📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6 dokumenPERANCANGAN KERANGKA PEMRIORITASAN USULAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH YANG DIDANAI MELALUI CSR/TJSL MENGGUNAKAN DELPHI–ANP– VIKOR: STUDI KASUS PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
Keterbatasan pendanaan APBD dan banyaknya usulan program pembangunan daerah mendorong Pemerintah Daerah untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sumber pendanaan alternatif yaitu dana Corporate Social Responsibility/Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR/TJSL). Penggunaan dana CSR/TJSL yang juga terbatas, menuntut adanya mekanisme pemrioritasan usulan program yang sistematis, transparan, dan berbasis multi-kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka pengambilan keputusan dengan mengintegrasikan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA, metode Delphi, Analytic Network Process (ANP), dan VIKOR. PRISMA digunakan untuk mengidentifikasi kandidat kriteria dari literatur, Delphi digunakan untuk konsensus kriteria oleh pakar, ANP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan hubungan antar-kriteria, sedangkan VIKOR digunakan untuk menghasilkan peringkat usulan program. Pada fase awal SLR dihasilkan 58 artikel. Selanjutnya diperoleh 27 artikel final yang menghasilkan 5 kandidat kriteria diantaranya: Kesesuaian dengan tema/prioritas pembangunan daerah, keterkaitan dengan SDGs, kontribusi sosial/penerima manfaat, fleksibilitas waktu pelaksanaan, dan kebutuhan anggaran. Seluruh kriteria diterima melalui Delphi. Hasil ANP menunjukkan kebutuhan anggaran memiliki bobot tertinggi sebesar 0.337. Hasil VIKOR menunjukkan bahwa alternatif peringkat pertama memenuhi syarat acceptable advantage dan acceptable stability, serta hasil analisis sensitivitas menunjukkan peringkat prioritas tergolong stabil. Kerangka PRISMA– Delphi–ANP–VIKOR dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pemrioritasan program CSR/TJSL secara lebih objektif dan akuntabel.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IMPACT ON DESA NANGGERANGFOR SANITATION AND HEALTHY BEHAVIOR FROM PT. TIRTA INVESTAMA
Saat ini sikap sehat dan sanitasi tidak hanya dilakukan olch pemerintah, namun juga perusahaan swasta. Perusahaan swasta membuat program pengembangan masyarakat sebagai bentuk Corporate Social Responsibility dari perusahaan. Perusahaan swasta yang secara langsung membantu pemerintah yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program pengembangan masyarakat yang dibuat untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar proyek tersebut. Kemitraan Multi-Pihak (KMP) merupakan suatu strategi kolaborasi untuk mengoptimalisasikan dan mengambil keuntungan dari dampak kolaborasi yang lebih memilih sistem bekerja sama, sebuah sistem integrasi kompeten, urgensi dan inovasi dari semua pihak yang mengambil bagian dalam kemitraan ini Sektor air minum dalam kemitraan multi-pihak dan penyehatan lingkungan (AMPL), hal ini merupakan respons dari kondisi pelayanan air mineral dan menindaklanjuti ketetapan undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber air. Untuk mencapai target yang terus meningkat dan keberhasilan, tentang pelayanan air mineral yang mengatakan secara nasional dan sekaligus merupakan target Millennium Development Goals (MDGs), proyek ini memerlukan kemauan dan investasi yang besar. Karena itu kontribusi dan partisipasi dari semua pihak yang terkait adalah hal yang sangat diperlukan. PT. Tirta Investama melihat peluang dan potensi daerah yang bernama Desa Nanggerang yang memilih potensi untuk mengembangkan air mineral dan sanitasi. PT. Tirta Investama sebagai perusahaan air minum terbesar di indonesia, mereka akan menggakan air yang berasal dari sumber mata air Gurung Gede Pangrango dalam rangka untuk mencapai tujuan dari proyek Mitra PHAST. Desa Nanggerang memiliki masalah sanitasi dan air mineral. Untuk mengatasi masalah ini, PT. Tirta Investama, mereka mengumpulkan dana dan menjadi pemimpin dari proyek yang diwakili oleh YPCII sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang biasa menangani kegiatan Corporate Social Responsibility di Desa Nanggerang. Kesadaran untuk mengumpulkan kekuatan yang menciptakan kebersamaan merupakan sebuah inovasi dalam bentuk kemitraan yang baru, yang disebut Kemitraan Multi-Pihak (KMP) di mana ada banyak pihak yang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi sebagai kewajiban mereka dan kemampuan untuk mengatur dan menyelenggarakan program dalam proyek ini yang memiliki tujuan untuk mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) di bidang air mineral dan sanitasi. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility (CSR), Pengembangan Masyarakat, Prilaku Sehat, Sanitasi.
IMPLEMETATION OF PT. SHELL CSR PROGRAM IN INDONESIA
Corporate Social Responsibility adalah komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat luas. Banyak program CSR yang diselenggarakan oleh perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan masyarakat di Indonesia, mereka cenderung untuk membuat program CSR yang hanya memenuhi kebutuhan sekunder hidup masyarakat. Karena Indonesia masih merupakan negara berkembang, kebutuhan dasar adalah titik penting untuk menjadi perhatian oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Beasiswa universitas misalnya, meskipun banyak orang di Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah SD dan SMP, mereka lebih suka memberikan beasiswa yang tidak 100 persen ke target penduduk miskin. Masalah ini dapat meminimalkan dengan menggerakkan program CSR untuk program yang lebih baik agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tepat. Metode yang saya akan digunakan dalam makalah ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dan menggunakan metode penelitian deskriptif. Saya akan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer terdiri dari wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data untuk mendokumentasikan dokumen dalam bentuk data sekunder. Data sekunder meliputi data tertulis seperti bidang studi buku, menulis jurnal, majalah dan situs di internet yang relevan dengan membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. Solusi untuk program CSR adalah mereka harus mempertimbangkan untuk membuat sebuah program kemitraan untuk sekolah SD dan SMP untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan yang masyarakat bertanya. Selain itu perusahaan juga dapat membut sekolah mereka sendiri, dengan demikian, program CSR juga telah membantu dan mempe/kbat program pemerintah tentang sekolah wajib 12 talum. Masyarakat akan menghargai pendidikan gratis, khususnya orang yang dibutuhkan. KATA KUNCI: CSR, SHELL, SCHOOL, CORPORATION, DEVELOPMENT
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL SEBAGAI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PARAGONCORP UNTUK MEMBERDAYAKAN SINGLE MOTHER DALAM PERAN PARENTING
Di tengah meningkatnya jumlah single mother di Indonesia, banyak ibu yang harus menjalani peran ganda di tengah stigma sosial. Kampanye sosial dapat menjadi strategi potensial untuk mendukung mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merancang konsep, strategi, dan desain media kampanye sosial sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility ParagonCorp, dengan fokus pada pemberdayaan single mother dalam parenting. Dengan metode double diamond, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Miles & Huberman. Hasilnya adalah kampanye “Cerita Satu Ibu”, sebuah integrated campaign yang berfokus pada produksi film partisipatif sebagai media utama, didukung oleh berbagai media lainnya. Kampanye ini menggunakan model AISAS, narasi four-act structure, serta tahapan conditioning–informing–reminding, dengan tone heartfelt, empowering, dan real. Single mother dilibatkan langsung dalam produksi kampanye, menghadirkan keterwakilan autentik dan koneksi emosional. Uji persepsi menunjukkan keberhasilan kampanye dalam membangun empati dan ruang ekspresi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan kampanye yang empatik dan representatif dapat memberdayakan single mother dalam menjalani peran parenting.
MENGUKUR EFEKTIFITAS PROGRAM CSR GERAK BERSEMI DI PT KALTIM PRIMA COAL
Studi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) "Gerak Bersemi" yang diimplementasikan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kabupaten Kutai Timur. Masalah utama yang dihadapi kawasan ini adalah manajemen sampah yang tidak efektif, terlihat dari tumpukan sampah di pinggir jalan dan lahan kosong. Menurut data, sekitar 48% dari total sampah yang dihasilkan berasal dari sampah rumah tangga, sementara anggaran lokal dan sumber daya manusia di sektor pengelolaan sampah sangat terbatas. Kabupaten Kutai Timur memiliki sumber daya alam dan budaya yang melimpah, namun belum dioptimalkan untuk mendukung ekonomi lokal. Dalam konteks ini, PT KPC berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada pengembangan lingkungan dan upaya pelestarian. Melalui program "Gerak Bersemi", KPC bertujuan untuk mengatasi masalah sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis implementasi program "Gerak Bersemi". Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, meskipun masih ada tantangan dalam hal konsistensi dan keberlanjutan program. Dalam konteks ini, analisis media menjadi sangat penting. Media, baik melalui saluran berita tradisional maupun platform media online, berperan besar dalam membentuk opini publik dan memperkuat suara pihak eksternal seperti anggota masyarakat, organisasi non-pemerintah (NGO), atau kritikus. Dengan melakukan analisis sentimen media, organisasi dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana program CSR mereka dipersepsikan, apakah secara positif atau negatif Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi PT KPC dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk pengelolaan limbah di Kabupaten Kutai Timur. Dengan demikian, program CSR 'Gerak Bersemi' tidak hanya berfungsi sebagai inisiatif perusahaan, tetapi juga sebagai model kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
USULAN EMPLOYER BRANDING DENGAN PENDEKATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN KARYAWAN (STUDI KASUS: NIMO LAND GROUP)
Nimo Highland, anak perusahaan dari Nimo Land Group di Bandung, menghadapi angka turnover intention karyawan yang tinggi sebesar 35,16% pada tahun 2023, menunjukkan rendahnya retensi karyawan. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah kurangnya keterlibatan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan di Nimo Highland dan mengusulkan solusi untuk menerapkan strategi branding perusahaan yang terintegrasi dengan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR). Desain penelitian kuantitatif, dimulai dengan wawancara awal dan mengumpulkan data primer melalui kuesioner dari 36 karyawan. Kuesioner tersebut mengukur dimensi kerangka Employee Value Proposition (EVP) yang berfokus pada sektor pariwisata, yaitu Nilai Minat, Nilai Sosial, Nilai Ekonomi, Nilai Pengembangan, dan Nilai Aplikasi sebagai indikator keterlibatan karyawan, serta persepsi karyawan terhadap CSR perusahaan. Analisis menunjukkan dampak signifikan dari Nilai Ekonomi (T-statistik 2,225, tingkat signifikansi 0,034), Nilai Pengembangan (T-statistik 3,196, tingkat signifikansi 0,003), dan Nilai Aplikasi (T-statistik 3,683, tingkat signifikansi 0,001) terhadap CSR, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor ini secara positif mempengaruhi keterlibatan karyawan. Rekomendasi strategi branding perusahaan meliputi menawarkan kompensasi yang kompetitif, pembaruan keuangan yang transparan, investasi dalam pelatihan dan pengembangan karir karyawan, serta menciptakan peran pekerjaan yang bermakna dengan program pengakuan. Selain itu, inisiatif CSR seperti keterlibatan komunitas, praktik keberlanjutan lingkungan, dan penyuluhan pendidikan diusulkan untuk meningkatkan branding perusahaan. Dengan menerapkan strategi ini, Nimo Highland dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan karyawan, sejalan dengan tujuan pertumbuhan perusahaan dan menciptakan budaya organisasi yang positif. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi integrasi strategi keterlibatan karyawan yang berbeda untuk mencapai tingkat retensi dan kepuasan yang lebih tinggi.