📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

STUDI PENGEMBANGAN LAYANAN ANGKUTAN SUNGAI DAN DANAU: KASUS ANGKUTAN PERAIRAN WADUK SAGULING, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Indonesia memiliki kekayaan perairan darat yang berpotensi besar sebagai jalur transportasi alternatif, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu perairan darat dengan aktivitas angkutan air relatif sibuk sekaligus menjadi penghalang geografis bagi masyarakat sekitarnya akibat terbatasnya akses jalan darat. Kesenjangan antara potensi dan pengelolaan yang belum optimal melatarbelakangi penelitian ini, dengan tujuan mengidentifikasi potensi pengembangan layanan angkutan sungai dan danau di Perairan Waduk Saguling melalui tiga sasaran: karakteristik dan pola pelayanan sistem, cakupan pelayanan aktual dan pascapengembangan pelabuhan baru, serta proyeksi kebutuhan penumpang dan barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, dengan data primer dari wawancara dan data sekunder dari instansi pemerintah. Karakteristik sistem angkutan dianalisis secara deskriptifeksploratif, cakupan pelayanan dianalisis melalui isochrone surface area, sedangkan proyeksi penumpang dan barang dihitung melalui sebagian dari fourstep transport model dan statistical forecasting. Hasil menunjukkan pengelolaan angkutan masih terhambat transisi kewenangan kelembagaan yang belum tuntas. Ditemukan juga 39 pelabuhan bayangan di luar 8 pelabuhan resmi dan terdapat penurunan kapal tradisional dari 244 menjadi 70 unit (2019 2025). Cakupan pelayanan aktual masih rendah (17,90% permukiman perdesaan, 8,22% permukiman perkotaan dalam radius sepuluh menit), dengan enam blank spots teridentifikasi. Dua belas pelabuhan baru diproyeksikan meningkatkan cakupan hingga 67,54% (kawasan perdesaan) dan 87,82% (kawasan perkotaan), dengan populasi catchment area hingga 743.159 jiwa, peningkatan penumpang harian 89 154%, serta volume barang lebih dari dua kali lipat. Kebaruan penelitian terletak pada estimasi pemilihan moda berbasis proporsi luas wilayah tangkapan sebagai alternatif saat data terbatas, sekaligus mengintegrasikan analisis geospasial dan pemodelan permintaan transportasi dalam satu kerangka, sehingga memberikan kerangka metodologis yang dapat direplikasi pada kajian transportasi perairan darat lain serta basis rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

2026
👤 Penulis: Julio Giovan Damanik
🏷️ Angkutan Air 🏷️ Perairan Darat 🏷️ Geospasial
💬