📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPERANCANGAN OBJECTIVE KEY RESULTS BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA DIVISI OPERASIONAL PT MATAHARI
PT Matahari merupakan perusahaan swasta tertutup di bidang konstruksi perpipaan dan air bersih yang mengalami penurunan pendapatan sebesar 20% akibat komplain pelanggan pada 85% proyek. Permasalahan ini berkaitan dengan belum diturunkannya visi dan misi menjadi sasaran kerja terukur serta belum diterapkannya manajemen kinerja terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang manajemen kinerja berbasis Objectives and Key Results (OKR) yang terintegrasi dengan Balanced Scorecard (BSC) pada Divisi Operasional. Perancangan dilakukan dengan menurunkan strategi menjadi Strategic Objective (SO) berdasarkan perspektif financial, customer, internal business process, serta learning and growth. SO kemudian diturunkan menjadi OKR hingga level individu, sedangkan prioritas key result ditentukan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan divalidasi melalui wawancara. Penelitian ini juga merancang kamus kinerja, formulir evaluasi, serta kerangka Conversation, Feedback, and Recognition (CFR). Hasil penelitian berupa 12 strategic objective, peta strategi, rancangan OKR-BSC terintegrasi dari level perusahaan hingga individu, serta evaluasi berbasis CFR. Rancangan ini diharapkan meningkatkan keselarasan strategi dan operasional serta mendukung pertumbuhan PT Matahari.
PERANCANGAN OKR BERBASIS BALANCED SCORECARD DAN AGILE PERFORMANCE MANAGEMENT PADA PT AGL
PT AGL merupakan salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang ritel fesyen. Saat ini, PT AGL dihadapkan dengan permasalahan di mana penjualannya tidak mencapai target dalam beberapa periode. Selain itu, ternyata banyak terdapat poin Objective and Key Results (OKR) yang tidak selaras dengan tujuan utama perusahaan, terutama pada subdivisi Performance Marketing. Setelah digali lebih dalam, ternyata terdapat akar masalahnya adalah belum adanya metode yang terstruktur dan sistematis dalam melakukan penurunan strategi perusahaan hingga ke tingkat individu. Hasil temuan masalah di PT AGL menyimpulkan bahwa perusahaan membutuhkan sebuah manajemen kinerja dengan metode penurunan strategi perusahaan yang lebih sistematis, dan mendukung komunikasi secara dua arah, sehingga dapat mendukung bisnis perusahaan yang harus bergerak secara agile. Usulan perancangan manajemen kinerja untuk PT AGL dilakukan dengan menggunakan model OKR yang menggunakan acuan kerangka Balanced Scorecard (BSC) dan berbasis Agile Performance Management. Perancangan diawali dengan melakukan penurunan dari strategi perusahaan ke dalam sasaran strategis. Selanjutnya, sasaran strategis tersebut akan dipetakan ke dalam peta strategi sesuai kerangka dari BSC. Setelah itu, akan dirancang indikator OKR tingkat perusahaan berdasarkan sasaran strategis tersebut. OKR tingkat perusahaan ini selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam menurunkan ke tingkat divisi. Setelah tervalidasi, OKR kembali diturunkan ke tingkat individu dan diselaraskan dengan job description masing-masing individu. OKR selanjutnya akan dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process dan didapatkan bahwa PT AGL saat ini sangat memprioritaskan perspektif pelanggan. Hasil dari penelitian ini menghasilkan output berupa peta strategi dan usulan OKR yang dikhususkan untuk subdivisi Performance Marketing yang dapat mendorong performa penjualan secara online. Selain itu, disusun pula kamus kinerja, rencana pengukuran kinerja, dan kerangka implementasi CFR (conversation, feedback, and recognition). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan oleh perusahaan dalam mengimplementasikan manajemen kinerja di lingkungan perusahaan yang dinamis dan harus bergerak secara agile.
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGINTEGRASIKAN BALANCED SCORECARD (BSC) DAN OBJECTIVE AND KEY RESULTS (OKR) DI PT HUADIAN BUKIT ASAM POWER
PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara dan telah berdiri sejak 2012. Proyek utama PT HBAP, PLTU MT Sumsel 8, telah beroperasi dan menghasilkan laba. Kini, PT HBAP berada di masa transisi dari proyek ke operasi produksi. Sejak pembangkit listrik beroperasi, target kinerja perusahaan belum pernah tercapai sepenuhnya karena adanya penundaan pelaksanaan. Setelah ditinjau lebih dalam, diperoleh akar permasalahan bahwa PT HBAP belum menurunkan sasaran strategisnya ke level individu sehingga tidak adanya target kinerja bagi pegawai. Hal ini menunjukkan sistem manajemen kinerja pegawai yang telah digunakan PT HBAP belum komprehensif. Oleh karena itu, diusulkan rancangan suatu sistem manajemen kinerja pegawai yang dapat mendukung penyelarasan dan peningkatan motivasi pegawai dalam mencapai target perusahaan. Perancangan sistem manajemen kinerja pegawai di PT HBAP diusulkan menggunakan kombinasi metode, yaitu mengintegrasikan balanced scorecard (BSC) dan objective and key results (OKR). Dua metode ini digunakan sebagai alat sistem manajemen kinerja yang meninjau aspek secara menyeluruh dan fokus pada prioritas kinerja jangka pendek. PT HBAP menggunakan BSC sebagai alat pengukuran kinerja perusahaan dan level departemen. Untuk itu, dilakukan evaluasi atas peta strategi dan BSC yang sebelumnya telah disusun untuk memahami sasaran perusahaan saat ini. Perancangan manajemen kinerja dimulai dengan merencanakan kinerja berdasarkan OKR-Scorecard dari level departemen hingga ke level individu melalui penyelarasan BSC dan OKR di level departemen. Berdasarkan perencanaan kinerja berbasis OKR-Scorecard, dirancang rencana sistem manajemen kinerja pegawai PT HBAP melalui formulir perencanaan, monitoring dan pembinaan, evaluasi, serta tindak lanjut kinerja. Hasil tersebut diharapkan dapat membantu penyelarasan dan dasar untuk PT HBAP mengimplementasikan manajemen kinerja berbasis berkelanjutan di lingkup perusahaan.
USULAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN THE BALANCED SCORECARD UNTUK PT PATROL JAYA MANDIRI
PT Patrol Jaya Mandiri (PJM) menghadapi kerugian finansial yang signifikan sepanjang tahun 2023, terutama disebabkan oleh tingginya biaya operasional dan margin laba kotor yang tidak mencukupi. Perusahaan tidak memiliki Sistem Manajemen Kinerja (PMS) yang efektif, yang mengakibatkan fokus yang sempit pada metrik keuangan tanpa mempertimbangkan aspek penting lainnya seperti kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan pengembangan karyawan. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi sistem manajemen kinerja yang sesuai yang dapat membantu PT PJM meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional. Tujuan sekunder adalah untuk mengembangkan rencana implementasi yang praktis untuk sistem ini. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemangku kepentingan utama, termasuk Direktur, Supervisor Lapangan, dan Operator Lapangan, serta melalui observasi langsung dan pemantauan CCTV. Data sekunder diperoleh dari catatan keuangan perusahaan untuk tahun 2023. Kerangka Balanced Scorecard (BSC) diusulkan sebagai dasar untuk PMS baru, dengan Indikator Kinerja Utama (KPI) dikembangkan untuk mengukur keberhasilan tujuan strategis di berbagai perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan finansial PT PJM diperparah oleh kurangnya PMS yang komprehensif. Kerangka BSC yang diusulkan mencakup KPI yang berfokus pada peningkatan likuiditas, pengurangan biaya operasional, peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan efisiensi layanan, dan mendorong pengembangan karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PMS berbasis BSC dapat membantu PT PJM mengatasi tantangan finansialnya dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Penelitian ini termasuk fokus pada satu stasiun pengisian bahan bakar di bawah PT PJM, yang mungkin tidak sepenuhnya mewakili operasi perusahaan secara keseluruhan. Implementasi PMS yang diusulkan dilakukan pada tingkat korporat, dengan harapan bahwa hal ini akan secara bertahap diterapkan di stasiun-stasiun lain di bawah PT PJM. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas kerangka BSC di berbagai stasiun untuk memvalidasi penerapannya dalam skala yang lebih luas.