📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PERANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL TENTANG KECEMASAN AKIBAT EKSPEKTASI ORANG TUA PADA ANAK TUNGGAL DEWASA MUDA UNTUK MENINGKATKAN SELF-AWARENESS

Sebagai satu-satunya anak dalam keluarga, anak tunggal menerima ekspektasi orang tua yang terpusat pada dirinya. Di Indonesia, kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami tekanan psikologis dan kecemasan dibandingkan individu dengan saudara kandung. Kecemasan tersebut dapat diringankan melalui pengembangan self-awareness, yang membantu anak tunggal dewasa muda mengenali bahwa tekanan yang dirasakan berasal dari internalisasi ekspektasi orang tua, sehingga dapat direspons secara lebih adaptif. Penelitian ini merancang animasi eksperimental berjudul "Untuk Satu, dari Satu", yang menggambarkan kecemasan seorang anak tunggal menghadapi keterkaitan antara tekanan masa kecil dan dirinya di masa kini. Metode Double Diamond digunakan dalam perancangan ini, didukung penelitian kualitatif melalui wawancara dengan psikolog, praktisi animasi eksperimental, dan responden anak tunggal dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kecemasan tersebut dapat direpresentasikan melalui rangkaian pengalaman yang dekat dan metafora visual, yang kemudian dapat mendorong audiens melakukan refleksi diri setelah menonton. Penelitian ini menunjukkan potensi animasi eksperimental sebagai pendekatan untuk meningkatkan self-awareness.

2026
👤 Penulis: Calista Zafira Chavik
🏷️ Psikologi 🏷️ Animasi Eksperimental 🏷️ Self-Awareness

PERANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL TENTANG INTOLERANSI BERBASIS AGAMA UNTUK DEWASA

Identitas Indonesia tidak jarang dikaitkan dengan kata “keberagaman” dengan semboyan negara yang berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “berbeda- beda tetapi tetap satu juga.” Namun, dari keberagaman tersebut, kelompoknya tidak tersebar secara rata dan keberadaannya mayoritas dan minoritas sangat terlihat jelas dari praktik dan hukum yang ada. Agama merupakan hal yang sangat diutamakan di negara ini dengan dasar negara Pancasila yang sila pertamanya berbunyi “Ketuhanan yang maha esa”. Dominasi jumlah populasi agama Islam di Indonesia menyebabkan adanya suatu penempatan hierarki oleh pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk memprioritaskan kepentingan agama Islam. Dari dominasi tersebut, terjadi banyak perlakuan intoleransi yang tertimpa kepada kelompok minoritas. Intoleransi dapat mewujudkan diri dengan berbagai bentuk dan tidak jarang tindakan yang menyinggung tidak disadari masyarakat umum lakukan. Animasi eksperimental yang memiliki kaitan ketat dengan kritik sosial menjadi media yang pantas untuk mengungkapkan hal ini. Penyampaiannya yang ekspresif dapat memprovokasi perasaan dari audiensi. Maka dari itu, perancangan animasi eksperimental ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat umum mengenai intoleransi berbasis agama.

2025
👤 Penulis: Rashad Abdur Rahman Dhewanto
🏷️ Intoleransi Berbasis Agama 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengajaran Etika 🏷️ Animasi Eksperimental

PERANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL 2D TENTANG PERILAKU STEREOTIP AKIBAT PENGURUNGAN SATWA LIAR UNTUK DEWASA MUDA

Kesejahteraan satwa liar menjadi isu krusial dalam konteks global. Kondisi tren di media sosial yang menormalisasi kepemilikan satwa liar telah menggeser persepsi hewan sebagai makhluk yang hidup menjadi sebatas objek koleksi dan rekreasi. Keterbatasan kemampuan manusia dalam memenuhi kebutuhan alami hewan berpengaruh pada terganggunya kesejahteraan hidup hewan sehingga muncul perilaku stereotip abnormal pada hewan-hewan dalam kurungan. Isu ini diperparah sebab hukum indonesia hanya membahas mengenai kesejahteran satwa liar yang dilindungi. Tidak adanya batasan dan hukum yang mengatur kepemilikan dan pengurungan satwa liar tidak dilindungi mengakibatkan masih banyak ditemukan kasus dan konten media sosial mengenai satwa liar yang dipelihara dan disalahgunakan oleh individu tidak bertanggung jawab. Dewasa muda sebagai golongan yang mulai memiliki peran dan tanggung jawab sekaligus pengguna aktif media sosial terbesar di Indonesia, diharapkan mampu memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan hewan. Oleh sebab itu, penulis merancang animasi eksperimental mengenai perilaku steriotipe yang dialami satwa liar dalam kurungan dengan harapan dapat menambah wawasan dan menarik empati dewasa muda terhadap kesejahteraan satwa liar. Animasi eksperimental yang menghadirkan kebaruan berupa mix media digital dan cat air dinilai mampu menyampaikan narasi mengenai kontras antara kehidupan satwa liar di habitat dan dunia manusia. Perancangan animasi eksperimental ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru pada target dan meningkatkan kesadaran target terhadap topik kepemilikan satwa liar dan perilaku steriotipe satwa liar. Penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, pembagian kuesioner, dan studi literasi.

2024
👤 Penulis: Tazkia Herang Paningali
🏷️ Animasi Eksperimental 🏷️ Kesejahteraan Satwa Liar 🏷️ Perilaku Stereotip
💬