📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

ANALISIS POTENSI PELAKSANAAN KONSEP ASTROWISATA STARFISHING DI DESA WISATA JASRI, KARANGASEM, BALI.

Astrowisata merupakan bentuk pariwisata minat khusus yang sedang berkembang, tetapi perkembangannya yang mengintegrasikan kearifan lokal maritim masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan astrowisata melalui konsep Starfishing di Desa Wisata Jasri, Bali, yang menggabungkan pengamatan langit malam dengan pengalaman melaut menggunakan jukung tradisional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memetakan tingkat kesiapan destinasi serta mengidentifikasi parameter risiko yang mungkin terjadi dan strategi untuk mengatasinya. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Wisata Jasri memiliki potensi unggul sebagai destinasi astrowisata dengan kualitas langit malam pada Skala Bortle 3, yang memungkinkan pengamatan benda langit dan navigasi bintang secara visual dengan baik. Kesiapan infrastruktur dan antusiasme sumber daya manusia lokal menjadi modal kuat dalam pengembangan nilai ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Namun, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kritis berupa risiko keselamatan, potensi polusi cahaya terhadap ekosistem pesisir, serta keterbatasan literasi digital dan standarisasi perangkat keselamatan pada armada jukung. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan Starfishing di Desa Wisata Jasri sangat layak untuk dilaksanakan dengan strategi optimalisasi yang tepat. Rekomendasi utama meliputi pembangunan infrastruktur aksesibilitas seperti dermaga ponton, penerapan manajemen operasional berbasis data meteorologi yang presisi, serta penguatan kapasitas pemandu melalui sinkronisasi navigasi tradisional dan astronomi modern. Melalui kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan, Starfishing diharapkan dapat menjadi model astrowisata berkelanjutan yang memperkuat lanskap ekonomi lokal berbasis konservasi langit malam.

2026
👤 Penulis: Farzana Kalyana Kretya Lubis
🏷️ Astrowisata 🏷️ Desa Wisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STARFISHING: PENGGUNAAN NAVIGASI BINTANG UNTUK MEMBANGUN PENGALAMAN ASTRONOMI DALAM ASTROWISATA

Astrowisata sebagai bentuk pariwisata berbasis pengalaman memiliki potensi untuk dikembangkan dengan mengadaptasi kearifan lokal navigasi bintang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model konseptual wisata edukasi Starfishing dengan mengidentifikasi, memvalidasi, dan menerjemahkan sistem pengetahuan navigasi bintang menjadi sebuah metode yang praktis dan dapat diakses. Metodologi penelitian mengintegrasikan data kualitatif dari wawancara dengan narasmuber lokal, observasi partisipatoris, data kuantitatif dari simulasi astronomi, serta pengujian kelayakan melalui pelayaran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya diversitas sistem pengetahuan maritim, bukan sistem tunggal, yang mencakup: sistem non-astronomis, sistem navigasi berbasis benda langit tunggal, dan sistem asterisme lokal yang kompleks. Dengan temuan utama adalah identifikasi dan pemetaan asterisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep "Starfishing" terbukti fungsional dan berhasil merumuskan model transformasi pengetahuan etnoastronomi dan pengetahuan rasi bintang modern menjadi produk wisata inovatif. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa implementasi praktisnya menuntut pengembangan strategi mitigasi risiko cuaca dan standardisasi protokol keselamatan yang ketat untuk menjamin keberlanjutan dan keamanan.

2025
👤 Penulis: Surya Novrian
🏷️ Etnoastronomi 🏷️ Navigasi Bintang 🏷️ Astrowisata

PENTINGNYA INTEGRASI KONTEN ASTRONOMI MODERN DAN TRADISIONAL UNTUK ASTROWISATA DI INDONESIA YANG BERKELANJUTAN

Astrowisata merupakan bentuk pariwisata berkelanjutan, menawarkan peluang unik untuk mengintegrasikan dimensi budaya dan pendidikan ke dalam pengalaman wisatawan. Di Indonesia, pengembangan astrowisata membutuhkan narasi yang memadukan mitos kosmologis, budaya lokal, dan sains astronomi sebagai konten utama program. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka konseptual pengembangan astrowisata berbasis narasi melalui eksplorasi elemen kunci, serta identifikasi faktor, tantangan, dan peluang integrasi narasi tradisional dan modern dalam konteks lokal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh narasumber yang dipilih mewakili elemen-elemen yang relevan dengan astrowisata, meliputi akademisi dan komunitas, dari wilayah Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur. Analisis dilakukan secara tematik dan iteratif dengan menggabungkan temuan empiris dan wawasan teoritis. Hasil menunjukkan bahwa isu-isu mendasar seperti sumber daya manusia, infrastruktur, dan regulasi lebih dominan dalam wacana pengembangan astrowisata dibandingkan aspek narasi. Meski demikian, narasi tetap dianggap penting dengan bentuk penyampaian yang kontekstual dan adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa dalam merancang program astrowisata perlu kolaborasi strategis multipihak yang mempertimbangkan berbagai aspek kondisi lokal masa kini dan masa depan, serta perlunya menjadikan narasi astronomi tradisional dan saintifik modern sebagai konten yang disiapkan untuk keberlanjutan baiknya kondisi lokal dan peluang perbaikan ekonomi.

2025
👤 Penulis: Sekar Dwi Tirtasari
🏷️ Astrowisata 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

NARASI ASPEK ASTRONOMI CANDI BOROBUDUR UNTUK PEMANDU WISATA

Astrowisata atau kepariwisataan astronomi adalah kegiatan pariwisata yang menjadikan fenomena atau fasilitas astronomi sebagai daya tarik utamanya. Astrowisata memiliki potensi untuk dikembangkan melalui berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan destinasi wisata yang sudah ada, seperti situssitus arkeologi yang memiliki aspek astronomi. Candi Borobudur, sebagai salah satu situs arkeologi terkenal di Indonesia, diketahui mengandung beberapa aspek astronomi berdasarkan berbagai penelitian. Namun, pengetahuan tentang Candi Borobudur sebagai situs arkeoastronomi masih minim, terutama di kalangan pemandu wisata. Kurangnya pengetahuan ini menyebabkan wisatawan tidak mendapatkan informasi terkait aspek-aspek astronomi yang ada di Candi Borobudur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan hasilhasil penelitian sebelumnya agar lebih mudah dipahami oleh pemandu wisata di Candi Borobudur. Informasi mengenai aspek-aspek astronomi tersebut akan disusun dalam bentuk narasi wisata yang menarik bagi masyarakat umum. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kajian literatur, serta survei dan wawancara dengan beberapa narasumber terkait. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan kepariwisataan astronomi di Candi Borobudur.

2024
👤 Penulis: Muhammad Al Ikhwan Hanif
🏷️ Astrowisata 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KELAYAKAN ASTROWISATA SPECIAL INTEREST TOURISM DI PULAU SABU: FOKUS PADA PENGAMATAN KOMET PONS-BROOKS DAN PELAKSANAAN STAR BATHING

Astrowisata merupakan bentuk pariwisata minat khusus yang semakin berkembang di dunia, namun masih relatif baru di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pengembangan astrowisata di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada pengamatan Komet Pons-Brooks dan pelaksanaan kegiatan star bathing. Melalui pendekatan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif, studi ini melibatkan perancangan dan pelaksanaan tur astrowisata selama 5 hari dengan 10 partisipan. Hasil studi menunjukkan bahwa Pulau Sabu memiliki potensi yang baik sebagai destinasi astrowisata, didukung oleh kondisi iklim yang baik untuk pengamatan astronomi, minimnya polusi cahaya, keindahan alam, dan kekayaan budaya. Analisis kepuasan wisatawan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, terutama terhadap kegiatan star bathing dan penggunaan aplikasi Stellarium. Namun, terdapat tantangan dalam hal aksesibilitas, infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan astrowisata di Pulau Sabu fisibel dari aspek ekonomi dan profitabilitas, namun memerlukan investasi dalam infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan strategi pemasaran yang efektif. Rekomendasi meliputi pengembangan produk wisata inovatif, peningkatan fasilitas, dan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

2024
👤 Penulis: Lariska Swizera Hutasoit
🏷️ Astrowisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

APLIKASI BERBASIS WEBSITE SEBAGAI PLATFORM EKOSISTEM ASTROWISATA

Adanya pertumbuhan pariwisata di Indonesia berarti bahwa ada peluang untuk mengembangkan berbagai jenis pariwisata, salah satunya adalah astrowisata, terutama terrestrial astrotourism. Peluang pengembangan astrowisata tersebut terlihat dari adanya ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi berbagai tempat di Indonesia ketika terjadinya fenomena seperti gerhana. Apabila membahas soal perkembangan pariwisata, teknologi merupakan faktor yang harus dipertimbangkan juga. Teknologi berupa aplikasi perjalanan dapat membantu konsumen dalam berwisata. Namun, aplikasi perjalanan khusus astrowisata di Indonesia belum ada. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk membuat aplikasi berbasis website yang dapat menaungi ekosistem astrowisata dan menghubungkan berbagai komponen astrowisata. Aplikasi berbasis website yang dibuat dalam tugas akhir ini, meskipun belum mencakup keseluruhan ekosistem astrowisata, sudah bisa menghubungkan konsumen dengan biro wisata dan menyediakan ruang bagi kontributor ilmu astronomi untuk menulis artikel.

2024
👤 Penulis: Syahna Alifya Saffanah
🏷️ Astrowisata 🏷️ Teknologi Informasi Dalam Pariwisata 🏷️ Eksosistem Astrowisata

PERUMUSAN MATERI DAN METODE PELATIHAN PEMANDU WISATA ASTRONOMI

Astrowisata adalah bentuk pariwisata yang menggabungkan pengetahuan astronomi dan rekreasi di dalam suatu kegiatan dalam masyarakat. Pengetahuan astronomi merupakan pengetahuan spesifik yang tidak semua orang mengetahuinya, oleh karena itu kegiatan astrowisata biasanya membutuhkan panduan dari orang yang memiliki pengetahuan astronomi. Tidak adanya standardisasi pelatihan pemandu astrowisata dapat menyebabkan kualitas informasi yang disampaikan ke wisatawan kurang baik, rentan keliru, atau hanya bergantung pada pertanyaan dari wisatawan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pelatihan pemandu wisata yang menjelaskan materi astronomi yang dapat digunakan sebagai acuan. Tugas akhir ini membahas tentang materi astronomi yang menarik masyarakat, materi yang sederhana untuk diberikan kepada peserta pelatihan, dan metode pelatihan. Dari studi literatur, diketahui bahwa keinginan kuat berwisata didorong oleh wanderlust dan sun lust. Diketahui juga bahwa motivasi terbesar masyarakat untuk melakukan astrowisata adalah motivasi intelektual atau rasa ingin tahu. Pemandu wisata berperan sebagai pemimpin, pendidik, penghubung, tuan rumah, dan penyalur budaya lokal dalam objek wisata sehingga dengan adanya pelatihan dengan materi dan metode yang jelas akan meningkatkan kualitas pemandu wisata sehingga pengalaman pengunjung ke suatu objek wisata akan berkesan lebih baik. Materi yang akan diberikan dalam pelatihan adalah materi astronomi yang terdiri atas gravitasi klasik, sejarah astronomi, gerhana Bulan dan Matahari, sistem tata surya, konstelasi dan koordinat bola langit, kalender, serta deep sky object. Selain itu ada materi non-astronomi yang berisi sarana dan prasarana pariwisata, dasar-dasar public speaking, cara berpenampilan yang baik dan rapi, serta etika yang baik. Metode yang telah dirumuskan untuk pelatihan adalah pembelajaran di dalam kelas, tes tertulis, praktik pembawaan materi kepada wisatawan, dan studi kasus. Tugas akhir ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan perkembangan astrowisata, dengan membantu membuat dasar standardisasi pelatihan pemandu di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Abdullah Zaki Hanif
🏷️ Pendidikan Pemandu Wisata 🏷️ Astrowisata 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN KERANGKA EKOSISTEM PLATFORM ASTROWISATA

Astrowisata merupakan salah satu cabang pariwisata yang berhubungan dengan ketertarikan manusia terhadap astronomi. Berkaitan dengan wisata, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Peningkatan tren atas sektor pariwisata di Indonesia mulai diimbangi dengan pemahaman atas konsep pariwisata berkelanjutan yang baik. Hal ini menjadi suatu hal penting untuk mendasari bahwa perkembangan astrowisata di Indonesia dapat diwujudkan dengan baik. Sektor pariwisata berkaitan dengan astronomi di Indonesia telah memiliki berbagai macam bentuk kegiatan. Beragam kegiatan tersebut memunculkan pemikiran bahwa terdapat banyak pihak yang diperlukan untuk mendukung kegiatan astrowisata seperti komunitas astronomi, turis, pemandu, hingga biro wisata. Berkaitan dengan hal tersebut, tugas akhir ini akan merancang konsep ekosistem platform astrowisata yang diperlukan dalam menyukseskan kegiatan astrowisata. Perancangan kerangka ekosistem platform astrowisata akan didasarkan pada hasil kuesioner terhadap konsumen. Analisis dari hasil data terkait akan menjadi bahan pembuatan awal kerangka ekosistem platform astrowisata menggunakan bantuan aplikasi Figma. Hasil dari tugas akhir ini dapat digunakan untuk kebutuhan perkembangan astrowisata di Indonesia kedepannya.

2024
👤 Penulis: Muhammad Naufal At-Thoriq
🏷️ Astrowisata 🏷️ Ekosistem Platform 🏷️ Pariwisata Berkelanjutan
💬