📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 40 dokumen

KAJIAN WALKABILITY KAWASAN SEKITAR STASIUN MRT BLOK M DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)

Kawasan Transit-Oriented Development (TOD) memerlukan tingkat walkability yang baik agar pejalan kaki dapat mengakses simpul transportasi secara aman dan nyaman. Penelitian ini mengkaji walkability kawasan TOD Stasiun MRT Blok M di Jakarta Selatan menggunakan dua instrumen, yaitu Global Walkability Index (GWI) untuk mengukur kualitas fisik jalur pejalan kaki dan space syntax untuk menganalisis struktur jaringan pergerakan melalui Angular Segment Analysis di DepthmapX. Hasil kedua instrumen diintegrasikan melalui spatial join menjadi empat pola perbandingan, yang dipetakan ke dalam matriks struktur persoalan 3×3 berbasis tipologi design problems dan policy problems. Skor GWI berkisar antara 54 hingga 83 dengan rata-rata kawasan 73,75 (highly walkable). Sebanyak 12 dari 16 segmen masuk kategori highly walkable, sementara 4 segmen masuk kategori waiting to walk. Analisis space syntax menghasilkan empat tipologi, yaitu aksesibel (46,81%) untuk segmen yang mudah dijangkau namun bukan jalur utama, marginal (40,75%) untuk segmen berperan rendah dalam jaringan, dan strategis (12,44%) untuk segmen yang mudah dijangkau dan menjadi jalur lintasan utama, dan bottleneck (0%) untuk segmen jalur utama namun sulit dijangkau. Perbandingan GWI dan space syntax mengidentifikasi dua segmen Mismatch Kritis, yaitu segmen 6 (Jl. Wijaya dan permukiman sekitarnya) dan segmen 9 (area Blok M Square). Kedua segmen tersebut memiliki nilai integration radius 800 meter di atas rata-rata kawasan namun kualitas fisik jalur rendah, dengan skor GWI masing-masing adalah 54 dan 55. Kondisi ini paling merugikan karena pejalan kaki tidak memiliki alternatif selain melewati jalur berkualitas buruk tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi GWI dan space syntax menghasilkan diagnosis walkability yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan satu instrumen secara terpisah. Matriks struktur persoalan menunjukkan bahwa sebagian besar persoalan walkability di kawasan studi bersifat lintas kewenangan serta membutuhkan koordinasi antara beberapa instansi dan pengelola kawasan privat, karena peningkatan walkability tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi fisik, tetapi juga memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan.

2026
👤 Penulis: Stefania Rahmatillah Sinaga
🏷️ Walkability 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktural

GEOLOGI DAN PEMODELAN RESERVOIR STATIS 3D PADA FORMASI UPPER GABUS, LEMBU TREND COMPLEX, CEKUNGAN NATUNA BARAT

Kompleks Tren Lembu merupakan akumulasi gas-kondensat dan minyak bumi dengan struktur dan stratigrafi kompleks yang terletak di Cekungan Natuna Barat berumur Tersier, Indonesia. Secara administratif, Lapangan Lembu terletak pada Kepulauan Natuna, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia dengan luas ±220 km². Lapangan ini dicirikan oleh heterogenitas reservoir yang tinggi dan kompartementalisasi struktural pada beberapa blok sesar. Penelitian ini berfokus pada Formasi Gabus Atas dengan tujuan untuk membangun model reservoir statis 3D yang valid dan mengestimasi nilai Gas Initially In Place (GIIP) secara akurat guna memitigasi ketidakpastian bawah permukaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa log tali kawat, seismik (3D), dan deskripsi keratan bor dan batuan inti. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sumur termasuk korelasi stratigrafi sekuen dan analisis petrofisik; analisis data seismik; dan pemodelan reservoir yang meliputi analisis fasies dan lingkungan pengendapan, pembuatan model struktur tiga dimensi, pemodelan petrofisika, penentuan kontak hidrokarbon-air, dan perhitungan cadangan hidrokarbon. Hasil dari penerapan metode tersebut menghasilkan gambaran kondisi geologi dan jumlah cadangan hidrokarbon. Analisis struktural menunjukkan bahwa perangkap berupa antiklin berarah Barat-Timur yang dibatasi oleh sesar normal berarah NNW-SSE. Perhitungan volumetrik menghasilkan nilai probabilistik GIIP P50 sebesar 46 BCF untuk reservoir Lembu Peteng dan 29 BCF untuk reservoir Ibu Lembu. Penelitian ini juga memberikan data perhitungan volumetrik yang direkomendasikan sebagai sumur baru yaitu sebesar 21 BCF untuk reservoir Kakak Lembu, 27 BCF untuk reservoir Adik Lembu, dan 14 BCF Paman Lembu.

2026
👤 Penulis: Galilea Steven Jordan
🏷️ Geologi 🏷️ Pemodelan Reservoir 3D 🏷️ Analisis Struktural

PENGARUH DIFFERENTIAL SETTLEMENT AKIBAT LAND SUBSIDENCE TERHADAP PERILAKU TUNNEL DAN STASIUN PADA PROYEK MRT JAKARTA FASE 2A CP-203

Penurunan tanah (land subsidence) di wilayah Jakarta berpotensi menimbulkan differential settlement yang memengaruhi kinerja struktur bawah tanah, khususnya sistem tunnel dan stasiun MRT Jakarta Fase 2A CP-203. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh differential settlement akibat land subsidence terhadap deformasi dan gaya dalam sistem tunnel–stasiun, membandingkan respon sambungan rigid connection dan semi-rigid connection, serta mengevaluasi kinerja struktur hingga periode analisis 100 tahun. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Rocscience RS2 dan RS3, dengan land subsidence dimodelkan terutama melalui pendekatan pembebanan merata di permukaan sebagai representasi penurunan tanah jangka panjang, sementara pendekatan groundwater extraction dengan penurunan nilai total head digunakan secara terbatas sebagai model verifikasi mekanisme penurunan tanah. Pembebanan merata di permukaan dipilih sebagai pendekatan pemodelan karena memberikan hasil yang lebih konservatif. Evaluasi deformasi didasarkan pada parameter deviasi gradien penurunan vertikal [d(?z)/dx] pada tanah dan struktur tunnel. Hasil analisis dengan pendekatan pembebanan menunjukkan bahwa deviasi gradien penurunan tanah relatif kecil pada permukaan dan pada posisi di atas tunnel (? 0–2,3%), tetapi meningkat signifikan pada posisi di bawah tunnel hingga sekitar 47%, sedangkan respon deformasi struktural tunnel menunjukkan konsentrasi tertinggi pada zona sambungan stasiun–tunnel dengan deviasi gradien mencapai sekitar 90–100%. Perbandingan tipe sambungan menunjukkan bahwa rigid connection menghasilkan deformasi lebih kecil dengan gaya dalam lebih besar, sedangkan semi-rigid connection lebih mampu mengakomodasi deformasi vertikal dengan gaya dalam lebih rendah, dan hasil evaluasi kapasitas struktur menunjukkan bahwa seluruh segmentasi tunnel dan d-wall masih berada dalam batas aman hingga periode analisis 100 tahun.

2026
👤 Penulis: Muhammad Reza Kamil
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Hidrologi

DELINEASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI LAPANGAN PANAS BUMI

Untuk mendukung pengembangan model konseptual Lapangan Panas Bumi Agni, struktur bawah permukaan memegang peranan penting dalam memahami mekanisme dari sistem panas bumi. Pada awal 2024 (Februari – Maret), jaringan seismik temporer yang terdiri dari 18 stasiun seismik short-period ditempatkan di sekitar Lapangan Panas Bumi Agni selama ~36 hari, dengan jarak antar pasangan stasiun mencapai ~5 km. Studi ini bertujuan untuk mendeliniasi struktur bawah permukaan dari Lapangan Panas Bumi Agni berdasarkan model kecepatan gelombang geser (????????). Pada studi ini, Empirical Green’s Function (EGF) diperoleh melalui proses koherensi silang rekaman seismik komponen vertikal dari setiap pasangan stasiun. Kurva dispersi dari gelombang Rayleigh kemudian diekstraksi dari setiap EGF menggunakan Continuous Wavelet Transform (CWT). Model ???????? di Lapangan Panas Bumi Agni diperoleh melalui inversi kurva dispersi pada rentang periode 0.1 – 2.0 s. Secara umum, model ???????? menunjukkan anomali kecepatan rendah pada kedalaman dangkal, yang mengindikasikan batuan penudung dari sistem panas bumi. Sedangkan, pada kedalaman lebih dalam, kecepatan cenderung mengalami peningkatan. Namun, di bagian tenggara, anomali kecepatan rendah tetap teramati hingga kedalaman yang lebih dalam, yang mengindikasikan keberadaan reservoar yang permeabel. Berdasarkan kontras anomali kecepatan, reservoar ini tampak dibatasi oleh struktur patahan dominan. Selain itu, anomali kecepatan tinggi di timur laut Kawah C mengindikasikan keberadaan intrusi magmatik. Dengan demikian, model ???????? yang dihasilkan dari studi ambient noise tomography mampu menggambarkan elemen utama dari sistem panas bumi, termasuk batuan penudung, intrusi, struktur patahan, dan reservoar.

2026
👤 Penulis: Mudo Prakoso
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Panas Bumi 🏷️ Analisis Struktural

STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA SEISMIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM YANG UMUM DIGUNAKAN DI INDONESIA

Studi ini menginvestigasi kinerja seismik sambungan balok-kolom nonprakualifikasi yang umum digunakan di Indonesia (bolted end-plate with lower haunch/BECLH) dibandingkan dengan sambungan prakualifikasi (Bolted Unstiffened Extended End-Plate/BUEEP) melalui uji eksperimental siklik skala penuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua tipe sambungan berhasil memenuhi kriteria penerimaan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan mencapai rotasi inelastis minimal 0,04 radian; namun, sambungan BUEEP menunjukkan perilaku histeresis yang jauh lebih simetris, stabil, dan memiliki daktilitas tinggi melalui plastifikasi balok, sedangkan sambungan BECLH memperlihatkan respons asimetris dengan degradasi kekuatan pada arah tarik serta disipasi energi yang didominasi oleh mekanisme slip. Disimpulkan bahwa meskipun sambungan BECLH dapat diterima menurut standar, sambungan BUEEP menawarkan keunggulan signifikan dalam hal stabilitas struktur dan mekanisme kegagalan yang lebih aman dibandingkan praktik konstruksi konvensional di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Naufal Yusviansyah Mahib
🏷️ Kekuatan Seismik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktural

DESAIN DAN ANALISIS LIFTING STRUKTUR FIXED JACKET PLATFORM TIPE 8 KAKI

Anjungan lepas pantai (offshore platform) adalah infrastruktur penting untuk eksplorasi minyak dan gas di perairan Indonesia. Struktur ini dirancang untuk menahan beban operasional dan lingkungan yang ekstrem, seperti gelombang, angin, dan gempa bumi. Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis struktur fixed jacket platform tipe delapan kaki, mencakup evaluasi selama masa pakai (in-service) dan tahap instalasi (pre-service). Penelitian ini menggunakan pemodelan dan analisis dengan perangkat lunak SACS, mengacu pada standar API RP 2A-WSD dan AISC. Analisis in-place menunjukkan bahwa struktur memenuhi kriteria desain untuk kondisi operasional dan badai, dengan nilai unity check (UC) maksimum pada anggota struktural (member) sebesar 0.89 dan pada sambungan (joint) sebesar 0.957. Demikian pula, analisis seismic (gempa) mengonfirmasi bahwa struktur aman, dengan nilai UC member dan joint tertinggi yang masih berada di bawah batas aman.Untuk analisis fatigue (kelelahan), yang menilai umur pakai struktur terhadap beban berulang, ditemukan bahwa ada sambungan perlu perbaikan. Setelah menerapkan metode Hammer Peening, umur pakai sambungan tersebut berhasil ditingkatkan hingga melebihi target masa pakai 20 tahun. Terakhir, analisis lifting (pengangkatan) memastikan keamanan struktur dek selama instalasi dengan semua nilai UC member berada di bawah 1.0, serta komponen pendukung seperti sling, shackle, dan padeye yang terbukti mampu menahan beban angkat dengan aman. Kesimpulannya, perancangan anjungan lepas pantai ini memenuhi semua kriteria desain dan analisis yang ditetapkan oleh standar terkait, memastikan keandalan dan keamanannya sepanjang siklus hidup struktur.

2025
👤 Penulis: Naviz Muhammad Allvin
🏷️ Struktur Fixed Jacket Platform 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Desain Teknikis Offshore

PERANCANGAN PERKUATAN DERMAGA PROYEK PELABUHAN BENOA MENGGUNAKAN KOMBINASI METODE TURAP TERJANGKAR DAN STONE COLUMN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN EFEK LIKUIFAKSI

Kondisi tanah pasir lepas yang menyusun stratigrafi Pelabuhan Benoa rentan terhadap likuifaksi pada BH-03, BH-04, BH-05, dan BH-06. Studi desain ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem penahan tanah menggunakan kombinasi perkuatan stone column dan anchored sheet pile melalui pendekatan numerik berbasis metode elemen hingga (FEM) menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Analisis dilakukan pada berbagai kondisi muka air laut (Low Water Level dan High Water Level) dengan skenario konstruksi bertahap. Dalam perencanaan ini, material yang digunakan meliputi turap beton prategang W600 A1000 Kelas A, baja tarik mutu tinggi tipe Dywidag untuk tie rod dengan diameter D43 mm, serta tiang spun pile prategang dengan diameter 800 mm dan panjang 16 meter Kelas C sebagai anchor pile. Evaluasi mencakup deformasi lateral, faktor keamanan (SF), gaya tarik tie rod, momen lentur sheet pile dan anchor pile, serta parameter likuifaksi ditinjau dengan Pore Water Pressure metode LPI dan Liquefaction Severity Number (LSN). Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur memenuhi kriteria desain yang ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafif Rabbani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Likuifaksi Tanah

PERANCANGAN TANGKI TIMBUN RESIDU 21.500 KL BERDASARKAN STANDAR API 650 (STUDI KASUS: KILANG PERTAMINA DUMAI)

Kilang minyak dan gas memerlukan sistem penyimpanan yang andal untuk menjaga kelancaran aliran proses. Tugas sarjana ini membahas perancangan tangki timbun dengan mengacu pada standar API 650. Studi kasus diambil dari PT Kilang Pertamina Dumai yang memerlukan tangki timbun baru berukuran 21.500 KL untuk menyimpan residu, yaitu fluida berat (massa jenis 941,5 kg/m³), tidak mudah menguap, dan disimpan pada temperatur tinggi (149°C). Perancangan dimulai dengan penentuan tipe tangki, dilanjutkan dengan perhitungan dimensi tiap komponen mengacu pada API 650. Ketebalan dinding ditentukan menggunakan metode One-Foot Method, sementara struktur atap dirancang berdasarkan standar AISC 360. Analisis tambahan dilakukan untuk menentukan kebutuhan baut anchorage dan indeterminate wind girder. Proses perancangan dan pemodelan dibantu software Ametank. Kemudian dilanjuti dengan simulasi metode elemen hingga (MEH) menggunakan Ansys untuk mengecek kekuatan dan kesesuaian terhadap standar pada kondisi beban yang berlaku. Didapatkan tipe tangki berupa tangki silinder beratap fixed cone dengan struktur 2 segmen rafter, serta tidak memerlukan baut anchorage dan inderteminate wind girder. Ketebalan dinding course terbawah adalah 25 mm dan teratas 8 mm. Hasil simulasi MEH menunjukkan semua komponen telah memenuhi tegangan yang diizinkan pada semua kondisi beban. Nilai code stress ratio (CSR) tertinggi tercatat sebesar 0,98 pada dinding course terbawah dengan tegangan hoop membran 118,64 MPa, sedangkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 325,64 MPa terjadi di annular bottom dengan CSR sebesar 0,90.

2025
👤 Penulis: Muhammad Raihan Putra Rieza
🏷️ Perencanaan Tangki 🏷️ Standar Api 650 🏷️ Analisis Struktural

PENERAPAN ENSEMBLE LEARNING METHOD UNTUK MEMPREDIKSI KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG LANGSING DENGAN SENGKANG

Penelitian ini membahas kuat geser pada balok beton bertulang langsing (slender beams) dengan sengkang yang cenderung bersifat getas (brittle) ketika mengalami kegagalan. Meskipun rumus empiris dalam beberapa kode standar, seperti ACI 318- 25 umum digunakan, terdapat limitasi dalam penggunaannya karena hubungan nonlinear yang tinggi antar parameter geser. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pendekatan tersebut belum mampu memprediksi kuat geser secara akurat untuk kondisi tertentu. Dalam menyelidiki hal tersebut, digunakan database yang terdiri dari 157 data hasil uji eksperimental bersumber dari Reineck (2014). Metode ensemble learning memiliki performa yang lebih baik dari algoritma dasar (Feng, 2022). Untuk itu, digunakan metode Random Forest (RF), AdaBoost, Gradient Boosting Regression Trees (GBRT), dan XGBoost. Hasilnya menunjukkan bahwa GBRT memberikan performa terbaik dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,96 pada data testing, mengindikasikan akurasi prediksi yang tinggi dibandingkan algoritma lainnya maupun kode standar. Analisis feature importance dilakukan untuk mengidentifikasi parameter-parameter yang paling berpengaruh terhadap kuat geser. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model prediktif yang lebih andal serta memberikan kontribusi bagi penelitian lanjutan di bidang rekayasa struktur, khususnya terkait kegagalan geser pada balok langsing.

2025
👤 Penulis: Michael Brilliant Bunardi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Hidrologi Struktur

PERANCANGAN OVERLAY BETON DI ATAS PERKERASAN LENTUR PADA JALAN NASIONAL PANTURA RUAS KARAWANG - PAMANUKAN (STA 0+000 - STA 5+500)

Jalan Nasional Pantura Ruas Karawang – Pamanukan (STA 0+000 – STA 5+500) adalah infrastruktur vital yang sering mengalami kerusakan berulang. Kerusakan ini disebabkan oleh volume kendaraan berat yang tinggi dan curah hujan yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peningkatan struktural dengan menggunakan overlay beton di atas perkerasan lentur eksisting. Tugas akhir desain ini bertujuan merancang overlay beton untuk ruas jalan tersebut menggunakan pendekatan mekanistik-empiris sesuai Manual Desain Perkerasan Jalan (MPDJ) 2024. Metodologi perancangan meliputi evaluasi perkerasan eksisting menggunakan pengujian lendutan Falling Weigth Deflectometer (FWD) yang akan diolah melalui backcalculation untuk memperoleh parameter CBR tanah dasar eksisting, serta penilaian kerusakan visual dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan International Roughness Index (IRI). Selanjutnya, dilakukan penentuan ketebalan overlay, desain tulangan dan sambungan, serta analisis respons struktural dengan parameter kerusakan fatigue dan erosi. Estimasi biaya konstruksi dihitung berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Hasil perancangan menunjukkan tebal overlay beton adalah 270 mm. Desain tulangan yang digunakan adalah tulangan memanjang BJTS 280 D13–225, tulangan melintang BJTS 280 D16–500, tie bars BJTS 280 D16–500 (panjang 700 mm), dan dowel BJTP 280 D38–300 (panjang 450 mm). Analisis struktural menunjukkan bahwa desain ini memenuhi kriteria kerusakan dengan nilai fatigue 2,04% dan erosi 45,11%. Estimasi total biaya konstruksi untuk ruas jalan ini adalah Rp81.409.380.435,82.

2025
👤 Penulis: Shafa Nabiila Putri Melson
🏷️ Konstruksi Jalan 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Desain Perkerasan

EVALUASI KINERJA SEISMIK DAN PERANCANGAN RETROFIT MELALUI PENERAPAN BANTALAN ISOLASI SEISMIK BERDASARKAN REVISI PETA BAHAYA SEISMIK ANTARA TAHUN 2004 DAN TAHUN 2022

Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismotektonik yang tinggi karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Terutama Kota Padang yang berada dekat zona subduksi dan sesar aktif. Penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik jembatan non-isolated di Kota Padang berdasarkan revisi peta bahaya gempa tahun 2004 dan 2022, serta merancang strategi retrofitting menggunakan bantalan isolasi seismik Lead Rubber Bearing (LRB). Analisis dilakukan dengan metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) menggunakan perangkat lunak MIDAS Civil 2025. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peningkatan demand gempa pada peta 2022 menyebabkan nilai Demand/Capacity Ratio (D/C) Pilar meningkat signifikan, melebihi batas aman. Penerapan LRB berhasil menurunkan nilai D/C, serta mengurangi deformasi lateral dan drift secara signifikan. Pada Pilar 1,5 m × 1,5 m, level kinerja meningkat dari Near Collapse menjadi Fully Operational, sedangkan pada Pilar 3 m × 3 m level kinerja meningkat dari Near Collapse menjadi Immediate Occupancy. Dengan demikian, penggunaan LRB terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja seismik dan keselamatan struktur jembatan terhadap gempa rencana sesuai standar terbaru.

2025
👤 Penulis: Sugih Sujana
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktural

IDENTIFIKASI POLA DAN STRUKTUR KAWASAN PERKOTAAN CEKUNGAN BANDUNG DENGAN KONSEP FUNCTIONAL URBAN AREA

Wilayah perkotaan metropolitan selalu berkembang akibat faktor urbanisasi, sehingga pola dan struktur perkotaan wilayah ini selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal tersebut tentu terjadi pada Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung yang mencakup 5 kabupaten dan kota saat ini yang pembangunan di dalamnya memiliki indikasi urban sprawling. Selain itu, pada perencanaan wilayah metropolitan, definisi yang digunakan oleh setiap negara berbeda-beda dan cenderung bersifat politis-administratif, padahal wilayah metropolitan sendiri lebih sesuai untuk menjadi terminologi definitif. Metode penentuan batasan metropolitan yang digunakan pada penelitian ini adalah Functional Urban Area karena konsep ini mempertimbangkan kegiatan commuting masyarakat setempat yang identik dengan karakter metropolitan. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola dan struktur Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung dengan konsep Functional Urban Area yang mencakup penentuan delineasi, penentuan sistem perkotaan, penentuan tingkat konektivitas struktur perkotaan, dan penentuan tingkat urban sprawling kawasan. Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung yang dikaji menggunakan konsep Functional Urban Area pada penelitian ini menunjukkan karakter yang meluas sehingga mencakup 4 kabupaten lain di sekitarnya. Sistem perkotaan wilayah ini yang dikaji dengan metode skoring juga menunjukkan satu struktur dominan di Kota Bandung dan Cimahi yang mengindikasikan monosentrisitas kawasan. Tingkat urban sprawling kawasan ini secara keseluruhan yang diukur dengan metode skoring berada pada tingkat sedang dengan kecenderungan meningkat pada pinggiran kota. Hal ini cukup kontradiktif dengan penelitian lain yang menjelaskan bahwa polisentrisitas merupakan indikasi urban sprawling yang ternyata tidak terjadi pada penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini merangkum penentuan delineasi, sistem perkotaan, tingkat konektivitas struktur, dan tingkat urban sprawling Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.

2025
👤 Penulis: Bakas Ramadhani
🏷️ Geografi Urban 🏷️ Metodologi Penelitian 🏷️ Analisis Struktural

KAJIAN SISTEM NEAR-SURFACE MOUNTED FIBER REINFORCED POLYMER SEBAGAI PERKUATAN LENTUR BALOK DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DAN ANALITIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem perkuatan lentur pada balok beton bertulang menggunakan metode Near-Surface Mounted Fiber Reinforced Polymer (NSM FRP) melalui pendekatan analitik dan numerik. Sebanyak 18 spesimen balok dirancang dengan variasi meliputi balok kontrol, mutu beton, ukuran tulangan tarik, dimensi penampang CFRP, kedalaman alur (groove), serta konfigurasi NSM FRP. Analisis penampang dilakukan untuk memperkirakan kapasitas lentur teoritis dari masing-masing spesimen. Sementara itu, pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak LS-DYNA dengan fokus pada pengaruh variasi konfigurasi NSM FRP terhadap respons struktural balok, terutama dalam hal kekuatan, daktilitas, dan mode kegagalan. Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat dalam merancang sistem perkuatan beton bertulang yang lebih efisien dan andal menggunakan teknologi NSM FRP.

2025
👤 Penulis: Bryan Albert Wijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

INVESTIGASI STRUKTURAL SEL KANTONG LITIUM YANG DIPERKUAT CORNER-RIB PADA PENGUJIAN LENTUR TIGA TITIK

Meningkatnya adopsi kendaraan listrik (EV) telah menempatkan perhatian besar pada keselamatan struktural dan ketahanan mekanis baterai lithiumion, khususnya dengan konfigurasi sel kantong. Penutup sel kantong yang tipis memberikan kerentanan terhadap deformasi mekanis dan kegagalan separator saat terjadi benturan. Kegagalan ini dapat menyebabkan hubungan pendek internal dan memicu thermal runaway, menimbulkan risiko keselamatan. Untuk mengatasi hal tersebut, strategi pelindung pada tingkat sel perlu dikembangkan guna meningkatkan integritas struktural dan kemampuan penyerapan energi dalam skenario kecelakaan. Studi ini menyelidiki performa struktural sel kantong yang diperkuat dengan struktur pelindung corner-rib (CR) menggunakan analisis metode elemen hingga. Baterai dimodelkan secara eksplisit berdasarkan lapisan-lapisannya, yaitu anoda, katoda, separator, dan casing aluminium, untuk memprediksi distribusi tegangan dan kegagalan secara akurat. Pelindung CR dengan variasi ketebalan dinding (1,00 mm, 1,25 mm, dan 1,50 mm) diterapkan dan dibandingkan dengan konfigurasi baterai tanpa pelindung. Simulasi lentur tiga titik dilakukan menggunakan ABAQUS dengan kondisi pembebanan kuasi-statis. Validasi model dilakukan dengan data referensi dari Budiman et al., menunjukkan deviasi sebesar 6,3%, yang mengonfirmasi keandalan simulasi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan struktur CR secara signifikan meningkatkan penyerapan energi dan menunda kegagalan separator. Konfigurasi dengan ketebalan terbesar (CR3) mencapai penyerapan energi tertinggi (26,49 J), dengan 91,3% energi diserap oleh casing, menunjukkan redistribusi beban yang efektif dari komponen kritis. Namun, peningkatan ketebalan dinding juga menyebabkan kontak lebih awal antara dinding dalam dan luar, yang mempercepat transfer beban ke separator. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun penguatan struktural meningkatkan kekakuan dan disipasi energi, diperlukan keseimbangan optimal agar tidak terjadi kegagalan prematur pada lapisan internal. Studi ini menyimpulkan bahwa desain CR merupakan strategi pelindung pada tingkat sel yang menjanjikan untuk sel kantong karena menawarkan peningkatan ketahanan benturan dengan mengurangi kompleksitas material.

2025
👤 Penulis: M. Soulthan A. Putra Radityo
🏷️ Kantong Lithium-Ion 🏷️ Pelindung Sel Kuantum (Cr) 🏷️ Analisis Struktural

SINTESIS FASA DIAM KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI POLI((3-(TRIMETOKSISILIL)PROPIL METAKRILAT)-KO-DIVINILBENZENA) TERMODIFIKASI N-(2-AMINOETIL)-3-PROPILAMIN

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan salah satu teknik pemisahan senyawa yang banyak digunakan karena mampu memisahkan komponen dalam campuran berdasarkan kekuatan interaksinya dengan fasa diam yang unggul dalam analisis struktural dan fungsional. Poli((3-(trimetoksisilil)propil metakrilat)-ko divinilbenzena) termodifikasi N-(2-aminoetil)-3-propilamin telah berhasil disintesis dan diuji kinerjanya pada Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Poli(TMSPMA-ko DVB) disintesis melalui reaksi polimerisasi adisi antara 3-(trimetoksisilil)propil metakrilat (TMSPMA) dan divinilbenzena (DVB) yang kemudian dimodifikasi menggunakan N-(2-aminoetil)-3-aminopropiltrietoksisilan. Keberhasilan sintesis dideteksi menggunakan instrumen FTIR dengan puncak vibrasi pada 2900 – 3000 cm-1 untuk C?H alifatik, Si?O?Si pada 1000 – 1100 cm-1, dan N?H pada 3400 – 3500 cm-1 dan 1550 – 1650 cm-1. Karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM) pada perbesaran 8000 kali menunjukkan poli(TMSPMA-ko-DVB) termodifikasi N-(2 aminoetil)-3-propilamin memiliki bentuk spheric dengan diameter 1,57 – 2,77 ?m. Poli(TMSPMA-ko-DVB) termodifikasi N-(2-aminoetil)-3-propilamin digunakan sebagai fasa diam pada kolom KCKT dengan ukuran 10 × 4,6 mm. Uji kinerja fasa diam dilakukan untuk analisis campuran ketiga senyawa parasetamol, p-hidroksiasetofenon, dan p-hidroksiasetofenon oksim pada berbagai komposisi eluen dengan detektor Diode Array Detector (DAD). Berdasarkan uji kinerja yang dilakukan, poli(TMSPMA-ko DVB) termodifikasi N-(2-aminoetil)-3-propilamin dapat memisahkan campuran ketiga senyawa tersebut pada eluen asetonitril 20 : air 80 (%v/v) menggunakan laju alir 0,5 mL/menit dengan kolom berukuran 100 mm x 4,6 mm. Jumlah pelat teoritis rata-rata dari hasil pengujian diperoleh sebesar 71,5. Untuk nilai resolusi antara puncak parasetamol dan p-hidroksiasetofenon oksim diperoleh sebesar 2,44, sedangkan nilai resolusi antara puncak p-hidroksiasetofenon oksim dan p-hidroksiasetofenon sebesar 1,23.

2025
👤 Penulis: Candra Dewi Rahmah
🏷️ Kromatografi Cair Kinerja Tinggi 🏷️ Polimer 🏷️ Analisis Struktural
Halaman 1 dari 3
💬