📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenKUANTIFIKASI BIOMASSA BENIH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ. VAR. DXP SIMALUNGUN) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI BIOSTIMULAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK
Produksi minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2024 produksi minyak kelapa sawit hanya sebesar 45,44 juta ton, penurunan produktivitas tersebut menegaskan pentingnya penggunaan bahan alami untuk mendorong pertumbuhan kelapa sawit dalam rangka efisiensi penggunaan pupuk sintetik. Biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) dinilai berpotensi mengurangi penggunaan pupuk sintetik sekaligus meningkatkan kualitas benih kelapa sawit, melalui perannya dalam meningkatkan nutrisi, ketahanan stres abiotik, dan kualitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh kombinasi konsentrasi biostimulan dan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan tanaman, hasil biomassa tanaman, kadar klorofil daun, kadar nitrogen daun, perkembangan sistem perakaran dan shoot root ratio index tanaman kelapa sawit, serta menentukan neraca massa dan energi sistem budidaya benih kelapa sawit. Pada penelitian ini dilaksanakan di Shading nursery dan Laboratorium Teknik 1A ITB Jatinangor pada bulan Oktober 2025-Januari 2026 dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi 12 perlakuan dan 3 ulangan (n = 360 tanaman). Media tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk kandang kambing dan tanah top soil dengan perbandingan volume (1:1). Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 taraf konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) (0 mL/L, 5 mL/L, 10mL/L, dan 15 mL/L) dan 3 taraf dosis pupuk majemuk anorganik (25%, 50% dan 100%). Analisis statistika yang digunakan adalah One-Way ANOVA (? = 0,05) dan uji lanjut yang digunakan adalah Tukey-HSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap parameter lebar daun tanaman (10 MST), panjang akar tanaman (12 MST), kadar nitrogen daun tanaman (12 MST), dan bobot segar tanaman (12 MST), dengan hasil terbaik diperoleh pada kombinasi konsentrasi biostimulan 15 mL/L & dosis pupuk anorganik 50% pada perlakuan 11 (P11) terhadap parameter lebar daun 10 MST sebesar 3,43 cm, bobot segar total tanaman 12 MST sebesar 3,88 gram, dan pertumbuhan akar tanaman 12 MST sebesar 18,66 cm. Pada perlakuan 1 (P1) dengan variasi konsentrasi biostimulan 0 mL/L & dosis pupuk anorganik 100% memberikan hasil terbaik terhadap parameter kadar nitrogen daun tanaman 12 MST sebesar 6,04%. Kombinasi konsentrasi biostimulan dan dosis pupuk anorganik yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, kadar klorofil daun, dan bobot kering tanaman hingga 12 MST pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Shoot-root ratio index tanaman kelapa sawit mengindikasikan dominansi tajuk dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Penelitian produksi biomassa ini membagi sistem menjadi 3 unit neraca massa dan energi, yaitu unit produksi biostimulan, unit persiapan media tanam, dan unit budidaya benih kelapa sawit. Neraca massa total pada unit produksi biostimulan sebesar 10,00 kg/batch produksi dan neraca energi total sebesar 27,43 kJ/batch produksi. Neraca massa total pada unit persiapan media tanam sebesar 540,00 kg/kg seluruh media tanam dan neraca energi total sebesar 431,24 kJ/kg seluruh media tanam. Neraca massa total pada unit budidaya benih kelapa sawit 578,57 kg/siklus budidaya benih kelapa sawit dan neraca energi total sebesar 907,34 kJ/siklus budidaya benih kelapa sawit.