📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS KARAKTERISTIK PENYEBAB DAN DAMPAK PENURUNAN PERMUKAAN TANAH DI WILAYAH JAKARTA

Penurunan tanah (land subsidence) adalah suatu fenomena alam yang telah cukup lama terjadi di beberapa tempat di wilayah Jakarta. Dalam periode 1982 sampai 1997, penurunan tanah sebesar 20 sampai 200 cm telah dideteksi oleh metode survei sipat datar (leveling). Dari 1997 sampai 2007, metode survei GPS (Global Positioning System) menunjukkan bahwa penurunan tanah di wilayah Jakarta terus berlangsung, dengan laju maksimum sekitar 10-15 cm/tahun di wilayah Jakarta Utara bagian Barat. Metode InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar) yang berbasiskan pada citra dari satelit radar, menunjukkan bahwa dalam periode Januari sampai November 2007, penurunan tanah di wilayah Jakarta dengan laju sekitar 10 cm/tahun terjadi di banyak tempat di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Secara umum penurunan tanah di wilayah Jakarta bervariasi secara spasial maupun temporal, dan disebabkan oleh kombinasi dari pengambilan airtanah yang berlebihan, beban bangunan, kompaksi sedimen, serta aktivitas tektonik. Tugas akhir ini menjelaskan karakteristik, penyebab dan dampak penurunan tanah di wilayah Jakarta, serta korelasinya dengan kondisi tata guna lahan, kedudukan muka air tanah dan kondisi demografi.

2026
👤 Penulis: Ginanjar Puja Lestari
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Perubahan Tanah 🏷️ Manajemen Lahan

STUDI PENURUNAN TANAH WILAYAH SEMARANG PERIODE TAHUN 2008-2009

Semarang adalah ibukota Propinsi Jawa Tengah yang memiliki lokasi yang strategis dengan luas area sekitar 374 km2. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangannya sebagai kota pelabuhan, industri, jasa, dan perdagangan, kebutuhan akan air bersih pun meningkat. Peningkatan penggunaan airtanah ini diduga menyebabkan terjadinya penurunan muka airtanah. Penurunan muka airtanah dan penambahan beban di permukaan tanah secara bersama-sama menyebabkan terjadinya percepatan proses konsolidasi lapisan lempung (aluvial) yang berakibat terjadinya penurunan muka tanah di wilayah Semarang. Dari fenomena penurunan tanah dan dampak yang ditimbulkan, penurunan tanah di Semarang perlu dipantau secara periodik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode survey GPS secara episodik (periodik). Dengan mengetahui besarnya penurunan muka tanah yang ditunjukkan oleh perubahan tinggi titik dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari penurunan muka tanah ini dapat dipelajari lebih lanjut. Pada tahun 2008 dan 2009, telah dilakukan pemantauan penurunan muka tanah dengan metode survey GPS. Hasil pemantauan pada tahun 2008-2009 menunjukan besarnya penurunan tanah yang telah terjadi di Semarang adalah sebesar 0.8 – 12.4 cm dengan laju 0.8 – 13.5 cm/tahun. Penurunan terbesar terjadi di Semarang utara yaitu berkisar 4 - 12 cm dengan laju 4 – 13.5 cm/tahun. Penurunan tanah yang terjadi berkorelasi kuat dengan pola penurunan muka airtanah, penyebaran ketebalan lapisan lempung lunak, ketebalan tanah urug, dan banyaknya lapisan pasir pada endapan dataran delta.

2026
👤 Penulis: ANTARINI DALINTA (NIM 15105041); Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Hasanudin Z. Abidin,MSc., dan Irwan Gumil
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Perubahan Tanah 🏷️ Manajemen Air Bersih
💬