📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 17 dokumenRANCANGAN USULAN OKR–BALANCED SCORECARD DALAM PENERAPAN CONTINUOUS PERFORMANCE MANAGEMENT PADA PEXA MEDIKA
Meningkatnya kebutuhan dokter spesialis di Indonesia mendorong berkembangnya penyedia layanan bimbingan belajar persiapan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), termasuk Pexa Medika. Sebagai perusahaan yang bervisi menjadi one-stop solution penyedia layanan persiapan seluruh jenjang karier kedokteran, Pexa Medika perlu memastikan keselarasan strategi dengan pelaksanaan operasional. Seiring perkembangan perusahaan, Divisi Sales & Marketing menghadapi berbagai permasalahan, seperti belum adanya penetapan target kinerja yang terstruktur, tingginya ketergantungan terhadap Chief Executive Officer (CEO), serta belum optimalnya mekanisme pemantauan kinerja secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu kerangka yang mampu menerjemahkan strategi perusahaan menjadi target kinerja yang selaras pada tingkat perusahaan, divisi, dan individu. Penelitian ini bertujuan merancang usulan OKR–Balanced Scorecard sebagai dasar penerapan Continuous Performance Management pada Pexa Medika. Perancangan dilakukan mengacu pada tahapan Performance Management Armstrong, yang meliputi studi pendahuluan, pengumpulan data, perancangan strategy map, perancangan Objectives and Key Results (OKR) perusahaan, divisi, dan individu secara cascading, penyusunan kamus kinerja, perancangan mekanisme Continuous Performance Management, serta pembobotan OKR strategis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian berupa rancangan OKR–Balanced Scorecard yang terdiri atas strategy map, OKR strategis perusahaan, OKR Divisi Sales & Marketing, OKR individu, kamus kinerja, serta mekanisme Continuous Performance Management. Rancangan tersebut mengintegrasikan Balanced Scorecard sebagai kerangka penerjemahan strategi perusahaan dengan OKR sebagai mekanisme penetapan target kinerja secara berjenjang, sehingga mendukung proses pemantauan, evaluasi, dan pengembangan kinerja secara berkelanjutan. Rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pexa Medika dalam menerapkan Continuous Performance Management.
STRATEGY FORMULATION AND PLANNING BASED ON STRATEGICMANAGEMENT MODEL AND BALANCED SCORECARD IN PT. GREENERATIONINDONESIA
Greeneration Indonesia (GI) adalah perusahaan sosial yang bertujuan untuk memberikan jawaban atas kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan ramah lingkungan konservasi upaya gaya hidup dan lingkungan di Indonesia. Terkait dengan kepedulian lingkungan, Gl berinovasi dengan menciptakan tas Bagoes, pengganti yang ramah lingkungan untuk kantong plastik. Namun, melihat kondisi perusahaan, lingkungan yang kompetitif merupakan tantangan nyata dari setiap perusahaan untuk bertahan dan mengembangkan usahanya berhasil. Tugas akhir ini mendefin isikan perumusan strategi dan perencanaan untuk Gl agar lebih kompetitif di industrinya. Untuk penelitian, baik data primer dan sekunder telah digunakan untuk mengumpulkan informasi dan temuan melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengumpulan data sekunde r. Penelitian deskriptif sangat bergantung pada wawancara mendalam dengan Dewan Direksi Gl, dan data keuangan dari Gl untuk panilaian EVA. Alat utama yang digunakan adalah Model Dasar Manajemen Strategis dan Balanced Scorecard (BSC). Strategi ini dipecah berdasarkan hirarki strategi. Sebagai hasilnya, dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal Gl mempengaruhi bisnis dalam hal menentukan posisi perusahaan saat ini. Dari tabel EFAS dan IFAS, dan matriks SFAS, arah strategi perusahaan untuk Gl saat ini didefinisikan sebagai Strategi Pertumbuhan. Analisis value chain digunakan untuk mendefinisikan kegiatan bisnisnya dan dapat disimpulkan bahwa hubungan aktivitas didasarkan pada perencanaan keuangan 5 tahun yang ditetapkan sebagai tujuan perusahaan melalui penilaian EVA. Strategi bisnis didefinisikan melalui Strategi Generik Kompetitif Porter sebagai Fokus Diferensi asi. Strategi fungsional ditentukan melalui analisis BSC yang juga mencakup perencanaan strategis untuk GI. BSC diturunkan dari visi, misi perusahaan, dan strategi perus haan dan bisnis yang telah dirumuskan sebelumnya dalam rangka mencapai objektif keuangan pada tahun 2016, EVA (Rp 3,395,458,078), pendapatan (Rp 17,900,863,792), dan laba kotor (Rp 12,030,870,284). BSC mendefinisikan dan mengukur kinerja Perseroan berdasarkan 4 perspektif dari GI: Keuangan (Mencapai EVA Positif), Pelanggan (Meningkatkan Nilai Pelanggan dan Reputasi Perusahaan), Proses Bisnis Internal (Mencapai Keunggulan Operasional dan Kemampuan Rantai Nilai), dan Pembelaja ran Organisasi dan Pertumbuhan (Meningkatkan Kemampuan Sumber Daya Manusia dan Antusiasme). Hasilnya, strategi fungsional dan perencanaan strategis untuk masing-masing departemen disampaikan melalui manajemen kinerja, indikator kinerja, dan rencana aksi program yang sesuai. Strategi pemetaan disampaikan untuk menguji hubungan keterkaitan dan sebab-akibat dari perspektif masing-masing untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Kata Kunci: Manajemen Strategis, Penilaian EVA, Balanced Scorecard, Pemetaan Strategi
THE PROPOSAL OF PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM AT SCHOOL OFBUSINESS AND MANAGEMENT ITB USING BALANCE SCORECARD
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang begitu penting di dalam organisasi bisnis. Di dalam sistem pengendalian manajemen pada suatu organisasi bisnis, pengukuran kinerja merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pihak manajemen dalam mengevaluasi hasil-hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pusat pertanggungjawaban dan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB adalah salah satu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan jasa tentu saja harus memiliki kualitas manajemen yang tinggi, haliniberpengaruh nantinyaterhadapkinerja manajemen dari institusi. Berkaitandenganhaltersebut, Sekolah Bisnis dan Manajemen IIB merasaperluuntukmengembangkan manajemen kinerja kepada seluruh perspektif di dalam institusiuntukmeningkatkandanmenghasilkanmanajemen yang lebihbaiklagi. Tujuanutamadarimengembangkan sistem manajemen menggunakan Balanced Scorecard adalahuntuk menyediakan rancangan dari rencana strategi dan hasil evaluasi untukmencapai target dan visi institusi Penulis mencoba untuk membuat formula dari masalah, selanjutnya menentukan objectives dengan tujuan dibuatnya tulisan ini. Selanjutnya penulis mengumpulkan data melalui pengumpulan data setelah itu menganalisa data sesuai dengan literature studi yang ada, data tersebut berupa visi, misi, rencana strategis, program dan selanjutnya membuat problem solving dan saran yang bisa diberikan kepada Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Dalamkenyataannya, penelitianinibertujuanuntukmelihatapakah ada hubunganrencana strategi yang dilakukanoleh Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dengan program yang ada dantepatsesuaidengan visi dan misi dari institusi Penelitianiniakanmenghasilkan Balanced Scorecard sebagaisalahsatumetodealternatifuntukevaluasihasil rencana strategis di dalam institusi. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Institusi Pendidikan, Sistem Pengukuran Kinerja.
PENYELARASAN INDIKATOR PELAPORAN EKSTERNAL MENJADI KERANGKA STRATEGI DAN MANAJEMEN KINERJA INTERNAL MELALUI BALANCED SCORECARD DAN NINE STEPS TO SUCCESS™ DI RSUD JAMPANGKULON
RSUD Jampangkulon dituntut untuk meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan memenuhi Indikator Nasional Mutu (INM) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun secara internal, strategi untuk mencapainya belum tergambar jelas, baik mengenai langkah yang perlu dilakukan maupun siapa yang harus bertanggung jawab. Di sisi lain, indikator kinerja yang dilaporkan ke pihak eksternal sudah banyak, tetapi praktiknya masih berfokus pada kepatuhan pelaporan. Indikator tersebut belum dimanfaatkan sebagai bahan monitoring dan evaluasi internal, sehingga masalah yang muncul, akar penyebabnya, serta kontribusi tiap unit terhadap masalah tersebut sulit ditelusuri dan ditindaklanjuti secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang kerangka strategi dan manajemen kinerja yang ringan, berbasis KPI yang sudah familiar, serta dapat di cascade dari level rumah sakit ke bagian, bidang, dan unit kerja. Metode yang digunakan menggabungkan Systematic Literature Review dan Value Focused Thinking untuk memilih pendekatan, kemudian menyusun Balanced Scorecard sebagai strategy framework dengan panduan Nine Steps to Success melalui analisis dokumen, pemetaan proses, dan diskusi terarah dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian berupa strategy map dan strategic objectives, pemilihan KPI inti beserta KPI dictionary, serta rancangan cascading yang memperjelas pembagian peran dan akuntabilitas. Kesimpulannya, rancangan ini mengubah KPI dari sekadar angka pelaporan eksternal menjadi alat kontrol dan pengarah strategi, sekaligus memperjelas kepemilikan KPI dalam pengelolaan kinerja internal
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCE SCORECARD SEDERHANA DAN PENDEKATAN BERBASIS KOMPETENSI: STUDI KASUS PADA PERUMDA AIR MINUM TIRTA JAYA MANDIRI (PDAM) KABUPATEN SUKABUMI
Organisasi dituntut untuk memastikan akuntabilitas, kualitas layanan, dan keselarasan strategis guna menjaga keberlangsungan perusahaan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan kinerja karyawan yang efektif. Namun, pada banyak organisasi pelayanan publik, termasuk PDAM Kabupaten Sukabumi, evaluasi kinerja karyawan masih bersifat administratif. Kondisi ini membatasi kemampuan organisasi dalam mengaitkan strategi organisasi dengan kinerja individu serta pengembangan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan direktur utama dan kepala divisi, serta didukung oleh dokumen organisasi dan laporan kinerja sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan triangulasi untuk mengidentifikasi kesenjangan antara praktik manajemen kinerja yang berjalan dengan karakteristik sistem manajemen kinerja yang ideal. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini merancang Sistem Manajemen Kinerja (PMS) terintegrasi dengan mengombinasikan Balanced Scorecard untuk pengukuran kinerja berbasis Key Performance Indicators (KPI) dan pendekatan berbasis kompetensi untuk menilai potensi karyawan. Strategi organisasi diterjemahkan ke dalam KPI dan persyaratan kompetensi yang terdefinisi, kemudian diintegrasikan menggunakan kerangka McKinsey 9-Grid sebagai alat analisis. Luaran penelitian ini berupa rancangan sistem penilaian kinerja terstruktur yang dapat menjadi dasar penerapan manajemen kinerja yang lebih sistematis, objektif, dan berorientasi pada pengembangan di PDAM Kabupaten Sukabumi.
PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATOR BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA DIVISI PROJECT MANAGEMENT OFFICE PT MELATI
PT MELATI sebagai salah satu penyedia layanan transportasi publik di Jakarta memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan. Dalam operasionalnya, Divisi Project Management Office (PMO) bertanggung jawab untuk memantau dan mengendalikan kualitas proyek konstruksi perusahaan guna mendukung pencapaian tujuan perusahaan dalam menyediakan infrastruktur transportasi publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, divisi ini menerapkan kerangka kerja Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat untuk mengukur dan meningkatkan kinerja. Studi pendahuluan mengungkapkan adanya kendala pencapaian kinerja finansial Divisi PMO yang disebabkan oleh adanya dinamika kondisi eksternal unit kerja seperti perubahan regulasi, kompleksitas koordinasi dengan stakeholder proyek, dan proses kerja yang masih manual yang belum dipertimbangkan dalam perancangan kerangka BSC. Selain itu, dari segi standar perancangan BSC, belum adanya penggunaan peta strategi sebagai basis perancangan BSC dalam Divisi PMO menandakan perlunya perbaikan pada BSC sebagai alat manajemen kinerja. Perbaikan BSC ini juga dibutuhkan sebagai bentuk pemeliharaan berkala untuk menyesuaikan unit kerja dengan strategi dan kondisi bisnis yang dinamis. Perbaikan rancangan BSC dilakukan dengan mengidentifikasi strategi eksisting Divisi PMO berdasarkan dokumen perusahaan yang relevan, yang kemudian diterjemahkan menjadi poin – poin objektif strategis. Lalu, objektif tersebut dikelompokkan ke dalam empat perspektif BSC berbasis relevansi dan disusun dengan skema keterkaitan antar satu sama lain menjadi sebuah peta strategi. Rancangan peta strategi ini kemudian divalidasi dengan expert judgement oleh Kepala Divisi PMO PT MELATI. Selanjutnya, rangkaian objektif tersebut diturunkan menjadi ukuran kinerja yang lebih spesifik dalam bentuk key performance indicator (KPI) untuk pengukuran pada tingkat operasional. Perancangan KPI ini dilakukan dengan merancang usulan KPI berbasis studi literatur dan benchmark dengan best practices pada setiap poin objektif yang telah diidentifikasi. Usulan tersebut kemudian diseleksi dengan menggunakan focus group discussion dengan stakeholder terkait, yang selanjutnya dievaluasi berbasis feedback dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada Anggota Divisi PMO PT MELATI. Kamus data juga disusun sebagai pendukung proses evaluasi dan pedoman detail untuk setiap KPI yang kemudian dimuat dalam formulir kinerja sebagai alat perencanaan dan pelaporan kinerja. Hasil utama dari penelitian ini adalah sebuah peta strategi yang berisi 14 objektif strategis yang diturunkan menjadi 18 KPI yang spesifik. Inisiatif perbaikan BSC ini bertujuan untuk menyediakan alat yang lebih efektif bagi Divisi PMO dalam meningkatkan kualitas kerja guna menjawab permasalahan strategis dan mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.
RANCANGAN USULAN OKR-BALANCED SCORECARD DALAM CONTINUOUS PERFORMANCE MANAGEMENT DI PT MITRA EKSPEDISI JAWA
PT Mitra Ekspedisi Jawa (MEJ) merupakan perusahaan logistik yang berdisi sejak tahun 2021 dan memiliki 13 pegawai tetap dengan 120 driver outsource . Saat ini, PT MEJ sedang menghadapi berbagai tantangan operasional, khususnya pada Divisi Fleet Management. Permasalahan yang dihadapi meliputi tingginya biaya operasional, rendahnya efisiensi penggunaan armada, tingginya kecelakaan pengiriman, serta kurang optimalnya perencanaan rute dan pengelolaan tenaga kerja. Permasalahan tersebut berdampak pada penurunan kinerja finansial perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakselarasan antara strategi perusahaan dengan pelaksanaannya di lapangan, komunikasi yang tidak efektif dalam organisasi, serta belum adanya sistem manajemen kinerja yang terstruktur. Oleh karena itu, penelitian ini merancang sistem manajemen kinerja berbasis integrasi Objective & Key result (OKR) dan Balanced Scorecard (BSC) dalam continuous performance management untuk PT MEJ. Metodologi yang digunakan diawali dengan penurunan strategi perusahaan menjadi strategic objective (SO) yang dipetakan dalam empat perspektif BSC, meliputi finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Selanjutnya, SO tersebut diturunkan menjadi OKR yang mencakup level perusahaan, divisi, dan individu. Dalam penelitian ini, perancangan difokuskan pada Divisi Fleet Management. Proses penurunan OKR dilakukan melalui metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritas, serta validasi menggunakan face validity. Rancangan ini juga mencakup perancangan kamus kinerja, formulir evaluasi kinerja, serta kerangka implementasi CFR (Conversation, Feedback, Recognition) untuk mendorong komunikasi dan evaluasi kinerja berkelanjutan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan strategy map yang komprehensif, OKR-BSC yang terintegrasi, serta kerangka evaluasi kinerja berbasis CFR yang dapat diimplementasikan oleh PT MEJ. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan keselarasan strategi dan operasional perusahaan, memperbaiki efisiensi, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di PT Mitra Ekspedisi Jawa (MEJ).
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BALANCED SCORECARD (BSC) PADA CV ARJUNA PLASTIK
CV Arjuna Plastik merupakan salah satu perusahaan manufaktur plastik yang sedang menghadapi tantangan terkait pengukuran kinerja perusahaan. Tingkat produktivitas hanya diukur berdasarkan pencapaian target produksi harian dan digunakan hanya sebagai dasar insentif. Selain itu, tidak ada data kuantitatif mengenai kepuasan pelanggan. Tidak adanya divisi quality control khusus maupun ukuran kinerjanya menyebabkan adanya produk cacat yang sampai pada pelanggan. Saat ini, perusahaan hanya melihat kinerja dari aspek keuangan, yaitu jumlah omzet. Hal ini menandakan bahwa perusahaan belum mengevaluasi kinerja secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem manajemen kinerja sesuai dengan kebutuhan Arjuna Plastik untuk dapat kinerja operasional. Perancangan sistem manajemen kinerja mencakup perancangan Balanced Scorecard (BSC), formulir penilaian kinerja, dan dashboard untuk memantau ketercapaian KPI. Tahap perancangan dimulai dengan memahami kondisi existing perusahaan dan penilaian kebutuhan perancangan BSC. Selanjutnya, identifikasi visi dan misi perusahaan, merancang matriks SWOT dan TOWS dari hasil wawancara, penetapan sasaran strategis sebagai bentuk strategi yang lebih konkret dari visi dan misi. Sasaran strategis lalu dipetakan menjadi sebuah peta strategi. Selanjutnya diidentifikasi CSF, perumusan KPI beserta target dan periode pelaporannya, dan penetapan inisiatif strategis. BSC lalu diselaraskan secara vertikal (cascading) hingga level divisi. Terakhir, BSC dibobotkan menggunakan analytical hierarchy process (AHP). Perancangan formulir penilaian kinerja akan menjadi dataset dalam pembangunan dashboard, sehingga komponen formulir mencakup kolom ‘Periode’ beserta hasilnya. Perancangan dashboard menggunakan metode SDLC yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan, jenis, sumber data dashboard, dan jenis visualisasi setiap KPI. Dashboard lalu dibangun menggunakan Looker Studio yang kompatibel dengan sistem yang sudah digunakan perusahaan, lalu verifikasi dan validasi pengguna. Penelitian ini akan menghasilkan sistem manajemen kinerja yang mencakup Balanced Scorecard (BSC), formulir penilaian kinerja, dan dashboard untuk memantau ketercapaian KPI. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Arjuna Plastik mengevaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
DESAIN KARTU PENILAIAN KINERJA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA BALANCED SCORECARD PADA DEPARTEMEN HEAVY EQUIPMENT MAINTENANCE PT PINANG COAL (PT PC)
Tambang batu bara merupakan sebuah industry yang menyerap banyak karyawan usia produktif, di manapun perusahaan itu berada, baik perusahaan nasional maupun perusahaan multinasional. Management karyawan pada perusahaan, haruslah dihitung sebagai aset tidak berwujud untuk mencapai tujuan bersama dari perusahaan, anak perusahaan, divisi, departemen, section, grup, dll. Departemen HEM, sebagai salah satu departemen yang ada di PT PC, masih meninjau performa karyawannya dengan konvensional dan sederhana, di mana hal itu membawa kepada tingginya ketergantungan terhadap sosok atasan, bukan kepada sebuah system. Karyawan bekerja berdasarkan deskripsi umum pekerjaan tanpa memiliki Indikator Kerja Utama (IKU) dan kartu penilaian, mereka hanya diberi tugas, arahan, dan tujuan. Praktik ini juga mengupas fakta bahwa kartu penilaian karyawan yang buruk akan menghambat pencapaian tujuan Bersama, yakni tujuan dan IKU dari departemen HEM itu sendiri. Alasan tersebut memberikan peluang bahwa terdapat ruang untuk berkembang yang bisa dimanfaatkan terkait dengan kartu penilaian departemen HEM. Kartu penilaian yang baik dan komprehensif dibutuhkan untuk departemen HEM. Kartu penilaian tersebut telah dikembangkan dengan kerangka kerja balanced scorecard untuk menangkap perspektif keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran & pertumbuhan. Balanced scorecard dianggap sebagai metode yang relevan yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem dengan baik. Strategy map diuraikan menjadi tujuan strategis dan IKU. Draf dari peta strategi yang diuraikan diproses melalui pemetaan IKU dan interkoneksi Departemen HEM dengan departemen lainnya. Pembobotan dinilai oleh karyawan level staf yang memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang baik tentang sistem, sehingga pembobotan dapat dianggap dinilai secara objektif. Pembobotan menggunakan AHP untuk menyerap dan menghitung skor dari setiap respon dengan benar. Desain kartu penilaian mendapatkan pembobotan yang tepat secara umum dari proses AHP dan perlu diakhiri dengan finalisasi untuk menyesuaikan pembobotan secara adil mengacu ke tanggung jawab dan wewenang karyawan pada masing-masing tingkat.
IDENTIFIKASI VARIABEL KRITIKAL ANTARA STRATEGI KEBERLANJUTAN DAN BISNIS KORPORAT: STUDI KASUS TERHADAP PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR
Dengan terus berkembang ke skala global, PT Indofood Sukses Makmur memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang lebih besar secara sosial, lingkungan, dan etis dalam operasinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara aktivitas keberlanjutan yang dilakukan Indofood dengan strategi bisnisnya serta mengidentifikasi variabel-variabel penting di antara keduanya. Analisis konten menggunakan perangkat lunak pengkodean ATLAS.ti digunakan untuk secara sistematis meninjau, mencatat, dan mengelompokkan data dari laporan keberlanjutan Indofood ke dalam kategori dan konsep yang telah dikelompokkan berdasarkan referensi. Hasil dari skema pengkodean juga digunakan sebagai dasar untuk analisis co-occurence guna menemukan hubungan antara aktivitas terkait keberlanjutan dan bisnis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan Indofood terhadap strategi keberlanjutan dan bisnisnya dapat dihubungkan melalui kerangka balanced scorecard (BSC), di mana kerangka ini telah diadaptasi untuk memasukkan elemen keberlanjutan yang dikenal sebagai sustainable balanced scorecard (SBSC), seperti yang telah dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Terdapat pola yang jelas antara aktivitas terkait keberlanjutan, seperti emisi gas rumah kaca (GRK), keanekaragaman hayati, dan pengembangan komunitas dengan aktivitas-aktivitas terkait bisnis, seperti kinerja keuangan dan efisiensi operasional. Indofood juga dapat mengintegrasikan banyak aktivitas keberlanjutannya ke dalam proses internal dan aktivitas kapasitas organisasinya berdasarkan kerangka SBSC.
STRATEGI PERUSAHAAN YANG DIUSULKAN UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN ECONOMIC-VALUE-ADDED DAN BALANCED SCORECARD STUDI KASUS PT POS INDONESIA (PERSERO)
PT Pos Indonesia (Persero) merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak 1746 dan merupakan perusahaan BUMN tertua yang bergerak di bidang layanan kurir, logistik dan jasa keuangan. Pertumbuhan e-commerce dan peraturan pemerintah tentang pos universal menjadikan persaingan yang dihadapi PT Pos Indonesia (Persero) semakin ketat. Perusahaan pada tahun 2013 membentuk lini bisnis baru di bidang property dan perhotelan bernama PT Pos Properti Indonesia dengan tujuan utama untuk mengelola aset yang dimiliki PT Pos Indonesia (Persero) agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan. namun pada kenyataanya, anak perusaahaan tersebut justru menjadi beban pendapatan dari PT Pos Indonesia (Persero). Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan strategi tingkat korporasi dengan menggunkan strategi berdasarkan arah menunjukkan posisi PT Pos Indonesia (Persero) berada di kuadran III dengan strategi penghematan. Jadi perlu dirumuskan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah internal perusahaan dengan menetapkan tujuan strategis perusahaan dan menentukan cara menciptakan nilai menggunakan analisis DuPont, yang diukur menggunakan nilai tambah ekonomis dan kartu skor seimbang. Tujuan dari penelitian adalah mengusulkan strategi korporasi yang sesuai dengan kondisi PT Pos Indonesia (Persero) dengan menyelaraskan strategi tingkat korporasi dengan manajemen kinerja yang bertujuan untuk menciptakan nilai demi mencapai visi dan misi perusahaan menggunakan nilai tambah ekonomi dan kartu skor seimbang sebagai alat ukur untuk mendorong dan meningkatkan kinerja PT Pos Indonesia (Persero). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif menggunakan kuantifikasi SWOT, matriks TOWS, dan kerangka kerja restrukturisasi hexagon, juga penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan nilai tambah ekonomis dan balanced scorecard sebagai alat ukur untuk menilai penciptaan nilai secara finansial dan non finansial dengan menggunakan data sekunder mengenai PT Pos Indonesia (Persero). Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa PT Pos Indonesia (Persero) lebih baik fokus pada pembenahan bisnis intinya dan melepaskan status perusahaan PT Pos Properti Indonesia dan ditarik untuk menjadi bagian dari bisnis yang dikelola langsung oleh perusahaan induk. Untuk mencapai visi dan misi serta meningkatkan performa perusahaan. Penelitian ini dapat digunakan untuk peneliti selanjutnya untuk mengusulkan strategi tingkat korporasi yang dapat membantu penciptaan nilai untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan dalam studi kasus perusahaan lainnya.
USULAN SISTEM PENILAIAN MANAJEMEN INOVASI MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD UNTUK PT JATI MIARA KASAE (ARCANA INDONESIA)
Industri event organizer membutuhkan fleksibilitas yang tinggi dan sering kali memiliki jam kerja yang tidak teratur. Hal ini mengakibatkan tingginya tingkat lembur dan, jika tidak ditangani dengan sistem penilaian manajemen yang transparan, juga akan berdampak pada produktivitas, akuntabilitas, motivasi, dan lebih buruk lagi, turnover intention. Masalah-masalah yang menantang ini mempengaruhi salah satu bisnis event organizer di Bandung, Arcana Indonesia atau PT Jati Miara Kasae. Dalam tiga bulan terakhir, sembilan orang karyawan telah memilih untuk meninggalkan Arcana Indonesia. Kerugian material dan nonmaterial yang dialami perusahaan menjadi masalah serius. Data internal menunjukkan bahwa tingginya angka pengunduran diri dalam waktu singkat ini juga menyebabkan beban kerja yang lebih besar bagi karyawan yang tersisa, sehingga mereka harus bekerja lembur lebih sering. Oleh karena itu, penelitian ini didasari oleh tujuan untuk menganalisa metode yang saat ini digunakan oleh Arcana Indonesia untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, kemudian mengidentifikasi indikasi-indikasi yang menyebabkan terjadinya turnover di Arcana Indonesia, dan sebagai solusinya akan merancang penilaian manajemen berbasis Balanced Scorecard dengan penyesuaian-penyesuaian yang disesuaikan dengan kebutuhan Arcana Indonesia. Dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Arcana Indonesia, penelitian ini menggunakan Balanced Scorecard sebagai kerangka kerja utama karena memiliki pendekatan yang lengkap dalam mengukur keberhasilan organisasi tidak hanya dari sisi keuangan tetapi juga dari aspek lain seperti pelanggan, efisiensi proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Selain itu, Balanced Scorecard dapat membantu Arcana Indonesia menjadi lebih kompetitif di industrinya dengan mengelola efisiensi operasi dan mengatasi perputaran karyawan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, analisis dokumen internal, dan analisis pesaing. Narasumber wawancara dipilih berdasarkan relevansi peran dan keahlian mereka, melibatkan tiga narasumber utama: COO, Project Manager, dan Creative Staff. Dengan tiga narasumber tersebut, data yang diperoleh menjadi lebih komprehensif dan relatable dari tiga sudut pandang level jabatan dan posisi yang berbeda. Temuan utama dari analisis wawancara menjelaskan bahwa Arcana Indonesia tidak memiliki sistem penilaian manajemen yang terstruktur. Beberapa tema kemudian muncul sebagai penyebab lain dari niat karyawan untuk keluar dari perusahaan seperti tidak adanya struktur dan ketidakjelasan ekspektasi dari penilaian manajemen yang ada, umpan balik yang tidak jelas dan tidak konstruktif, beban kerja yang tinggi sehingga menyebabkan burnout pada karyawan, dan jenjang karir yang tidak jelas. Berdasarkan hal tersebut, Balance Scorecard dibuat dan telah menetapkan tiga tujuan dari perspektif Proses Internal yaitu menerapkan sistem manajemen freelancer untuk meningkatkan tingkat utilisasi menjadi 60% dalam waktu tiga bulan, mengoptimalkan biaya freelancer per event, dan meningkatkan kualitas manajemen proyek. Perspektif Keuangan mencakup tujuan untuk meningkatkan margin keuntungan per acara sebesar 15% dalam waktu 12 bulan, mengelola biaya operasional secara lebih efisien, dan meningkatkan pendapatan dari produk baru. Perspektif Pelanggan menetapkan tujuan untuk menambah lima klien B2B baru setiap kuartal, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Terakhir, dari perspektif Learning & Growth, tujuannya adalah untuk mencapai tingkat kepuasan karyawan sebesar 80%, mengurangi turnover sebesar 15% dalam 12 bulan, menciptakan dua produk baru untuk pasar kampus dengan target pendapatan 100 juta, dan melakukan ekspansi ke pasar baru. Kontribusi penelitian ini terletak pada solusi penerapan Balance Scorecard dalam konteks perusahaan di sektor jasa yang memiliki karakteristik berbasis proyek. Selain itu, penelitian ini memberikan arahan praktis bagi perusahaan lain untuk mengatasi permasalahan serupa, terutama dalam hal pengelolaan manajemen karyawan dan retensi tenaga kerja, dengan menerapkan pendekatan strategis ini. Secara keseluruhan, Balanced Scorecard untuk Arcana Indonesia dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan saat ini. Diharapkan pendekatan ini akan mengurangi keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Selain itu, hal ini akan membantu Arcana Indonesia berkembang menjadi perusahaan yang lebih stabil sehingga dapat mencapai tujuan untuk menjadi penyedia layanan terbaik di industri ini.
USULAN METODOLOGI UNTUK MENJEMBATANI KEBIJAKAN DAN PRAKTIK DALAM PENERAPAN PERATURAN BUMN INDONESIA KE DALAM MODEL BALANCED SCORECARD
Penelitian ini bertujuan mengembangkan metodologi praktis untuk menjembatani kebijakan dengan praktik operasional di PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) melalui penerapan kerangka Balanced Scorecard (BSC) yang dimodifikasi agar sesuai dengan peraturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Latar belakangnya adalah tantangan JIEP dalam menyelaraskan arahan pemegang saham dengan operasi harian, yang sering kali mengalami kesulitan dalam menerjemahkan KPI korporat ke dalam KPI operasional. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun budaya BUMN memastikan kepatuhan terhadap regulasi, masih diperlukan pendekatan manajemen kinerja yang lebih terstruktur. Dengan mengintegrasikan teori penetapan tujuan, ekspektasi, dan kontrol ke dalam kerangka BSC yang dimodifikasi, penelitian ini menawarkan pendekatan yang memungkinkan penyelarasan antara regulasi, target korporat, dan target operasional. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui analisis dokumen internal, diskusi workshop, dan wawancara mendalam. Data dianalisis untuk mengembangkan dan menerapkan peta strategi serta KPI yang relevan dengan tujuan strategis organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik, dengan memastikan peraturan BUMN tidak hanya dipatuhi tetapi juga dimanfaatkan secara strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dengan mengadopsi kerangka ini, JIEP dan BUMN lainnya dapat menyelaraskan tujuan unit dengan tujuan strategis korporat dan pemerintah, menciptakan sistem manajemen kinerja yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem manajemen kinerja yang dapat diimplementasikan di BUMN lain, menawarkan perbaikan signifikan dibandingkan praktik manajemen kinerja yang ada.
STUDI KASUS KETERGANTUNGAN SUPPLIER PT. LAKTO MURNI INDUSTRI SEBAGAI PRODUSEN SUSU BUBUK DI INDONESIA
Penelitian ini membahas tantangan dalam mempertahankan kualitas produk dengan keterbatasan jumlah pemasok. PT. Lakto Murni Industri mengutamakan kemitraan jangka panjang dengan pemasok yang ada untuk memastikan produk mereka memenuhi persyaratan kualitas yang konsisten. Dedikasi terhadap hubungan yang sudah terjalin ini memberikan keuntungan signifikan dalam menjaga kualitas. Namun, pendekatan ini dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga yaitu ketergantungan pada supplier tunggal untuk bahan baku yang penting. Ketergantungan berlebihan pada satu pemasok ini mengungkapkan kelemahan dalam rantai pasok PT. Lakto Murni Industri. Untuk mengatasi masalah ini, kerangka BSC (balanced scorecard) diterapkan untuk melakukan evaluasi pemasok di PT. Lakto Murni Industri. Pendekatan BSC mengevaluasi pemasok dalam berbagai dimensi, termasuk dalam metrik keuangan, kepuasan konsumen, bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Analisis terhadap hasil evaluasi menunjukkan adanya area yang perlu ditingkatkan dalam jaringan pemasok yang ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka BSC dapat menjadi alat yang berharga bagi PT. Lakto Murni Industri untuk mengoptimalkan pemilihan pemasok bahkan dengan jumlah yang terbatas. Dengan mengidentifikasi kelemahan dan mengembangkan kolaborasi dengan mitra yang ada, PT. Lakto Murni Industri dapat menciptakan rantai pasokan yang lebih efisien dan tangguh yang memprioritaskan kualitas tanpa mengorbankan hubungan jangka panjang dengan pemasok
PERANCANGAN OKR BERDASARKAN BALANCED SCORECARD DALAM MANAJEMEN KINERJA BERKELANJUTAN PADA MEALTH.ID
Penelitian ini berfokus pada Mealth.Id, sebuah perusahaan di Indonesia yang menyediakan layanan kesejahteraan diri (wellness being) dan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan pada tahun 2023. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya manajemen kinerja yang efektif dan strategi perusahaan yang jelas, yang berakibat pada kinerja keuangan di bawah ekspektasi. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan penerapan model OKR-scorecard sebagai alat perencanaan kinerja. Model ini menggabungkan pendekatan Objectives Key Result (OKR) dan Balanced Scorecard (BSC) untuk meningkatkan kinerja, penyelarasan, dan keterlibatan karyawan. Perancangan OKR-scorecard diawali dengan penguraian strategi perusahaan menjadi sasaran-sasaran strategis yang dikategorikan dalam empat perspektif Balanced Scorecard. Hal ini bertujuan untuk mengkaji seluruh aspek kinerja secara menyeluruh. Sasaran strategis yang telah ditentukan kemudian dimasukkan ke dalam peta strategi yang dirancang. Setelah peta strategi tersebut disusun dan diverifikasi, dilanjutkan dengan perancangan OKR- Scorecard. OKR-scorecard ini terdiri dari OKR strategis yang mengkaji seluruh aspek kinerja secara holistik dan selanjutnya dijabarkan menjadi OKR untuk divisi dan individu yang berfokus pada aspek kinerja kritis perusahaan. Proses derivasi OKR dari tingkat strategis dilakukan dengan mempertimbangkan bobot prioritas yang diwakilkan melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). OKR-scorecard yang telah dirumuskan ini kemudian menjadi fondasi dalam merancang usulan untuk evaluasi kinerja yang berlandaskan pada konsep OKR-scoring, self-reflection, dan self-assesment Hasil penelitian ini menghasilkan tiga output utama yaitu, peta strategi, rancangan OKR- scorecard yang dibagi ke dalam level strategis (terdiri dari 16 sasaran strategis), divisi, dan individu dengan fokus pada divisi operasional, serta rencana evaluasi kinerja. Output ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi Mealth.Id untuk menerapkan pengelolaan kinerja berkelanjutan di seluruh perusahaan.