📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPENGARUH PRAPERLAKUAN ASAM KLORIDA DAN RASIO PELARUT HEKSANA TERHADAP PEROLEHAN LIPID SPIRULINA SP. MELALUI EKSTRAKSI SOXHLET
Mikroalga Spirulina sp. memiliki potensi besar sebagai sumber lipid untuk berbagai aplikasi industri energi. Namun, efisiensi ekstraksinya sering kali terhambat oleh struktur dinding sel yang kuat sehingga memerlukan metode disrupsi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh praperlakuan asam klorida (HCl) dan variasi rasio biomassa terhadap volume pelarut n-heksana dalam ekstraksi Soxhlet terhadap perolehan lipid Spirulina sp., serta mengidentifikasi profil lipid yang dihasilkan. Proses praperlakuan dilakukan menggunakan larutan HCl 4 M pada suhu 78 °C selama 2 jam. Ekstraksi lipid dilakukan menggunakan metode Soxhlet dengan pelarut n-heksana pada suhu 75 °C selama 6 jam, dengan variasi rasio sebesar 1:80, 1:140, dan 1:200 g/mL. Analisis profil asam lemak dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID). Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa praperlakuan dan variasi rasio pelarut memberikan pengaruh yang signifikan (p < 0,05) terhadap perolehan lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praperlakuan HCl mampu meningkatkan perolehan lipid dari 6,85 ± 0,466% (b/b) (tanpa praperlakuan) menjadi 10,50 ± 0,809% (b/b). Peningkatan rasio pelarut juga memberikan pengaruh nyata terhadap efisiensi ekstraksi, dengan perolehan lipid tertinggi mencapai 14,91 ± 2,19% (b/b) pada rasio 1:200 g/mL. Hasil analisis GC-FID menunjukkan bahwa profil lipid ekstrak didominasi oleh asam lemak jenuh (29,6% b/b) dibandingkan asam lemak tak jenuh (17,58% b/b), dengan komponen penyusun utama berupa asam palmitat (14,18% b/b) dan asam undekanoat (13,26% b/b). Berdasarkan hasil tersebut, praperlakuan asam klorida dan rasio pelarut yang lebih tinggi terbukti efektif dalam meningkatkan ekstraksi lipid dari biomassa Spirulina sp.