📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

THE ANALYSIS OF CORPORATE CULTURE IMPLEMENTATION IN PERTAMINA EP

Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ikut serta dipengaruhi oleh banyaknya bisinis yang beraktivitas di Indonesia sendiri. Kesuksesan bisnis yang ada di Indonesia salah satunya didukung oleh nilai, visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan tersebut yang mana membentuk budaya di dalam perusahaan sebagai sebuah fondasi dalam menjalankan bisnis. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga dipengaruhi oleh Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu BUMN adalah PERTAMINA Eksplorasi Produksi (PEP) yang mana merupakan anak perusahaan dari PERTAMINA (Persero). Usaha PEP bergerak di bidang minyak dan gas bumi. Sebagai perusahaan besar di Indonesia, PEP harus di dukung oleh visi, misi dan nilai yang di interpretasikan sebagai budaya perusahaan. Interpretasi tersebut harus berdasarkan bisnis etik PEP. Untuk mengetahui eksistensi budaya perusahaan di PEP, maka penelitian digunakan untuk mengetahui desain budaya, kondisi budaya perusahaan saat ini sertaketerlibatan management di dalam perusahaan berkaitan dengan budaya perusahaan. Dari hasil penemuan, ada beberapa hasil yang menunjukan eksistensi budaya PEP yang mana implementasi budaya perusahaan oleh kebanyakan pegawai sudah dengan cara yang sesuai. Dari hasil temuan, ada empat factor analisis baru yang menggambarkan 3value yang dimiliki PEP. Variabel yang ada di dalam factor tersebut berasal dari Etika Kerja dan Bisnis yang dibuat oleh PEP. Selain itu, dari kuesioner juga menun an Ifaktor yang paling dipahami oleh karyawan, yaitu commercial branding. Di dalam commercial branding ada tiga variable yaitu Corporate Social Responsibility, Prohibit misapplication of psychotropic dan Competitiveness. Sedangkan factor yang paling kurang dimengerti dan di pahami oleh karyawan adalah Corporate Confidentiality yang mana memiliki tiga variable yaitu Intellectual Property, Confidentiality of Data and Information dan Management record. Dari tiga variable, yang paling kurang dipahami khususnya pada variable management record. Meskipun faktor tersebut adalah yangpaling kurang dimengerti, namun bukan berarti skala pemahamannya di bawah ekspektasi perusahaan. Internalisasi budaya perusahaan tidak bisa dilakukan dengan cepat, tapi membutuhkan proses, dan perkembangan proses tersebut menunjukan hasil yang bagus. Perusahaan harus segera mengambil tindakan untuk menghindari masalah yang lebih besar karena tidak menjalankan management record dengan baik. Meskipun saat ini tidak ada masalah yang berarti terkait dengan management record, namun mungkin nantinya akan ada masalah yang lebih besar di masa yang akan datang akibat karyawan menyepelekan hal tersebut. Salah satu program yang mereka buat adalah dengan cara komite Etika Kerja dan Bisnis (EKB) yang mana mengumpulkan perwakilan management dari setiap divisi untuk menjadi sukarelawan sebagai agen perubahan. Agen perubahan juga memiliki peran sebagai pemimpin. Terkait dengan hasil penelitian, untuk meemperbaiki kelemahan management record, keseluruhan agen perubahan harus ikut serta ditingkatkan kualitas mereka dengan pelatihan dari management, karena mereka juga punya posisi yang bisa mempengarui bawahan mereka untuk menjalankan management record sesuai harapan perusahaan. Kata Kunci: Budaya Perusahaan, PERTAMINA EP, Faktor Analisis, Etika Kerja dan Bisnis.

2026
👤 Penulis: Linda Pratiwi Darmadi
🏷️ Budaya Perusahaan 🏷️ Pertamina Eksplorasi Produksi (Pep) 🏷️ Etika Kerja Dan Bisnis

STRATEGI UNTUK MENYESUAIKAN BUDAYA PERUSAHAAN DENGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PRAKTIK MANAJEMEN PENGETAHUAN YANG LEBIH BAIK: STUDI KASUS PERUSAHAAN MILIK KELUARGA

PT. X, sebuah perusahaan tekstil yang telah beroperasi hampir 40 tahun, menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam menghadapi generasi baru karyawan dan transisi kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya perusahaan—seperti inovasi, orientasi hasil, perhatian terhadap karyawan, dan perhatian terhadap detail—dengan manajemen sumber daya manusia (HRM) dan manajemen pengetahuan (KM). Ketidakselarasan antara budaya perusahaan dengan strategi HRM dan KM dapat mengganggu kinerja perusahaan dan produktivitas. Berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek budaya perusahaan berpengaruh signifikan terhadap HRM dan KM di PT. X. Uji statistik menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) membuktikan bahwa hipotesis pertama (H1), yang menyatakan bahwa budaya perusahaan berpengaruh positif terhadap HRM, diterima dengan nilai T sebesar 1.948 dan P-value 0.028. Selain itu, hipotesis kedua (H2) juga diterima, menunjukkan pengaruh positif budaya perusahaan terhadap KM dengan nilai T 4.286 dan P-value 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kuat budaya perusahaan dalam mendorong inovasi, orientasi pada hasil, dan perhatian pada karyawan, semakin baik pula efektivitas HRM dan KM di perusahaan. Dengan demikian, PT. X disarankan untuk memperkuat program pengembangan karyawan dan teknologi, serta mendorong komunikasi terbuka untuk memastikan keselarasan antara budaya perusahaan dengan strategi HRM dan KM, sehingga dapat terus bersaing di industri tekstil yang kompetitif.

2024
👤 Penulis: Mikhael Christian Sutio
🏷️ Manajemen Sumber Daya Manusia (Hrm) 🏷️ Kepemimpinan 🏷️ Budaya Perusahaan

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DALAM KONTEKS MULTINASIONAL: ANALISIS PERAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI MODERATOR ANTARA PROGRAM PENGEMBANGAN KARYAWAN DAN KREATIVITAS KARYAWAN DI PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Perusahaan multinasional (MNC) semakin menyadari pentingnya mendorong kreativitas dan inovasi di pasar global yang terus berkembang. Penelitian ini mengkaji hubungan antara program pengembangan karyawan dan kreativitas karyawan di MNC Indonesia. Melalui wawancara mendalam dengan sepuluh pakar dari berbagai MNC di industri yang berbeda di Indonesia, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengumpulkan data. Hasil analisis tematik dari wawancara menunjukkan bahwa program pengembangan karyawan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kreativitas karyawan, di mana pengaruh ini sangat dipengaruhi oleh budaya perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pengembangan memiliki efek yang lebih kuat pada kreativitas karyawan ketika mereka bekerja dalam lingkungan yang mendukung. Sebaliknya, budaya perusahaan yang terlalu kaku dapat menghambat inovasi dan mengurangi manfaat dari program-program ini. Oleh karena itu, penting untuk menyelaraskan program pengembangan dengan budaya perusahaan yang mendukung untuk memaksimalkan potensi kreativitas. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi para pemimpin organisasi dan praktisi HR yang ingin membangun tenaga kerja yang lebih kreatif. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menambah perspektif baru yang dapat membantu mengelola karyawan secara lebih efektif dengan menggabungkan pengembangan keterampilan dan penyelarasan budaya.

2024
👤 Penulis: Felix Nola Erick Sidharta
🏷️ Kreativitas Karyawan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Organisasi 🏷️ Budaya Perusahaan
💬