📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 29 dokumen

APAKAH PENGGUNAAN KEUANGAN DIGITAL MEMPENGARUHI AKSES RUMAH TANGGA TERHADAP PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA?

Inklusi keuangan digital telah muncul sebagai instrumen yang dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di negara-negara berkembang, namun bukti pada tingkat mikro masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis hubungan antara penggunaan transaksi digital dan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, menggunakan analisis regresi untuk menilai dampak perilaku keuangan terhadap nutrisi rumah tangga. Dengan menggunakan data survei rumah tangga yang diperoleh dari World Bank dan menerapkan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan transaksi digital memiliki efek positif secara statistik signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga yang lebih banyak menggunakan keuangan digital cenderung memiliki akses pangan yang lebih baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara Keuangan Digital dan Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan keuangan digital memiliki efek positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, sambil juga menyoroti bahwa keuangan digital sebagai nilai atau faktor tunggal tidak dapat sepenuhnya menjelaskan kompleksitas ketahanan pangan di Indonesia. Keywords: Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan; Keuangan Digital; Indonesia; Data Survei Rumah Tangga

2026
👤 Penulis: William Hugo Ravindra Putra
🏷️ Keuangan Digital 🏷️ Ketahanan Pangan 🏷️ Analisis Regresi

STUDI PENGARUH PANJANG BASELINE TERHADAP KETELITIAN SURVEI BATIMETRI MENGGUNAKAN METODA GPS REAL TIME

Survei batimetri merupakan salah satu dari pekerjaan hidrografi untuk keperluan kerekayasaan ataupun keperluan praktis. Ketelitian suatu survei batimetri tidak terlepas dari peranan GPS yang dapat mencatat suatu titik koordinat posisi dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Alat GPS merupakan alat yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan survei batimetri karena sistemnya dapat menerima data posisi secara real-time dengan diterapkannya metode differential positioning. Dengan menggunakan metode diferensial ini, GPS membutuhkan suatu acuan stasiun referensi dengan jarak baseline yang sesuai agar ia dapat memberikan ketelitian posisi yang baik pada saat dilakukan kegiatan survei secara real time di mana data koordinat yang diperoleh harus bisa digunakan seketika itu juga. Dengan adanya variasi lokasi stasiun referensi dari area survei, maka akan bisa dianalisis pengaruh jarak baseline terhadap ketelitian pengamatan dengan GPS. Di dalam tugas akhir ini akan dianalisis mengenai ketelitian komponen posisi horizontal, yaitu standar deviasi arah timur-barat dan standar deviasi arah utara-selatan terhadap panjang baseline. Baseline yang diteliti memiliki panjang 100 km, 76 km, 51 km, 34 km, dan 9 km. Skenario pengolahan data yang dilakukan ada dua, yaitu melakukan pengolahan data titik diam secara kinematik dan pengolahan data titik yang bergerak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perubahan tingkat ketelitian yang diberikan oleh masing-masing pengamatan cenderung bervariasi seiring dengan pertambahan jarak baseline karena disimulasikan dalam keadaan real time. Dengan menggunakan pemodelan secara matematis, yaitu pendekatan regresi linier dan eksponensial, perubahan tingkat ketelitian itu bisa digambarkan dan nantinya dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk melakukan survei batimetri secara real time.

2026
👤 Penulis: Bayu Andi Nugroho
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi

Dewasa ini, pasar modal mempunyai peranan yang sangat strategis di dalam menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Keberadaan pasar modal memfasilitasi perusahaan serta investor dalam proses pertukaran modal. Bagi perusahaan, keberadaan pasar modal methegang peranan dalam menyediakan sumber pendanaan alternatif. Di samping itu, keberadaan pasar modal mampu memberikan kemudahan bagi investor dalam memilih berbagai jenis investasi berdasarkan tingkat kegemaran mereka. Salah satu aspek dari kondisi pasar modal yang hendaknya dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi adalah efisiensi pasar. Istilah efisiensi pasar, seperti yang kerap kali ditemukan dalam literatur pasar modal, digunakan untuk menjelaskan hubungan antara suatu informasi dengan harga saham. Salah satu teori tentang efisiensi pasar modal yang telah diuji secara luas oleh para peneliti diusulkan oleh Fama pada tahun 1970. Meskipun terdapat cukup penelitian yang membuktikan keberadaan efisiensi pasar dan mendukung Hipotesis Pasar Efisien dari Fama, sisanya memberikan hasil yang kontradiktif. Situasi ini mendorong peneliti untuk melakukan pengujian efisiensi pasar bentuk lemah di pasar saham Indonesia. Harga penutupan harian dari indeks IHSG dan indeks LQ45 selama periode 2008-2011 diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Dua buah uji konvensional, yaitu: autokorelasi dan uji run digunakan untuk menyelidiki ada tidaknya korelasi antar tingkat perubahan harga saham. Di samping itu, analisis regresi dikembangkan untuk mengkonfirmasi model prediktif pada lag-lag yang mempunyai koefisien korelasi yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan perilaku perubahan tingkat harga yang tidak acak serta koefisien autokorelasi yang signifikan pada kedua indeks. Selain itu, ditemukan pula adanya hubungan-hubungan yang signifikan antara tingkat perubahan harga hari ini dengan tingkat perubahan harga di masa lampau pada persamaan regresi dari kedua indeks. Keseluruhan hasil analisis telah mengkonfirmasi ketidakefisienan pasar bentuk lemah di pasar saham Indonesia selama periode 2008-2011. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia pasar modal, penemuan ini sangat penting untuk membantu memberikan pemahaman tentang bagaimana sebenarnya kondisi pasar modal di Indonesia. Hasil penelitian ini juga akan memberikan pedoman dalam menentukan analisis investasi yang paling relevan untuk diterapkan di pasar saham Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat mengarahkan investor agar senantiasa berperan aktif dalam menciptakan iklim perdagangan yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aturan perdagangan menggunakan teknikal analisis masih dapat diterapkan sebagai strategi perdagangan di pasar saham Indonesia. Akan tetapi, pelaku pasar juga hendaknya memahami bahwa salah satu temuan dalam penelitian ini menunjukkan model dengan nilai R' yang rendah. Untuk itu, penelitian lebih lanjut hendaknya dikembangkan untuk mendapatkan model yang lebih baik. Mengingat penelitian terhadap efisiensi pasar dapat membawa dampak bagi pemahaman terhadap situasi pasar modal serta analisa investasi yang relevan, penelitian lebih lanjut juga diperlukan agar secara kontinyu dapat mengkonfirmasi hasil penelitian ini. Peneliti di waktu yang akan datang dapat melakukan analisa terhadap efisiensi pasar bentuk lemah dengan menggunakan metoda uji lain, seperti melakukan uji terhadap pola-pola musiman yang terjadi pada tingkat perubahan harga saham maupun melakukan uji mengenai hubungan karakteristik perusahaan dengan tingkat perubahan harga saham. Di samping itu, untuk ke depannya, peneliti juga dapat mempertimbangkan pengambilan jangka waktu observasi yang lebih panjang maupun mengambil periode observasi teraktual. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan penelitiannya dengan mengambil sampel berupa saham individual maupun harga penutupun indeks sektoral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kata-kata kunci: Pasar Saham Indonesia, Hipotesis Pasar Efisien, Efisiensi Pasar Bentuk Lemah

2026
👤 Penulis: Tidak diketahui
🏷️ Pasar Saham Indonesia 🏷️ Efisiensi Pasar 🏷️ Analisis Regresi

DAMPAK INKLUSI KEUANGAN TERHADAP PENGELUARAN MAKANAN: ANALISIS KEPEMILIKAN REKENING BANK DAN KEPEMILIKAN DOMPET DIGITAL DI KOTA JAKARTA

Studi ini meneliti hubungan antara inklusi keuangan dan ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan Jakarta, Indonesia, dengan menggunakan pengeluaran pangan bulanan sebagai proksi untuk ketahanan pangan. Dengan menggunakan data lintas sektoral dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2024 yang mencakup 12.600 rumah tangga, studi ini menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) yang kuat untuk menganalisis pengaruh kepemilikan rekening bank dan penggunaan dompet digital terhadap pengeluaran pangan. Model-model tersebut mengontrol pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, ukuran rumah tangga, dan perbedaan regional, serta lebih lanjut memasukkan istilah interaksi untuk menilai peran moderasi pendapatan dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan rekening bank dan penggunaan dompet digital sama-sama berhubungan positif dengan pengeluaran pangan yang lebih tinggi, dengan pendapatan rumah tangga sebagai penentu terkuat ketahanan pangan. Model interaksi mengungkapkan bahwa manfaat inklusi keuangan secara signifikan meningkat bagi rumah tangga berpenghasilan tinggi, sementara pendidikan tidak memainkan peran moderasi yang berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan keuangan digital dapat mendukung ketahanan pangan perkotaan, terutama jika dikombinasikan dengan pendapatan rumah tangga yang memadai. Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan inisiatif inklusi keuangan dengan kebijakan peningkatan pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga dan ketahanan pangan di perkotaan Indonesia.

2026
👤 Penulis: Ignatius Cieno Nurwin
🏷️ Inklusi Keuangan Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Rumah Tangga 🏷️ Analisis Regresi

PERAN INKLUSI KEUANGAN DALAM MEMBENTUK PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA DI JAKARTA, INDONESIA

Inklusi keuangan semakin penting sebagai instrumen kebijakan untuk meningkatkan akses rumah tangga terhadap layanan keuangan formal dan digital. Namun demikian, bukti empiris mengenai pengaruh inklusi keuangan terhadap pengeluaran rumah tangga dalam konteks transformasi digital masih menunjukkan hasil yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah pengeluaran konsumsi rumah tangga bulanan di Jakarta, Indonesia, berkaitan dengan inklusi keuangan yang diukur melalui kepemilikan rekening bank dan dompet digital. Penelitian ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Squares (OLS) dengan standar error robust berdasarkan data mikro cross-sectional dari 12.600 rumah tangga yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2024. Pengeluaran konsumsi rumah tangga diukur menggunakan logaritma natural dari total konsumsi rumah tangga bulanan. Dua spesifikasi model diestimasi, yaitu: (1) model dasar yang hanya mencakup variabel inklusi keuangan, dan (2) model lanjutan yang mempertimbangkan ukuran rumah tangga dan wilayah tempat tinggal. Hasil estimasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga, bahkan setelah mengontrol ukuran rumah tangga dan wilayah tempat tinggal. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan yang relevan dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab di Indonesia, serta menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan tradisional dan digital berasosiasi dengan peningkatan pengeluaran rumah tangga di Jakarta.

2026
👤 Penulis: Nadelene Zeta Illona
🏷️ Inklusi Keuangan 🏷️ Pengeluaran Rumah Tangga 🏷️ Analisis Regresi

DAMPAK INKLUSI KEUANGAN DIGITAL TERHADAP KINERJA UMKM DI MALAYSIA: BUKTI DARI SURVEI PERUSAHAAN BANK DUNIA 2024

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inklusi keuangan digital (digital financial inclusion) dan pertumbuhan penjualan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malaysia. Dalam penelitian ini, inklusi keuangan digital diukur melalui penggunaan pembayaran elektronik (electronic payments), dengan fokus pada pembayaran yang diterima dari pelanggan serta pembayaran yang dilakukan kepada pemasok. Analisis menggunakan data tingkat perusahaan (firm-level data) yang bersumber dari World Bank Enterprise Survey (WBES) 2024 untuk Malaysia dan diestimasi menggunakan metode regresi ordinary least squares (OLS). Penelitian ini menggunakan tiga model analisis, yaitu binary adoption model, continuous-intensity model, dan hybrid model. Selain itu, ukuran perusahaan (firm size) dan usia perusahaan (firm age) dimasukkan sebagai variabel kontrol (control variables). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran elektronik secara sederhana tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan penjualan. Namun demikian, perusahaan yang lebih sering menggunakan pembayaran elektronik dalam melakukan pembayaran kepada pemasok cenderung mengalami pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital lebih berperan melalui cara pembayaran elektronik digunakan, bukan sekadar apakah pembayaran tersebut telah diadopsi.

2026
👤 Penulis: Nahda Ghazi Hanifa
🏷️ Inklusi Keuangan Digital 🏷️ Pertumbuhan Umkm 🏷️ Analisis Regresi

ANALISIS PENGARUH FAKTOR INDIVIDU, BEBAN KERJA, DAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PERUSAHAAN FURNITUR PT X

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh dari faktor individu, faktor lingkungan fisik, dan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja perusahaan furnitur PT X menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 25 pekerja PT X. Variabel independen pada penelitian ini berupa faktor individu (usia, status pernikahan, riwayat pendidikan, masa kerja, durasi kerja, durasi tidur, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakti), faktor lingkungan fisik (intensitas pencahayaan, kebisingan, kelembaban, debu, serta indeks suhu basah dan bola), dan beban kerja. Kelelahan kerja dinilai menggunakan metode subjective self-rating test (SSRT). Persebaran kelelahan kerja yang terjadi pada 25 pekerja PT X menunjukkan 60% mengalami tingkat kelelahan rendah dan 40% mengalami tingkat kelelahan sedang. Mayoritas pekerja mengalami pelemahan saat berkegiatan dan kelelahan fisik. Uji regresi pada penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara kelelahan kerja dengan durasi tidur (P-value=0,016) dan kebisingan (Pvalue=0,031), sedangkan usia (P-value=0,092), status pernikahan (P-value=0,538), masa kerja (P-value=0,884), durasi kerja (P-value=0,841, kebiasaan merokok (Pvalue=0,077), riwayat penyakit (P-value=0,090), intensitas pencahayaan (Pvalue=0,859), kelembaban (P-value=0,526), debu (P-value=0,798), indeks suhu basah dan bola (P-value=0,918), dan beban kerja (P-value=0,534) tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil uji regresi, dilakukan analisis regresi multivariat pada faktor yang memiliki p-value<0,25 (durasi tidur, kebisingan, usia, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit). Analisis regresi multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan merokok menjadi faktor multivariat yang paling dominan dalam memengaruhi kelelahan (P-value=0,014).

2026
👤 Penulis: Samuel H Aldo Sianipar
🏷️ Keuangan Dan Manajemen 🏷️ Kesehatan Kerja 🏷️ Analisis Regresi

PENGARUH VARIABEL INTERNAL ORGANISASI TERHADAP ADAPTASI DIGITAL PADA INDUSTRI PENERBITAN

Penelitian ini memberikan analisis kuantitatif mengenai adaptasi industri penerbitan terhadap transformasi digital, dengan fokus pada pengaruh empat variabel internal organisasi: kompetensi sumber daya manusia (X1), infrastruktur teknologi (X2), strategi dan kebijakan digital penerbit (X3), dan inovasi konten editorial (X4). Penelitian ini membahas bagaimana industri beradaptasi dan mengelola inovasi digital melalui dua tujuan: mendeskripsikan integrasi sumber daya organisasi dan mengukur pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap adaptasi digital (Y). Penelitian ini menggunakan desain korelasional di mana data distandarisasi ke dalam skala Likert 5 poin yang seragam dan diuji menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa strategi organisasi yang dominan adalah berinvestasi pada sumber daya manusia (X1, rata-rata = 4,10). Analisis inferensial mengonfirmasi daya prediksi yang tinggi untuk model tersebut (R2 = 97,2%), dengan H1, H3, dan H4 diterima sebagai pendorong kesuksesan yang signifikan. Sebaliknya, H2 (infrastruktur teknologi) ditolak sebagai faktor individu yang signifikan. Hasil ini membuktikan bahwa industri penerbitan berhasil beradaptasi (rata-rata = 4,07) dengan memprioritaskan modal manusia, strategi digital, dan inovasi produk dibandingkan perangkat keras semata. Oleh karena itu, penerbit harus memprioritaskan pelatihan berkelanjutan dan mengatasi kesenjangan kinerja dalam inovasi editorial melalui karyawan yang terampil dan arahan strategis yang jelas.

2026
👤 Penulis: Amelie Lavergne
🏷️ Adaptasi Digital Industri Penerbitan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Manusia 🏷️ Analisis Regresi

AUTOMATION OF MAXILLA AND MANDIBLE REPOSITIONING WITH ELASTICNET REGRESSION MODEL

Bedah ortognatik adalah prosedur yang dirancang untuk mengoreksi deformitas rahang atas dan bawah guna mencapai oklusi gigi yang ideal. Untuk mendapatkan hasil yang ideal dari bedah ortognatik, terdapat dua jenis alat bantu bedah yang digunakan; templat dan wafer. Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Muhammad Yusril Sulaiman, sebuah metode untuk mendesain alat bantu bedah tersebut dibuat dengan bantuan pencetakan 3D. Seluruh proses pembuatan template dan wafer terdiri dari perencanaan, desain, dan proses manufaktur. Proses perencanaan bedah yang ketat ini dilakukan untuk pasien tertentu dan saat ini masih dilakukan secara manual. Perkembangan pembelajaran mesin memungkinkan berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan masalah hanya dengan membangun model berdasarkan kumpulan data yang dipilih. Dalam studi ini, metode regresi digunakan untuk memodelkan hubungan antara penanda kraniofasial yang telah dianotasi dan pergerakan pasca operasi. Sebuah sistem sistematis dan otomatis untuk perencanaan bedah ortognatik juga diperkenalkan. Ditulis dalam Python, alur kerja sistem ini mengintegrasikan ekstraksi penanda rahang atas dan bawah yang terstandarisasi serta model pembelajaran ElasticNet sekuensial untuk memprediksi posisi penanda pasca-bedah. Untuk memastikan relevansi klinis dari model yang dilatih, sistem ini menggabungkan serangkaian proses validasi data yang dilakukan untuk membandingkan hasil prediksi model dengan data sebenarnya. Dengan mengotomatiskan proses ini, beban kerja manual diharapkan akan berkurang secara signifikan dan reproduktibilitas meningkat.

2026
👤 Penulis: Shan Wirya Mulio
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Regresi

ANALISIS FAKTOR PENENTU PINJAMAN DAERAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN RUANG FISKAL

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pemerintah daerah dalam melakukan pinjaman serta hubungannya dengan ruang fiskal. Studi ini menggunakan data pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia pada periode 2021–2022, yang merepresentasikan kondisi fiskal daerah pada masa lanjutan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan dua model analisis. Regresi logit digunakan untuk menguji keberhasilan pemerintah daerah melakukan pinjaman, sedangkan regresi linear digunakan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi besaran pinjaman daerah. Variabel utama mencakup ruang fiskal yang diukur melalui Debt Service Coverage Ratio, serta faktor politik yang direpresentasikan oleh tingkat dukungan legislatif terhadap kepala daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang fiskal berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemerintah daerah dalam melakukan pinjaman. Pemerintah daerah dengan kondisi fiskal yang lebih kuat dan kemampuan pembayaran utang yang lebih baik memiliki keberhasilan lebih besar untuk mengakses pinjaman daerah. Selain itu, faktor politik turut memengaruhi peluang keberhasilan pemerintah daerah dalam memperoleh pinjaman. Pada analisis jumlah pinjaman dan ruang fiskal berperan penting dalam menentukan besaran pinjaman yang dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa pinjaman daerah tidak hanya dipengaruhi oleh pertimbangan keuangan, tetapi juga oleh dinamika politik lokal. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi penguatan tata kelola pinjaman daerah agar lebih akuntabel, selektif, dan berkelanjutan dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

2026
👤 Penulis: Raissa Aqiella Widita
🏷️ Fiskal 🏷️ Politik Daerah 🏷️ Analisis Regresi

ANALISIS REGRESI UNTUK DISTRIBUSI KEPADATAN PENDUDUK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT QUICKBIRD (Studi Kasus: Kelurahan Tamansari Bandung)

Kependudukan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk perencanaan pembangunan. Kebutuhan informasi tentang kependudukan tidak cukup hanya dalam bentuk data tekstual, tetapi informasi spasial sangat dibutuhkan dalam suatu perencanaan pembangunan. Salah satu indikator utama yang dapat memberikan gambaran tentang kependudukan adalah kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk akan memberikan informasi tentang persebaran penduduk. Di Indonesia, data kepadatan penduduk disajikan oleh BPS (Badan Pusat Statistik). Namun, data yang disajikan hanya bersifat tekstual secara administratif dan penyajiannya belum bisa mewakili kondisi sebenarnya. Oleh karena itu diperlukan suatu bentuk penyajian yang dapat menampilkan data tersebut mewakili kondisi spasial yang sebenarnya. Informasi spasial mengenai kependudukan dapat diperoleh dengan satelit penginderaan jauh. Hal ini memungkinkan untuk memodelkan distribusi kepadatan penduduk. Memang dalam perspektif penginderaan jauh obyek penduduk terlalu kecil untuk diidentifikasi, tetapi penduduk dapat diidentifikasi dari pola permukiman maupun faktor-faktor lain mengenai penduduk yang tampak pada citra. Kepadatan penduduk merupakan jumlah penduduk yang menempati luasan tertentu. Faktor luas merupakan salah satu faktor yang diduga mempengaruhi distribusi kepadatan penduduk. Untuk dapat memodelkan distribusi kepadatan penduduk maka perlu dianalisis terlebih dahulu hubungan antara suatu faktor yang diduga mempengaruhi sebaran jumlah penduduk pada suatu daerah terhadap jumlah penduduk. Hal ini diperlukan agar kita dapat menentukan suatu model matematik dari sebaran jumlah penduduk. Penelitian ini menggunakan data dari satelit Quickbird dan metode analisis regresi untuk menentukan kepadatan penduduk di Kelurahan Tamansari Bandung.

2026
👤 Penulis: TARMAN ZAINUDDIN (NIM 15105052); Pembimbing: Dr. Ir. Ketut Wikantika, M.Eng., dan Ir. Kosasih Prijat
🏷️ Analisis Regresi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

DAMPAK PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP KEGIATAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT WILAYAH PESISIR (WILAYAH STUDI: KABUPATEN INDRAMAYU)

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari + 17.508 pulau serta wilayah pesisir dan laut mencapai 63% dari wilayah Indonesia secara keseluruhan. Terkait dengan fenomena dinamika pantai seperti abrasi dan sedimentasi, wilayah pesisir merupakan wilayah yang terkena langsung dampak dari dinamika pantai tersebut. Dengan adanya fenomena dinamika pantai ini maka akan mempengaruhi luas wilayah pesisir. Rasio lahan terbentuk dari komponen wilayah dan penduduk. Luas wilayah yang cenderung tetap bahkan berkurang dan jumlah penduduk yang semakin bertambah mempengaruhi besar rasio lahan dan berdampak pada pola hidup masyarakat. Besarnya dinamika pantai diturunkan dari citra satelit wilayah pesisir Kabupaten Indramayu tahun 1994 dan 2007. Hubungan antara dinamika pantai dengan aspek sosial masyarakat pesisir Indramayu dapat dilihat dari nilai korelasi dan asosiasi geografikal sedangkan untuk aspek ekonomi dilihat dari nilai regresi dan location quotient. Nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai acuan dalam menganalisis kondisi ekonomi dan sosial akibat abrasi.

2026
👤 Penulis: DORMATUA ROSALINA SIANTURI (NIM 15106042); Pembimbing: Dr. Ir. Dwi Wisayantono, MT, dan Intan Hayati
🏷️ Pemanasan Global 🏷️ Geografi Sosial 🏷️ Analisis Regresi

SISTEM ESTIMASI TINGGI BADAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI DALAM APLIKASI MOBILE

Pada saat ini, mengukur tinggi badan merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam bidang Kesehatan maupun olahraga. Tinggi badan juga dijadikan tanda pertumbuhan bagi anak-anak. Namun, dalam mengukur tinggi tentu memerlukan alat khusus. Selain itu, diperlukan juga waktu untuk mengukur tinggi tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mengestimasi tinggi hanya dengan sebuah gambar yang berisi objek yang ingin diukur dan sebuah smartphone. Pengembangan sistem estimasi tinggi badan manusia dilakukan dengan mengkombinasikan dan mengintegrasikan Mediapipe, model estimasi kedalaman, model regresi, dan aplikasi mobile. Mediapipe digunakan untuk mengetahui koordinat kepala, kaki, dan titik tengah badan objek manusia pada gambar. Model MiDaS digunakan untuk mengetahui estimasi kedalaman objek dalam sebuah gambar. Untuk model regresi terdapat tiga model, yaitu RandomForest, SVR (Support Vector Regression), dan KNN (K-Nearest Neighbors) yang dibandingkan hasil pengujian estimasinya untuk digunakan pada modul regresi (estimasi tinggi badan). Berdasarkan analisis hasil pengujian terhadap data uji, terdapat 3 model regresi yang diuji dimana yang paling baik hasilnya adalah Random Forest dengan error MAE adalah 2.94 cm dan RMSE adalah 5.33 cm. Aplikasi mobile yang telah dikembangkan dan diintegrasikan dengan modul-modul yang dibutuhkan, yaitu modul MiDaS, YOLO, modul regresi, dan Mediapipe berhasil memberikan fleksibilitas pada pengguna dalam estimasi tinggi, namun hasil yang diberikan kurang baik.

2025
👤 Penulis: Sulthan Dzaky Alfaro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi 🏷️ Manajemen Data Kesehatan

PENGARUH KEKASARAN BIDANG DISKONTINUITAS DENGAN RENTANG JOINT ROUGHNESS COEFFICIENT 11-20 TERHADAP KUAT GESER MATERIAL GYPSUM

Teknologi pencetakan 3D telah memberikan dampak yang besar di berbagai sektor. Dengan metode ini, objek dapat dibuat dengan menumpuk lapisan material secara bertahap, menghasilkan benda dengan struktur yang rumit dan detail yang tinggi. Penelitian ini menhubungkan antara kuat geser batuan dengan hasil cetak 3D berupa gypsum yang memiliki kekasaran yang berbeda-beda. Kekasaran ini dibentuk melalui pemodelan statistika dan disesuaikan dengan Joint Roughness Profiles 6,7,8,9 dan 10 yang selanjutnya dicetak secara 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi 3D printing mampu mereproduksi profil kekasaran bidang secara akurat sesuai klasifikasi JRC. Analisis regresi mengindikasikan bahwa sudut gesek dalam merupakan parameter dominan yang mempengaruhi hubungan antara JRC dan kuat geser, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,64 pada kondisi peak dan 0,72 pada kondisi residual. Selain itu, hasil uji memperlihatkan bahwa tegangan geser meningkat seiring bertambahnya JRC, baik pada kondisi peak yang berkisar antara 0,17 hingga 0,40 kN maupun kondisi residual yang berkisar antara 0,10 hingga 0,21 kN.

2025
👤 Penulis: M. Raihan Al Akbar
🏷️ Teknologi Pencetakan 3D 🏷️ Kuat Geser Material Gypsum 🏷️ Analisis Regresi

AKTIVITAS INHIBITOR ENZIM ?-GLUKOSIDASE EMPAT SEDUHAN KOPI ARABIKA INDONESIA DAN KARAKTERISASINYA

Kopi adalah minuman yang digemari secara global, yang diperoleh dari seduhan kopi. Popularitas kopi mendorong studi untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia yang terkandung dan mengeksplorasi potensi bioaktivitasnya, salah satunya asam klorogenat dan kafein sebagai agen antidiabetes melalui inhibisi enzim ?-glukosidase. Namun penelitian aktivitas inhibitor enzim ?- glukosidase pada kopi yang dilihat dari suhu ekstraksi dan ukuran serbuk sebagai variabel utama masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas inhibitor enzim ?- glukosidase berbagai seduhan kopi berdasarkan variabel ukuran serbuk dan suhu, serta korelasi kadar senyawa asam klorogenat dan kafein terhadap aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase. Sampel dengan ukuran halus dan kasar diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut air dengan suhu dingin (4-8°C) dan suhu panas (90°C). Kadar asam klorogenat dan kafein ditentukan menggunakan metode HPLC, uji inhibisi enzim ?-glukosidase ditentukan dengan metode enzimatis menggunakan microplate reader. Korelasi kuantitatif antara kadar asam klorogenat dan kafein terhadap aktivitas inhibitior enzim ?- glukosidase dianalisis menggunakan metode korelasi regresi dan perbandingan metode ekstraksi dengan One-Way Anova. Secara umum ekstraksi panas pada serbuk halus kopi menghasilkan aktivitas inhibisi yang lebih tinggi daripada ekstraksi dingin. Sampel yang memiliki potensi tinggi yaitu Hot Java Fine dengan aktivitas sebesar 93,17 ± 0,48% (B asam klorogenat = 2,64; B kafein = -3,61) dan Hot Gayo Fine dengan aktivitas sebesar 70,89 ± 0,11% (B asam klorogenat = 1,5; B kafein = -0,794). Seduhan kopi pada penelitian ini memiliki aktivitas penghambatan enzim ?-glukosidase bergantung dari variabel suhu ekstraksi dan ukuran serbuk kopi, nilai kadar senyawa asam klorogenat yang berkontribusi positif.

2025
👤 Penulis: Gagan Purwa Gandara
🏷️ Enzim ? 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Regresi
Halaman 1 dari 2
💬