📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Aldy Rafi Fernaldy
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Meivany Frisca Manurung
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Naval Ardhi Pradana
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Robi Setiawan
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Standarisasi Data 🏷️ Manajemen Asset Kampus

PENGEMBANGAN BASISDATA DAN WEB SERVICE UNTUK SISTEM GRID SKALA RAGAM

Sistem grid skala ragam telah banyak digunakan oleh beberapa penelitian terutama tentang lingkungan. Namun pengguna sistem grid skala ragam ini masih perlu membuat grid untuk ukuran data yang dimilikinya. Oleh karenanya dikembangkanlah basis data dan service untuk sistem grid skala ragam. Geometri dari grid skala ragam ini di dibuat dengan software Matlab. Geometri ini disimpan ke dalam suatu basisdata spasial. Dari basisdata ini dikembangkan suatu web feature service sehingga sistem grid skala ragam dari basisdata ini dapat diterjemahkan dan ditransaksikan melalui web. Dengan aplikasi desktop, data yang diintegrasikan dengan basisdata pada penelitian ini dapat divisualisasikan dan dapat digunakan untuk keperluan lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: ABDURRAHMAN HAKIM (NIM : 15108042); Pembimbing : Dr. Akhmad Riqqi, M.Si.
🏷️ Geometri Grid Skala Ragam 🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Web Feature Service

PEMBANGUNAN BASISDATA SPASIAL DENGAN SISTEM GRID SKALA RAGAM UNTUK EMISI GAS RUMAH KACA (STUDI KASUS: KOTA BANDUNG)

Perkembangan zaman belakangan ini memiliki dampak meningkatnya jumlah penduduk, tingginya jumlah penduduk tersebut berpengaruh terhadap sektor transportasi. Polusi udara yang dihasilkan dari sektor transportasi terdiri dari gas-gas yang memiliki efek beranekaragam seperti halnya gas rumah kaca. Emisi gas rumah kaca merupakan bagian dari gas-gas yang berada di atmosfer, gas-gas tersebut menyerap dan memancarakan radiasi pada gelombang tertentu. Untuk memantau emisi gas rumah kaca dibutuhkan pengelolaan data emisi gas rumah kaca secara terintegrasi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengelola data emisi gas rumah kaca adalah dengan menggunakan basisdata spasial dan sistem grid skala ragam. Penggunaan basisdata spasial sebagai media penyimpanan suatu data sangat baik terlebih apabila data yang akan disimpan berjumlah sangat banyak. Basisdata spasial dapat berguna sebagai media penyimpanan suatu data yang memiliki objek spasial berupa titik, garis, maupun poligon. Penggunaan sistem grid skala ragam untuk emisi gas rumah kaca dapat dilakukan dalam merepresentasikan fenomena geografis yang bersifat kontinyu dan berubah secara gradual. Maka perlu kiranya informasi emisi gas rumah kaca disajikan dengan visualisi webGIS agar pengguna dengan mudah dapat mencari dan menerima informasi yang diberikan mengenai besarnya emisi gas rumah kaca serta pengguna dapat melakukan penambahan atau perubahan data emisi gas rumah kaca secara kontinyu. Untuk merealisasikan hal tersebut maka dirasakan perlu dibangun suatu basisdata spasial yang dapat menyimpan informasi emisi gas rumah kaca dengan menggunakan sistem grid skala ragam.

2026
👤 Penulis: SUNDORO BAGUS WIROTOMO (NIM 15106031); Pembimbing: Dr. Ir. Akhmad Riqqi, M.Si.
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Grid Skala Ragam 🏷️ Emisi Gas Rumah Kaca

PEMBUATAN BASIS DATA dan PROSES KARTOGRAFIK PETA LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA (DAERAH STUDI: PANTAI BARAT SUMATERA UTARA)

Indonesia adalah negara kepulauan dengan panjang pantai 95,181 kilometer. Dengan pantai sepanjang itu, lingkungan pantai menjadi aset yang sangat potensial untuk dikembangkan demi kemajuan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pantai. Peta merupakan salah satu syarat untuk mengembangkan suatu wilayah. Dalam pengembangan daerah pantai, peta harus memberikan informasi secara khusus untuk wilayah pesisir dan laut, terutama tentang kedalaman, jenis pantai (berpasir, berlumpur, atau berbatu), serta informasi dasar lainnya terkait dengan navigasi dan administrasi di wilayah laut. Peta pada zaman sekarang ini sudah dibuat dalam format basis data spasial. Jadi pada pembuatannya, pertama dilakukan pembuatan basis datanya terlebih dahulu, setelah itu dilakukan proses kartografik untuk keperluan penampilan (visualisasi) dan pencetakan .Hasil akhir yang diharapkan adalah peta Lingkungan Pantai Indonesia dalam format basis data yang sesuai dengan standard.

2026
👤 Penulis: NIKSON M N (NIM 15107083); Pembimbing: Dr. Ir. Samsul Bachri, M.Eng dan Dr. Ir. Akhmad Riqqi, M.Si
🏷️ Pengolahan Data Geografi 🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

PEMBANGUNAN BASIS DATA SPASIAL DENGAN SISTEM GRID SKALA RAGAM UNTUK DATA EKSISTENSI GAJAH SUMATERA DAN HARIMAU SUMATERA (STUDI KASUS : HUTAN ULU MASEN)

Kebutuhan akan keberadaan data spasial yang handal merupakan hal mendasar dalam proses pembangunan nasional. Keanekaragaman fauna di Indonesia menjadikan suatu tantangan baru dalam hal penyimpanan data spasial fauna tersebut yang tersebar di Indonesia. Dibutuhkan tempat penyimpanan data spasial seluruh fauna di Indonesia sehingga berbagai data fauna tersebut dapat tersimpan dalam suatu wadah dan dimengerti secara universal. Penggunaan sistem grid skala ragam sebagai tempat penyimpanan basis data spasial dapat membantu proses penggabungan, penyimpanan, dan menampilkan berbagai jenis data yang ada. Penelitian ini merupakan pembangunan basis data spasial dengan menggunakan sistem grid skala ragam sebagai wadah penyimpanan data dan memberikan visualisasi informasi dalam MapServer. Hasil penelitian ini memberikan penjelasan bahwa sistem grid skala ragam berfungsi baik dalam menyimpan, menampilkan, dan memperbarui data.

2026
👤 Penulis: JOHN MAHMUDY (NIM 15106009); Pembimbing: Dr. Akhmad Riqqi, M.Si.
🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Grid Skala Ragam 🏷️ Visualisasi Informasi Geografis
💬