📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PENENTUAN SUMBER DIFUSI PADA JARINGAN BERUKURAN BESAR

Penentuan sumber difusi penting dalam memitigasi fenomena nyata, seperti penyebaran COVID-19 atau informasi hoaks, yang berdampak negatif secara signifikan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan mengestimasi lokasi sumber difusi aktual pada jaringan berskala besar menggunakan pendekatan teori graf dan statistika. Jaringan dimodelkan sebagai graf G = (V(G),E(G)), dengan himpunan titik V(G) merepresentasikan entitas, dan himpunan sisi E(G) merepresentasikan jalur penyebaran difusi. Estimasi sumber dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimator (MLE) untuk mengidentifikasi lokasi paling mungkin berdasarkan informasi data pengamatan oleh sejumlah titik yang disebut pengamat. Algoritma dievaluasi melalui simulasi pada graf acak seperti graf Erd?os-Rényi, Barabási-Albert, reguler, dan graf deterministik seperti graf pohon, kisi, kipas, roda. Diterapkan pula variasi parameter jaringan serta strategi penempatan titik pengamat berbasis sentralitas dan himpunan pembeda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa performa estimator sangat bergantung pada karakteristik topologis jaringan. Pendekatan MLE memberikan akurasi lokalisasi optimal pada graf acak, karena heterogenitas strukturnya lebih selaras dengan asumsi rute difusi yang dimodelkan. Sebaliknya, estimasi pada graf deterministik menghasilkan akurasi lebih rendah akibat struktur simetris yang menyebabkan estimator kurang memperoleh informasi spesifik secara akurat mengenai lokasi sumber. Secara keseluruhan, metode MLE relatif efektif diterapkan pada jaringan acak yang merepresentasikan kompleksitas dunia nyata. Namun, untuk jaringan dengan keteraturan struktural tinggi, diperlukan penyesuaian model atau pendekatan alternatif yang lebih relevan agar dapat mencapai hasil akurasi yang optimal.

2026
👤 Penulis: Hasna Rosyida Nur Adila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sistem Informasi 🏷️ Hidrologi Komputer

MENUJU SISTEM INFORMASI TIGA DIMENSI UNTUK MANAJEMEN GEDUNG (STUDI KASUS: GEDUNG LABTEK IX/C)

Setiap gedung atau bangunan mempunyai beberapa bentuk pelayanan mekanik dan elektrik untuk pemeliharaan fasilitas dalam penciptaan lingkungan kerja yang nyaman. Pemeliharaan setiap fasilitas yang terdapat pada setiap gedung sangat rumit dan bervariasi, sehingga diperlukan informasi yang akurat.. Kegiatan tersebut terangkum dalam Manajemen Gedung. Manajemen gedung yang dilakukan dalam penelitian ini mengatur tentang utilitas listrik. Sistem tiga dimensi yang tergabung dengan obyek gedung dapat mengatasi atau menjawab banyak pertanyaan dan dapat mengatasi masalah dengan mudah, melalui tampilan data grafis dan atribut. Pertanyaan atas penggunaan gedung secara umum dan bagian utilitas yang terkait, dapat dijawab melalui pemanfaatan CAD yang telah dapat menghubungkan data grafis ke data atribut walaupun analisis sistem informasi masih dilakukan secara manual.

2026
👤 Penulis: OKTAVIA DEWI ALFIANI (NIM 15104025)
🏷️ Manajemen Gedung 🏷️ Sistem Tiga Dimensi 🏷️ Analisis Sistem Informasi

PERBANDINGAN KELENGKAPAN METODOLOGI AGILE BERDASARKAN STANDAR ESSENCE

Metodologi pengembangan perangkat lunak merupakan serangkaian aktivitas untuk merancang struktur, merencanakan, dan mengontrol proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat berbagai macam metodologi pengembangan perangkat lunak, salah satunya agile methodologies. Agile methodologies dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan pada pengembangan perangkat lunak yang menekankan proses pengerjaan berulang serta kerja sama tim dengan cepat. Ada berbagai metodologi agile, di antaranya Scrum, Extreme Programming (XP), LEAN, Feature Driven Development (FDD), hingga Dynamic System Development Method (DSDM). Dengan beragamnya metodologi agile yang ada, timbul kesulitan untuk memilih metodologi yang akan digunakan. Agar sebuah metodologi dapat mudah dipahami, Object Management Group (OMG) dan Software Engineering Methods and Theory (SEMAT) menyediakan standar untuk memodelkan sebuah metode, yaitu essence framework. Essence framework menyediakan standar untuk memodelkan metode, dengan menggunakan elemen esensial yang perlu ada pada suatu metodologi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perbandingan metodologi agile yang paling lengkap berdasarkan standar essence. Metodologi yang paling lengkap adalah metodologi yang mendefinisikan elemen-elemen esensial menurut essence. Dengan adanya standar tersebut maka dapat dilakukan perbandingan dengan mengacu pada elemen essence kernel. Pada proses ini dilakukan perbandingan tiga metodologi agile yaitu Scrum, XP dan FDD. Hasil perbandingan menunjukan bahwa metodologi Scrum menjadi metodologi yang paling lengkap dengan kelengkapan essence kernel Alpha pada klasifikasi adequately satisfied (AS) sebesar 100%, essence kernel Activity Spaces pada klasifikasi adequately satisfied (AS) sebesar 55% dan not satisfied (NS) sebesar 45%, serta essence kernel competencies pada klasifikasi adequately satisfied (AS) sebesar 100%. Tahapan proses yang digunakan pada penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk membandingkan metodologi agile lainnya.

2024
👤 Penulis: Irvan Naufali Rahmanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sistem Informasi
💬