📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenSINTESIS DAN UJI INHIBISI KOROSI SENYAWA DIMER KAFEIN DENGAN PENGHUBUNG HEKSANDIAMINA PADA BAJA KARBON DALAM LARUTAN NACL 3% (B/V)
Korosi merupakan permasalahan serius dalam bidang teknik material yang menyebabkan degradasi logam secara progresif akibat reaksi redoks antara logam dan lingkungannya. Dampak korosi tidak hanya menurunkan umur pakai material, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar di berbagai sektor industri, termasuk konstruksi, transportasi, dan kelautan. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan untuk mengendalikan korosi adalah penggunaan inhibitor berbasis senyawa organik yang ramah lingkungan, mudah disintesis, serta memiliki kemampuan adsorpsi yang baik pada permukaan logam. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan mengarakterisasi senyawa turunan kafein berupa dimer kafein dengan penghubung heksandiamina, serta menentukan efisiensi inhibisi senyawa tersebut terhadap baja karbon dalam larutan NaCl 3% (b/v). Sintesis dilakukan melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik (SNAr) antara 8-bromokafein dan 1,6- heksandiamina dalam pelarut etanol dengan pemanasan refluks selama 45 jam. Senyawa hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), spektroskopi Nuclear Magnetic Resonance (NMR), serta spektrometri massa untuk mengonfirmasi struktur senyawa yang diperoleh. Pengujian inhibisi korosi dilakukan melalui uji bobot hilang menggunakan metode gravimetri, serta uji elektrokimia meliputi Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Potentiodynamic Polarization (PDP) untuk menentukan laju korosi dan efisiensi inhibisi. Hasil pengujian dengan ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa dimer kafein memiliki efisiensi inhibisi hingga 98% pada suhu 25 °C dalam medium NaCl 3% (b/v). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kafein yang memiliki efisiensi inhibisi kurang dari 84% pada kondisi uji yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimerisasi kafein dengan penghubung heksandiamina mampu meningkatkan efisiensi inhibisi korosi pada baja karbon dalam medium NaCl 3% (b/v).
ANALISIS KINERJA CAMPURAN 2-MERKAPTOBENZOTIAZOL DAN L-SISTEIN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA KARBON DALAM LARUTAN NACL 1% (B/V)
Baja karbon berasal dari unsur besi dan karbon, dengan konsentrasi karbon terlarut sebesar 0,04% hingga 1,7%, sehingga memiliki sifat mekanik yang kuat, namun harganya tetap terjangkau. Di balik kelebihannya, baja karbon memiliki kelemahan fatal, yaitu korosi. Berbagai metode penanggulangan korosi, seperti injeksi inhibitor, telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini. Penggunaan inhibitor korosi tunggal memiliki keterbatasan, yaitu inhibisi hanya melalui satu mekanisme. Sehingga, campuran dari dua inhibitor sering kali diteliti untuk memetakan efek satu sama lain. Penelitian ini membahas kinerja 2-merkaptobenzotiazol, L-sistein, dan campuran keduanya sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dalam larutan NaCl 1%. 2-merkaptobenzotiazol dilaporkan mampu menginhibisi baja karbon melalui mekanisme anodik, sedangkan L-sistein dilaporkan sebagai inhibitor korosi yang bekerja dengan tipe campuran, yaitu anodik dan katodik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menentukan konsentrasi optimum, interpretasi parameter sinergistik, serta mekanisme inhibisi 2-merkaptobenzotiazol, L-sistein, dan campurannya sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dalam larutan NaCl 1% berdasarkan hasil Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Potentiodynamic Polarization (PDP). Berdasarkan penelitian ini, diperoleh konsentrasi optimum 2-merkaptobenzotiazol sebesar 20 ppm dan 50 ppm, konsentrasi optimum L-sistein sebesar 20 ppm dan 50 ppm, serta konsentrasi optimum campuran, yaitu 50 ppm 2-merkaptobenzotiazol dengan 20 ppm L-sistein, yang bersifat antagonis satu sama lain. Selain itu, didapatkan pula mekanisme inhibisi yang terlibat, yaitu mekanisme campuran antara inhibisi anodik dan katodik pada seluruh variasi konsentrasi.