📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenANALISIS PENGARUH PATCH TEST TERHADAP KUALITAS DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER PADA SURVEI HIDROGRAFI
Wilayah lautan Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang begitu besar. Survei yang menunjang kegiatan eksplorasi dan eksploitasi potensi sumber daya alam yang terdapat di lautan Indonesia untuk meningkatkan pembangunan Negara. Pengamatan kedalaman survei batimetri memerlukan instrumen yaitu dengan menggunakan multibeam echosounder. Untuk menentukan kualitas data yang dikumpulkan perlu dilakukan kalibrasi multibeam echosounder, Kalibrasi tersebut meliputi kalibrasi patch test (uji keseimbangan). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan tahapan kalibrasi dan menganalisis pengaruh patch test dalam multibeam data dengan cara komparasi.. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan kualitas data survei yang baik diperlukan penghitungan kalibrasi patch test. Karakteristik objek koreksi patch test berpengaruh pada kualitas nilai kalibrasi pada multibeam data. Karakteristik objek yang berpengaruh yaitu, kedalaman laut, beda kedalaman objek, kualitas terpindainya objek oleh multibeam echosounder, efek noise yang ditimbulkan, dan jenis MBES yang digunakan for marine survey.
REKONSTRUKSI MODEL 3D DENGAN MENGGUNAKAN ALAT IMAGE STATION DAN TERRESTRIAL LASER SCANNER
Semakin majunya teknologi dalam pengerjaan pengukuran menghasilkan pemetaan berbasiskan tiga dimensi (3D). Salah satu penggunaan pemetaan berbasiskan 3D adalah untuk merekonstruksi suatu objek bangunan. Alat yang digunakan untuk melakukan pemetaan berbasiskan 3D adalah Image Station dan Terrestrial Laser Scanner. Objek bangunan yang akan direkonstruksi modelnya adalah Candi Cangkuang. Pengukuran dengan kedua alat tersebut yaitu Terrestrial Laser Scanner dan Image Station dilakukan untuk mengetahui kualitas data dari masing-masing alat. Dengan memilih titik sekawan dari masing-masing data ukuran, akan diperoleh kualitas data dari masing-masing alat dengan cara mengukur jarak dan sudut dari titik sekawan tersebut. Selain itu dapat dibuat pula model 3D surface-nya dengan menggunakan software. Berdasarkan analisis dari hasil pengukuran dengan menggunakan kedua alat tersebut, perbedaan kerapatan dari point cloud mengakibatkan perbedaan yang sangat signifikan pada model 3D dan model 3D surface. Terdapat perbedaan koordinat hasil transformasi dengan menggunakan kedua alat tersebut.