📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 113 dokumen

MENINGKATKAN STRATEGI PEMASARAN B2B DALAM LAYANAN KONSULTASI TEKNIK: STUDI KASUS PT EMKA REKAYASA ENERGI

Dalam studi ini meneliti PT EMKA Rekayasa Energi yang merupakan perusahaan konsultasi teknis bergerak dalam layanan jasa berbasis B2B. Selama ini, perusahaan masih cukup bergantung pada relasi dalam memperoleh proyek, khususnya dari sektor energi dan ketenagalistrikan. Di tengah persaingan industri konsultasi teknik yang terus berkembangnya pendekatan pemasaran lebih digital serta terstruktur, kondsi tersebut menjadi suatu tantangan bagi PT EMKA Rekayasa Energi dalam meningkatkan visibilitas pasar dan memperluas peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi pemasaran B2B yang lebih terstruktur bagi PT EMKA Rekayasa Energi untuk meningkatkan serta memperkuat daya saing perusahaan di industri ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pihak internal perusahaan dan beberapa klien perusahaan, juga didukung dengan adanya data internal perusahaan. Analisis penelitian ini dilakukan dengan beberapa teori, dari analisis eksternal menggunakan Porter's Five Forces, PESTLE, competitor analysis, dan customer analysis. Analisis internal menggunakan analisis RBV VRIO, analisis STP, dan Marketing Mix 9P. Kemudian dari seluruh temuan analisis eksternal dan internal, digunakan analisis SWOT serta matriks TOWS untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan PT EMKA Rekayasa Energi memiliki kekuatan utama dari segi teknis hingga reputasi perusahaan. Tetapi masih memiliki keterbatasan dari segi aktivitas pemasaran. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa visibilitas pemasaran hingga aktivitas pengembangan bisnis menjadi faktor yang penting dalam persaingan industri jasa konsultasi teknik saat ini. Berdasarkan hasil dari analisis, penelitian ini memberi rekomendasi agar PT EMKA Rekayasa Energi dapat mulai memperkuat pengembangan aktivitas pemasaran secara lebih terstruktur untuk meningkatkan visibilitas pemasaran. Dengan strategi pemasaran yang lebih terstruktur, PT EMKA Rekayasa Energi diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta mengembangkan peluang bisnis di industri jasa konsultasi teknik.

2026
👤 Penulis: Raditya Ova Triandi
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Bisnis B2B 🏷️ Analisis Swot

STRATEGI PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERIKANAN TANGKAP BERBASIS BLUE ECONOMY DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN SUKABUMI

Kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi yang mencakup sembilan kecamatan pesisir dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu memiliki potensi strategis dalam pengembangan subsektor perikanan tangkap. Namun, subsektor ini masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi, keterbatasan integrasi sistem pemasaran, belum optimalnya kapasitas sumber daya manusia nelayan, serta kerentanan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan subsektor perikanan tangkap berbasis ekonomi biru di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi menggunakan pendekatan deduktif dengan sifat mixed methods. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, data sekunder, dan kuesioner ahli. kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, gap analysis, SWOT, Analytical Hierarchy Process (AHP), serta matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Blue Economy pada dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi belum berjalan optimal. Pertumbuhan produksi terkonsentrasi di PPN Palabuhanratu dengan CAGR sebesar 8,95%, sementara pangkalan pendaratan lainnya mengalami penurunan. Kapasitas SDM, adopsi teknologi, kesetaraan gender, kepatuhan regulasi penangkapan, dan pengelolaan lingkungan pesisir juga masih perlu diperkuat. Berdasarkan analisis SWOT-AHP dan matriks IFAS-EFAS, sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi berada pada Kuadran III dengan koordinat (-0,32; 0,15), sehingga strategi yang tepat adalah strategi turnaround, yang mencakup mengoptimalkan perkembangan teknologi dan peluang pasar, memanfaatkan dukungan kebijakan dan peluang investasi guna meningkatkan kapasitas armada perikanan, mengintegrasikan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan nonformal dan kapasitas nelayan, mengembangkan kolaborasi multipihak dan perkembangan teknologi untuk memperkuat sistem pemantauan kualitas perairan serta pengelolaan sampah laut secara berkelanjutan, dan memanfaatkan dukungan kebijakan ekonomi biru untuk memperkuat kelembagaan nelayan.

2026
👤 Penulis: Challita Zeshan Jatmiko
🏷️ Ekonomi Biru 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Perikanan 🏷️ Analisis Swot

PEMILIHAN METODE KONSTRUKSI PROYEK UNTUK MENCAPAI TARGET OTOBOSOROR DI PROJECT BLUE AMMONIA

PT. Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) harus mendukung Program Strategis Pemerintah terkait Perintis Ekonomi Hijau dan berencana untuk membangun Pabrik Blue Amonia. Proyek harus dilaksanakan tepat waktu, sesuai anggaran, sesuai spesifikasi, sesuai peraturan, dan sesuai pengembalian (OTOBOSOROR). Salah satu tonggak terpenting dalam pelaksanaan proyek adalah pemilihan Metode Konstruksi Proyek. PT KPI selama ini terbiasa menggunakan cara konvensional yaitu metode konstruksi stick built yang mengacu pada cara tradisional membangun struktur. Proses pengambilan keputusan dalam memilih metode konstruksi bersifat kompleks dan didasarkan pada beberapa faktor internal dan ekternal perusahaan. Dalam penelitian ini, metode konstruksi seperti Stick Built, Modularisasi, Pre- Assembly Unit (PSU), dan kombinasi ketiga metode tersebut akan dievaluasi dengan menggunakan metodologi integrasi SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Target OTOBOSOROR diterjemahkan ke dalam faktor-faktor SWOT untuk mengidentifikasi bagaimana mengelola proyek, seperti memanfaatkan Kekuatan, memperkuat Kelemahan, menggunakan keunggulan Peluang, dan mengembangkan pertahanan terbaik terhadap Ancaman. Dalam AHP, faktor-faktor SWOT sebagai kriteria akan diberi peringkat dan diprioritaskan melalui perbandingan berpasangan, yang secara sistematis mengubah penilaian kualitatif Tim Proyek menjadi dasar numerik untuk pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 parameter pengaruh terbesar untuk memilih Metode Konstruksi proyek guna mencapai target OTOBOSOR, yaitu ketersediaan dan keahlian tenaga kerja, dukungan dari pemerintah, pengalaman dalam operasi proyek besar, dan kematangan teknologi. Lebih lanjut, Metode Konstruksi proyek terbaik untuk Project Blue Ammonia adalah kombinasi dari Konstruksi Rangka, Modularisasi, dan Unit Pra-Rakitan (PSU). Hasil ini sendiri cukup kuat dengan nilai bobot yang bervariasi pada kriteria berdasarkan analisis sensitivitas. Selain itu, rencana aksi tindak lanjut untuk memastikan keberhasilan realisasi metode konstruksi proyek yang dipilih adalah memperkuat kemampuan sumber daya manusia dan keahlian teknis, secara aktif berinteraksi dengan pihak berwenang terkait, memanfaatkan rekam jejak operasional yang telah terbukti, dan membangun kemitraan strategis dengan kontraktor EPC yang telah teruji.

2026
👤 Penulis: Hermawan Yudhistiro
🏷️ Konstruksi Proyek 🏷️ Pembangunan Pabrik Blue Ammonia 🏷️ Analisis Swot

STRATEGY DEVELOPMENT OF TOP BUAH SEGAR: SWOT AND TOWS MATRIXANALYSIS

Nowadays, people's need of comfort is increasing. Modern people tend to go to modern market which is more comfortable compared to the traditional market. People's paradigm has shifted from not only concern with low prices, but also concern with the pleasantness of a store or market. One of the example of a modern market is Top Buah Segar. First established in jl. Caman in the city of bekasi, as the only modern market in the area that specializing in selling fruits, Top Buah Segar earn themself a large amount of money. But when they entering the third year, their sales is going down drastically. Meanwhile, The Top Buah Segar branch in Cibubur has gain a lot of profit and manage to maintain their customer untill now. This paper will explain and describe the phenomenon of Top Buah Segar and finding the problems using research methodologies such as interview, literature study, and Questionnaire. writer conducted interview with the store manager of Top Buah segar to get more information related to the factors that affect Top Buah Segar. Because the branch in Cibubur has a better performance, writer will create a strategy based on the Cibubur branch performance to increase the performance of Top Buah Segar in Bekasi. The tools used in this research were SWOT and TOWS Analysis, and questionnaire. SWOT Analysis was used to identify the internal and external factors affected Top Buah Segar in the industry from the perception of the company itself. On the other hand, questionnaire which based on Marketing Mix 7P strategy identified the internal factors of firm from customers' perception. After all tools were done executed, the researcher found strength, weaknesses, opportunities and threats of Top Buah Segar Bekasi The weakness were the lack of the employees, the physical evidence, the price and the rest is the strength of Top Buah Segar. The opportunities of Top Buah Segar Bekasi are mainly because theres 3 housing estate nearby and theres a school will be built next to the store while the threats are from other stores like Giant and Indomaret. After performed data analysis, the conclusion and recommendation were made. Top Buah Segar in Bekasi lack in almost every aspect of the Markting Mix 7p, while Top Buah Segar in Cibubur excell at every aspect. In order to increase its performance the researcher recommend that Top Buah Segar Bekasi need to hire more employees to better manage the stores, create a marketing team to search and maintain customers, and they need to fix the physical evidence. Keyword: Marketing Mix Analysis, SWOT, Basic Model of Strategic Management, Top

2026
👤 Penulis: Angga Nugraha
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN ANALISA STRATEGI MARKETING DENGAN METODE INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION UNTUK APLIKASI SIAKAD MATAER DIGITAL

Transformasi digital di sektor pendidikan tinggi telah meningkatkan kebutuhan akan sistem informasi akademik terintegrasi yang mampu mendukung efisiensi administrasi akademik, pengelolaan data, serta pelaporan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran PT Mataer Digital Nusantara dalam mengembangkan dan memasarkan platform SIAKAD kepada institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden internal yang terlibat langsung dalam aktivitas pemasaran, penjualan, pengembangan produk, dan manajemen klien. Hasil survei dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengevaluasi kondisi strategis internal perusahaan. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan analisis data sekunder untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pemasaran dan tantangan strategis yang dihadapi perusahaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan beberapa kerangka strategis, yaitu analisis PESTLE, analisis STP (segmentation, targeting, positioning), analisis bauran pemasaran yang berfokus pada 4P , analisis SWOT, serta metode weighted scoring untuk menentukan alternatif strategi yang paling tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Mataer Digital Nusantara memiliki kemampuan internal yang kuat, khususnya pada kualitas produk, strategi harga yang kompetitif, serta aktivitas promosi yang efektif.. Analisis eksternal juga menunjukkan adanya peluang yang besar di sektor pendidikan tinggi, terutama karena dukungan pemerintah terhadap digitalisasi kampus serta meningkatnya adopsi sistem informasi akademik oleh perguruan tinggi. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan evaluasi weighted scoring, strategi yang paling sesuai adalah strategi SO, yaitu memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menangkap peluang pasar yang ada. Strategi ini menekankan pada penguatan daya saing produk, peningkatan efektivitas promosi. Dengan mengoptimalkan strategi pemasaran yang terintegrasi, PT Mataer Digital Nusantara diharapkan dapat memperkuat posisi kompetitifnya serta mencapai pertumbuhan yang lebih konsisten dalam akuisisi klien di sektor pendidikan tinggi.

2026
👤 Penulis: Dini Fallah
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Akademik 🏷️ Analisis Swot

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK PADA PERUSAHAAN PARFUM (STUDI KASUS: CHARMA SCENTS)

CharmaScents, sebuah usaha kecil dan menengah (UKM) yang didirikan pada tahun 2023, menghadapi tantangan bisnis utama berupa kinerja penjualan yang terus rendah meskipun beroperasi di pasar parfum Indonesia yang berkembang pesat, yang diproyeksikan mencapai USD 427,81 juta dengan CAGR 3,35% hingga tahun 2030. Melalui analisis akar masalah (root cause analysis) yang sistematis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa isu bisnis fundamental bukan terletak pada kualitas produk, strategi harga, maupun saluran distribusi, melainkan pada rendahnya brand awareness secara signifikan di kalangan konsumen target, dengan 58,6% responden survei menyatakan belum pernah mendengar merek ini. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara potensi pasar dan kinerja penjualan aktual, karena brand awareness merupakan langkah pertama yang esensial dalam proses pengambilan keputusan konsumen, terutama untuk produk berbasis pengalaman (experiential) seperti parfum, di mana persepsi sensorik dan nilai emosional memegang peranan penting. Penelitian ini menjawab kesenjangan penting dalam pemahaman tentang bagaimana UKM parfum lokal yang baru berkembang di pasar negara berkembang dapat membangun brand awareness secara strategis melalui digital marketing dalam kondisi keterbatasan sumber daya, khususnya saat memasarkan produk sensorik yang secara tradisional membutuhkan uji coba fisik, namun kini semakin sering dibeli secara online tanpa pengalaman langsung sebelumnya. Studi ini semakin relevan mengingat 73% konsumen Generasi Z di Indonesia kini menunjukkan perilaku blind-buying parfum berdasarkan konten digital dan social proof, yang merepresentasikan pergeseran perilaku konsumen secara fundamental dan belum banyak dieksplorasi secara memadai dalam literatur, terutama dalam konteks strategi pengembangan merek lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang komprehensif, mengintegrasikan survei kuantitatif konsumen dan wawancara kualitatif pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pemasaran berbasis bukti (evidence-based). Komponen kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 249 responden dari demografi Generasi Z dan Milenial di wilayah Jabodetabek, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, dan analisis klaster. Komponen kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan co-founder CharmaScents untuk memperoleh insight kritikal terkait kapabilitas internal dan positioning strategis. Landasan teori penelitian ini mengintegrasikan teori Marketing Strategy dan Marketing Mix dari Kotler dan Armstrong, Resource-Based View (RBV) dari Barney, Value Chain dan Five Forces dari Porter, serta kerangka PESTLE, yang kemudian disintesis melalui analisis SWOT dan TOWS, dan pada akhirnya menggunakan Ansoff’s Matrix untuk menentukan strategi pertumbuhan yang paling sesuai. Hasil penelitian menegaskan bahwa brand awareness yang sangat rendah merupakan hambatan utama terhadap pertumbuhan penjualan. Analisis klaster mengidentifikasi Value Seekers (57% responden) sebagai segmen target paling optimal, yaitu profesional muda berpenghasilan menengah berusia 25–35 tahun, dengan daya beli yang lebih kuat, proses pengambilan keputusan yang lebih sistematis, serta keterlibatan tinggi pada platform digital. Analisis internal menunjukkan bahwa meskipun CharmaScents memiliki sumber daya bernilai seperti produk berkualitas tinggi, storytelling berbasis archetype yang unik, dan narasi budaya Indonesia yang autentik, kekuatan tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena eksekusi konten digital yang tidak konsisten, keterbatasan anggaran pemasaran, dan minimnya social proof. Analisis eksternal mengindikasikan kondisi yang mendukung seperti dukungan pemerintah untuk produk lokal, meningkatnya preferensi konsumen terhadap merek domestik, serta adopsi e-commerce yang semakin luas, namun tetap dihadapkan pada rivalitas kompetitif yang tinggi, hambatan masuk yang rendah, serta switching cost yang minimal di pasar. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi Market Penetration yang terdiri dari tiga komponen terintegrasi. Pertama, CharmaScents perlu mengembangkan kerangka digital content marketing yang sistematis dengan fokus pada kampanye storytelling yang konsisten dan selaras dengan personality archetypes, dengan memanfaatkan Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia melalui content calendar terstruktur, user-generated content, serta kolaborasi micro-influencer yang strategis. Kedua, perusahaan perlu menghadirkan penawaran produk berbasis nilai seperti trial kits dan scent bundles untuk menurunkan hambatan pembelian dan mendorong eksplorasi produk di lingkungan online. Ketiga, CharmaScents disarankan untuk berpartisipasi secara selektif dalam kegiatan aktivasi offline di area urban untuk memungkinkan pengalaman sensorik terhadap produk sekaligus memperkuat narasi digital. Implementasi strategi dilakukan melalui pendekatan bertahap: prioritas aksi jangka pendek (0–3 bulan) untuk membangun sistem konten yang konsisten dan meluncurkan produk percobaan, inisiatif jangka menengah (3–6 bulan) yang menekankan kemitraan micro-influencer dan optimasi marketplace, serta strategi jangka panjang (6–12 bulan) berupa aktivasi offline selektif dan program community-building. Pendekatan yang hemat sumber daya ini ditujukan untuk meningkatkan brand awareness pada konsumen Value Seeker, membangun kepercayaan melalui social proof, serta mengonversi potensi pasar menjadi pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, selaras dengan kapasitas organisasi CharmaScents yang terbatas dan positioning “affordable luxury”.

2026
👤 Penulis: Chyntia Paramitha Azka
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Merek Parfum 🏷️ Analisis Swot

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN DI NISKALA ART DECORATION

Persaingan yang semakin ketat dalam industri dekorasi pernikahan di Indonesia menuntut pelaku usaha untuk memiliki proposisi nilai yang jelas serta strategi penargetan yang tepat. Meskipun menawarkan desain yang personal dan penggunaan material berkualitas, Niskala Art Decoration mengalami stagnasi pendapatan pada tahun pertama operasinya. Data internal menunjukkan jumlah inquiry pelanggan yang tinggi, namun tingkat konversi yang relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara minat pelanggan dan keputusan pembelian, yang mencerminkan ketidaksesuaian antara ekspektasi pelanggan, persepsi nilai, dan strategi pemasaran yang saat ini diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan bisnis internal dan eksternal, mengidentifikasi preferensi pelanggan terhadap elemen bauran pemasaran, menentukan segmen target yang potensial, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan konversi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei terhadap calon pelanggan berusia 20–34 tahun di Bandung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta analisis klaster. Analisis kualitatif meliputi evaluasi internal (STP saat ini, bauran pemasaran yang berjalan, dan VRIO) serta analisis eksternal (PESTEL, Porter’s Five Forces, dan analisis kompetitor). Seluruh temuan kemudian diintegrasikan menggunakan kerangka SWOT dan TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan proses layanan, transparansi nilai harga, dan kemampuan personalisasi produk merupakan faktor utama yang memengaruhi preferensi pelanggan. Segmen pelanggan yang berorientasi pada nilai teridentifikasi sebagai target utama. Berdasarkan temuan tersebut, Niskala disarankan menerapkan strategi focused differentiation melalui standardisasi proses, komunikasi nilai yang jelas, penajaman positioning, serta perbaikan bauran pemasaran untuk meningkatkan konversi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Nadia Cahya Dwinanda
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot

RENCANA PEMASARAN STRATEGIS MENGGUNAKAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DI SEKOLAH ALAM LAMPUNG

Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahun 2024, Bandar Lampung memiliki 1.161 sekolah, yang terdiri dari 244 sekolah negeri dan 917 sekolah swasta. Meskipun jumlah sekolah yang banyak, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa 22,7% penduduk kota tersebut tidak bersekolah. Dengan jumlah sekolah yang semakin banyak di Bandar Lampung, lembaga pendidikan menghadapi persaingan yang meningkat untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik dan mempertahankan siswa. Sekolah Alam Lampung, yang mayoritas siswanya berasal dari kota ini, harus memperbaiki strategi pemasarannya untuk menonjolkan keunggulan kompetitif dan proposisi penjualannya yang unik. Sekolah Alam Lampung telah mengidentifikasi tantangan dalam sistem pemasaran yang ada, yang berdampak pada rendahnya kesadaran merek. Tesis ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan sistem yang ada untuk meningkatkan jumlah pendaftaran. Oleh karena itu, Sekolah Alam Lampung menghadapi tantangan dan tujuan baru dalam upayanya untuk berkembang di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang memanfaatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif akan menggunakan statistik deskriptif dari survei online, sementara analisis kualitatif akan menggabungkan alat pemasaran strategis seperti Analisis SWOT, Marketing Mix (7Ps), Value Proposition Canvas Customer Persona, Analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, STP (Segmentasi, Penargetan, dan Posisi), dan Perceptual Map. Setelah menganalisis faktor internal dan eksternal, strategi Integrated Marketing Communication (IMC) akan dikembangkan. Pengumpulan data akan melibatkan data primer dan sekunder, yang kemudian akan melalui tahapan pembersihan data, transformasi, dan interpretasi. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa SAL menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran merek dan menarik orang tua calon siswa. Hasil survei dan wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua tidak begitu familiar dengan keunggulan SAL, dengan 59% hanya sedikit familiar dan tidak begitu familiar. Selain itu, 75% responden melaporkan bahwa mereka belum pernah melihat atau berinteraksi dengan konten pemasaran SAL. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran SAL belum optimal dalam menjangkau pasar sasaran. Namun, 53,6% responden menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan SAL bagi anak-anak mereka, yang menunjukkan adanya ruang yang signifikan untuk perbaikan bagi SAL. Analisis juga menunjukkan bahwa orang tua sangat menghargai faktor-faktor seperti kurikulum, nilai-nilai agama, dan reputasi akademik ketika memilih sekolah untuk anak-anak mereka. Pendidikan berbasis bakat di SAL dianggap sangat relevan oleh responden, dengan 88,8% menilai hal tersebut sebagai penting hingga sangat penting. Faktor-faktor ini memberikan dasar yang kuat untuk memposisikan sekolah sebagai pilihan yang unggul dan holistik. IMC dapat membantu Sekolah Alam Lampung mengatasi tantangan pemasaran yang dihadapinya. Dengan menerapkan strategi IMC seperti kampanye media sosial, seri video promosi, acara open house sekolah, iklan digital yang terarah, optimasi situs web, konten interaktif, dan brosur cetak serta digital, sekolah dapat meningkatkan kesadaran mereknya dan secara konsisten menyampaikan pesan yang diinginkan. Berdasarkan hasil tesis ini, untuk meningkatkan kesadaran merek Sekolah Alam Lampung, SAL dapat menerapkan rekomendasi berikut: merujuk pada IMC untuk Kegiatan Pemasaran dan Rencana Implementasi. Sekolah Alam Lampung perlu mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan untuk menyampaikan pesan yang konsisten melalui berbagai saluran pemasaran. Untuk mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan, diperlukan tambahan personel pemasaran untuk Sekolah Alam Lampung. Dalam menyampaikan pesan kepada audiens sasaran, Sekolah Alam Lampung harus secara konsisten menyoroti kekuatannya dalam setiap konten pemasaran. Setelah diterapkan, kegiatan pemasaran juga harus dipantau dan dievaluasi untuk melihat kinerjanya.

2026
👤 Penulis: Anggo Hamidisyafiq Irfan
🏷️ Pemasaran Sekolah 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK MARKETING STRATEGI DALAM MENINGKATKAN PENETRASI PASAR DIGITAL (PROJEK KASUS : PT ASURANSI TRI PAKARTA)

Tesis ini membahas isu utama yang dihadapi oleh PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA), yaitu rendahnya akuisisi nasabah baru melalui kanal digital meskipun perusahaan telah membangun infrastruktur digital seperti aplikasi TRIPA Smart dan sistem omnichannel. Permasalahan ini mengindikasikan adanya celah antara investasi teknologi digital dengan hasilpertumbuhan basisnasabahyang diharapkan. Faktor-faktoryangberkontribusi terhadap masalah ini diidentifikasi dari sisi internal, seperti rendahnya brand awareness di kalangan masyarakat umum , dan dari sisi eksternal, seperti persaingan yang meningkat dari pemain insurtech dan perusahaan asuransi lain. Untuk mengatasi ketidakpastian ini, penelitian ini mengadopsi metode scenario planning (perencanaan skenario) sebagai kerangka kerja strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, menganalisis kondisi saat ini, merumuskan skenario masa depan dalam kurun waktu 3–5 tahun ke depan, dan menyusun strategi pemasaran yang adaptif untuk setiap skenario yang mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancarasemi-terstrukturdenganpara pemangkukepentingankunci, termasukmanajemen perusahaan, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Regulator dan perwakilan nasabah. Hasil analisis dan pembahasan akan menyajikan analisis situasi internal (menggunakan kerangka STP dan SWOT) dan eksternal (menggunakan kerangka PESTEL dan Porter’s Five Forces), yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi driving forces dan critical uncertainties. Dari situ, skenario-skenario yang masuk akal akan dibangun dan dideskripsikan narasinya, serta diuji coba untuk merumuskan strategi pemasaran digital yang fleksibel. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi manajemen TRIPA dalam merumuskan kebijakan pemasaran yang proaktif dan tangguh, serta kontribusi akademis dengan mengaplikasikan scenario planning pada konteks industri asuransi di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Juniar Firdaus Imran
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Asuransi Digital 🏷️ Analisis Swot

USULAN STRATEGI PEMASARAN PT KASPEA CAHAYA UTAMA

Permintaan bahan bangunan terus meningkat dan menyebabkan para pelaku industri bersaing ketat untuk mengembangkan bisnisnya. Kaspea Bangunan merupakan salah satu pemain di sektor ritel bahan bangunan yang menghadapi persaingan ketat ini. Saat ini, penjualan Kaspea Bangunan sedang menurun dan tidak mencapai target penjualan perusahaan. Berdasarkan analisis 5 Why, Kaspea Bangunan belum mengoptimalkan pemasaran digitalnya, dan hal ini diidentifikasi sebagai akar penyebab penurunan penjualan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkontribusi terhadap industri bahan bangunan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian bahan bangunan, dan merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk Kaspea Bangunan. Analisis internal dilakukan melalui analisis STP terkini dan analisis Bauran Pemasaran 4P terkini, sedangkan analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan analisis PESTEL, Analisis Pesaing, dan Analisis Pelanggan. Hasil penelitian ini menyarankan Kaspea Bangunan untuk meningkatkan dan fokus pada strategi pemasaran digital untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.

2026
👤 Penulis: Nisrina Dwianti
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Analisis Swot 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Bahan Bangunan

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK KLINIK PRATAMA BAHAGIA DALAM MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN DI MASA DEPAN DI INDUSTRI KESEHATAN

Di industri kesehatan, klinik fasilitas kesehatan tingkat pertama menghadapi tantangan dari ketidakpastian masa depan yang memengaruhi kemampuan operasional klinik. Klinik Pratama Bahagia adalah usaha keluarga yang telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Klinik ini ingin diteruskan ke generasi berikutnya, namun saat ini klinik tidak memiliki rencana jangka panjang, yang menimbulkan kontradiksi dan celah dalam visinya untuk menjadi usaha keluarga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi dan lingkungan saat ini, penelitian ini mengkaji bagaimana klinik pratama lokal dapat menjadi tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dan berkembang selama 5 tahun ke depan. Dalam membantu Klinik Pratama Bahagia mencapai tujuannya, penelitian ini menggunakan metode perencanaan skenario untuk membantu klinik mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian di masa depan dengan mengidentifikasi isu-isu kunci, faktor pendorong, menciptakan skenario, dan menyiapkan solusi bisnis berdasarkan sinyal peringatan dini. Dalam pengumpulan dan analisis data, metode wawancara dan analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema kunci. Analisis PESTEL, Analisis Lima Kekuatan Porter, dan Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal industri klinik pratama. Dari temuan dua belas faktor pendorong, dua faktor pendorong yang paling berdampak dan tidak pasti dipilih dalam pembuatan matriks 2x2. Dua faktor pendorong tersebut adalah kebijakan dan regulasi pemerintah serta sumber daya manusia (SDM) dan manajemen internal. Dari dua faktor pendorong ini, empat skenario telah dibuat untuk menggambarkan lima tahun ke depan. Skenario-skenario tersebut adalah Tim yang Tangguh di Laut yang Bergelora, Titanic, Angin Belakang yang Tenang, dan Angin Belakang yang Terlewat. Setiap skenario memiliki implikasi, opsi, dan sinyal peringatan dini tersendiri. Berdasarkan sinyal peringatan dini, solusi bisnis dibuat untuk setiap skenario dan satu solusi umum untuk membimbing Klinik Pratama Bahagia. Hasilnya, untuk tetap kompetitif dan terus berkembang, Klinik Pratama Bahagia harus berinvestasi secara bijaksana dalam digitalisasi, kemampuan sumber daya manusia, dan layanan yang lebih baik untuk meningkatkan reputasi merek dan memperluas basis pasien. Rencana implementasi dalam studi ini diharapkan dapat memandu Klinik Pratama Bahagia dalam menghadapi ketidakpastian masa depan selama lima tahun ke depan.

2026
👤 Penulis: James Daniel Susanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot

KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK MEMPERLUAS PASAR PT KAZEE DIGITAL INDONESIA DARI BISNIS- BISNIS (B2B) KE BISNIS-KONSUMEN (B2C)

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta analisis big data kini menjadi fokus utama dalam cara organisasi menciptakan wawasan dan nilai, terutama di ekonomi digital baru seperti Indonesia. PT Kazee Digital Indonesia adalah perusahaan analisis berbasis kecerdasan buatan yang telah mengembangkan model bisnisnya selama lebih dari delapan tahun dengan basis Business-to-Business (B2B) dan melayani lembaga pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan media, serta korporasi besar. Namun, perkembangan pesat media sosial, meningkatnya peran segmen individu para pembuat konten, dan jenuhnya segmen Business to Business (B2B) telah mendorong Kazee untuk mempertimbangkan pertumbuhan segmen Business to Customer (B2C). Perubahan taktis ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar tentang bagaimana perusahaan dengan kehadiran historis yang kuat di pasar institusional dapat menyesuaikan produk, kemampuan, dan strategi pemasaran untuk merespons pengguna individu yang dinamis dan berorientasi pada pengalaman. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Kazee selama ekspansi B2B-B2C dan mengembangkan strategi ekspansi yang efektif yang akan mengarahkan perusahaan menuju transformasinya. Studi ini berasumsi bahwa pengembangan B2C dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan Kazee asalkan kesiapan internal, penyesuaian produk, analisis SWOT, Lima Kekuatan Porter, dan analisis pesaing terpenuhi. Desain campuran (mixed-methods) digunakan secara metodologis. Untuk menyelidiki motivasi strategis, risiko yang dirasakan, dan ekspektasi pasar B2C, pertama-tama dilakukan wawancara mendalam dengan Wakil Presiden Kazee dan ahli internal, disertai dengan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) internal. Langkah-langkah kualitatif ini akan memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, serta kriteria dan opsi strategis yang dapat diterapkan saat memperluas ke B2C. Kedua, kriteria dan alternatif diorganisir dalam format Model Proses Hierarki Analitis (AHP), dan kuesioner perbandingan berpasangan diberikan kepada sepuluh peserta internal yang bekerja di berbagai fungsi seperti manajemen produk, data, penjualan, keuangan, dan sumber daya manusia. Analisis AHP yang dilakukan dengan perangkat lunak SuperDecisions menghasilkan prioritas opsi strategis secara kuantitatif. Menurut hasil AHP, pilihan strategis yang paling penting adalah Pengembangan Situs Web dan Pengalaman Pengguna (UX), dengan skor prioritas ideal tertinggi di antara tiga pilihan strategis, yaitu Kolaborasi dengan Influencer/KOL dan Program Pendidikan Digital dan Komunitas. Hal ini berarti kesuksesan inisiatif B2C yang ditawarkan oleh Kazee akan sangat bergantung pada perancangan ulang platform Fastra.AI menjadi antarmuka yang transparan, berbasis freemium, intuitif, dan ramah mobile, dengan kemampuan memberikan nilai yang jelas dalam hitungan menit, didukung oleh model freemium yang transparan, proses onboarding yang lancar, dan sistem pembayaran yang tanpa hambatan. Kemitraan dengan influencer dan program pendidikan tetap penting tetapi menjadi sekunder dibandingkan dengan meningkatkan kesadaran dan mempercepat adopsi setelah dasar produk telah terbentuk. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan B2C dalam kasus Kazee feasible tetapi memerlukan pendekatan bertahap yang awalnya fokus pada kesiapan internal dan utilitas produk, dan baru kemudian pada iklan eksternal dan kolaborasi. Secara teoritis, penelitian ini mengenai transisi dari B2B ke B2C di perusahaan yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bagaimana pemahaman kualitatif dan pengambilan keputusan multi-kriteria dapat digabungkan untuk mengembangkan strategi ekspansi pasar. Pada tingkat manajerial, studi ini menyediakan peta jalan sistematis yang mengarahkan Kazee dan perusahaan lain untuk fokus pada penyempurnaan pengalaman pengguna berbasis web, pengembangan kemampuan internal.

2026
👤 Penulis: Tamara Cornelia Siallagan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Pasar Digital 🏷️ Analisis Swot

KAJIAN AWAL STRATEGI PERAN SURVEYOR BERLISENSI DALAM PROSES PERCEPATAN PENDAFTARAN TANAH DI INDONESIA (STUDI KASUS : KANTOR PERTANAHAN JAKARTA TIMUR)

Sampai saat ini permohonan pengukuran yang masuk ke Kantor Pertanahan Jakarta Timur guna pendaftaran tanah baik pertama kali maupun pemeliharaan data pendaftaran tanah dinilai cukup banyak, untuk menangani jumlah permohonan-permohonan tersebut diperlukan tenaga ahli yang paham secara konseptual dan praktis dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan kadastral yakni surveyor berlisensi mengingat kemampuan petugas ukur yang terbatas. Di Kantor Pertanahan Jakarta Timur terdapat 21 surveyor berlisensi yang bertugas, tetapi dampak kinerja dari surveyor berlisensi bagi peningkatan pendaftaran tanah belum terlihat, hal tersebut dapat dibuktikan dengan hanya 2 surveyor berlisensi yang masih aktif sampai saat ini Kemampuan kinerja petugas ukur dan surveyor berlisensi dilakukan dengan cara wawancara, sedangkan pemilihan strategi peningkatan kinerja surveyor berlisensi dilakukan dengan cara metode Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) yang didasari kemampuan kinerja surveyor berlisensi, untuk analisis digunakan metode perbandingan hasil SWOT dengan indikator yang terbentuk pada kondisi yang ada. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah strategi guna peningkatan kinerja surveyor berlisensi di Kantor Pertanahan Jakarta Timur.

2026
👤 Penulis: FRANSISKO ROHANDA REBONG (NIM 15106007); Pembimbing: Ir. Kurdinanto Sarah, MSP.
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

USULAN PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS PENGETAHUAN (KBPMS) UNTUK UKM FURNITURE: STUDI KASUS CV MULYA PRATAMA PUTRA

Industri furnitur Indonesia terus berkembang. Namun, UKM menghadapi banyak tantangan seperti ketidakstabilan operasional, kurangnya kendali proses, dan penurunan kinerja. CV Mulya Pratama Putra, eksportir furnitur kayu dan rotan, menghadapi masalah yang sama, mulai dari penurunan pendapatan, pemanfaatan mesin yang kurang optimal, kurangnya koordinasi produksi, dan kurangnya pendekatan terstruktur untuk mengukur kinerja mereka. Semua masalah yang disebutkan memengaruhi efisiensi bisnis, menunjukkan perlunya kerangka kerja yang lebih jelas untuk memandu perbaikan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Penelitian ini merancang Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Pengetahuan (KBPMS) yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, VRIO, dan SWOT digunakan untuk menentukan posisi strategis dan mengidentifikasi kesenjangan kapabilitas. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memiliki keterampilan produksi dan akses pasar yang kuat, namun masih lemah dalam keandalan proses, kapabilitas tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, dan pemantauan kinerja. Berdasarkan visi, misi, dan peta strategi yang telah diperbarui, dikembangkan 20 indikator kinerja yang mencerminkan tiga perspektif KBPMS: hasil bisnis, proses internal, dan kapabilitas sumber daya. Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas, dengan indikator paling penting meliputi pertumbuhan pendapatan, keandalan pemasok, utilisasi mesin, pengurangan cacat, dan produktivitas karyawan. Desain KBPMS yang dihasilkan mencakup standar pengukuran, alur pelaporan, tingkat maturitas, dan rencana implementasi yang realistis untuk lingkungan UKM. Sistem ini memberi perusahaan alat untuk memantau kinerja secara berkala, menentukan fokus perbaikan, dan membuat keputusan berdasarkan data. Jika diterapkan secara konsisten, KBPMS diharapkan dapat meningkatkan stabilitas produksi, memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing ekspor CV Mulya Pratama Putra.

2025
👤 Penulis: Dimas Rizki M Ramadhan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

RISET PENILAIAN VALUASI PASAR BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) SETELAH AKUISISI PT PEGADAIAN INDONESIA DAN PT PERMODALAN MADANI NASIONAL; MENGGUNAKAN VALUASI RELATIF DAN ANALISIS SWOT

Penelitian ini menganalisis dampak integrasi Pegadaian dan PNM ke dalam Holding Ultra Mikro (UMi) terhadap kinerja strategis Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam konteks pemulihan ekonomi pasca-COVID-19. Fokus penelitian mencakup empat aspek utama: perubahan pangsa pasar BRI, perkembangan valuasi relatif, analisis SWOT pasca-integrasi, dan derajat sinergi strategis yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan analisis tren pangsa pasar, indikator valuasi Price to Earnings Ratio (PER), dan evaluasi SWOT untuk menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman BRI di era pasca-integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Pegadaian dan PNM sejak tahun 2021 telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pangsa pasar BRI di segmen mikro dan ultramikro. Pangsa pasar kredit mikro/UMi dan jumlah debitur tumbuh lebih cepat pada periode 20222024 dibandingkan kondisi sebelum integrasi, memperkuat posisi BRI sebagai pemimpin pasar nasional. Dari segi valuasi, indikator PER BRI meningkat dari 12,5× (2021) menjadi 16,5× (2024), melampaui sebagian besar pesaing dan menunjukkan bahwa pasar memberikan pertumbuhan premium bagi keberhasilan integrasi UMi. Analisis SWOT mengungkapkan bahwa integrasi telah menghasilkan kekuatan baru berupa sinergi jaringan, model bisnis yang saling melengkapi, efisiensi digital, dan basis debitur terbesar di Indonesia. Namun, BRI masih menghadapi tantangan integrasi sistem, risiko kredit ultra mikro, dan persaingan fintech. Secara keseluruhan, sinergi UMi terbukti memperkuat daya saing BRI dan meningkatkan inklusi keuangan melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro. Riset ini menegaskan bahwa integrasi UMi berperan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional dan penciptaan nilai jangka panjang bagi BRI.

2025
👤 Penulis: Bontor Edison Silitonga
🏷️ Integrasi Pasar Bank 🏷️ Analisis Swot 🏷️ Peningkatan Kinerja Strategis
Halaman 1 dari 8
💬