📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6 dokumen

PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER PADA SURVEI PRA-PEMASANGAN PIPA BAWAH LAUT

Pekerjan rekayasa lepas pantai dalam hal ini penginstalasian pipa bawah laut merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi keperluan distribusi minyak dan gas yang telah melewati proses eksplorasi. Kegiatan ini memerlukan informasi yang cukup detil sehingga berimplikasi pada terlibatnya banyak teknologi data. Tahapan awal dalam kegiatan pemasangan pipa bawah laut adalah kegiatan pra-pemasangan pipa dimana pada tahap ini dilakukan survei awal yang bertujuan untuk menghasilkan gambaran topografi bawah laut area yang nantinya akan dipasang pipa. Survei pra-pemasangan pipa bawah laut ini dilakukan di sebelah timur Pulau Kalimantan tepatnya di sekitar delta Mahakam. Kegiatan survei dilakukan dengan menggunakan perangkap lunak QINSy 8.0 baik saat perencanaan awal survei, saat survei berlangsung, hingga saat proses pengolahan data untuk menghasilkan gambaran akhir topografi area survei. Data utama yang digunakan dalam survei ini adalah data kedalaman yang diperoleh dari Multibeam Echosounder (MBES) dimana data yang diolah merupakan data MBES yang telah terakuisisi dengan data dari Singlebeam Echosounder, Motion Reference Unit, Sound Velocity, dan juga pasang surut. Data yang diperoleh setelah survei selesai dilakukan otomatis dikumpulkan dalam suatu folder yang dibentuk oleh perangkat lunak QINSy 8.0 untuk selanjutnya dapat diolah dengan bantuan perangkat lunak lain yaitu QLOUD. Hasil akhir dari proses pengolahan data ini adalah sebuah gambaran jelas dari topografi dasar laut area yang direncanakan akan dipasang pipa bawah laut. Hal yang selanjutnya dilakukan adalah menganalisis permukaan bawah laut tersebut untuk mengetahui natural hazards baik yang terbentuk secara alami maupun buatan seperti bangkai kapal serta pipa dan kabel bawah laut yang sudah terpasang sebelumnya di sekitar area tersebut yang dapat membahayakan proses instalasi pipa bawah laut.

2026
👤 Penulis: RAHADIAN YUWONO SUBROTO (NIM 15108073); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT.
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan 🏷️ Pengolahan Data Geografis

PEMODELAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE FINITE DIFFERENCE PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT XYZ DI KALIMANTAN TENGAH

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrogeologi pada area tambang batubara PT XYZ yang berlokasi di Kalimantan Tengah serta mengevaluasi dampak kegiatan penambangan terhadap sistem aquifer setempat. Metode yang digunakan adalah pemodelan aliran airtanah berbasis finite difference dengan perangkat lunak Visual MODFLOW, yang memungkinkan simulasi spasial dan temporal terhadap distribusi muka airtanah. Parameter utama yang dimasukkan dalam model meliputi sungai, recharge dan evapotranspirasi, selain parameter fisik aquifer seperti porositas, storativitas, dan konduktivitas hidraulik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa aktivitas penambangan berpotensi menurunkan muka airtanah (drawdown) di sekitar area void serta memengaruhi arah aliran airtanah menuju zona bukaan tambang. Kondisi ini dapat berdampak pada ketersediaan airtanah bagi lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko perubahan kualitas air. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan strategi pengelolaan airtanah yang lebih berkelanjutan, baik untuk mendukung operasi tambang maupun menjaga kelestarian lingkungan.

2025
👤 Penulis: Nanang Wahyu Aldiansyah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan 🏷️ Pemodelan Airtanah

PEMETAAN RISIKO DAN PENENTUAN PREMI MURNI ASURANSI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI INDONESIA

Kebakaran lahan gambut merupakan ancaman serius di Indonesia, berdampak besar terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sebagai ekosistem penyerap karbon dan pengatur hidrologi, kerusakan lahan gambut akibat kebakaran mempercepat emisi gas rumah kaca dan memperparah perubahan iklim. Indonesia, sebagai negara dengan ekosistem gambut terluas keempat di dunia, memiliki komitmen iklim global melalui Paris Agreement dan target Net Zero Emission pada 2060. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan risiko kebakaran lahan gambut, memperkirakan kerugian ekonomi, memetakan tingkat risiko secara spasial, dan menentukan besaran premi asuransi. Peluang kebakaran diprediksi menggunakan regresi logistik berdasarkan tinggi muka air, radius terdekat dengan aktivitas manusia, serta keberadaan ladang, hutan, semak belukar, dan perkebunan. Estimasi kerugian dilakukan dengan simulasi Monte Carlo, mencakup dampak terhadap sektor kehutanan, perkebunan, keanekaragaman hayati, dan emisi karbon. Pemetaan risiko dibuat dalam bentuk matriks 5 × 5 yang menggabungkan probabilitas kejadian dan tingkat kerugian. Premi dihitung per provinsi, sebelum dan sesudah restorasi, dengan skema deductible tetap dan proporsional. Distribusi kerugian dianalisis dengan pendekatan distribusi campuran berdasarkan AIC setelah klasterisasi. Model regresi menunjukkan akurasi 67,01%. Tinggi muka air, radius terdekat dengan aktivitas manusia, keberadaan hutan dan perkebunan berkorelasi negatif dengan kebakaran, sedangkan ladang dan semak belukar berkorelasi positif. Total estimasi kerugian ekonomi mencapai Rp159,8 triliun. Pemetaan risiko mengungkapkan 4,82% wilayah tergolong berisiko tinggi dan perlu prioritas penanganan. Premi tertinggi tercatat di Jambi, sedangkan terendah di Kalimantan Tengah. Restorasi terbukti efektif menurunkan risiko dan premi, sementara penggunaan deductible mampu menekan besaran premi sesuai teori asuransi.

2025
👤 Penulis: Angelika Putri Ozora Situngkir
🏷️ Kebakaran Lahan Gambut 🏷️ Asuransi Kebakaran Lahan Gambut 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan

ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN ANAK DI DAERAH PERTANIAN KECAMATAN KERTASARI, KABUPATEN BANDUNG

Anak yang lahir dan besar di daerah pertanian memiliki risiko terpapar pestisida sejak masih dalam kandungan hingga telah lahir dan tumbuh serta berkembang. Paparan pestisida tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit pada anak-anak. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui faktor risiko lingkungan pada kesehatan anak di area pertanian. Penelitian ini dilakukan di area pertanian Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 218 sampel. Dilakukan pengukuran tinggi badan dan kuesioner yang berisi mengenai riwayat kesehatan anak dan riwayat paparan pestisida. Analisis chi-square (bivariat) dan menghitung Odds Rasio (OR) dilakukan pada penelitian ini. Berdasarkan nilai OR yang lebih besar dari 1, pekerjaan ibu sebagai petani, kebiasaan anak ikut ke area pertanian/ladang, kebiasaan anak membantu orang tua bertani, kebiasaan anak bermain di area pertanian/ladang, kebiasaan menyimpan pestisida di rumah, tempat tinggal dekat dengan area pertanian/ladang, dan perjalanan rumah ke sekolah melewati area pertanian/ladang merupakan faktor risiko dari kejadian stunting, infeksi saluran pernafasan, sakit kepala, dan sakit kulit. Namun jika melihat nilai p-value, hubungan antara variabel-variabel tersebut tidak signifikan karena nilai p-value yang kurang dari 0,05, kecuali variabel kebiasaan anak bermain di area pertanian/ladang terhadap riwayat sakit kepala dengan nilai p=0,005

2024
👤 Penulis: Shafa Syarifah
🏷️ Kesehatan Anak 🏷️ Pertanian 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan

REDESAIN KAWASAN WISATA ALAM SITU PATENGAN, KECAMATAN RANCABALI, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

Bencana longsor merupakan jenis bencana alam yang sering ditemukan pada areal dengan dominasi lereng dan berdampak pada kerugian ekonomi serta rusaknya aspek lingkungan dan ekosistem. Wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Situ Patengan merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Bandung yang menyajikan kekayaan alam berupa danau dengan bentang alam pegunungan. Wilayah tersebut dikelilingi oleh akses jalan dengan bagian pinggir berupa lereng dan pondasi batuan. Penelitian ini bertujuan memetakan areal kerawanan longsor melalui klasifikasi parameter penyebab longsor berdasarkan metode Anbalagan pada wilayah TWA Situ Patengan dan sekitarnya. Penelitian ini mengkaji pemetaan potensi longsor melalui pemodelan spasial merujuk metode Anbalagan yang mencakup parameter litologi, kemiringan, tutupan lahan, relief relatif, kebasahan lahan, curah hujan, dan zona seismik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area kerawanan longsor terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu kerawanan rendah seluas 151,35 hektar, kerawanan sedang seluas 37,61 hektar, dan kerawanan tinggi seluas 2,87 hektar. Sebaran areal dengan tingkat kerawanan tinggi ditemukan pada areal pinggir lereng antara TWA Situ Patengan dan Cagar Alam Patengan 1, sedangkan tingkat kerawanan rendah dan sedang banyak ditemukan pada areal pemanfaatan wisata.

2024
👤 Penulis: Aural Jihad
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Wisata 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan

PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH SARIMUKTI PASCA BENCANA KEBAKARAN

Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang signifikan di Indonesia, salah satu penghasil sampah terbesar di ASEAN, yang menghasilkan sekitar 64 juta ton per tahun (UNEP, 2017). Indonesia menargetkan 100% sampah yang dikelola dengan baik di daerah perkotaan, dengan fokus 80% pada pengangkutan dan 20% pada pengurangan, sambil bertransisi ke pengelolaan sampah berbasis pengolahan. Meskipun sudah ada berbagai solusi, kemajuan yang signifikan masih sulit dicapai. Polusi sampah, termasuk sampah yang tidak sedap dipandang mata, bau busuk, dan lindi yang berbahaya, berdampak negatif terhadap lingkungan. Kebakaran di TPA Sarimukti, yang disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan pada musim kemarau, memperburuk kondisi, dan berdampak pada lebih dari 15 hektar di empat zona TPA. Evaluasi kualitas lingkungan dengan menggunakan metode (IRBA) (Integrated Risk Based Approach), sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2013 sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk merehabilitasi atau menutup TPA. Studi ini mengkarakterisasi sampah selama bencana kebakaran, menilai kualitas lindi di instalasi pengolahan TPA Sarimukti, dan melakukan penilaian lingkungan secara cepat dengan menggunakan metode IRBA untuk menentukan kelayakan TPA. Sampah yang dibakar memiliki kadar air rata-rata 10,41%, kadar volatil 49,04%, kadar abu 50,95%, karbon tetap 31,05%, dan nilai kalor 3391,19 kal/g. Kandungan logam yang terdapat pada lindi antara lain Cu sebesar 1,63 mg/kg, Pb sebesar 0,37 mg/kg, dan Zn sebesar 4,85 mg/kg. Kualitas lindi melebihi standar untuk BOD, COD, dan N-Total, sementara pH, TSS, merkuri, kadmium, dan MBAS masih dalam batas yang dapat diterima. Penilaian Indeks Risiko Lingkungan akhir menghasilkan evaluasi bahaya yang sangat tinggi yaitu 620,53. Hal tersebut mengindikasikan penutupan TPA karena dampak lingkungan dan sosial yang signifikan

2024
👤 Penulis: Nisrina Maulidya
🏷️ Kontrol Polusi Sampah 🏷️ Analisis Risiko Lingkungan
💬