📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

EVALUASI PENGARUH APLIKASI BIOFILTER BERBASIS BAKTERI NITRIFIKASI TERHADAP PROFIL KOMUNITAS BAKTERI DAN KUALITAS PERTUMBUHAN UDANG PUTIH (PENAEUS VANNAMEI) PADA TAMBAK UDANG DI INDRAMAYU, JAWA BARAT

Udang Putih (Litopenaeus vannamei) sebagai komoditas ekspor unggulan budidaya air payau membutuhkan optimasi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi budidaya. Kontaminasi nitrogen dan vibriosis merupakan masalah utama yang menurunkan produktivitas budidaya udang. Metode filtrasi air yang masih konvensional, serta keterbatasan dalam penerapan metode optimasi budidaya dari segi teknologi dan biaya menjadi salah satu masalah utama penambakan di Indonesia. Biofilter berbasis bakteri nitrifikasi dikembangkan sebagai sistem filtrasi air yang berfokus pada reduksi kontaminan nitrogen dan Vibrio dari air sumber untuk dioptimalkan sebelum dialirkan menjadi media budidaya. Biofilter merupakan teknologi yang berkelanjutan, hemat energi, serta relatif sederhana sehingga dapat diaplikasikan secara luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas penggunaan sistem biofilter berbasis biofilm bakteri nitrifikasi dalam menurunkan kontaminan nitrogen dan Vibrio dari sumber air pesisir, serta implikasinya terhadap kualitas air dan hasil budidaya. Penelitian dilaksanakan pada tambak udang semi-intensif di Indramayu, Jawa Barat pada bulan Juni-September 2024. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik, yaitu penampang panjang (air sumber), sistem biofilter dan tambak G7 (tambak perlakuan). Pengamatan dilakukan setiap minggu dalam rentang 76 hari budidaya dengan mengamati parameter fisikokimia, yaitu suhu, pH, dan DO menggunakan water multitester, serta konsentrasi TAN, nitrit, dan nitrat dengan Merck® Colorimetric Test Kit. Dilakukan juga analisis mikrobiologis pada medium TSA (Tryptic Soy Agar) untuk bakteri heterotrof dan TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose) untuk Vibrio dengan metode spread plate. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas nitrifikasi biofilter dalam mereduksi kontaminan nitrogen dengan rata-rata konsentrasi TAN 0,11±0,29 ppm, lebih rendah dibandingkan pada air sumber (0,22±0,44 ppm). Biofilter juga mampu menjaga ratarata parameter kualitas air, yaitu suhu, pH, dan DO pada ambang optimal. Berdasarkan analisis korelasi Pearson diperoleh parameter suhu dan DO berkorelasi kuat dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja biofilter. Kelimpahan bakteri heterotrof berkorelasi positif dengan Vibrio dan pertumbuhan keduanya berkorelasi dengan konsentrasi amonia dalam air. Peningkatan kelimpahan bakteri heterotrof juga berdampak pada penurunan oksigen terlarut dalam air. Analisis mikrobiologis menunjukkan biofilter mampu meningkatkan dan menjaga komposisi bakteri heterotrof pada sistem, serta menekan pertumbuhan bakteri Vibrio yang ditinjau dari kelimpahan absolutnya. Analisis klaster Bray-Curtis menunjukkan adanya pergeseran dinamika kelimpahan bakteri heterotrof yang mulai teramati pada DOC 48, mengindikasikan keberlangsungan proses suksesi yang ditandai dengan meningkatnya kemiripan struktur mikroba pada sistem biofilter dan tambak G7. Sebaliknya, dinamika Vibrio menunjukkan struktur yang berbeda pada masing-masing lokasi, ditinjau dari pembentukan kluster terpisah mulai DOC 55. Hasil ini didukung dengan analisis diversitas Shannon dan Simpson Vibrio yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada pola keanekaragaman dan dominansi Vibrio antar lokasi sampel mulai DOC 27 hingga akhir masa budidaya. Analisis ANOVA menunjukkan kesamaan dinamika Vibrio pada tambak G7 dengan biofilter pada pertengahan masa budidaya, sebelum akhirnya mengalami pergeseran yang signifikan pada akhir masa budidaya. Analisis diversitas juga menunjukkan biofilter mampu meningkatkan diversitas dan keanekaragaman populasi bakteri heterotrof serta menstabilkan struktur komunitas Vibrio dalam sistem. Berdasarkan analisis biologis, biofilter mampu mempengaruhi respons biologis budidaya melalui peningkatan kesintasan udang sebesar 51,5% dan produktivitas budidaya hingga 86% dibandingkan tambak tanpa perlakuan.

2026
👤 Penulis: Nathania Sari Aryani Sibarani
🏷️ Biofilur 🏷️ Kualitas Air Budidaya Udang 🏷️ Analisis Mikrobiologis

DINAMIKA KOMUNITAS MIKROBA BIOFILTER DAN PERFORMA BUDI DAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) MENGGUNAKAN SISTEM AKUAKULTUR TERTUTUP: HIBRID BIOFLOK- RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM (RAS)

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas air tawar unggulan di Indonesia dengan permintaan global diperkirakan mencapai ±7,3 juta ton pada tahun 2030. Kondisi ini mendorong pengembangan sistem akuakultur yang efisien dan berkelanjutan. Akan tetapi, pada saat ini masih umum digunakan sistem akuakultur terbuka yang memiliki keterbatasan dalam kapasitas budi daya, pengelolaan limbah nitrogen, dan pengendalian kualitas air. Sebagai alternatif, dikembangkan sistem akuakultur tertutup, salah satunya berbasis hibrid bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS) yang menggabungkan biofiltrasi eksternal dan daur ulang nutrien in situ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suksesi komunitas mikroba pada air dan biofilm substrat biofilter serta hubungannya dengan kualitas air dan performa budi daya ikan nila dalam sistem akuakultur tertutup: hibrid bioflok-RAS. Penelitian dilakukan selama 60 hari dengan kepadatan tebar masing-masing sistem hibrid sebanyak 150 ekor per 200 liter. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, pH, DO, TAN, NO?- N, NO?-N) harian, mikrobiologis (spread plate pada Nutrient Agar dan Winogradsky Agar dari sampel air dan substrat biofilter) yang diambil pada lima titik waktu (awal dan akhir pengondisian biofilter, awal, tengah, dan akhir masa budi daya), serta pengukuran parameter biologis mingguan. Selanjutnya, dilakukan analisis suksesi komunitas mikroba, statistik, dan identifikasi pembentukan biofilm menggunakan SEM. Hasil menunjukkan total kelimpahan 6 mikroba pada air dan biofilm substrat meningkat dari awal budi daya (heterotrof: 1,71×10?; nitrifikasi: 1,03×10?) dan tetap tinggi serta stabil sejak pertengahan (heterotrof: 5,9×10?; nitrifikasi: 7,18×10?) hingga akhir budi daya (heterotrof: 9,75×10?; nitrifikasi: 1,11×10?). Ditemukan pula adanya seleksi dan suksesi komunitas mikroba selama masa budi daya, ditandai dengan pergeseran dominansi isolat heterotrof dari N21 ke N01 pada air biofilter, serta pergantian dominansi isolat nitrifikasi dari N01 ke N11 pada biofilm substrat dan kodominansi kedua isolat pada air biofilter. Diversitas heterotrof meningkat di air biofilter pada akhir budi daya (1,04), sementara dominansi stabil dan tinggi di biofilm substrat. Adapun pada mikroba nitrifikasi, indeks diversitas dan dominansi kedua sampel menunjukkan nilai yang fluktuatif dengan dominansi mutlak (1,00) di biofilm substrat pada akhir budi daya. Indeks disimilaritas Bray- Curtis menunjukkan bahwa komunitas mikroba heterotrof dan nitrifikasi pada air dan biofilm substrat memiliki kemiripan tinggi pada masa pertengahan hingga akhir budi daya yang cenderung berbeda dengan komunitas pada masa pengondisian biofilter hingga awal budi daya. Berdasarkan hasil identifikasi SEM, terlihat biofilm mulai terbentuk pada akhir pengondisian biofilter dan mengalami perkembangan hingga akhir masa budi daya. Selama masa budi daya, parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal dengan kadar TAN akhir sebesar 1,16 ± 1,58 ppm (Sistem A) dan 1,14 ± 1,50 ppm (Sistem B), serta kadar nitrit akhir 1,20 ± 0,63 dan 1,42 ± 0,65 ppm. Kondisi ini mendukung biomassa tinggi (10,18 ± 0,26 kg dan 10,52 ± 0,35 kg) dan efisiensi rasio konversi pakan (FCR) yang baik, masing-masing sebesar 1,87 ± 0,06 dan 1,89 ± 0,15. Hasil ini menunjukkan bahwa suksesi mikroba dalam biofilter berkontribusi pada pembentukan komunitas yang fungsional dan stabil, memperkuat kemampuan sistem dalam mengolah senyawa nitrogen, dan meningkatkan performa budi daya. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup analisis fisiologis dan pendekatan metagenomik untuk mengidentifikasi spesies mikroba dominan guna memahami lebih dalam peran spesifiknya dalam ekosistem biofiltrasi.

2025
👤 Penulis: Nadia Shafa Khairani
🏷️ Biofilur 🏷️ Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
💬