πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 7 dokumen

STUDI PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA DI INDONESIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS DAN QGIS

Perubahan iklim di Indonesia kian memburuk. Hal ini diakibatkan karena emisi CO2 yang kian meningkat akibat aktifitas pembangkit menggunakan bahan bakar non renewable seperti batu bara dan minyak bumi. Transisi ke energi bersih merupakan solusinya, salah satunya adalah biomassa. Pembangunan pembangkit biomassa (PLTBm) akan menurunkan emisi CO2 dan menggantikan PLTD sebagai sumber energi listrik utama daerah kurang berkembang. Tujuan dari studi ini adalah menentukan lokasi daerah pembangunan pembangkit, menentukan spesies biomassa yang digunakan, menentukan rancangan PLTBm, dan menentukan analisis technoeconomy dari rancangan PLTBm. Terdapat 3 metode yang digunakan untuk melakukan studi ini, yaitu analisis logistik menggunakan software QGIS untuk menentukan lokasi spesifik pembangkit dan biaya transportasi, analisis termodinamika dengan melakukan pemodelan menggunakan Aspen Plus untuk menentukan daya pembangkit dan efisiensi termal, serta analisis techno-economic mencakup estimasi biaya kapital menggunakan sofware CAPCOST 2017, estimasi biaya operasional, dan cash flow. Hasil analisis logistik menunjukkan bahwa lokasi spesifik pembangkit terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat dengan koordinat 0Β°59'03.8"S 131Β°48'44.8"E. Spesies biomassa yang digunakan adalah kaliandra dan gamal. Dengan rancangan pembangkit yang digunakan adalah cogeneration dan daya yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 10,7 MW dan skenario gamal adalah 16,6 MW serta efisiensi termal yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 13,6% dan skenario gamal adalah 20,2%. Hasil analisis techno-economic menunjukkan bahwa skenario biomassa kaliandra memberikan NPV postif sebesar $142.087.205,18 dengan PBP 9 bulan. Dengan demikian, pembangunan PLTBm menggunakan biomassa kaliandra di Sorong, Papua Barat feasible serta dapat menggantikan PLTD sebesar 10,7 MW dari 10 MW.

2026
πŸ‘€ Penulis: Joseph Melvin Tambunan
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Aspen Plus

KARAKTERISASI RESERVOIR PADA FORMASI LOWER TERUMBU, LAPANGAN β€œMINAKA”, CEKUNGAN NATUNA TIMUR MELALUI PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN FLUID RHO (FR)

Cekungan Natuna Timur merupakan salah satu wilayah penghasil gas terbesar di Indonesia dengan potensi eksplorasi yang tinggi. Lapangan β€œMINAKA” pada Formasi Lower Terumbu memiliki kondisi geologi kompleks berupa perselingan serpih dan batupasir tipis, sehingga menyulitkan karakterisasi reservoir dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi reservoir melalui integrasi inversi seismik dan atribut elastik berbasis Pseudo Elastic Impedance-Lithology (PEI-L) dan Fluid Rho (FR). Data yang digunakan meliputi seismik 3D partial angle stack (near, mid, far) serta data log dari dua sumur (SK-1 dan SK-2). Analisis log menunjukkan bahwa kombinasi antara P-impedance dan rasio VpVs merupakan parameter elastis paling sensitif terhadap variasi litologi dan fluida. Inversi dilakukan menggunakan metode Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk memperoleh volume Acoustic Impedance (AI), sedangkan rasio VpVs dihitung melalui Extended Elastic Impedance (EEI). Untuk mengatasi keterbatasan hubungan linier dengan tren petrofisika, digunakan atribut PEI-L dan FR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reservoir target ditandai oleh nilai AI, rasio VpVs, PEI-L, dan FR yang rendah, yang merepresentasikan shaly sandstone berpori dengan pengisian fluida ringan berupa hidrokarbon. Nilai porositas pada sumur SK-1 dan SK-2 berkisar antara 11–25%, densitas antara 1,95–2,04 g/cc, dan FR antara 4,06Γ—10? hingga 6,5Γ—10?. Integrasi atribut AI, rasio VpVs, PEI-L, dan FR terbukti efektif dalam membedakan zona reservoir produktif dari non-produktif serta meningkatkan akurasi pemetaan distribusi litologi dan fluida pada daerah dengan kompleksitas geologi tinggi. Pendekatan ini dapat dijadikan acuan dalam studi karakterisasi reservoir pada lapangan lain dengan kondisi serupa.

2025
πŸ‘€ Penulis: Lituhayu Safa Ratnadewanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Geofisika

PENENTUAN PROBABILITAS KESTABILAN LERENG JENUH PARSIAL MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER

Kestabilan lereng merupakan faktor krusial dalam proses perencanaan serta upaya mitigasi risiko geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model probabilitas kestabilan lereng dengan memperhitungkan kondisi ketidakjenuhan menggunakan pendekatan regresi logistik biner. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam memetakan hubungan antara variabel-variabel independen, seperti berat satuan tanah, kohesi, sudut gesek dalam, kemiringan, dan ketinggian lereng, terhadap kemungkinan terjadinya longsor,

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Khalid Umardano
🏷️ Kestabilan Lereng 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Geoteknik

PREDIKSI KARAKTERISTIK FLUIDA ZONA KONDENSASI: PH DAN KESETIMBANGAN MINERAL DENGAN SOFTWARE PHREEQC DI LAPANGAN PANAS BUMI ATADEI, NUSA TENGGARA TIMUR

Pada tahun 2004, telah dilakukan pemboran sumur eksplorasi AT-1 dan AT-2 didalam kaldera Watuwawer namun tidak ditemukan air maupun uap. Berdasarkan hasil pemboran sumur AT-1 dan AT-2 pada interval kedalaman 737 – 776 m dan 677 – 750 m ditemukan mineral pyrophyllite dan dickite yang berasosiasi dengan mineral pirit dan kuarsa sekunder sehingga fluida hidrotermal diduga bertipe klorida sulfat dengan pH cenderung asam. Pada tahun 2021, dilakukan PTS logging untuk menganalisis temperatur, tekanan dan aliran sumur untuk keperluan karakterisasi reservoir sumur AT-1 dan AT-2. Dari spinner log sumur AT-1 dan AT-2, terdapat pergerakan fluida yang ditunjukkan dari perubahan fasa gas ke kondisi saturasi. Namun, dari pengambilan sampel air kondensasi pada kepala sumur AT-1 dan AT-2, kepala sumur tidak bisa menghasilkan air yang terkondensasi. Dikarenakan sampel kondensat yang berada pada sumur tidak dapat mengalir ke permukaan, maka pendugaan karakteristik fluida zona kondensasi dilakukan melalui pemodelan geokimia dengan metode yang dilakukan oleh R Karolyt? (2017). Dari MAP WWU, WTU dan WKR, diketahui bahwa mata air panas pada sistem Watuwawer memiliki temperatur < 40Β°C, bertipe bikarbonat termasuk dalam immature water sehingga tidak mencirikan fluida dari reservoir dalam dan tidak representatif untuk dilakukan pemodelan. Saturasi mineral pada manifestasi (SI >0) dalam kondisi ekulibrium menuju jenuh oleh kuarsa dan kalsit sedangkan mineral anhidrit dalam kondisi tidak jenuh dengan larutan. Untuk rekonstruksi dan pendugaan karakteristik zona kondensasi dangkal, dilakukan pemodelan geokimia dengan software PHREEQC menggunakan database PHREEQC.dat. Pada R Karolyt? (2017), pemodelan dilakukan dengan mereaksikan fluida – batuan dan gas – gas terlarut pada temperatur kedalaman dangkal. Dari hasil pemodelan geokimia, pada zona kondensasi kedalaman 320 – 340 m, temperatur 129 – 145 Β°C diketahui bahwa karakteristik fluida cenderung asam dengan pH rentang pH 4,8 – 4,9. pH asam ini diduga akibat adanya gas – gas terlarut yang bereaksi pada zona kondensasi yaitu gas CO2 dan H2S. Dari hasil pemodelan geokimia dan komparasi komposit log, diketahui mineral – mineral dengan nilai SI > 0 diantaranya monmorilonit ((Na,Ca)0.33(Al,Mg)2Si4O10(OH)2.nH2O), kaolinit (Al2Si2O5(OH)4), kuarsa sekunder (SiO2) dan pirit (FeS2).

2025
πŸ‘€ Penulis: Indah Amalia
🏷️ Kondensasi Zat Panas 🏷️ Geokimia Fluida 🏷️ Analisis Logistik

OPTIMASI PASOKAN BATUBARA UNTUK PLTU DI INDONESIA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MEKANISME PENCAMPURAN BATUBARA MENGGUNAKAN MIXED-INTEGER LINEAR PROGRAMMING

Indonesia memiliki cadangan batubara yang melimpah khususnya yang berkualitas rendah hingga menengah yang berperan penting sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sistem pengadaan batubara oleh PLTU di Indonesia saat ini dibatasi oleh rentang spesifikasi kualitas batubara yang dibutuhkan oleh PLTU. Kondisi ini menimbulkan permasalahan pada pasokan batubara jangka panjang karena ketersediaan pemasok batubara yang terbatas dan akan habis seiring berjalannya waktu serta cenderung memiliki harga yang mahal. Agar kebutuhan batubara jangka panjang untuk PLTU tetap terjamin, perlu dipertimbangkan mekanisme pencampuran batubara. Penelitian ini mencakup pertimbangan parameter kualitas batubara, cadangan batubara pada pemasok, permintaan batubara oleh PLTU, dan tipe transportasi yang digunakan. Mixed-integer linear programming digunakan untuk mencari solusi optimal dengan biaya sebagai fungsi tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pencampuran batubara memungkinkan penggunaan batubara dari berbagai pemasok dengan kualitas berbeda yang menghasilkan produk batubara sesuai spesifikasi PLTU dengan biaya lebih rendah. Implementasi skenario pencampuran batubara diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pasokan energi bagi PLTU di Indonesia.

2024
πŸ‘€ Penulis: Randy Zulkarnain
🏷️ Optimisasi Pasokan Batubara 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Logistik

PENGARUH ANGKUTAN BARANG LUAR KOTA TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA BANDUNG

Abstrak bisa dilihat di filenya

2024
πŸ‘€ Penulis: Raka Surya Pradana
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Logistik

DETERMINAN SOSIO-EKONOMI DARI KESEHATAN MENTAL FUNGSIONAL MASYARAKAT INDONESIA

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan individu yang dapat menyadari potensinya sendiri, mengatasi tekanan kehidupan yang normal, serta dapat bekerja secara produktif. Suatu status sosioekonomi (SES) terhadap gejala gangguan emosi dan gejala gangguan konsentrasi merupakan representasi yang bermakna adanya tekanan psikologis yang dialami oleh rumah tangga dalam kesehatan mental di Masyarakat Indonesia. Secara garis besar, faktor yang mempengaruhi kesehatan mental yang berkelanjutan, mempunyai keterkaitan positif dengan gangguan emosi dan gangguan konsentrasi yang terkait dalam suatu kelompok individu atau masyarakat. Data menunjukkan adanya 7.5% yang tercakup disabilitas global terhadap gangguan mental. Tujuan penelitian ini menganalisis, melihat probabilitas & kemungkinan adanya determinan sosioekonomi terhadap kesehatan mental di masyarakat Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan model Probit & Logit dan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi 2021. Model Probit & Logit ini memungkinkan pemodelan hubungan non-linier ini dengan lebih fleksibel dibandingkan model regresi linier tradisional. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel pelecehan seksual mempunyai probabilitas besar terhadap gangguan emosional kemudian laki – laki mempunyai probabilitas besar terjadinya ada gejala gangguan emosi & untuk gejala gangguan konsentrasi ada didalam variabel laki – laki yang mempunyai probabilitas besar terhadap gangguan konsentrasi begitu juga pengangguran. Variabel lainnya mempunyai probabilitas juga tetapi lebih kecil dibanding referensi pembandingnya.

2024
πŸ‘€ Penulis: Vidaro Fakhar Zaidan
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Sosio-Ekonomi 🏷️ Analisis Logistik
πŸ’¬