan tabung, lebar serat, dan target/filter. Analisis regresi linear antara tegangan tabung dan lebar serat menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu linear. Nilai rata-rata R2 untuk target MO/MO adalah 0.6777 dan untuk MO/RH adalah 0.7252.Selain itu, ditemukan bahwa nilai galat menurun dari serat terkecil ke terbesar, dengan serat terbesar lebih stabil dan mendekati nilai referensi pada berbagai tegangan. Meskipun target/filter MO/MO menghasilkan galat lebih rendah, filter MO/RH lebih disarankan karena memberikan respons lebih sensitif dan konsisten terhadap perubahan tegangan tabung.