📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 4 dokumen

EVALUATION OF WATER ACCESS CSR PROGRAM BY DANONE AQUA (CASESTUDY NANGERANG VILLAGE)

donesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Program Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Nanggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang

2026
👤 Penulis: Irsyad Wicaksono Pratama
🏷️ Csr 🏷️ Community Development 🏷️ Wash Program

REDESIGN COMPENSATION MANAGEMENT BASED ON PERFORMANCE TO MOTIVATE EMPLOYEE'S PERFORMANCE AND FAIRNESS)

Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Pgram Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Naggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang Village.

2026
👤 Penulis: Yoan Eldilian
🏷️ Csr 🏷️ Community Development 🏷️ Program Higinitas Air Bersih Dan Sanitasi (Wash)

EDUCATION DEVELOPMENT BASED ON ECONOMIC ACCESS IN KAMPUNG CITIIS

Saat ini, keterlibatan perusahaan swasta dalam membantu pengembangan masyarakat sangat diperlukan. Perusahaan swasta memiliki tanggung jawab untuk membangun komuniti di suatu wilayah dalam bentuk corporate social responsibility yang dilakukan oleh perushaan tersebut. Perusahaan swasta memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program corporate social responsibility tersebut. Bucks Company memanfaatkan peluang serta potensi yang berada di wilayah Kampung Citiis dengan mengembangkan aktivitas pendidikan berdasarkan akses ekonomi dalam bentuk pendirian Madrasah Ibtidaiyah dan pembentukan kegiatan bisnis berupa budidaya ikan mas serta penanaman waluh. Proyek pengembangan masyarakat tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi generasi penerus yang berada di wilayah Kampung Citiis. Tugas akhir ini dibuat dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun tugas akhir ini antara lain menggunakan metode survei, observasi partisipasi, wawancara langsung, dan studi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Citiis yang akan dilihat dari sisi pendidikan, lingkungan, ekonomi dan sosial. Analisis data yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini berupa rancangan analisis data kualitatif. Akhir penulisan tugas akhir ini adalah penarikan kesimpulan dari penyajian data yang disertai dengan rekomendasi. Kata kunci: Bucks Company, pengembangan pendidikan, pengembangan ekonomi, community development, Corporate Social Responsibility, masyarakat lokal Kampung Citiis

2026
👤 Penulis: Faza Fauzan Adima
🏷️ Pendidikan 🏷️ Ekonomi Rantai Pasokan 🏷️ Community Development

KAJIAN PEMBANGUNAN PERDESAAN DALAM PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS : PESANTREN AL-ITTIFAQ DESA ALAMENDAH RANCABALI)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan dominasi diskursus kewirausahaan yang cenderung berpusat pada wilayah urban dan individualisme neoliberal. Pendekatan tersebut sering kali mengabaikan dinamika lokal, relasi kolektif, serta peran aktor non-manusia dalam membentuk praktik ekonomi di wilayah perdesaan. Dengan mengambil studi kasus Pesantren Al-Ittifaq di Desa Alamendah, Rancabali, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana jejaring aktor manusia dan non-manusia berkontribusi dalam transformasi praktik kewirausahaan di perdesaan. Penelitian ini mengkaji dinamika kewirausahaan di Desa Alamendah melalui perspektif Actor- Network Theory (ANT) untuk menguji ulang relevansi teori kewirausahaan klasik/neoliberal dan konsep community development dalam menjelaskan perubahan sosial-ekonomi. Teori kewirausahaan klasik, yang berakar pada pandangan Schumpeterian dan Kirznerian, memposisikan peluang sebagai entitas yang telah ada dan dapat ditemukan oleh individu wirausaha. Sementara itu, community development menekankan perubahan berbasis pemberdayaan kolektif dan mobilisasi sumber daya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kerangka tersebut tidak sepenuhnya mampu menjelaskan kompleksitas praktik kewirausahaan di Desa Alamendah, di mana perubahan ekonomi tidak lahir semata dari penemuan peluang atau pemberdayaan masyarakat secara linier, melainkan dari komposisi aktor manusia dan non-manusia, termasuk teks keagamaan, komoditas hortikultura, jaringan distribusi, dan kebijakan yang saling berinteraksi dan membentuk jaringan. Pendekatan ANT mengungkap bahwa praktik kewirausahaan di Alamendah bukanlah entitas yang sudah ada atau sepenuhnya diciptakan oleh manusia, melainkan hasil dari proses negosiasi, translasi, dan stabilisasi dalam jaringan aktor yang dinamis. Temuan ini menawarkan kerangka alternatif yaitu relational-compositionist untuk memahami kewirausahaan perdesaan dan memberikan implikasi penting bagi strategi pembangunan yang lebih peka terhadap relasi antar-aktor dan materialitas lokal.

2025
👤 Penulis: Annisa Reinelia Warman
🏷️ Kepemimpinan Desa 🏷️ Actor-Network Theory (Ant) 🏷️ Community Development
💬