📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 9 dokumen

ANALISIS PERUBAHAN DENSITAS RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI MICROGRAVITY TIME-LAPSE DI LAPANGAN KAMOJANG

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan densitas bawah permukaan akibat dinamika fluida reservoir dengan membandingkan anomali gravitasi periode Juni– November 2006 dan Juni 2006–Juli 2007, serta menafsirkan perubahan massa zona reservoir melalui pemodelan inversi 3D data Time-Lapse Microgravity (TLM) di Lapangan Panas Bumi Kamojang. Data gravitasi observasi yang telah dikoreksi, beserta informasi penurunan tanah (subsidence) dan perubahan muka air tanah, diolah menjadi Anomali Bouguer Lengkap (CBA), kemudian dianalisis menggunakan Radial Average Power Spectrum (RAPS) untuk mengestimasi kedalaman tren regional dan residual sekitar 1.350 m dan 568 m, yang selanjutnya dipisahkan dengan filter Moving Average jendela 35×35. Selisih anomali antarperiode digunakan sebagai TLM dan dimodelkan dengan inversi 3D berbasis blok menggunakan pendekatan Occam-D pada perangkat lunak Grablox–Bloxer, dengan F-option (FOPT) = 1 sebagai konfigurasi optimum. Peta TLM memperlihatkan dominasi anomali negatif pada kedua interval (sekitar 0,05 hingga ?0,16 mGal dan 0,081 hingga ?0,16 mGal), yang merepresentasikan defisit massa akibat produksi, sedangkan anomali positif yang bersifat lokal dan lebih jelas pada interval 12 bulan ditafsirkan sebagai indikasi penambahan massa terkait injeksi atau recharge. Hasil inversi menunjukkan dominasi perubahan densitas negatif dengan rata-rata penurunan densitas sekitar ?0,028 gr/cm³ dan ?0,024 gr/cm³, namun tetap muncul zona densitas positif lokal yang terlokalisasi sepanjang struktur utama berarah NE–SW dan NW–SE, mencerminkan respons reservoir terhadap kombinasi aktivitas produksi dan injeksi di Lapangan Panas Bumi Kamojang.

2026
👤 Penulis: Arya Azhara Zaini
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Reservoir 🏷️ Hidrologi Lingkungan

PROBABILISTIC RESOURCE ASSESSMENT MENGGUNAKAN EXPERIMENTAL DESIGN PADA MODEL DUAL POROSITY: STUDI KASUS LAPANGAN TOMPASO

Lapangan panas bumi Tompaso adalah lapangan yang sudah diproduksikan selama 9 tahun, direncanakan akan dilakukan penambahan kapasitas terpasang sebesar 40 MW. Dalam penetapan target, strategi dan rencana pengembangan lanjutan, dibutuhkan simulasi numerik yang dapat menggambarkan kondisi dinamis pasca produksi pada suatu sistem panas bumi secara menyeluruh. Data-data produksi dan pengujian sumur aktual diperlukan untuk memperbaharui model konseptual dan mengkonfirmasi besar potensi hasil resource assessment yang dilakukan sebelumnya. Resource assessment yang dilakukan juga perlu untuk dapat memberikan pemahaman mendalam terkait parameter-parameter ketidakpastian dari reservoir dan operasional, sehingga risiko pengembangan dapat diminimalisir. Penelitian ini akan mengembangkan model numerik dual-porosity yang tervalidasi menggunakan data geosains dan data sumur aktual guna merepresentasikan kondisi bawah permukaan secara lebih akurat. Model ini digunakan untuk melakukan probabilistic resource assesment dengan mempertimbangkan ketidakpastian parameter-parameter reservoir. Metode yang digunakan mencakup Experimental Design (ED) dengan pendekatan Plackett-Burman Design sebagai penyeleksi parameter-parameter sensitif untuk membentuk model proxy berbasis regresi. Model proxy ini kemudian dikombinasikan dengan simulasi Monte Carlo sehingga dapat menghasilkan estimasi cadangan secara probabilistik serta uncertainty analysis untuk setiap parameter-parameter penting dalam perhitungan. Hasil resource assessment menunjukkan besar cadangan dari lapangan Tompaso sebesar 78 MW (P10), 85 MW (P50), dan 92 MW (P90) dengan parameter paling signifikan adalah wellhead pressure dan porositas matriks. Penggunaan Plackett-Burman Design juga dapat menghasilkan proxy model dengan tingkat kepercayaan mendekati 90%, dengan parameter paling sensitif yaitu well head pressure dan porositas matriks.

2025
👤 Penulis: Alief Zaky Taftazanni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Numerik Dual-Porosity 🏷️ Analisis Reservoir

APLIKASI METODE GAYABERAT MIKRO 4-D UNTUK IDENTIFIKASI PENGARUH INJEKSI AIR PADA AREA X DI LAPANGAN MINAS

Abstrak : Studi gayaberat mikro 4D telah dilakukan di area X lapangan Minas, PT. Chevron Pasific Indonesia dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh injeksi air dalam reservoir di daerah tersebut. Pengambilan data dilakukan dua kali pada maret - april 2006 dan juli - agustus 2006 dengan menggunakan 3 alat gravitymeter yaitu Lacoste dan Romberg G1158 dan G826 yang digunakan untuk menghitung nilai gayaberat tiap stasiun. Sedangkan gravitymeter Lacoste&Romberg G508 digunakan untuk mengamati pasang surut gayaberat. Anomali gayaberat mikro time-lapse diperoleh dengan mengurangkan gayaberat observasi lokal periode maret 2006 terhadap gayaberat observasi lokal periode maret 2006. Selanjutnya, dilakukan proses filtering menggunakan metoda moving-average dengan lebar jendela 1000 x 1000 m2 untuk memisahkan anomali gayaberat mikro time-lapse dengan noise. Peta anomali gayaberat mikro time-lapse yang didapat menunjukkan bahwa anomali gayaberat mikro time-lapse yang bernilai positif menunjukkan adanya penambahan massa dalam reservoir akibat proses injeksi air terutama pada bagian NE daerah penelitian. Sedangkan anomali gayaberat mikro time-lapse yang bernilai negatif menunjukkan adanya pengurangan massa reservoir akibat proses produksi terutama pada bagian tengah daerah penelitian. Hal ini diperkuat dengan model bawah permukaan line A-A, B-B dan C-C yang didapat menggunakan metoda forward modeling.

2025
👤 Penulis: Tidak diketahui
🏷️ Geofisika Mineral 🏷️ Analisis Reservoir 🏷️ Metodologi Geografi Dinamis

UPDATING MODEL KONSEPTUAL PADA LAPANGAN PANAS BUMI ULUMBU MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK

Lapangan Panas Bumi Ulumbu termasuk dalam program pemerintah Flores Geothermal Island, dimana memiliki temperatur 230-250 ? berupa satu sistem reservoir dominasi air dengan steam cap di atas zona reservoir dan memiliki nilai possible reserves sebesar 103 MWe dari studi sebelumnya. Pembaharuan model perlu dilakukan secara komprehensif dan berkala berdasarkan data terbaru. Sehingga dilakukan simulasi reservoir dan karakteristik reservoir dengan membandingkan studi terdahulu untuk mengurangi resiko dalam eksploitasi dan updating model konseptual. Model numerik reservoir dibangun menggunakan simulator TOUGH2 V.2.0 EOS1 dengan 2 tahap validasi, menggunakan data 3 sumur dengan tahun berbeda pada tahap natural state, dan 1 sumur data uji produksi pada tahap history matching. Dilakukan perhitungan RMSE untuk menentukan nilai penyimpangan pada data observasi. Hasil kalibrasi menunjukkan memiliki kesesuaian yang baik antara simulasi model dengan data observasi. Deviasi dari data temperatur sebesar 11,8 - 28,8? dan tekanan 3,5 – 6,1 bar. Hasil tersebut dikomparasi dengan model sebelumnya yang sudah melewati tahap kalibrasi natural state, dimana hasil menunjukkan perbedaan pada distribusi panas, distribusi massa, dan kondisi saturasi fluida. Hal tersebut dapat terjadi karena data terbaru memiliki ketersediaan yang lebih baik sehingga hasil model lebih representatif. Dilakukan pembaharuan model konseptual berdasarkan kajian geosains dan data sumur.

2024
👤 Penulis: Fadhil Karunia Hammad
🏷️ Geotermal 🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Analisis Reservoir

KARAKTERISASI RESERVOIR DENGAN MENGGUNAKAN SEISMIC ENHANCEMENT, DAN INVERSI SIMULTAN PADA FORMASI BINIO DI LAPANGAN “X”, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Formasi Binio merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Tengah yang telah dieksplorasi dan diproduksi di Indonesia. Berdasarkan riset terbaru, Cekungan Sumatra Tengah memiliki cadangan hidrokarbon gas sebesar 126 miliar kaki kubik. Terdapat sembilan formasi yang terdapat dalam Cekungan Sumatra Tengah, fokus utama pada penelitian ini ada Formasi Binio. Formasi Binio terbentuk setelah adanya proses hiatus ditandai dengan adanya regresi yang kemudian terjadi pengendapan pada Miocene Akhir yang terjadi di fluvial sampai neritic dengan litologi yang terendapkan adalah perselingan antara batupasir dan shale. Penelitian di Lapangan ”X” ditujukan untuk memetakan persebaran reservoir batupasir pada Formasi Binio. Berdasarkan informasi data seismik dan data geologi, dilakukan analisis tuning thickness untuk melihat perbandingan ketebalan tuning thickness dengan ketebalan reservoir. Analisa tuning thickness dilakukan dengan membandingkan CDP gather, data yang telah diconditioning, dan data yang telah dienhancement pada zona target reservoir. Conditioning dan enhancement pada data seismik dilakukan untuk meningkatkan resolusi seismik berdasarkan nilai amplitudo seismik, dan didapatkan adanya perubahan ketebalan tuning thickness setelah dilakukan conditioning dan enhancement pada data seismik. Nilai rata-rata dari ketebalan reservoir adalah 11.98 kaki dengan nilai rata-rata ketebalan tuning thickness untuk masing-masing data adalah 62.15 kaki, 58.9 kaki, dan 46.61 kaki. Kemudian pada daerah penelitian dilakukan inversi simultan dengan menggunakan data seismik yang telah dilakukan conditioning dan enhancement untuk melihat persebaran reservoir batupasir berdasarkan parameter AI, densitas, dan lambda-rho. Berdasarkan parameter hasil inversi yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa perlapisan reservoir batupasir dengan menggunakan data seismik enhancement memberikan hasil yang lebih terlihat dibandingkan dengan menggunakan data seismik yang dilakukan conditioning dengan zona target menggunakan data seismik enhancement memiliki resolusi yang mendekati nilai resolusi data seismik.

2024
👤 Penulis: Muhammad Zaky Ramadhani
🏷️ Seismologi 🏷️ Geofisika Kontinuasi 🏷️ Analisis Reservoir

DETERMINATION OF THE RELATIONSHIP BETWEEN POTENTIAL MAP AND HETEROGENEITY INDEX IN THE CONCEPTUAL MODEL

In the oil and gas (O&G) industry, improving production efficiency and optimizing hydrocarbon reserves are major challenges, especially as oil reserves decline and global energy demand rises. Several methods to address this issue include creating a potential map and heterogeneity index for a field. This study explores the relationship between two methods: Potential Map and Heterogeneity Index (HI). A Potential Map helps identify areas in a field with high hydrocarbon potential, using data on the reservoir's fluid and rock properties. The Heterogeneity Index measures how well an individual well performs compared to the average across the field. The goal of this research is to find out which type of Potential Map best correlates with the Heterogeneity Index. The methodology includes a review of existing literature, data collection, and data analysis using reservoir simulation software and Microsoft Excel. Three different scenarios are analyzed: base, transformed porosity-permeability, and homogenous. For each scenario, different types of Potential Maps are created (Movable Oil Index, Capacity Flow Index, Oil Volume Index, and Simulation Opportunity Index) and the Heterogeneity Index is calculated for each well. The relationship between the Potential Map and HI (Heterogeneity Index) is then examined to see which map shows the strongest correlation. The study uses a 3D reservoir model with 25 production wells and one injection well. Results show that the MOI Potential Map in Case 3 has the strongest relationship with the H Quadrant, with an R2 value of 0.6249, while the CFI Potential Map in Case 1 has the weakest, with an R2 value of 0.0485. This research helps improve understanding of how well performance and reservoir potential interact, which can lead to better decisions in field development and production optimization.

2024
👤 Penulis: Johanes Radian Saputra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Reservoir 🏷️ Optimasi Produksi

APLIKASI CHAN DIAGNOSTIC PLOT UNTUK IDENTIFIKASI WATER CONING PADA MULTILAYER RESERVOIR

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan teknik diagnostik Chan Plot untuk mengidentifikasi mekanisme produksi air, khususnya water coning, di lapangan minyak Indonesia. Produksi air yang berlebihan akibat water coning dan channeling merupakan tantangan utama dalam operasi produksi minyak, yang dapat mengurangi produktivitas sumur dan meningkatkan biaya operasi. Dengan menggunakan simulasi perangkat lunak CMG, Chan Plot diterapkan pada model reservoir dengan berbagai konfigurasi lapisan, termasuk reservoir multilayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chan Plot dapat secara efektif mengidentifikasi water coning pada reservoir dengan satu atau dua lapisan, di mana slope negatif pada grafik WOR' mengindikasikan fenomena tersebut. Namun, pada reservoir dengan tiga lapisan, metode ini menunjukkan keterbatasan, karena hasil diagnostik mengindikasikan adanya channeling pada salah satu lapisan, meskipun secara keseluruhan mekanisme water coning masih terdeteksi. Selain itu, peningkatan permeabilitas reservoir ditemukan berdampak pada laju alir dan tekanan gradien di sekitar sumur, yang mempengaruhi nilai slope WOR' dan mempercepat terjadinya water coning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sementara Chan Plot efektif dalam kondisi sederhana, metode ini mungkin memerlukan penyesuaian atau tambahan diagnostik untuk kondisi reservoir yang lebih kompleks.

2024
👤 Penulis: Gilang Herdiansyah
🏷️ Hidrologi Minyak 🏷️ Analisis Reservoir 🏷️ Diagnostik Teknikal

ANALISIS PERUBAHAN KECEPATAN SEISMIK LAPANGAN PANAS BUMI PATUHA FASE SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH OVERHOUL

Kegiatan re-injeksi dan produksi fluida pada lapangan panas bumi dapat menyebabkan adanya gangguan kestabilan stress yang berimplikasi adanya perubahan nilai perubahan kecepatan relatif. Monitoring perubahan kecepatan relatif dapat memberikan informasi mengenai perilaku reservoir. Pada penelitian kali data yang digunakan adalah data rekaman seismik yang terekam pada sebelas stasiun seismometer di Lapangan Panas Bumi Patuha dalam durasi selama 100 hari yang meliputi kegiatan sebelum overhaul, saat overhaul, dan setelah overhaul. Proses monitoring kecepatan relatif seismik dengan memanfaatkan data ambient seismic yang terekam pada beberapa pasangan stasiun untuk mendapatkan cross correlation function (CCF). Hasil CCF harian kemudian dilakukan proses stacking yang berfungsi untuk meningkatkan signal to noise rasio (SNR). Dari hasil stacking CCF dilakukan perhitungan delay time dan juga perubahan kecepatan seismik relatif. Perhitungan ini dilakukan dengan membandingkan antara CCFcurrent dan CCFreference dengan metode Moving Window Cross Spectrum (MWCS). Referensi yang digunakan adalah periode ketika sebelum terjadinya overhaul. Setelah itu didapatkan plot perubahan kecepatan pada pasangan stasiun PPL03-TCH04, PPL01-PPL08, PPL01-TCH14, PPL08-TCH14. Fase sebelum overhaul menunjukkan tren penurunan kecepatan relatif untuk setiap pasangan stasiun. Overhaul dimulai menunjukkan tren peningkatan kecepatan relatif untuk pasangan stasiun PPL01-PPL08, PPL01-TCH14, dan PPL03TCH04 terjadi penurunan kecepatan untuk pasangan stasiun PPL08-TCH14. Setelah Kegiatan overhaul selesai terjadi mekanisme multiple akumulasi stress dan multiple stress release yang berkaitan proses kesetimbangan stress

2024
👤 Penulis: Evan Fadhilah Rusyda
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Reservoir

ANALISIS MONITORING MIMROSEISMIK PADA PERIODE SEBELUM, SAAT, DAN SESUDAH OVERHAUL DI LAPANGAN PANAS BUMI PATUHA

Kegiatan produksi dan injeksi fluida pada lapangan panas bumi dapat mengganggu stabilitas struktur geologi pada bawah permukaan lapangan. Gangguan yang terjadi berupa munculnya mikroseismik. Monitoring microseismic dapat memberikan informasi berharga mengenai perilaku reservoir, seperti propagasi retakan dan pergerakan fluida, dan yang lebih penting dapat berperan sebagai mitigasi bencana di area industri panas bumi. Pada penelitian kali ini data yang digunakan adalah data gempa mikroseismik yang kami akuisisi (11 stasiun perekaman) pada lapangan panas bumi Patuha selama tiga bulan (18 Desember 2023 – 27 Maret 2024) dengan download data secara bertahap, yang meliputi proses sebelum, saat dan sesudah overhaul. Overhaul merupakan proses penghentian produksi dan injeksi fluida pada sumur selama beberapa saat. Data gempa yang telah teridentifikasi sebagai mikroseimik selanjutnya akan melewati tahap picking waktu tiba gelombang P dan S dan didapat 125 mikroseismik teridentifikasi dengan nilai ratio Vp/Vs berkisar 1.70. Selanjutnya dilakukan penentuan lokasi hiposenter dengan metode non-linear, lalu dilanjutkan proses relokasi hiposenter dengan metode double-difference. Dari hasil relokasi didapat nilai residual waktu tempuh yang semakin mendekati nol dibanding sebelum dilakukannya relokasi, setelah relokasi juga diamati terdapat satu cluster utama pada area reservoir Kawah Ciwidey yang pada area tersebut juga terdapat upflow zone. Teramati trend distribusi hiposenter gempa mikroseismik pada seluruh periode waktu (sebelum, saat dan sesudah overhaul) berada pada reservoir Kawah Ciwidey dengan peningkatan seismisitas terbanyak terjadi pada periode saat overhaul dengan kaitan gangguan kestabilan pada bawah permukaan area reservoir saat proses tersebut yang memicu munculnya gempa mikroseismik pada struktur geologi berupa patahan pada area penelitian.

2024
👤 Penulis: Saskia Mirsyanti Ananda
🏷️ Geofisika Industri Panas Bumi 🏷️ Analisis Reservoir 🏷️ Monitoring Mikroseismik
💬