📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 7 dokumen

PEMANTAUAN STATUS TERKINI PENURUNAN MUKA TANAH WILAYAH BANDUNG DENGAN METODE SURVEY GPS

Penurunan muka tanah merupakan suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen. Pemanfaatan air tanah secara besar – besaran pada daerah industri dan kawasan pemukiman padat mengkibatkan penurunan muka air tanah yang kemudian hal ini menyebabkan penurunan muka tanah. Untuk memantau besar penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan metode survey GPS. Dengan metode ini dapat memantau penurunan tanah sampai level ketelitian millimeter. Karena karakterisitik gerakan dari penurunan muka tanah yang sangat lambat dan nilai penurunannya kecil, maka dilakukan pengamatn survey GPS secara episodic (periodik). Dengan mengetahui besanya penurunan muka tanah yang ditunjukkan oleh perubahan tinggi titik tersebut dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari penurunan muka tanah ini dapat dipelajari lebih lanjut. Tugas Akhir ini menjelaskan mengenai penggunaan metode survey GPS untuk pemantauan penurunan muka tanah di wilayah Bandung dan korelasinya terhadap penurunan muka air tanah, kondisi tata guna lahan, kondisi demografi cekungan Bandung serta dampak yang ditimbulkan.

2026
👤 Penulis: Rendra Ilham Putra
🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Lingkungan 🏷️ Manajemen Lahan

EVALUATING STRATEGIC SHOPPER BASED ENVIRONMENT TO CREATE EXCELLENT SHOPPING EXPERIENCE:A CASE STUDY OF LEE COOPER INDONESIA STAND ALONE STORE PONDOK INDAH MALL

Dewasa ini, berbagai merek fashion melakukan berbagai strategi untuk menjadi lebih menarik, lebih unggul, dan lebih berkualitas sembari tetap menawarkan harga yang terjangkau. Kendati demikian, apakah hal tersebut nenjamin bahwa masyarakat memilih produk mereka? Lee Cooper Indonesia (LCI) adalah salah satu merek denim yang paling tua di negeri ini. Saat ini Lee Cooper telah membuka lebih dari 100 toko dengan dua jenis yang berbeda yaitu Shop in Shop (SIS) dan Stand Alone Shop (SAS). Lee Cooper Indonesia juga berusaha untuk selalu melakukan inovasi baru agar menjadi pilihan konsumen Indonesia. Ironisnya, beberapa tahun terakhir Lee Cooper Indonesia mengalami penurunan penjualan pada toko SAS. Menurut pre-survei, hal ini terjadi karena kebanyakan pelanggan tidak cukup tertarik untuk membeli produk, mengalami kesulitan untuk menemukan produk yang mereka inginkan, dan hanya 10% dari mereka menyadari adanya di promosi di dalam toko. Oleh karena itu, laporan ini akan menganalisis lingkungan toko saat ini termasuk desain toko, aspek ambient toko, dan aspek sosial Lee Cooper Indonesia Pondok Indah Mall Stand Alone Shop (SAS). Pada akhirnya analisa tersebut akan digunkan untuk membangun pengalaman berbelanja yang makimal dan kepuasan bagi konsumen Lee Cooper. Desain lingkungan toko yang baru juga akan dianalisa menggunakan Satisfaction Research untuk menguji tingkat diterimanya desain oleh konsumen dan manajemen Lee Cooper.

2026
👤 Penulis: Andina Putri
🏷️ Desain Toko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Lingkungan

JEJAK KARBON INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM PERKOTAAN DI INDONESIA: LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) RAMBUTAN DAN KARANG ANYAR II, PALEMBANG

ABSTRAK JEJAK KARBON INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM PERKOTAAN DI INDONESIA: LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) RAMBUTAN DAN KARANG ANYAR II, PALEMBANG Oleh Puteri Denita Novianti NIM: 25723306 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Perubahan iklim menuntut upaya mitigasi yang mencakup seluruh sektor infrastruktur, termasuk sistem penyediaan air minum perkotaan. Emisi gas rumah kaca (GRK) dalam proses pengolahan air minum dapat muncul pada berbagai tahap operasional, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi, terutama jika sumber energi listrik yang digunakan masih bergantung pada jaringan yang didominasi oleh pembangkit berbahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jejak karbon pada dua instalasi pengolahan air minum (IPA) yang dioperasikan oleh Perumda Tirta Musi Kota Palembang, yaitu IPA Rambutan dan IPA Karang Anyar II, mengidentifikasi unit proses yang memiliki kontribusi emisi terbesar, dan merumuskan skenario mitigasi operasional. Analisis dilakukan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan perangkat lunak OpenLCA yang memiliki batasan studi gate-to-gate dan satuan fungsional sebesar 1 m3 air yang olahan. Dampak perubahan iklim diukur menggunakan metode IPCC 2021 AR6 GWP100. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi listrik menjadi sumber utama emisi di kedua IPA, dengan kontribusi sekitar 89% dari total emisi. Intensitas karbon masing-masing instalasi tercatat sebesar 0,2625 kg CO2-eq/m3 untuk IPA Rambutan dan 0,3244 kg CO2-eq/m3 untuk IPA Karang Anyar II yang ekuivalen dengan total emisi harian masing-masing sebesar 20.791 kg CO2-eq/hari dan 14.128 kg CO2-eq/hari. Analisis hotspot mengindikasikan bahwa unit intake dan distribusi merupakan tahapan yang paling intensif menghasilkan emisi. Skenario mitigasi menunjukkan bahwa penerapan Variable Speed Drives (VSD) pada sistem pemompaan di unit hotspot berpotensi menurunkan emisi sebesar 25–30%. Intervensi tambahan seperti pengelolaan lumpur dengan kombinasi sludge drying bed (SDB) dan constructed wetlands pada IPA Rambutan serta pemanfaatan PLTS atap di area IPA juga memberikan kontribusi dalam penurunan emisi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi stakeholder untuk perumusan strategi pengelolaan air minum perkotaan yang lebih rendah karbon dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Puteri Denita Novianti
🏷️ Karbon 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Air Minum 🏷️ Analisis Lingkungan

STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN, KARAKTERISTIK, KUALITAS, DAN ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA BLOK BARAT PIT X, KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR

Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah dikenal sebagai salah satu formasi pembawa batubara di Indonesia. Formasi ini terendapkan di Cekungan Pasir yang dipisahkan oleh Pegunungan Meratus dari Cekungan Barito. Salah satu perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di cekungan ini adalah PT Kideco Jaya Agung, yang mengoperasikan Blok Barat Pit X. Penelitian ini berfokus pada peninjauan kondisi geologi, lingkungan pengendapan, karakteristik, dan kualitas batubara serta melakukan perhitungan terhadap estimasi sumber daya batubara di lokasi penelitian yang memiliki luas total 1,6 km2. Data primer pada penelitian ini meliputi hasil penampang stratigrafi dan observasi singkapan yang disajikan dalam bentuk kolom stratigrafi untuk melakukan analisis lingkungan pengendapan berdasarkan litofasies. Karakteristik batubara diperoleh dengan analisis data sekunder berupa kualitas batubara. Selain itu, digunakan data pemboran dan data log untuk memperoleh korelasi lapisan batubara. Pemodelan lapisan dan estimasi sumber daya batubara dilakukan melalui perangkat lunak Minescape Ventyx 5.7 dengan mengadopsi metode circular USGS. Terdapat lima lapisan batubara, dengan penelitian yang difokuskan pada lapisan 4, 5, dan 6 berdasarkan ketersediaan data kualitas. Kondisi geologi daerah penelitian memiliki indikasi sebagai salah satu sayap lipatan berdasarkan keberadaan pada peta geologi regional dan tren dari kedudukan lapisan. Secara litostratigrafi, terdiri atas dua satuan tidak resmi, yaitu Satuan Batupasir-Batulanau dan Satuan Batulempung-Batupasir. Hasil analisis litofasies menunjukkan lingkungan pengendapan transitional lower delta plain dengan asosiasi fasies channel, interdistributary bay, dan swamp. Batubara pada daerah ini tergolong peringkat subbituminus B dengan nilai kalori rata-rata 9.924,7 btu/lb, kadar sulfur rendah (0,08–0,09% adb), dan kadar abu sangat rendah (2,84–3,78% adb). Kompleksitas geologi pada ketiga lapisan yang dianalisis termasuk dalam kategori sederhana hingga moderat dengan total estimasi sumber daya batubara mencakup 0,002 juta ton tereka, 1,2 juta ton tertunjuk, dan 37,6 juta ton terukur.

2025
👤 Penulis: Muhammad Raihan Perkasa
🏷️ Geologi 🏷️ Batubara 🏷️ Analisis Lingkungan

ANALISIS LIFE CYCLE ASESSMENT PRODUKSI HIDROGEN DI PLTGU PRIOK BLOK 3: PERBANDINGAN EMISI GRK PADA SKENARIO LISTRIK FOSIL, HIBRID, DAN SURYA

Bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi yang dominan untuk kegiatan sosial-ekonomi global, tetapi eksploitasi yang terus menerus mendorong penipisan sumber daya dan meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK), sehingga memperparah perubahan iklim. Untuk mencapai target netralitas karbon dalam Perjanjian Paris pada tahun 2050-dan membatasi kenaikan suhu di bawah 2°C, dengan upaya menuju 1,5°C-membutuhkan pergeseran cepat ke pembawa energi rendah karbon. Hidrogen yang diproduksi melalui elektrolisis air yang ditenagai oleh listrik terbarukan telah muncul sebagai alternatif bahan bakar nol karbon terkemuka, terutama untuk sektor-sektor yang sulit didekarbonisasi. Studi ini menggunakan pendekatan life cycle assessment (LCA) untuk mengevaluasi emisi gas rumah kaca dari tiga skenario produksi hidrogen di mana hidrogen digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Ketiga skenario tersebut adalah: (1) produksi hidrogen menggunakan listrik dari jaringan listrik konvensional berbasis bahan bakar fosil; (2) produksi hidrogen menggunakan listrik dari jaringan listrik campuran (teknologi turbin gas siklus gabungan dan fotovoltaik surya (PV)); dan (3) produksi hidrogen menggunakan listrik dari sumber energi terbarukan (teknologi PV surya). Menggunakan OpenLCA dengan basis data ecoinvent, kami mengevaluasi emisi per kilogram hidrogen yang disalurkan sebagai bahan bakar kendaraan. Skenario yang sepenuhnya menggunakan tenaga surya menghasilkan nilai GWP terendah, mengurangi emisi daur hidup lebih dari 95% dibandingkan dengan skenario dasar berbasis jaringan listrik fosil. Skenario hibrida mencapai pengurangan emisi yang bersifat menengah, menunjukkan manfaat dari integrasi energi terbarukan meskipun hanya sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan campuran listrik memiliki pengaruh dominan terhadap jejak lingkungan hidrogen elektrolitik. Temuan kuantitatif ini dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri dalam merumuskan strategi implementasi energi terbarukan dan hidrogen yang efektif untuk mendukung transisi Indonesia dan dunia ke masa depan energi rendah karbon.

2025
👤 Penulis: Linda Putri Leksono
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Energi Terbarukan 🏷️ Analisis Lingkungan

PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERAPUNG DI DANAU SINGKARAK

Pergerakan negara-negara di dunia dalam pembangkitan dan penggunaan energi listrik serentak mengarah pada renewable energy sekaligus memberikan kontribusi untuk realisasi net zero emission pada tahun 2060. Dengan peningkatan populasi yang terjadi juga di Indonesia, dimungkinkan adanya peningkatan beban pada tahun-tahun mendatang. PLN sebagai penyedia layanan energi listrik di Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan angka penetrasi energi baru dan terbarukan atau EBT. Banyak rancangan pembangunan pembangkit listrik berupa EBT dilakukan di berbagai daerah, salah satunya pada sistem listrik pulau Sumatera. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung pada sistem kelistrikan Kota dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. PLTS Terapung dirancang dipasangkan pada Danau Singkarak, terhubung dengan grid dan pembangkit eksisting PLTA Singkarak dan beban listrik Kota-Kabupaten Solok. Prosedur dalam perancangan sistem adalah perhitungan beban dan load forecasting Kota-Kabupaten Solok, lalu simulasi sistem eksisting. Setelah itu dilakukan perhitungan dan optimasi kapasitas komponen sistem yang dibutuhkan. Setelah data terkumpul, dilakukan simulasi operasi sistem, analisis performa, analisis ekonomi, dan kemudian analisis lingkungan. Dari perancangan yang dilakukan, ditentukan sistem eksisting menggunakan PLTA Singkarak, kapasitas sistem PLTS terapung sebesar 38,61 MWp, dan inverter 30,25 MW. Dapat disimpulkan bahwa PLTS terapung yang dirancang di Danau Singkarak telah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Pengembangan kedepan untuk penelitian ini dapat dilakukan dengan batasan sistem kelistrikan yang lebih luas, tidak hanya menggunakan beban listrik Kota-Kabupaten Solok saja.

2025
👤 Penulis: Hanif Abdurrahman
🏷️ Renewable Energy 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi 🏷️ Analisis Lingkungan

ANALISIS EMISI GAS RUMAH KACA DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT DI PT PLN NUSANTARA POWER UP INDRAMAYU

Kesadaran global akan perubahan iklim mendorong berbagai pelaku industri untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari kegiatan operasional mereka, khususnya untuk emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. PT PLN Nusantara Power UP Indramayu yang merupakan bagian dari sektor industri energi juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan dampak lingkungan yang signifikan. Makalah ini menganalisis emisi gas rumah kaca di PT PLN Nusantara Power UP Indramayu menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan unit fungsional 1 kWh dan ruang lingkup gate to gate aktivitas pembangkitan listrik mulai dari unit proses kondensor hingga generator-trafo. Hotspot dari aktivitas pembangkitan listrik ditemukan pada unit proses boiler yang menyumbang 99,98% dampak global warming potential (GWP) dari nilai GWP keseluruhan 0,001020865 ton CO2 eq/kWh. Begitu pula dengan dampak photochemical ozone creation potential (POCP) dimana boiler menyumbang 99,99% dari keseluruhan nilai POCP sebesar 0,000703089752 gr C?H? eq/kWh. Ditemukan juga tren kenaikan emisi gas rumah kaca dari PLTU Indramayu dengan persentase kenaikan emisi dari tahun 2021 ke 2022 adalah sebesar 4,89% dan dari tahun 2022 ke 2023 adalah sebesar 5,31%. Rekomendasi solusi untuk mereduksi emisi gas rumah kaca diantaranya adalah optimalisasi teknologi co-firing, penggunaan teknologi carbon capture, dan penggunaan Ultra Super Critical (USC) Boiler.

2024
👤 Penulis: Wini Melati Sukma Aji
🏷️ Emisi Gas Rumah Kaca 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi 🏷️ Analisis Lingkungan
💬