📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

INVESTIGASI NUMERIK MINIMUM PANJANG RETAK AWAL PADA TEKANAN HENTI DI PIPA KARBON DIOKSIDA API 5L X52, X60 DAN X65 MENGGUNAKAN EXTENDED FINITE ELEMENT METHOD

Since the Paris Agreement in 2016, Carbon Capture and Storage (CCUS) research has made substantial progress. Repurposing existing pipelines for CO2 transport, rather than building new ones, has the potential to reduce construction costs significantly by up to 50%. However, this practice is not widespread in Indonesia. Failures in CO2 pipelines frequently stem from minor manufacturing or operational flaws in welds or other pipe components, which can lead to rapid and extensive crack propagation.Most pipelines in Indonesia are constructed from X52 steel, which is less commonly repurposed for CO2 transport globally. Pipelines typically used for CO2 transportation often employ higher-grade materials like X70 to X100, known for their superior toughness compared to X52, X60 and X65. This study utilizes Abaqus finite element software with XFEM and performed under static internal pressure loading modeling to simulate crack propagation and determine initial crack length required at arrest pressures in API 5L X52, X60 and X65 pipe materials along with geometric dimension variation. The findings of this study confirms the direct relationship between required initial crack length and arrest pressure for different geometric dimensions and material of pipe in CO2 pipelines. This research aims to contribute to fracture control strategies for CCUS infrastructure, enhancing the reliability of CO? transport and supporting the feasibility of repurposing existing X52 pipelines.

2026
👤 Penulis: Edensio Dodaski
🏷️ Karbon Capture Dan Penyimpanan (Ccus) 🏷️ Analisis Struktur Pipa 🏷️ Tekanan Henti Pipa

PERANCANGAN AWAL SISTEM PERPIPAAN LAUT DALAM DARI WELL MENUJU RISER

Energi merupakan kebutuhan vital yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas manusia, termasuk di Indonesia yang masih sangat bergantung pada energi fosil. Di antara sumber energi fosil, gas alam memiliki peran penting karena emisinya lebih rendah serta prospeknya menjanjikan di tengah transisi energi global (500 ton CO2/GWh). Indonesia sendiri memiliki cadangan gas alam yang besar, baik di darat maupun laut, dengan kontribusi yang signifikan terhadap produksi global (peringkat ke-8 di dunia). Namun, distribusi gas dari sumber offshore, khususnya laut dalam, menghadapi tantangan besar akibat kondisi operasi yang ekstrem. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perancangan sistem perpipaan laut dalam sebagai salah satu infrastruktur utama dalam transportasi gas alam. Penelitian ini berfokus pada perancangan awal sistem perpipaan yang meliputi diameter pipa, material dan ketebalan pipa, analisis penggunaan buckle arrestor, stabilitas, panjang free span maksimum, dan potensi lateral buckling. Hasil penelitian menunjukkan pipa NPS 32 dengan material API 5L grade X65 dengan ketebalan 0,688 inch. Buckle arrestor diperlukan di seluruh kedalaman. Tebal concrete coating yang dibutuhkan adalah 80 mm untuk menjaga stabilitas pipa. Lalu untuk panjang free span yang dipilih adalah 20 m. Potensi lateral buckling dengan parameter tersebut dapat dicegah karena nilainya masih aman dari gaya aksial mode infinite Hobbs.

2025
👤 Penulis: Muhammad Dihya Dailamy
🏷️ Transportasi Energi 🏷️ Perpipaan Laut Dalam 🏷️ Analisis Struktur Pipa
💬