📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

DESAIN DAN IMPLEMENTASU SISTEM INSTRUMENTASI DATA MULTIPARAMETER UNTUK KARAKTERISASI MOTOR INDUKSI TIGA FASA BERBASIS ANALISIS DOMAIN WAKTU DAN FREKUENSI

Motor induksi tiga fasa merupakan penggerak utama lini produksi industri, namun kegagalannya masih terjadi pada saat operasi berjalan meskipun perawatan terjadwal telah diterapkan, sementara analisis kondisi multi-domain hanya bermakna apabila data akuisisinya valid sesuai prinsip garbage in, garbage out. Tugas akhir ini menyajikan penyiapan motor under test berupa motor induksi tiga fasa 0,25 HP yang dikendalikan Variable Frequency Drive (VFD) beserta rangkaian proteksi dan beban eddy current brake, serta desain dan implementasi sistem instrumentasi data multi-parameter berbasis empat node ESP32 sebagai bagian dari sistem predictive maintenance dan fault diagnostics yang terintegrasi IoT. Arus tiga fasa diakuisisi untuk memantau kondisi elektrikal dan vibrasi untuk kondisi mekanikal dengan analisis yang diutamakan pada domain frekuensi, sementara kecepatan putar dan suhu casing menjadi parameter pendukung validasi, dan telemetri VFD memastikan keluaran VFD sesuai dengan masukan yang diberikan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh spesifikasi terpenuhi, dengan kesalahan pengukuran arus RMS sebesar 0,43 hingga 1,20% terhadap batas 3% dan galat kecepatan putar sebesar 0,11 hingga 0,34% terhadap batas 1% pada seluruh setpoint 20 hingga 100 Hz, serta telemetri yang terbaca dengan benar hingga setpoint maksimum 100 Hz. Analisis spektrum vibrasi pada kondisi healthy mengidentifikasi empat komponen frekuensi yang seluruhnya dapat dijelaskan secara fisis dari karakteristik operasi normal motor yang digerakkan VFD. Sistem terintegrasi ini menghasilkan data multi-parameter yang valid dan membentuk baseline referensi untuk pengembangan deteksi dan diagnosis kegagalan motor pada tahap selanjutnya.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ahza Bayanaka W.
🏷️ Analisis Spektrum 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Industri 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN AWAL PENYUSUSNAN KAMUS SPEKTRAL (SPEKTRAL LIBRARY) TUTUPAN LAHAN DAN TATA GUNA LAHAN

Kamus spektral merupakan kumpulan karakteristik spektral suatu objek yang sangat membantu dalam proses klasifikasi data citra inderaja. Penyusunan dan pemanfaatan kamus spektral tutupan lahan dan tata guna lahan di wilayah Indonesia masih belum banyak dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai kajian awal untuk mengetahui susunan dan pengelolaan data penyusun kamus spektral tutupan lahan dan tata guna lahan. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan membandingkan 3 kamus spektral dari Arizona State University Spectral Library, United States Geological Survey 2007 Spectral Library dan John Hopkins University Spectral Library, pengukuran dan pengolahan data lapangan serta klasifikasi objek pengamatan dengan menggunakan sistem klasifikasi tutupan lahan dan tata guna lahan oleh Bahari (2005). Hasil yang diperoleh adalah parameter kamus spektral berupa reflektansi, deskripsi objek, data series, standar deviasi, tipe dan lokasi serta metode untuk menyusun kamus spektral.

2026
👤 Penulis: M Narakusumajaya
🏷️ Klasifikasi Data Citra 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Spektrum

PENINJAUAN KEMBALI METODE X-RAY SCALING DALAM ESTIMASI MASSA LUBANG HITAM: STUDI OBJEK PADA SISTEM BINTANG GANDA PEMANCAR SINAR-X GRO J1655-40, XTE J1550-564, DAN 4U 1543-475

Kemajuan dalam teknologi pengamatan telah memungkinkan pengukuran yang lebih presisi terhadap parameter sistem bintang ganda sinar-X dan berpotensi meningkatkan pemahaman tentang fenomena black hole X-ray transients (BHXT). BHXT menunjukkan episode outburst yang ditandai oleh peningkatan intensitas sinar-X secara signifikan, diikuti oleh penurunan eksponensial. Selama outburst, terjadi transisi keadaan spektrum yang mencerminkan perubahan struktur dan dinamika aliran akresi, serta memberikan informasi penting mengenai massa lubang hitam. Metode X-ray scaling, menggunakan model bulk motion Comptonization (BMC), digunakan untuk memperkirakan massa lubang hitam berdasarkan evolusi parameter spektrum selama transisi tersebut. Pada pekerjaan ini, metode X-ray scaling akan ditinjau kembali untuk tiga objek bintang ganda pemancar sinar-X dengan parameter dinamik yang cukup lengkap, yang juga merupakan BHXT, GRO J1655-40, XTE J1550-564, dan 4U 1543-475. Kurva scaling dibangun dari parameter model BMC berupa indeks foton dan normalisasi BMC. Parameter kurva scaling diperoleh menggunakan metode Markov Chain Motnte Carlo (MCMC) yang kemudian digunakan untuk mengestimasi massa lubang hitam. Hasil estimasi massa yang tidak selalu konsisten dengan massa dinamik menegaskan pentingnya pemahaman pengaruh proses fisis akresi dan interaksinya dengan lingkungan sekitarnya terhadap bentuk kurva scaling. Kurva scaling yang dibangun dari model BMC belum berhasil menunjukkan adanya saturasi indeks foton yang diprediksi oleh model BMC sebagai bukti aliran konvergen pada lubang hitam. Selain itu, model BMC juga memiliki keterbatasan dalam representasi proses fisis. Sebagai alternatif, model Comptonization with thermal and bulk (CompTB) diuji namun tidak optimal untuk membedakan proses Comptonization yang dominan pada data yang digunakan. Penambahan data dari thermal dominant state (TDS) terbukti memperbaiki konsistensi kurva scaling, sekaligus memberikan batasan pemilihan data yang representatif. Namun, hasil penambahan data dari thermal dominant state (TDS) tidak menunjukkan adanya saturasi pada indeks foton sehingga menyisakan pertanyaan apakah kurva scaling yang selama ini digunakan memiliki landasan fisis atau merupakan efek dari pemilihan data. Hubungan ???? ? ????in 4 juga berhasil dimanfaatkan untuk menguji keakuratan estimasi massa, khususnya pada 4U 1543- 475, yang distribusinya mengikuti tren teoritis dengan rentang massa 5 ? 10????? sesuai massa dinamiknya. Dari hasil studi ini outburst dengan morfologi Fast Rise and Exponential Decay (FRED) direkomendasikan untuk ditelaah lebih lanjut untuk menghasilkan fungsi scaling yang lebih ideal pada metode X-ray scaling, baik dengan pendekatan model BMC maupun disk blackbody.

2025
👤 Penulis: Vanda Sekar Annisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Comptonization 🏷️ Analisis Spektrum

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SUBSISTEM DETEKSI OPTIK DUAL-WAVELENGTH UNTUK PENGUKURAN KUALITAS MINYAK SA WIT MENTAH BERBASIS DOBI (DETERIORATION OF BLEACHABILITY INDEX) MENGGUNAKAN 269 NM DAN 446 NM

Metode konvensional untuk menilai kualitas Crude Palm Oil (CPO) seperti titrasi seringkali memakan waktu, subjektif, dan memerlukan keahlian khusus, sehingga menghambat efisiensi di industri kelapa sawit. Untuk mengatasi tantangan ini, sebuah subsistem penginderaan optik telah dirancang dan direalisasikan sebagai komponen inti dari alat ukur kualitas CPO otomatis berbasis Deterioration of Bleachability Index (DOBI). Subsistem ini bertujuan untuk menyediakan data absorbansi yang stabil dan andal pada dua panjang gelombang kunci, 269 nm dan 446 nm, sebagai input esensial untuk perhitungan nilai DOBI. Perancangan subsistem berfokus pada keseimbangan antara kinerja dan biaya, menggunakan larik LED UV dan LED tampak high-power yang dipasangkan dengan sensor spektral AS7331 dan AS7341 yang memiliki filter terintegrasi. Implementasi fisik dari subsistem ini melibatkan fabrikasi rangka mekanis cetak 3D untuk memastikan penjajaran optik yang presisi dan mengisolasi sistem dari cahaya ambien. Proses evaluasi yang komprehensif, meliputi karakterisasi sumber cahaya, uji stabilitas baseline, dan pengukuran sampel CPO yang telah ,isak?firevret berhasil memvalidasi kemampuan subsistem. Pengujian menunjukkan Coefficient of Variation (CV) di bawah 2% pada kondisi tunak dan kemampuan untuk membedakan sampel berkualitas 'Baik', 'Cukup', dan 'Buruk' secara jelas berdasarkan tren absorbansinya. Validasi ini membuktikan bahwa subsistem optik yang dikembangkan berhasil menghasilkan input yang andal sebagai fondasi untuk alat ukur DOBI yang akurat dan efisien.

2025
👤 Penulis: Mochamad Arif Firdaus
🏷️ Optik 🏷️ Kualitas Minyak Mentah 🏷️ Analisis Spektrum
💬