📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

STUDI PEMBENTUKAN DAN PENGENDALIAN BIOFILM PADA INDUSTRI PANGAN

Biofilm pada permukaan yang bersentuhan dengan pangan dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan menurunkan efektivitas sanitasi. Penelitian ini mengevaluasi pembentukan biofilm oleh Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dalam susu UHT pada permukaan polivinil klorida (PVC) dan stainless steel pada suhu 5 dan 28°C selama 4 dan 20 jam, baik tanpa maupun dengan perlakuan disinfektan berbasis natrium hipoklorit. Total biomassa yang melekat, jumlah sel hidup, dan morfologi biofilm masing-masing dianalisis menggunakan pengukuran densitas optik dengan pewarnaan crystal violet, metode hitung cawan, dan scanning electron microscopy (SEM). Permukaan PVC menghasilkan biomassa yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan stainless steel (p < 0,001), sedangkan jenis material tidak berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel. Waktu inkubasi yang lebih lama secara signifikan meningkatkan jumlah sel hidup, sementara temperatur tidak memberikan pengaruh signifikan sebagai faktor tunggal. Perlakuan disinfeksi secara signifikan menurunkan viabilitas sel (p < 0,001), tetapi tidak menurunkan biomassa secara signifikan. Hasil pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa residu extracellular polymeric substances yang telah mengalami kerusakan tetap melekat pada permukaan setelah perlakuan. Oleh karena itu, pengendalian biofilm yang efektif memerlukan proses pembersihan untuk menghilangkan matriks sebelum dilakukan disinfeksi akhir.

2026
👤 Penulis: Sofi Aini Zahra
🏷️ Biofilim 🏷️ Sanitasi Pangan 🏷️ Hidrologi Industri

PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY RUMAHAN DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN FILTRASI BIO-CHAR, BIO-SAND, DAN KOMBINASINYA

Peningkatan aktivitas usaha laundry menyebabkan peningkatan produksi air limbah yang mengandung bahan kimia dan zat organik berbahaya. Air limbah laundry meningkatkan beban organik tinggi serta berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan apabila tidak diolah terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengolahan air limbah laundry skala rumahan menggunakan bio-sand filter, bio-char filter, serta penggunaan media kombinasi keduanya. Dalam biofiltrasi, proses penyisihan parameter pencemar dapat melalui mekanisme sorpsi serta degradasi secara biologi melalui pertumbuhan biofilm yang melekat pada media filter. Proses menumbuhkan biofilm dalam media filter dilakukan secara circulating batch reactor (CBR), sedangkan uji keterolahan air limbah dilakukan secara kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media pasir dan karbon aktif memberikan efisiensi penyisihan tertinggi untuk COD (87.57%), fosfat (79.03%), dan TKN (68.33%). Selain itu, penyisihan dengan media filter yang sama untuk parameter surfaktan adalah sebesar 95.53% dan parameter TSS sebesar 61.03%.

2026
👤 Penulis: Evelyn Karina Putri Kurniawan
🏷️ Biofilim 🏷️ Pengolahan Air Limbah 🏷️ Kombinasi Media Filtrasi

POTENSI BIOSURFAKTAN DARI ISOLAT BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM STREPTOCOCCUS MUTANS

Streptococcus mutans adalah bakteri yang berperan penting dalam pembentukan biofilm gigi atau plak gigi yang menjadi salah satu penyebab karies. Biofilm gigi adalah agregat mikroorganisme yang melekat satu sama lain pada permukaan gigi dan tertanam dalam suatu matriks EPS (Extraceluller Polymeric Substances) yang diproduksi oleh mikroorganisme itu sendiri. Salah satu senyawa yang diketahui memiliki aktivitas antibiofilm dan antibakteri adalah biosurfaktan, berkat molekulnya yang amfifilik. Dibandingkan jenis surfaktan lain, biosurfaktan unggul dari sisi lingkungan dan biokompatibilitas. Salah satu mikroba yang dilaporkan memiliki kemampuan produksi biosurfaktan adalah bakteri hidrokarbonoklastik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produsen biosurfaktan terbaik di antara isolat bakteri hidrokarbonoklastik, mengkarakterisasi biosurfaktan yang dihasilkan, dan menentukan potensinya sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap Streptococcus mutans. Isolat campuran bakteri hidrokarbonoklastik dari penelitian sebelumnya dipurifikasi sehingga diperoleh isolat murni. Terhadap isolat murni dilakukan penapisan bakteri penghasil biosurfaktan menggunakan metode oil spread assay. Isolat terpilih diproduksi biosurfaktannya untuk dikarakterisasi melalui analisis muatan ionik dan FTIR-KBr serta diujikan aktivitas antibakteri dan antibiofilmnya terhadap S. mutans. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebanyak tujuh isolat murni yang berhasil dipurifikasi. Seluruhnya adalah penghasil biosurfaktan. Di antara isolat lainnya, isolat T0(7) adalah isolat terbaik karena menghasilkan zona bening dengan diameter terbesar yaitu 3,43 ± 0,12 cm. Berdasarkan analisis secara molekuler menggunakan marka 16S rRNA, isolat T0(7) diidentifikasi sebagai Brevibacillus limnophilus. Isolat T0(7) menghasilkan biosurfaktan dengan yield sebesar 67 mg/L. Biosurfaktan isolat T0(7) berjenis glikolipid dan tidak bermuatan (non-ionik) serta memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm terhadap S. mutans dengan nilai MIC, MBIC, dan MBEC berturut-turut sebesar 2000 ppm, 1000 ppm, dan 4000 ppm. Nilai persentase inhibisi pertumbuhan, inhibisi biofilm, dan eradikasi biofilm S. mutans pada konsentrasi MIC, MBIC, dan MBEC, berturut turut sebesar 41,89% ± 9,30 %, 48,81 ± 5,12 %, dan 48,86 ± 5,82 %. Dengan demikian biosurfaktan isolat T0(7) berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm S. mutans.

2025
👤 Penulis: Sisil Safitri
🏷️ Bioteknologi 🏷️ Biofilim 🏷️ Hidrokarbonoklastik
💬