📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 17 dokumen

PENANGANAN KONFLIK KORIDOR JALAN ARTERI PERKOTAAN PADA KAWASAN KOMERSIAL KASUS STUDI JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA BANDUNG

Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu koridor arteri sekunder di Kota Bandung yang berfungsi sebagai jalur pergerakan utama sekaligus koridor komersial dengan intensitas aktivitas tinggi. Peran ganda tersebut menimbulkan konflik karena fungsi arteri menuntut kelancaran pergerakan dan pengendalian akses, sementara aktivitas komersial membutuhkan ruang berhenti, parkir, bongkar muat, akses persil, pergerakan pejalan kaki, serta visibilitas usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan penyelesaian konflik pada koridor jalan arteri perkotaan di kawasan komersial, dengan kasus studi Jalan Jenderal Sudirman Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur dan normatif, analisis kinerja lalu lintas, observasi lapangan, analisis spasial, serta analisis kesenjangan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan tahun 2026, sedangkan data sekunder kinerja lalu lintas menggunakan LHR Dinas Perhubungan Kota Bandung tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Jenderal Sudirman memiliki kapasitas 3.231 SMP/jam dengan VC Ratio rata-rata harian 0,80 atau LOS D. Kondisi paling kritis terjadi pada sore hari dengan VC Ratio 0,97 atau LOS E, sehingga ruas jalan sangat sensitif terhadap hambatan samping. Titik konflik utama berada pada Simpang Jamika dan Simpang Waringin. Konflik yang ditemukan terdiri atas konflik fungsional, konflik teritorial, dan konflik visual. Arahan penyelesaian konflik meliputi relokasi parkir on-street ke parkir offstreet atau parkir komunal, pengaturan bongkar muat, penyediaan akses bersama dan crossaccess, penataan trotoar 4 meter dengan zona plasa/transisi 0,75 meter, zona pejalan kaki 2,05 meter, dan zona perlengkapan/utilitas 1,20 meter, serta pengendalian signage dan reklame. Penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan koridor arteri-komersial tidak cukup dilakukan melalui rekayasa lalu lintas, tetapi memerlukan pendekatan rancang kota yang mengintegrasikan mobilitas, aktivitas komersial, ruang pejalan kaki, dan karakter visual koridor.

2026
👤 Penulis: Krisnaputra
🏷️ Kawasan Komersial 🏷️ Rantai Pasok Jalan 🏷️ Analisis Lalu Lintas

KAJIAN PERILAKU BERISIKO PENGENDARA SEPEDA MOTOR OJEK ONLINE DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MOTORCYCLE RIDER BEHAVIOR QUESTIONNAIRE

Kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia didominasi oleh pengendara sepeda motor yaitu sebesar 76,30%. Faktor manusia pada pengendara sepeda motor masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa perilaku berisiko pengendara sepeda motor memiliki keterkaitan dengan kecelakaan, near crash dan penilangan. Namun penelitian sebelumnya hanya berfokus kepada pengendara sepeda motor secara umum di Indonesia. Mengingat pentingnya ojek online dalam kehidupan zaman sekarang, serta tantangan-tantangan yang dialami oleh pengemudi ojek online sepeda motor, diperlukan penelitian lanjut mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku berisiko pengendara sepeda motor ojek online di Indonesia yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas. Tujuan ini akan dicapai menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) dan variabel karakteristik pengendara. Penelitian ini menggunakan 102 data pengendara sepeda motor di Indonesia yang dikumpulkan melalui pembagian survei kuesioner secara langsung dan secara online. Data perilaku berisiko tersebut diolah menggunakan metode uji regresi logistik biner. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan gambaran umum pengendara sepeda motor ojek online di Indonesia, serta perilaku berisiko pengendara sepeda motor yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perilaku berisiko safety violations dan stunts memiliki keterkaitan dengan insiden kecelakaan. Sementara itu, traffic errors secara parsial memiliki keterkaitan insiden terhadap near crash. Terakhir, tidak ada variabel perilaku berisiko yang terkait dengan penilangan secara simultan maupun parsial. Implikasi hasil penelitian ini adalah usulan rekomendasi untuk mengurangi atau mencegah perilaku berisiko yang meningkatkan terjadinya insiden lalu lintas dengan engineering, enforcement, dan edukasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan perilaku berisiko pengendara sepeda motor ojek online yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas.

2025
👤 Penulis: Boska Despiritov Pontolumiu
🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCAANAAN ASPEK TRANSPORTASI REVITALISASI TEMPAT PELELANGAN IKAN DAN SENTRA KULINER KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK

Perencanaan revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan dan Sentra Kuliner di Kampung Bahari Tambak Lorok akan menimbulkan perubahan fungsi lahan di daerah sekitar. Pergerakan baru yang terjadi harus diperhitungkan untuk menjamin fasilitas transportasi yang tersedia mampu untuk melayani kebutuhan yang ada. Perencanaan dilakukan dar trip rate analysis untuk memperoleh pergerakan lalu lintas tambahan (trip generation), analisis dampak lalu lintas ruas jalan dan simpang, desain perkerasan dan geometri jalan akses, dan perencanaan sirkulasi, desain ramp, dan layout ruang parkir. Trip rate analysis memperoleh bangkitan dan tarikan tambahan kontribusi perubahan fungsi lahan, dengan data fungsional pembanding pasar dan sentra kuliner. Hasil bangkitan dan tarikan akan menjadi input pembebanan lalu lintas tambahan. Analisis dampak lalu lintas dilakukan pada kondisi eksisting dan kondisi masa layan 20 tahun pada simpang dan ruas jalan akses dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Bangkitan dan tarikan trip rate sebesar 99 kendaraan/jam dan 120 kendaraan/jam pada fungsi pasar dan 290 kendaraan/jam dan 238 kendaraan/jam pada fungsi sentra kuliner, secara signifikan menurunkan Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) ruas dan simpang mencapai indeks F. Sehingga dilakukan intervensi pada geometri simpang dan ruas jalan berupa pelebaran, perubahan tipe simpang, dan alternatif jalan akses. Desain perkerasan dengan acuan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) menggunakan perkerasan lentur AC-WC pada lajur baru hasil perubahan geometri dan perkerasan kaku pada lajur eksisting. Analisa ruang parkir menghasilkan kebutuhan Satuan Ruang Parkir (SRP) sebanyak 247 SRP, gambar layout sirkulasi dan ruang parkir mengacu pada Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Dirjen Perhubungan Darat.

2025
👤 Penulis: James Albertus Sugiana
🏷️ Transportasi 🏷️ Desain Jalan 🏷️ Analisis Lalu Lintas

PEMODELAN MIKROSIMULASI VISSIM UNTUK EVALUASI KONDISI LALU LINTAS DI SEKITAR AREA PUSAT PERBELANJAAN (STUDI KASUS: PASKAL HYPER SQUARE, KOTA BANDUNG)

Permasalahan lalu lintas yang terjadi di sekitar area Paskal Hyper Square, Kota Bandung, termasuk Simpang Tak Bersinyal Pasir Kaliki-Kebon Kawung dan Simpang Bersinyal Pasir Kaliki-Kebon Jati, serta ruas-ruas jalan di sekitarnya adalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan seringkali terjadi di kawasan yang memiliki intensitas kegiatan tinggi. Lokasi studi ini sudah lama berperan untuk menunjang pergerakan menuju stasiun, pusat perbelanjaan, sekolah, perkantoran, dan perhotelan, ditambah banyaknya kendaraan keluar-masuk kawasan Paskal, serta penyempitan jalur pada jembatan overpass KAI Jl. Pasir Kaliki. Hal ini kerap menimbulkan antrian kendaraan yang berdampak pada peningkatan tundaan. Penelitian ini menganalisis tundaan dan antrian yang terjadi di lokasi studi sebagai indikator kinerja ruas jalan dan simpang di sekitar Paskal Hyper Square. Analisis kinerja ruas dan simpang dilakukan melalui pemodelan lokasi studi dengan memanfaatkan software mikrosimulasi VISSIM. Selanjutnya dimodelkan juga alternatif rekomendasi penanganan lalu lintas berdasarkan evaluasi yang diberikan. Pengambilan berbagai data primer dan sekunder, baik untuk masukan dalam software VISSIM maupun analisis, dilakukan pada jam puncak hari libur, yakni pada Hari Sabtu sore pukul 16:50-16:55 dengan metode survei lapangan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting didapatkan nilai panjang antrian dan tundaan total untuk setiap lengan titik pengamatan yang cukup besar, yakni berturut-turut sebesar 877,54 meter dan 507,87 detik/kendaraan. Telah dilakukan sejumlah penanganan manajemen lalu lintas, seperti penerapan sistem satu arah dan pemasangan pembatas lalu lintas, namun masih belum efektif dalam mengatasi permasalahan kemacetan. Oleh karena itu, diberikan beberapa rekomendasi penanganan, di mana untuk solusi jangka pendek terpilih Rekomendasi 3 (optimasi APILL di simpang bersinyal dengan menurunkan waktu siklus yang semula 195 detik menjadi 76 detik berdasarkan perhitungan metode PKJI 2023, dengan waktu intergreen yang tetap 5 detik), mampu menurunkan nilai panjang antrian dan tundaan total untuk setiap lengan beserta persentase penurunannya, berturut-turut menjadi 651,24 meter (25,79%) dan 427,94 detik/kendaraan (15,74%). Selain itu, untuk solusi jangka panjang terpilih Rekomendasi 5 (optimasi waktu siklus APILL seperti pada Rekomendasi 3 dengan solusi pelebaran jalur jembatan overpass), yang mampu menurunkan nilai panjang antrian dan tundaan beserta persentase penurunannya, berturut-turut menjadi 486,66 meter (44,54%) dan 309,58 detik/kendaraan (39,04%).

2025
👤 Penulis: Hasna Fairuz Syifa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Lalu Lintas

PEMODELAN KINERJA LALU LINTAS SIMPANG BERSINYAL DENGAN MODEL MIKROSIMULASI ( STUDI KASUS : SIMPANG MOHAMMAD TOHA - SOEKARNO HATTA )

Persimpangan Mochammad Toha – Soekarno Hatta merupakan salah satu persimpangan yang terletak pada jaringan jalan penghubung daerah kabupaten dengan kota Bandung. Gencarnya pertumbuhan bangkitan dan tarikan yang diiringi dengan pertumbuhan lalu lintas menuju daerah kota Bandung menjadikan persimpangan ini menjadi titik pusat kemacetan. Data yang digunakan adalah data survei di lapangan selama 1 hari pada hari kerja yang kemudian di modelkan dengan software VISSIM pada kondisi eksisting dan alternatif penanganan untuk membandingkan tundaan, panjang antrean dan tingkat pelayanan simpangnya. Hasil dari penelitian ini didapatkan kinerja lalu lintas pada kondisi eksisting menunjukkan nilai tundaan yang besar pada lengan Barat yang disebabkan oleh kecilnya rasio waktu hijau pada lengan tersebut. Di sisi lain, kinerja simpang saat kondisi eksiting menunjukan nilai panjang antrian yang besar pada lengan selatan dikarenakan volume lalu lintas dan komposisi kendaraan Light Vehicle yang besar dan mempunyai lebar jalan yang lebih kecal dibandingkan ketiga lengan pada persimpangan. Kemudian diusulkan 3 alternatif yaitu pengoptimasian waktu siklus 380 detik, perubahan waktu siklus menjadi 320 detik, dan penambahan fase. Alternatif dengan nilai paling optimal yang dapat diaplikasikan pada persimpangan adalah perubahan waktu siklus menjadi 320 detik dan perubahan fase dengan penurunan persentase nilai tundaan sebesar 17,57% dan nilai panjang antrian sebesar 17,08%.

2025
👤 Penulis: Muhammad Raihan Budiman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Lalu Lintas

PENGARUH VOLUME KENDARAAN DAN KAPASITAS JALAN PADA PERSIMPANGAN BUAH BATU DAN SAMSAT DI KOTA BANDUNG BERBASIS TINGKAT PELAYANAN

Pertumbuhan volume kendaraan pada persimpangan Buah Batu dan SAMSAT Kota Bandung menyebabkan kemacetan parah dan menurunnya efisiensi perjalanan. Lokasi ini merupakan jalur utama penghubung kota dan kabupaten, dilalui berbagai jenis kendaraan. Fokus penelitian diarahkan ke Jalan Ciwastra dan Dayeuhkolot, yang terdampak kemacetan akibat nisbah volume Persimpangan Buah Batu dan SAMSAT terhadap kapasitas (V/C) yang terus meningkat tanpa solusi. Penelitian menggunakan deteksi objek berbasis YOLOv8 dengan data video dari ATCS Dishub Bandung, dianalisis berdasarkan standar MKJI 1997. Hasil uji menunjukkan pada Jalan Buah Batu arah utara, Volume 5.421 smp/jam, kapasitas 3.600 smp/jam, V/C = 1,585, kecepatan 26,07 km/h dikategorikan sebagai LOS F (macet). Lalu Jalan SAMSAT arah timur: Volume 12.563,2 smp/jam, kapasitas 6.840 smp/jam, V/C = 1,836, kecepatan 29,82 km/h dikategorikan sebagai LOS F (macet). Keduanya menunjukkan kondisi arus lalu lintas sangat padat dan macet di jam puncak.

2025
👤 Penulis: Muhammad Iqbal
🏷️ Transportasi Udara 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Pertumbuhan Volume Kendaraan

ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL AKSES PATIMBAN TERHADAP LALU LINTAS DAN UMUR SISA PERKERASAN JALAN NASIONAL TERDAMPAK (STUDI KASUS: RUAS JALAN BTS. KOTA CIKAMPEK – BTS. KAB. SUBANG/KARAWANG)

Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik nasional serta mendukung operasional Pelabuhan Patimban sebagai Proyek Strategis Nasional. Sebelum tol beroperasi, arus kendaraan barang masih bergantung pada jalan nasional, khususnya ruas Bts. Kota Cikampek – Bts. Kab. Subang/Karawang, yang berisiko mengalami penurunan kinerja lalu lintas dan umur struktural perkerasan akibat kelebihan beban lalu lintas berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan jalan tol tersebut terhadap perubahan pergerakan lalu lintas yang terjadi serta pengaruhnya terhadap perubahan beban lalu lintas dan sisa umur perkerasan pada ruas jalan nasional terdampak. Metode penelitian mencakup pemodelan lalu lintas makroskopik dengan menggunakan perangkat lunak PTV Visum. Pemodelan dilakukan pada dua skenario, yaitu without project (tanpa pembangunan tol) dan with project (dengan pembangunan tol), dengan tahun dasar 2023 dan tahun rencana 2026. Perubahan beban lalu lintas akibat pengalihan arus kendaraan dihitung dalam satuan Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESAL), sedangkan analisis umur sisa perkerasan dilakukan dengan metode AASHTO 1993 berdasarkan nilai SNeff yang diperoleh dari pengujian lendutan (FWD). Hasil pemodelan menunjukkan adanya penurunan volume lalu lintas sebesar 32% pada ruas jalan nasional setelah pembangunan jalan tol, dengan peralihan dominan pada kendaraan golongan ringan dan berat. Perubahan volume lalu lintas tersebut berkontribusi terhadap perubahan beban lalu lintas pada perkerasan jalan nasional dimana beban lalu lintas tahun 2026 dengan tol diproyeksikan sebesar 5,2 juta ESAL, yang lebih kecil dibandingkan proyeksi tahun 2026 tanpa tol sebesar 6,9 juta ESAL. Konsekuensinya, dengan pembangunan jalan tol tersebut umur sisa perkerasan diproyeksi mengalami perpanjangan selama 20 bulan dari 5 tahun 8 bulan menjadi 7 tahun 4 bulan, atau meningkat sebesar 29,07%.

2025
👤 Penulis: Achmad Fachrie Afifie
🏷️ Transportasi 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DAN KARAKTERISTIK FASILITAS PARKIR AKIBAT PELAKSANAAN BRAGA BEKEN

Penutupan segmen panjang Jalan Braga selama pelaksanaan Braga Beken berdampak pada pemindahan demand parkir dan arus kendaraan ke fasilitas parkir dan ruas jalan lain, sehingga memengaruhi kinerja ruas jalan dan karakteristik fasilitas parkir di kawasan sekitar Jalan Braga. Penyusunan tugas akhir penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fasilitas parkir dan kinerja ruas jalan di kawasan sekitar Jalan Braga, serta perbandingannya sebelum dan selama pelaksanaan Braga Beken. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi langsung untuk survei parkir dan kecepatan arus bebas serta metode tidak langsung untuk survei lalu lintas dengan waktu tinjauan 16.00–18.00. Pemodelan mikrosimulasi menggunakan PTV Vissim untuk memodelkan lalu lintas selama dan sebelum pelaksanaan Braga Beken. Pengolahan data dan analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir (1998) dari Dirjen Perhubungan Darat serta Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (2023). Hasil analisis menunjukkan bahwa selama Braga Beken, kinerja ruas jalan tinjauan bernilai buruk dengan derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,79, dengan kecepatan kendaraan relatif rendah akibat tingginya volume dan konflik lalu lintas. Karakteristik parkir menunjukkan peningkatan volume, indeks parkir yang tinggi (maksimum 183,33% untuk roda 4 dan 170,64% untuk roda 2), serta akumulasi parkir yang fluktuatif, sementara parking turnover tidak dapat dihitung karena jumlah ruang parkir yang tidak konstan. Dibandingkan kondisi tanpa Braga Beken, kondisi selama Braga Beken memberikan kinerja lalu lintas yang lebih buruk dengan karakteristik parkir menunjukkan peningkatan akibat perpindahan demand parkir dari segmen panjang Jalan Braga.

2025
👤 Penulis: Aris Radita Pramana
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Lalu Lintas

PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API TERHADAP PENURUNAN KINERJA JALAN DAN PERILAKU LALU LINTAS DI KOTA CIREBON

Kota Cirebon memiliki beberapa perlintasan kereta api sebidang antara jalan dengan jalan rel, keberadaan perlintasan tersebut mempengaruhi kinerja jalan dan perilaku lalu lintas dikarenakan tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang melintasi Kota Cirebon dan volume lalu lintas kendaraan yang menimbulkan potensi tundaan panjang di setiap perlintasan sebidang di Kota Cirebon, untuk melihat penyebab atau permasalahan tersebut diperlukan suatu pendekatan atau analisis yang mendukung akan hal itu diantaranya analisis kapasitas dan derajat kejenuhan untuk mengidentifikasi seberapa besar tundaan yang terjadi pada kendaraan yang didalamnya meliputi analisis kapasitas, derajat kejenuhan dan diperlukan juga analisis perilaku lalu lintas untuk mengevaluasi kualitas pelayanan jalan berdasarkan parameter seperti kecepatan, kepadatan, tundaan, dan hambatan samping yang didalamnya terdapat kecepatan arus bebas serta tundaan lalu lintas dengan gerakan lainnya pada suatu palang pintu perlintasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan urutan prioritas penanganan pada perlintasan sebidang kereta api. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, dengan pengumpulan data primer melalui pengamatan secara langsung dilapangan, serta data sekunder dari dokumen dan literatur. Hasil analisis tersebut di bobotkan menggunakan metode analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan urutan prioritas perlintasan sebidang yang perlu penanganan lebih lanjut. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel panjang antrian dan tundaan lalu lintas memiliki pengaruh paling signifikan terhadap penurunan kinerja jalan pada lokasi perlintasan sebidang kereta api, di mana hal tersebut sejalan dengan hasil pembobotan oleh para ahli melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua variabel tersebut mencerminkan dampak langsung dari interupsi lalu lintas yang disebabkan oleh aktivitas kereta api, khususnya pada jam-jam sibuk. Sementara itu, variabel lainnya seperti kapasitas jalan dan Level of Service (LOS) menunjukkan kinerja yang relatif baik, dengan hanya dua perlintasan yang teridentifikasi memiliki derajat kejenuhan mendekati kondisi jenuh. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan utama bukan berasal dari keterbatasan fisik ruas jalan, melainkan lebih kepada aspek operasional akibat ivketidakteraturan jadwal kereta. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan manajemen transportasi, khususnya dalam penyusunan kebijakan penanganan perlintasan sebidang di Kota Cirebon yang berbasis pada evaluasi teknis dan pertimbangan empiris.

2025
👤 Penulis: Ferio Zjidan Cassane
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS SIMPANG BERSINYAL STUDI KASUS SIMPANG SOEKARNO HATTA - IBRAHIM ADJIE DAN SIMPANG SOEKARNO HATTA - BUAH BATU

Kemacetan di Jl. Soekarno – Hatta pada persimpangan Soekarno – Hatta - Ibrahim Adjie dan persimpangan Soekarno Hatta – Buah Batu disebabkan oleh aktivitas kawasan pemukiman juga sebagai jalan utama yang menghubungkan dengan kecamatan Rancasari, Buah Batu, Bandung Kidul, dan Arcamanik untuk menuju pusat Kota Bandung. Simpang ini memiliki waktu siklus yang lebih lama dibandingkan dengan simpang lainnya yang berada pada Jl. Soekarno – Hatta. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja simpang secara empiris dengan menggunakan PKJI 2023 dan melakukan simulasi lalu lintas dengan bantuan software PTV VISSIM untuk menganalisis kondisi persimpangan dengan rekomendasi alternatif yang terbaik. Hasil analisis berdasarkan metode PKJI 2023 menunjukkan derajat kejenuhan untuk simpang Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie pada jam tidak sibuk lengan yang paling jenuh berada pada pendekat Utara dan Selatan, sedangkan untuk jam sibuk semua lengan pada simpang Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie memiliki derajat kejenuhan > 0,85, pada simpang Soekarno Hatta – Buah Batu derajat kejenuhan untuk jam tidak sibuk lengan yang jenuh berada pada pendekat Utara dan Selatan, sedangkan untuk jam sibuk lengan yang paling jenuh terjadi pada lengan Utara, Timur, dan Barat. Alternatif pemecah masalah terbaik untuk simpang Soekarno Hatta – Ibrahim Adjie dan simpang Soekarno Hatta – Buah Batu yaitu Pembangunan flyover dengan nilai panjang antrian rata – rata 205,8 meter dan nilai tundaan rata – rata 52,08 detik untuk kedua simpang.

2024
👤 Penulis: Lailiyatul mufidah
🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI DAN PERANCANGAN DESAIN JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA SEKSI 1 (STA 4+000 – STA 10+000)

Pembangunan infrastruktur jaringan jalan yang berkelanjutan berperan penting dalam menopang setiap aspek kegiatan berbagai sektor di Indonesia, termasuk pada Ibu Kota Negara Nusantara. Jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) merupakan bagian dari jaringan jalan Ibu Kota Negara, Nusantara. Perancangan infrastruktur jaringan Jalan Tol Balsam harus mampu menopang seluruh kebutuhan mobilisasi dan tantangan kebermanfaatan jangka panjang. Estimasi lalu lintas Jalan Tol Balsam selama umur rencana didapatkan dengan menggunakan pemodelan perencanaan transportasi. Hasil pemodelan menunjukkan arus lalu lintas sebesar 6054 kendaraan/hari di tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 5.14% per tahun hingga didapati lalu lintas sebesar 42754 kendaraan/hari di akhir umur rencana pada tahun 2064. Pada perancangan geometrik Jalan Tol Balsam, dihasilkan jalan tol tipe 4/2 D sepanjang 6 km dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Pada jalan utama, dirancang tikungan horizontal sebanyak 4 PI dan tikungan vertikal sebanyak 8 PVI. Jenis perkerasan jalan yang digunakan adalah perkerasan kaku tipe Beton Bersambung dengan Tulangan (BBDT) dengan tebal pelat beton 30 cm, pondasi bawah beton kurus 10 cm, dan pondasi agreat kelas A 15 cm. Pada perancangan drainase Jalan Tol Balsam, dihasilkan saluran samping pasangan batu dengan penampang trapesium dengan dimensi b = 0,6 m dan h = 0,5 m. Dibutuhkan juga 4 buah gorong-gorong box culvert beton bertulang dengan dimensi 1,5 x 1,5 x 1 m. Estimasi biaya konstruksi total untuk proyek Jalan Tol Balsam ruas tinjauan bernilai Rp 625.641.981.927,97. Pelaksanaan konstruksi proyek Jalan Tol Balsam mengikuti spesifikasi teknis yang mengacu pada standar Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum – Direktorat Jenderal Bina Marga yaitu Spesifikasi Umum untuk Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol.

2024
👤 Penulis: Steven Sianipar
🏷️ Geometri Jalan Tol 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Perkerasan Jalan

EVALUASI DAN PERANCANGAN JALAN TOL BALIKPAPAN - SAMARINDA SEKSI 1 (STA 4+000 - STA 10+000)

Pembangunan infrastruktur jaringan jalan yang berkelanjutan berperan penting dalam menopang setiap aspek kegiatan berbagai sektor di Indonesia, termasuk pada Ibu Kota Negara Nusantara. Jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) merupakan bagian dari jaringan jalan Ibu Kota Negara, Nusantara. Perancangan infrastruktur jaringan Jalan Tol Balsam harus mampu menopang seluruh kebutuhan mobilisasi dan tantangan kebermanfaatan jangka panjang. Estimasi lalu lintas Jalan Tol Balsam selama umur rencana didapatkan dengan menggunakan pemodelan perencanaan transportasi. Hasil pemodelan menunjukkan arus lalu lintas sebesar 6054 kendaraan/hari di tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 5.14% per tahun hingga didapati lalu lintas sebesar 42754 kendaraan/hari di akhir umur rencana pada tahun 2064. Pada perancangan geometrik Jalan Tol Balsam, dihasilkan jalan tol tipe 4/2 D sepanjang 6 km dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Pada jalan utama, dirancang tikungan horizontal sebanyak 4 PI dan tikungan vertikal sebanyak 8 PVI. Jenis perkerasan jalan yang digunakan adalah perkerasan kaku tipe Beton Bersambung dengan Tulangan (BBDT) dengan tebal pelat beton 30 cm, pondasi bawah beton kurus 10 cm, dan pondasi agreat kelas A 15 cm. Pada perancangan drainase Jalan Tol Balsam, dihasilkan saluran samping pasangan batu dengan penampang trapesium dengan dimensi b = 0,6 m dan h = 0,5 m. Dibutuhkan juga 4 buah gorong-gorong box culvert beton bertulang dengan dimensi 1,5 x 1,5 x 1 m. Estimasi biaya konstruksi total untuk proyek Jalan Tol Balsam ruas tinjauan bernilai Rp 625.641.981.927,97. Pelaksanaan konstruksi proyek Jalan Tol Balsam mengikuti spesifikasi teknis yang mengacu pada standar Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum – Direktorat Jenderal Bina Marga yaitu Spesifikasi Umum untuk Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol.

2024
👤 Penulis: Joshua Alexander Benedict S
🏷️ Geometri Jalan Tol 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Perencanaan Infrastruktur Transportasi

ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBUKAAN JALAN TOL PADA JARINGAN JALAN PERKOTAAN (STUDI KASUS : GERBANG TOL GEDEBAGE KM 149 TOL PADALARANG - CILEUNYI)

Dimulainya pembangunan jalan penghubung gerbang Tol Gedebage KM 149 ini merupakan lanjutan dari perjanjian kerja sama Summarecon Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun infrastruktur di wilayah timur Bandung. Maka perlu dilakukan analisis dampak lalu lintas pembukaan gerbang tol Gedebage KM 149 terhadap kinerja jaringan jalan perkotaan eksisting di Kota Bandung. Proses analisis dilakukan dengan pemodelan pembebanan lalu lintas menggunakan bantuan program pemodelan lalu lintas. Pada tahun 2022 jaringan jalan perkotaan di Kota Bandung khususnya jalan ruas utama memiliki tingkat pelayanan yang masih cukup baik dengan menunjukan nilai Volume Capacity Ratio (VCR) sebesar 0.62. Maka perlu ada nya analisis dampak lalu lintas yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah dengan difungsikan nya gerbang Tol Gedebage KM 149 pada tahun 2022 hingga 2024 dapat memberi dampak positif bagi kinerja jaringan jalan di Kota Bandung. sehingga perlu perhitungan potensi pengguna tol dilakukan dengan metode discrete choice model dan assignment model. Potensi pengguna tol yang akan beralih dengan tarif tambahan Rp 3000 dan 10 menit waktu tempuh lebih cepat untuk golongan kendaraan ringan (LV) sebesar 75.20% dan untuk kendaraan berat (HV) dengan tarif Rp.9000 dan 10 menit waktu tempuh lebih cepat adalah sebesar 71.70%. Hasil analisis menunjukkan pengoperasian gerbang Tol Gedebage KM 149 akan menimbulkan dampak yang baik terhadap kenaikan kinerja jaringan jalan Kota Bandung pada tahun 2022 dan 2024, tetapi pada saat beroperasi tahun 2024 kondisi pengguna tol mengalami penurunan terutama pada gerbang Tol Gedebage Km 149 yang di sebabkan karena naiknya pergerakan lalu lintas yang membuat kondisi jaringan di daerah akses tol semakin padat, sehingga pengguna tol lebih memilih memakai selain jalan tol sebagai jalan alternatif. Maka diperlukan skenario pengembangan jaringan jalan lebih lanjut untuk menanggulangi hal tersebut.

2024
👤 Penulis: Ibnu Syawal Kamil
🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Manajemen Jaringan Jalan Perkotaan 🏷️ Pemodelan Lalu Lintas

ANALISIS MIKROSIMULASI PENGARUH BENTUK BUKAAN MEDIAN PUTAR BALIK (U-TURN) DAN ARUS KONFLIK TERHADAP KAPASITAS PUTAR BALIK

Pergerakan putar balik (u-turn) pada bukaan median merupakan kasus yang lebih kompleks dibandingkan dengan pergerakan pada simpang. Beberapa penelitian telah membahas fenomena gerakan putar balik untuk mengetahui kinerja bukaan median putar balik berdasarkan kapasitas menggunakan metode analitis Harder (1968) dan metode Kyte (1992). Namun, metode analitis ini memiliki keterbatasan, karena hanya berlaku untuk satu jenis fasilitas dan tidak dapat digunakan untuk evaluasi kinerja secara operasional. Selain itu, penelitian yang ada belum membahas pengaruh adanya variasi bentuk bukaan median terhadap kinerja lalu lintas dari bukaan median. Model mikrosimulasi menggunakan PTV VISSIM digunakan untuk memodelkan kasus perbedaan bukaan median putar balik lokasi tinjauan Ir. H. Juanda dan Cikapayang guna mempelajari lebih lanjut pengaruh bentuk bukaan terhadap kinerja lalu lintas pada kasus putaran balik. Proses kalibrasi dilakukan pada parameter perilaku berkendara dan aturan prioritas yang kemudian divalidasikan dengan data karakteristik pengendara di lapangan sehingga sesuai dengan kondisi lapangan secara visual dan statistik. Luaran model yang ditinjau berupa waktu merging dan waktu headway, kedua parameter ini digunakan dalam perhitungan kapasitas putaran balik dengan metode Kyte. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa nilai eror kapasitas model-lapangan lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas analitis-lapangan, sehingga model dapat merepresentasikan kondisi lapangan dengan baik. Model mikrosimulasi kemudian dikembangkan dengan skenario perubahan arus konflik dan bentuk putaran balik. Dari pengembangan tersebut didapatkan hubungan bahwa semakin tinggi arus konflik, semakin rendah kapasitas putaran balik. Urutan perubahan bentuk putaran balik pada kondisi lalu lintas eksisting berdasarkan nilai kapasitasnya yaitu bentuk kanalisasi, bundaran, konvensional (eksisting), serta putaran balik tepi kanan. Selanjutnya, hubungan antara perubahan arus konflik dan bentuk menunjukkan bahwa bentuk yang paling efektif untuk arus konflik <2800 kend/jam adalah bentuk kanalisasi, sedangkan untuk arus konflik >2800 kend/jam bentuk konvensional (eksisting) memiliki nilai kapasitas yang lebih baik.

2024
👤 Penulis: Fauzan Rizki Muharam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS MIKROSIMULASI PENGARUH BENTUK BUKAAN MEDIAN PUTAR BALIK (U-TURN) DAN ARUS KONFLIK TERHADAP KAPASITAS PUTAR BALIK

Pergerakan putar balik (u-turn) pada bukaan median merupakan kasus yang lebih kompleks dibandingkan dengan pergerakan pada simpang. Beberapa penelitian telah membahas fenomena gerakan putar balik untuk mengetahui kinerja bukaan median putar balik berdasarkan kapasitas menggunakan metode analitis Harder (1968) dan metode Kyte (1992). Namun, metode analitis ini memiliki keterbatasan, karena hanya berlaku untuk satu jenis fasilitas dan tidak dapat digunakan untuk evaluasi kinerja secara operasional. Selain itu, penelitian yang ada belum membahas pengaruh adanya variasi bentuk bukaan median terhadap kinerja lalu lintas dari bukaan median. Model mikrosimulasi menggunakan PTV VISSIM digunakan untuk memodelkan kasus perbedaan bukaan median putar balik lokasi tinjauan Ir. H. Juanda dan Cikapayang guna mempelajari lebih lanjut pengaruh bentuk bukaan terhadap kinerja lalu lintas pada kasus putaran balik. Proses kalibrasi dilakukan pada parameter perilaku berkendara dan aturan prioritas yang kemudian divalidasikan dengan data karakteristik pengendara di lapangan sehingga sesuai dengan kondisi lapangan secara visual dan statistik. Luaran model yang ditinjau berupa waktu merging dan waktu headway, kedua parameter ini digunakan dalam perhitungan kapasitas putaran balik dengan metode Kyte. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa nilai eror kapasitas model-lapangan lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas analitis-lapangan, sehingga model dapat merepresentasikan kondisi lapangan dengan baik. Model mikrosimulasi kemudian dikembangkan dengan skenario perubahan arus konflik dan bentuk putaran balik. Dari pengembangan tersebut didapatkan hubungan bahwa semakin tinggi arus konflik, semakin rendah kapasitas putaran balik. Urutan perubahan bentuk putaran balik pada kondisi lalu lintas eksisting berdasarkan nilai kapasitasnya yaitu bentuk kanalisasi, bundaran, konvensional (eksisting), serta putaran balik tepi kanan. Selanjutnya, hubungan antara perubahan arus konflik dan bentuk menunjukkan bahwa bentuk yang paling efektif untuk arus konflik <2800 kend/jam adalah bentuk kanalisasi, sedangkan untuk arus konflik >2800 kend/jam bentuk konvensional (eksisting) memiliki nilai kapasitas yang lebih baik.

2024
👤 Penulis: Fauzan Rizki Muharam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Lalu Lintas 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 1 dari 2
💬