📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenREIMAGINING KERTAJATI AIRPORT TERMINAL: INTEGRASI KANOPI IKLIM SEBAGAI IKON ARSITEKTUR RESPONSIF BAGI GERBANG METROPOLITAN REBANA
Proyek Tugas Akhir ini berfokus pada topik Arsitektur Performatif sebagai Ikon Kontemporer, yang mengeksplorasi bagaimana sebuah infrastruktur dapat menjadi tengara (landmark) bukan melalui metafora bentuk semata, melainkan melalui kinerja terukur dalam merespons konteks iklim, operasional, dan sosio-kultural. Relevansi topik ini terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tercermin dalam tujuannya untuk merancang infrastruktur tangguh (SDG 9), mempromosikan efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan (SDG 7), serta memberikan solusi adaptif terhadap tantangan perubahan iklim (SDG 11 & 13). Latar belakang perancangan ini adalah adanya tiga isu spesifik pada Bandara Internasional Kertajati. Pertama, diskrepansi antara identitas arsitektural eksisting yang menggunakan metafora generik "Burung Merak" dengan peran strategis barunya sebagai gerbang utama Kawasan Metropolitan Rebana yang berorientasi teknologi dan investasi global. Kedua, tantangan iklim tropis ekstrem di tapak, yang merupakan salah satu lokasi terpanas di Indonesia, menuntut solusi radikal untuk mengatasi tekanan panas (heat stress) dan mengurangi konsumsi energi. Ketiga, potensi konteks lokal Majalengka (material dan kearifan vernakular) yang belum dieksplorasi secara maksimal. Tipologi arsitektur yang dipilih adalah Terminal Bandara Internasional, karena perannya sebagai simpul infrastruktur krusial yang keberhasilan desainnya akan berdampak langsung pada citra dan momentum pembangunan seluruh kawasan strategis nasional. Pendekatan desain yang digunakan adalah "Arsitektur Keseimbangan", sebuah sintesis antara arsitektur berkinerja tinggi (high-performance architecture) dan regionalisme kritis (critical regionalism). Pendekatan ini secara sadar menolak dikotomi antara bentuk dan fungsi, di mana solusi terhadap tantangan iklim dan operasional justru menjadi generator utama bagi ekspresi arsitektur yang baru dan otentik. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur regulasi, analisis tapak kritis, studi komparatif preseden internasional, dan validasi desain berbasis data kuantitatif serta target Indikator Kinerja Kunci (KPI). Tujuan utama perancangan adalah meredesain Terminal Bandara Kertajati menjadi sebuah ikon arsitektur performatif yang merepresentasikan visi Metropolitan Rebana. Luaran yang diharapkan adalah sebuah rancangan arsitektur dengan "Kanopi Iklim" sebagai elemen sentral, sebuah sistem terintegrasi yang berfungsi sebagai pengatur iklim pasif-aktif, generator energi, dan sistem panen air. Secara teoretis, proyek ini bertujuan menawarkan model desain bandara tropis yang hemat energi dan berkontribusi pada wacana arsitektur ikonik yang lahir dari kinerja, bukan sekadar simbolisme.