📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenGedung Labtek VI ITB merupakan fasilitas pendidikan berskala besar dengan beban pendinginan yang tinggi, sehingga estimasi beban pendinginan yang akurat menjadi penting sebagai dasar perancangan sistem tata udara maupun masukan bagi perencanaan sistem district cooling. Penelitian ini bertujuan menghitung beban pendinginan, menganalisis kondisi psikrometri, mengevaluasi kinerja cooling coil, serta meninjau pengaruh variasi temperatur chilled water terhadap kinerja sistem. Perhitungan beban pendinginan dilakukan menggunakan metode Radiant Time Series (RTS) melalui perangkat lunak DK-BIM dengan data cuaca NASA POWER tahun 2025, sedangkan analisis kinerja cooling coil menggunakan metode NTU-Effectiveness. Hasil perhitungan menunjukkan total beban pendinginan gedung sebesar 1.964,03 kW untuk 184 ruangan ber-AC, terdiri atas beban sensibel 1.429,73 kW dan beban laten 534,30 kW, dengan beban puncak terjadi pukul 14.00 sebesar 1.944,99 kW. Analisis psikrometri menghasilkan nilai Grand Sensible Heat Factor (GSHF) tiap lantai sebesar 0,655–0,790 dan Room Sensible Heat Factor (RSHF) sebesar 0,805–0,901. Pada kondisi eksisting (temperatur chilled water 7°C), cooling coil memiliki nilai UA 41,07–59,66 kW/K, NTU 1,36–1,44, dan efektivitas 0,68–0,70. Variasi temperatur chilled water 4–8°C menurunkan total kapasitas perpindahan panas dari 2.267,95 kW menjadi 1.862,72 kW dan menaikkan temperatur udara suplai secara hampir linear. Dibandingkan dengan rentang konvensional desain temperatur udara suplai 12–14°C, temperatur chilled water pada rentang 6–8°C masih menghasilkan kondisi udara suplai yang sesuai, sehingga memberikan fleksibilitas operasional untuk pemilihan temperatur chilled water sesuai kebutuhan trade-off antara kapasitas pendinginan dan efisiensi energi pada sistem AHU Gedung Labtek VI.