📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenSISTEM REMEDIASI AKSESIBILITAS WEB DENGAN STANDAR WCAG 2.2 LEVEL AA MENGGUNAKAN INFRASTRUKTUR CLOUD DAN MODEL GENERATIF AI
Website perguruan tinggi merupakan infrastruktur informasi vital bagi mahasiswa. Namun, tingkat kepatuhan terhadap pedoman aksesibilitas web bagi penyandang disabilitas pada portal akademik sering kali masih berstatus belum memadai, sehingga secara langsung membatasi kemandirian interaksi pengguna dengan disabilitas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah ekstensi browser bernama "A11y-Ally" yang mampu melakukan remediasi masalah aksesibilitas secara otomatis tanpa memodifikasi kode sumber asli. Sistem ekstensi browser ini dibangun dengan mengintegrasikan spesifikasi Manifest V3 pada sisi klien dengan microservices berbasis Node.js dan memanfaatkan infrastruktur Cloud dari Google Cloud Platform, membuat suatu pendekatan arsitektur hibrida client-server. Solusi teknis yang diterapkan meliputi sanitasi dan modifikasi Document Object Model lokal, penggunaan algoritma interpolasi warna untuk memperbaiki rasio kontras teks, serta pemanfaatan Generative AI untuk menghasilkan deskripsi teks alternatif gambar kontekstual. Efisiensi performa sistem didukung oleh mekanisme caching terdistribusi berbasis Redis. Hasil evaluasi menggunakan audit teknis Pa11y pada portal Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa A11y-Ally berhasil menekan tingkat nonkonformitas hingga 96,75 persen, mereduksi 431 isu dari 33 halaman menjadi 14 isu berdasarkan standar WCAG 2.2 Level AA. Selain itu, pengujian usability pada ekstensi browser menggunakan System Usability Scale menghasilkan skor rata-rata 70,73 yang memvalidasi bahwa ekstensi memiliki tingkat penerimaan dan pengoperasian yang layak pakai oleh manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam penerapan AI dan Cloud Computing untuk menciptakan ekosistem akademik digital yang inklusif.
OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR PENGEMBANGAN SISTEM CHAT BERBASIS CLOUD COMPUTING
Penelitian ini membahas optimalisasi infrastruktur pengembangan sistem chat berbasis cloud computing dengan membandingkan dua pendekatan arsitektur: containerization (Google Kubernetes Engine) dan serverless (Cloud Run). Sistem dikembangkan dengan arsitektur microservice dan diuji menggunakan load test, stress test, dan spike test melalui alat K6. Hasil pengujian menunjukkan bahwa GKE unggul dalam kestabilan durasi pada beban berkelanjutan, sementara Cloud Run lebih tangguh terhadap lonjakan mendadak. Dari sisi throughput dan efisiensi biaya, Cloud Run lebih optimal untuk beban dinamis. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemilihan arsitektur cloud harus disesuaikan dengan pola beban dan tujuan efisiensi operasional.
EVALUASI RISIKO KEAMANAN INFORMASI BERBASIS PENTESTING DENGAN METODE OCTAVE ALLEGRO DI SISTEM CLOUD LEMBAGA PENDIDIKAN
Pada era digital yang terus berkembang saat ini, institusi pendidikan telah menjadi komponen penting dalam transformasi teknologi. Sistem cloud berperan sebagai tulang punggung dalam menyimpan data penting, mengelola sistem akademik, serta menyediakan layanan pendidikan berbasis daring. Mengingat informasi telah menjadi aset yang sangat berharga, perlindungan keamanan sistem cloud menjadi suatu keharusan guna menjaga integritas dan kerahasiaan data, terutama dengan meningkatnya ancaman siber seperti peretasan dan kebocoran informasi data. Penelitian ini mengusulkan integrasi pendekatan OCTAVE Allegro (OA) dengan hasil temuan dari aktivitas penetration testing (pentesting) sebagai metode evaluasi keamanan informasi di sistem cloud lembaga pendidikan. Melalui greybox pentesting, penelitian ini mengidentifikasi kerentanan yang ada, sementara framework OA digunakan untuk menganalisis risiko secara lebih mendalam, dengan melibatkan wawancara personel terkait guna mendapatkan pandangan menyeluruh mengenai keamanan informasi. Delapan langkah metodologi OA diterapkan untuk mengevaluasi skenario yang mempengaruhi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data di cloud. Hasil dari evaluasi ini ditemukan bahwa sistem LMS yang terintegrasi cloud di Lembaga X memiliki sejumlah kerentanan yang kritis. Berdasarkan kerentanan yang ditemukan, disusunlah strategi mitigasi untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi, sehingga dapat memperkuat postur keamanan informasi di Lembaga X dalam menghadapi berbagai ancaman siber yang kian kompleks di era modern ini.
STRATEGI ADOPSI CLOUD COMPUTING DI SEKTOR PUBLIK DAN BUMN PADA INDUSTRI CLOUD DI INDONESIA
Perkembangan teknologi memliki peran yang penting dalam mendukung perbaikan kualitas layanan publik yang diberikan oleh instansi pemerintah dan BUMN kepada masyarakat, adapun saat ini teknologi yang mendukung operasional untuk publik sektor dan BUMN masih berjalan diatas infrastruktur tradisional yang masih berjalan menggunakan data center fisik. Peran pemerintah dalam gema Industri 4.0 adalah mendorong transformasi digital yang akan menggabungkan teknologi fisik dan digital menuju satu perubahan yang lebih efisien, rencana ini hendaknya dapat berjalan seiring dengan Roadmap pemerintah dalam mengembangkan kemajuan teknologi yang menunjang operasional pemerintahan. Adopsi cloud computing yang masih rendah khususnya pada sektor public dan BUMN, masih menyisakan kekhawatiran dan tantangan dalam penerapan dan penggunaannya, beberapa faktor non teknis juga menjadi kendala pemerintah dalam penggunaan teknologi tersebut, permasalahan seperti keamanan data, keterbatasan anggaran dan sumber daya internal, belum jelasnya ketentuan pemerintah terkait teknologi cloud serta kurangnya visi dari para pemimpin negara dalam perkembangan teknologi ini menjadi penyebabnya. Penelitian ini memberikan gambaran resolusi bagi instansi pemerintah dan BUMN, serta penyedia teknologi cloud dalam menentukan strategi terbaik apa yang bisa di implementasikan terkait adopsi cloud computing ini di industry pemerintahan Indonesia. Penulis menggunakan beberapa kerangka marketing dan manajemen teknologi seperti PESTLE, Technology Adoption Life Cycle, Technology Acceptance Model serta SWOT dan TOWS untuk mendapatkan gambaran strategi yang tepat serta memberikan ide dari issue pada riset ini.