📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

ARSITEKTUR EMOSIONAL PADA FASILITAS KEDUKAAN INKLUSIF DI KOTA TANGERANG SELATAN: MENERJEMAHKAN KONSEP MONO NO AWARE KE DALAM RUANG

Diversitas demografi Kota Tangerang Selatan belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kedukaan integratif yang mampu mengakomodasi keberagaman praktik persemayaman, sekaligus mendukung kebutuhan emosional individu yang berduka. Oleh karena itu, proyek ini merancang sebuah fasilitas kedukaan inklusif terintegrasi di Kota Tangerang Selatan dengan pendekatan arsitektur emosional sebagai upaya menjawab kebutuhan ruang kedukaan yang bersifat universal, kontemplatif, dan adaptif. Konsep mono no aware diterapkan sebagai landasan utama perancangan untuk menerjemahkan kesadaran akan kefanaan ke dalam pengalaman ruang, sehingga tiap tahapan perjalanan mampu membangkitkan proses emosional dari kesedihan, kontemplasi, hingga penerimaan. Pendekatan arsitektur naratif turut digunakan untuk menyusun rangkaian ruang yang merepresentasikan perjalanan batin manusia dalam menghadapi kehilangan, sedangkan prinsip inklusivitas diwujudkan lewat penyediaan program ruang yang mampu mengakomodasi praktik kedukaan beragam agama, kepercayaan, dan etnis. Kriteria perancangan meliputi aspek temporalitas, ritme spasial, kehalusan kontemplatif, respons indrawi-emosional, dialog dengan alam, dan inklusivitas, yang dikaji melalui metode studi literatur, observasi lapangan, analisis tapak, serta eksplorasi desain konseptual. Hasil perancangan berupa fasilitas kedukaan terpadu yang tidak hanya menjawab keterbatasan penyediaan fasilitas kedukaan di Kota Tangerang Selatan, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang mendukung proses berduka melalui pengalaman arsitektural yang membantu manusia dalam memahami, mengolah, dan menerima kehilangan sebagai bagian dari siklus kehidupan mortal.

2026
👤 Penulis: Olga Maisha Vaniavivia
🏷️ Arsitektur Emosional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kedukaan 🏷️ Hidrologi Lingkungan
💬