📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

KUANTIFIKASI BIOMASSA BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ. VAR. DXP SIMALUNGUN) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI DAN INTERVAL BIOSTIMULAN EKSTRAK RUMPUT LAUT

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. var. DxP Simalungun) merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang keberhasilan produksinya sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit pada fase pembibitan awal (pre-nursery). Penggunaan biostimulan berbasis ekstrak rumput laut dinilai berpotensi meningkatkan kualitas bibit secara berkelanjutan, namun informasi mengenai kombinasi konsentrasi dan interval aplikasi yang optimum pada fase ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi konsentrasi dan interval pemberian biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap pertumbuhan vegetatif, kandungan klorofil, dan biomassa bibit kelapa sawit, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik pada fase pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kassa ITB Kampus Jatinangor pada bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan (n = 280 tanaman). Perlakuan terdiri atas kombinasi tiga taraf konsentrasi biostimulan (5, 10, dan 15 mL/L) dan dua interval aplikasi (satu kali per minggu dan satu kali per dua minggu), serta satu perlakuan kontrol. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, kadar klorofil daun (SPAD dan metode Wintermans & De Mots), bobot biomassa segar dan kering tajuk serta akar, dan shoot-root ratio. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biostimulan ekstrak rumput laut berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan vegetatif dan biomassa, kecuali shoot-root ratio. Perlakuan terbaik adalah P3 berupa kombinasi konsentrasi aplikasi biostimulan 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali yang. Perlakuan terbaik P3 menghasilkan tinggi tanaman 16,55 cm, diameter batang 5,18 mm, jumlah daun 2,95 helai, lebar daun 3,58 cm, kadar klorofil total 11,20 mg/L, bobot kering tajuk 0,71 g, dan bobot kering akar 0,29 g. Keseluruhan hasil P3 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kontrol dengan tinggi tanaman 14,40 cm, diameter batang 4,34 mm, jumlah daun 2,50 helai, lebar daun 2,40 cm, kadar klorofil 9,88 mg/L, bobot kering tajuk 0,48 g, dan bobot kering akar 0,20 g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa biostimulan ekstrak rumput laut Gracilaria spp. pada konsentrasi 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali efektif meningkatkan vigor bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery dan berpotensi direkomendasikan sebagai teknologi pendukung pembibitan yang lebih berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fathoni Sofyan
🏷️ Bibit Kelapa Sawit 🏷️ Biostimulan Ekstrak Rumput Laut 🏷️ Kontrol Biologis

KUANTIFIKASI BIOMASSA BENIH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ. VAR. DXP SIMALUNGUN) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI BIOSTIMULAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK

Produksi minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2024 produksi minyak kelapa sawit hanya sebesar 45,44 juta ton, penurunan produktivitas tersebut menegaskan pentingnya penggunaan bahan alami untuk mendorong pertumbuhan kelapa sawit dalam rangka efisiensi penggunaan pupuk sintetik. Biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) dinilai berpotensi mengurangi penggunaan pupuk sintetik sekaligus meningkatkan kualitas benih kelapa sawit, melalui perannya dalam meningkatkan nutrisi, ketahanan stres abiotik, dan kualitas tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh kombinasi konsentrasi biostimulan dan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan tanaman, hasil biomassa tanaman, kadar klorofil daun, kadar nitrogen daun, perkembangan sistem perakaran dan shoot root ratio index tanaman kelapa sawit, serta menentukan neraca massa dan energi sistem budidaya benih kelapa sawit. Pada penelitian ini dilaksanakan di Shading nursery dan Laboratorium Teknik 1A ITB Jatinangor pada bulan Oktober 2025-Januari 2026 dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi 12 perlakuan dan 3 ulangan (n = 360 tanaman). Media tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk kandang kambing dan tanah top soil dengan perbandingan volume (1:1). Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 taraf konsentrasi biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) (0 mL/L, 5 mL/L, 10mL/L, dan 15 mL/L) dan 3 taraf dosis pupuk majemuk anorganik (25%, 50% dan 100%). Analisis statistika yang digunakan adalah One-Way ANOVA (? = 0,05) dan uji lanjut yang digunakan adalah Tukey-HSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap parameter lebar daun tanaman (10 MST), panjang akar tanaman (12 MST), kadar nitrogen daun tanaman (12 MST), dan bobot segar tanaman (12 MST), dengan hasil terbaik diperoleh pada kombinasi konsentrasi biostimulan 15 mL/L & dosis pupuk anorganik 50% pada perlakuan 11 (P11) terhadap parameter lebar daun 10 MST sebesar 3,43 cm, bobot segar total tanaman 12 MST sebesar 3,88 gram, dan pertumbuhan akar tanaman 12 MST sebesar 18,66 cm. Pada perlakuan 1 (P1) dengan variasi konsentrasi biostimulan 0 mL/L & dosis pupuk anorganik 100% memberikan hasil terbaik terhadap parameter kadar nitrogen daun tanaman 12 MST sebesar 6,04%. Kombinasi konsentrasi biostimulan dan dosis pupuk anorganik yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, kadar klorofil daun, dan bobot kering tanaman hingga 12 MST pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Shoot-root ratio index tanaman kelapa sawit mengindikasikan dominansi tajuk dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Penelitian produksi biomassa ini membagi sistem menjadi 3 unit neraca massa dan energi, yaitu unit produksi biostimulan, unit persiapan media tanam, dan unit budidaya benih kelapa sawit. Neraca massa total pada unit produksi biostimulan sebesar 10,00 kg/batch produksi dan neraca energi total sebesar 27,43 kJ/batch produksi. Neraca massa total pada unit persiapan media tanam sebesar 540,00 kg/kg seluruh media tanam dan neraca energi total sebesar 431,24 kJ/kg seluruh media tanam. Neraca massa total pada unit budidaya benih kelapa sawit 578,57 kg/siklus budidaya benih kelapa sawit dan neraca energi total sebesar 907,34 kJ/siklus budidaya benih kelapa sawit.

2026
👤 Penulis: Muhammad Iqbal Fathur Rahman
🏷️ Biomassa Kelapa Sawit 🏷️ Biostimulan Ekstrak Rumput Laut 🏷️ Nutrisi Tanaman
💬