📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

PENGUATAN BRAND EQUITY MELALUI STRATEGI JARINGAN AGEN LOKAL: STUDI KASUS PADA PT MAULANA ASWAJA BAROKAH DI JAWA BARAT

Tesis ini menganalisis penurunan brand equity pada PT Maulana Aswaja Barokah (MAB), sebuah biro perjalanan Umrah dan Haji yang tengah berkembang di wilayah Jawa Barat, Indonesia. Yang menawarkan layanan ibadah yang sesuai syariah melalui jaringan agen, namun MAB mencatat penurunan jumlah keberangkatan jamaah sebesar 43,3% secara tahunan antara Januari–September 2024 dan periode yang sama pada tahun 2025. Studi ini bertujuan mengidentifikasi determinan utama dari penurunan kinerja tersebut dengan menelaah empat dimensi utama brand equity: brand awareness, perceived quality, brand associations, dan brand loyalty. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang diperkuat oleh survei awal terhadap 12 partisipan, yang terdiri dari calon dan mantan jamaah Umrah. Analisis dilakukan dengan mengacu pada model Customer-Based Brand Equity (CBBE) dari Aaker, serta didukung oleh analisis eksternal melalui kerangka PESTEL dan Porter’s Five Forces. Temuan mengindikasikan bahwa posisi merek MAB melemah akibat rendahnya visibilitas, kurangnya konsistensi pada branding image, serta representasi agen yang tidak seragam. Faktor-faktor ini secara kolektif menghambat pembentukan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, meskipun harga dan layanan yang ditawarkan tergolong kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam sektor jasa yang kental dengan nilai budaya seperti perjalanan ibadah, brand equity tidak semata-mata ditentukan oleh harga atau kualitas fungsional, melainkan dibentuk oleh mekanisme kepercayaan, kredibilitas agen, dan legitimasi sosial. Rekomendasi strategis mencakup standarisasi pelatihan agen dan keselarasan merek, peningkatan visibilitas testimoni jamaah, serta implementasi strategi pemasaran berbasis komunitas. Kontribusi teoretis dari studi ini terletak pada penerapan teori brand equity dalam konteks perjalanan religi, memberikan implikasi manajerial untuk pasar yang berorientasi pada kepercayaan dan pengalaman.

2026
👤 Penulis: Kevin maulana
🏷️ Brand Equity 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Agen Perjalanan Umrah 🏷️ Analisis Pemasaran Berbasis Komunitas

STRATEGI BRANDING MPL INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN POSISI SEBAGAI TURNAMEN ESPORTS NOMOR SATU DI INDONESIA

Pertumbuhan industri esports di Indonesia telah meningkatkan persaingan antar liga profesional serta menciptakan tantangan terkait fragmentasi audiens, kejenuhan konten, dan keberlanjutan engagement jangka panjang. Meskipun MPL Indonesia masih menjadi turnamen esports dengan jumlah penonton tertinggi di Asia Tenggara, kejenuhan audiens, repetisi format konten, dan perubahan perilaku konsumsi digital berpotensi mengancam loyalitas audiens dan brand resonance. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding MPL Indonesia dalam mempertahankan posisinya sebagai turnamen esports nomor satu di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan 15 partisipan yang terdiri dari pihak internal, penonton aktif, dan penonton non-aktif MPL Indonesia. Data dianalisis menggunakan thematic analysis dengan bantuan NVivo. Penelitian ini juga mengintegrasikan Customer-Based Brand Equity (CBBE), VRIO framework, Porter’s Five Forces, SWOT analysis, dan TOWS Matrix untuk memperkuat evaluasi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif MPL Indonesia didukung oleh entertainment and media strategy, institutional professionalism, serta emotional community engagement. Kualitas produksi, storytelling dalam siaran, dan komunitas penggemar berbasis tim berkontribusi terhadap brand salience dan audience engagement. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa repetisi format kompetisi, fragmentasi konsumsi digital, serta meningkatnya persaingan dari platform hiburan digital lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MPL Indonesia perlu memperkuat storytelling pada level liga, terus berinovasi dalam penyajian konten, serta mengembangkan strategi engagement lintas platform untuk mempertahankan loyalitas audiens dan brand resonance dalam jangka panjang. Kata kunci: MPL Indonesia, strategi branding, pemasaran esports, brand equity, audience engagement, komunikasi digital.

2026
👤 Penulis: Sakti Reisnanda Pramudya
🏷️ Pemasaran Esports 🏷️ Brand Equity 🏷️ Komunikasi Digital

MENINGKATKAN BRAND EQUITY MELALUI KEBANGKITAN MEREK SIMPATI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI PELANGGAN

Penelitian ini mengkaji efektivitas inisiatif rebranding Telkomsel, khususnya kebangkitan kembali merek prabayar SIMPATI, dalam meningkatkan brand equity dan mempengaruhi minat beli konsumen di pasar telekomunikasi Indonesia yang sudah jenuh. Berlandaskan kerangka kerja bauran pemasaran 7P, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana setiap elemen pemasaran—produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik—berdampak terhadap persepsi brand equity. Brand equity diuji sebagai variabel mediasi terhadap minat beli, sedangkan persepsi keadilan, yang dibentuk oleh nostalgia merek, diperkenalkan sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), dan data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 120 pengguna SIMPATI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa beberapa komponen bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap brand equity, yang selanjutnya berdampak positif terhadap minat beli. Selain itu, persepsi keadilan secara positif memoderasi hubungan antara brand equity dan minat beli, khususnya ketika asosiasi nostalgia memperkuat persepsi keadilan tersebut. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan telekomunikasi yang ingin memanfaatkan strategi rebranding, dengan menegaskan peran strategis keselarasan bauran pemasaran dan sentimen konsumen dalam memulihkan nilai merek.

2025
👤 Penulis: Nabila As Syifa
🏷️ Rebranding 🏷️ Brand Equity 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Konsumen

PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING ACTIVITIES TERHADAP BRAND EQUITY DAN PURCHASE INTENTION

Konsumsi kopi di Indonesia tiap tahunnya meningkat dengan angka pertumbuhan di rata-rata 8.22% per tahun dengan 94.5% bahan bakunya diproduksi oleh petani lokal. Pertumbuhan ini memunculkan persaingan bisnis yang cukup besar pada sektor kopi, dimana Janji Jiwa dan Kopi Kenangan merupakan 2 brand terbesar pada pangsa pasar. Ketatnya persaingan menuntut pihak brand meningkatkan kreativitas dalam memasarkan dan pengembangan kopinya, salah satunya yaitu melalui Social Media Marketing Activities (SMMA). SMMA merupakan alat atau prasarana yang tujuan utamanya membangun Brand Image dan Brand Awareness yang berkaitan secara tidak langsung dengan Brand Equity (BE). SMMA juga terdiri dari Entertainment, Interaction, Trendiness, dan Informativeness. Sementara, BE terdiri dari Brand Loyalty, Brand Awareness, Perceived Quality, dan Brand Image. Mengetahui peran SMMA dengan BE terhadap Purchase Intention (PI) diperlukan untuk menentukan strategi brand owner dalam pengambilan keputusan. Beberapa penelitian sudah mencoba untuk memahami peran SMMA dalam mempengaruhi BE maupun PI. Namun penelitian-penelitian tersebut belum melihat secara langsung SMMA terhadap PI yang dimediasi oleh BE. Dalam menentukan responden, penelitian ini menggunakan Sentiment Analysis (SA) dari Electronic Word of Mouth (E-WOM) yang dihasilkan melalui SMMA dari Janji Jiwa dan Kopi Kenangan untuk melakukan pendekatan yang lebih baik atas respon konsumen secara langsung. Pengujian hipotesa pada penelitian ini menggunakan Structured Equation Modeling (SEM) terhadap 288 responden yang terdiri dari 138 responden konsumen Janji Jiwa dan 150 responden konsumen Kopi Kenangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap BE, sementara BE berpengaruh positif dan signifikan terhadap PI. Hal ini mengindikasikan bahwa intensitas aktivitas pemasaran di media sosial, terutama Instagram, tidak selalu memperkuat brand equity dan bahkan dapat menurunkan persepsi konsumen yang dapat disebabkan karena strategi atau konten yang kurang relevan. Namun, brand equity yang kuat tetap berperan penting dalam meningkatkan niat beli konsumen.

2025
👤 Penulis: Saffania Zahra Aina Halinda
🏷️ Social Media Marketing Activities 🏷️ Brand Equity 🏷️ Purchase Intention
💬