📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

ANALISIS KINERJA PERON STASIUN DI JAKARTA: STUDI KASUS STASIUN MRT BENDUNGAN HILIR MENGGUNAKAN MODEL MIKROSIMULASI

Kinerja pergerakan penumpang merupakan elemen krusial dalam sistem transportasi untuk mengakomodasi permintaan mobilitas komuter yang tinggi di kawasan metropolitan Jakarta. Moda transportasi berbasis rel menjadi andalan untuk melayani pergerakan masif tersebut dengan stasiun sebagai titik tumpuannya. Sebagai simpul transit komuter, stasiun mengalami keterangkutan penumpang yang tinggi sehingga menyebabkan kepadatan di area peron yang menghambat kelancaran pergerakan penumpang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pergerakan penumpang di area peron stasiun. Penelitian ini akan dilakukan di Stasiun MRT Bendungan Hilir. Kinerja pergerakan penumpang di area peron stasiun dianalisis melalui model mikrosimulasi pada pergerakan penumpang dengan perangkat lunak PTV Vissim dan Viswalk dengan parameter kinerjanya adalah kerapatan, arus, dan antrean. Elemen yang dimodelkan dalam mikrosimulasi adalah kereta, stasiun, dan penumpang. Kalibrasi dilakukan terhadap penumpang yang divalidasikan terhadap karakteristik berjalan penumpang yang disurvei. Model mikrosimulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan dibandingkan dengan skenario peningkatan kinerja berbasis operasional kereta dan alur pergerakan penumpang pada saat kondisi arus maksimum. Kesimpulan yang akan diperoleh pada tugas akhir penelitian ini adalah evaluasi kinerja peron stasiun berdasarkan pemodelan skenario berbasis mikrosimulasi. Pemodelan mikrosimulasi membuktikan bahwa skenario peningkatan kinerja berbasis alur pergerakan penumpang melalui pengubahan fungsi tangga/eskalator dapat memperbaiki redistribusi penumpang sehingga meningkatkan kinerja pergerakan penumpang dengan menurunnya tingkat kerapatan, arus, dan antrean di area peron stasiun. Skenario peningkatan kinerja berbasis operasional kereta mencakup pengurangan headway, penambahan dwell time, dan pengubahan fungsi pintu serta skenario kombinasi akan efektif dilakukan apabila kondisi penumpang di area peron stasiun tidak terlalu padat.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fikra Emirul Akmal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sistem Transportasi

EVALUASI KINERJA DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS: TRANS METRO PASUNDAN KORIDOR 2)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Trans Metro Pasundan (TMP) Koridor 2 di Kota Bandung, serta mengembangkan kebijakan operasional yang dapat meningkatkan performa angkutan umum tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pemodelan transportasi dengan perangkat lunak PTV Visum, menganalisis berbagai skenario operasional termasuk variasi headway, kapasitas bus, dan jumlah penumpang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penurunan headway dan penggunaan bus dengan kapasitas kecil pada headway 10 menit memberikan kinerja optimal dari segi load factor dan jumlah penumpang. Skenario ini memungkinkan operator mencapai keseimbangan antara kenyamanan penumpang dan efisiensi operasional. Berdasarkan analisis, direkomendasikan kebijakan pengurangan headway dan penyesuaian armada untuk meningkatkan kualitas layanan TMP Koridor 2. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada perbaikan sistem transportasi umum di Bandung dan kota-kota metropolitan lainnya.

2024
👤 Penulis: Priscilla Anastasya Adhi Surya
🏷️ Transportasi Umum 🏷️ Analisis Sistem Transportasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Transportasi
💬