📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 9 dokumenEVALUATION OF WATER ACCESS CSR PROGRAM BY DANONE AQUA (CASESTUDY NANGERANG VILLAGE)
donesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Program Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Nanggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang
REDESIGN COMPENSATION MANAGEMENT BASED ON PERFORMANCE TO MOTIVATE EMPLOYEE'S PERFORMANCE AND FAIRNESS)
Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Pgram Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Naggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang Village.
PROPOSED WASTE MANAGEMENT CONCEPT FOR EQUAFOLE'S CORPORATESOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM IN PANGALENGAN
Saat ini kegiatan CSR telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap program yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan tentu akan membuat pengaruh pada konsep pengelolaan sampah yang akan dilakukan. Untuk mengkonsepkan program CSR di Equafole. Penulis menggunakan metode primer dan data sekunder untuk mengumpulkan data. Equafole adalah perusahaan yang dikelola oleh mahasiswa SBM-ITB tingkat II sebagai sarana belajar bagaimana melakukan bisnis. Teori Manajemen Limbah adalah pengetahuan tentang sampah dan pengelolaan limbah, dan didasarkan pada harapan bahwa pengelolaan sampah dapat mencegah sampah untuk menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia dan lingkungan serta mempromosikan optimalisasi penggunaan sumber daya. Corporate Social Responsibility (CSR) umumnya mengacu pada operasional bisnis yang mempertimbangkan nilai-nilai etika, kepatuhan persyaratan hukum, kepedulian bagi orang-orang, masyarakat, dan lingkungan Dari banyak metode yang dapat digunakan untuk mengatur pembuangan limbah untuk meminimalkan dampak, Hirarki Sampah dapat digunakan sebagai referensi untuk tugas akhir ini. Dalam tugas akhir ini, penulis ingin memberikan tiga rekomendasi untuk konsep Equafole. Rekomendasi tersebut langkah perencanaan harus dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelaksanaan, sangat penting dan vital untuk mendapatkan dukungan dari warga lokal, dan dalam pelaksanaan rencana, baik strategis atau masyarakat berbasis, selalu menggunakan Plan-Do-check-Act langkah. Program yang direkomendasikan dihasilkan melalui pertimbangan kebiasaan dan persepsi Kata kunci: Equafole, Pengabdian Masyarakat, tanggung jawab sosial mahasiswa, aktivitas ramah lingkungan
Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang Tepian Sambaliung di Berau. Sebagai tanggapan, PT. BC memprakarsai program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan memberikan bantuan Rombong dan pendampingan kepada UMKM BASULI. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan dari investasi program ini menggunakan kerangka kerja Social Return on Investment (SROI). Penelitian ini mengadopsi metodologi SROI, mengikuti enam tahapan yang diusulkan oleh Social Value UK, dengan periode analisis mencakup tahun 2020– 2023. Pemangku kepentingan utama meliputi PT. BC, UMKM BASULI, Keluarga UMKM, Pemerintah Daerah, dan Dinas Kesehatan. Kerangka kerja Theory of Change (ToC) dan Social Ripple Effect Model for Riverside MicroEntrepreneurship (SREM-RM) digunakan untuk memetakan dampak. Data dikumpulkan melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis data sekunder, kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk menghitung Net Present Value (NPV) serta dianalisis secara kualitatif. Total investasi program dalam Net Present Value (NPV) adalah Rp 4.524.994.102, yang menghasilkan total nilai manfaat sebesar Rp 5.566.407.782. Rasio SROI yang dihasilkan adalah 1,23. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp 1,23 nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terukur. Dampak utama mencakup peningkatan signifikan pada omzet UMKM, pertumbuhan jumlah pedagang menjadi 160 unit, peningkatan kesadaran dan praktik kebersihan yang divalidasi dengan sertifikasi, serta internalisasi dukungan operasional oleh pemerintah daerah. Program CSR PT. BC dalam mendukung UMKM BASULI dinilai efektif dan menunjukkan tingkat keberlanjutan yang tinggi karena berhasil menciptakan nilai sosial dan ekonomi yang melebihi biayanya. Direkomendasikan agar program ini direplikasi dan dioptimalkan melalui integrasi digital, penguatan tata kelola UMKM, dan pengembangan skema pembiayaan mikro untuk menjamin kemandirian jangka panjang.
BERPIKIR GLOBAL, BERTINDAK LOKAL? PEMBELAJARAN DARI IMPLEMENTASI INISIATIF CSR OLEH PERUSAHAAN MULTINASIONAL JEPANG DI INDONESIA
Perusahaan multinasional (MNE) menghadapi tantangan signifikan saat mengimplementasikan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di negara-negara berkembang akibat kompleksitas institusional, ketidakstabilan regulasi, serta keragaman sosial-ekonomi. Studi ini mengkaji bagaimana anak perusahaan dari MNE Jepang di Indonesia mengelola tantangan tersebut untuk menyelaraskan strategi CSR global dengan kebutuhan lokal. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus yang mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur dan sumber data sekunder untuk menganalisis tindakan anak perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anak perusahaan menerapkan praktik seperti mengenali kompleksitas negara tempat anak perusahaan beroperasi, mengomunikasikan kesenjangan dengan kantor pusat, dan merancang inisiatif CSR lokal untuk mengatasi dualitas institusional serta perbedaan budaya. Strategi ini memungkinkan anak perusahaan untuk meningkatkan efektivitas implementasi CSR sambil menjaga keselarasan dengan standar korporat global. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur Bisnis Internasional dan CSR dengan menawarkan sebuah kerangka kerja untuk menyeimbangkan prioritas global-lokal, memperluas pemahaman tentang praktik CSR di negara-negara berkembang, serta memberikan wawasan praktis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan hasil CSR dalam lingkungan institusional yang kompleks.
PENGARUH STORYTELLING CSR TERHADAP PERSEPSI KONSUMEN: KASUS TOMS
Penceritaan yang menarik dapat membentuk cara konsumen memandang dan terlibat dengan merek, meskipun pemanfaatannya mungkin bukan solusi yang cocok untuk semua perusahaan. Penelitian ini menyelidiki dampak penceritaan CSR terhadap persepsi konsumen. Dengan demikian, penelitian ini menyelidiki pengaruh CSR TOMS, yang dikomunikasikan melalui daya tarik naratif terhadap perilaku konsumen dan keberhasilan merek. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap materi pemasaran TOMS dan komentar konsumen untuk mengidentifikasi bagaimana penceritaan yang menarik menunjukkan CSR yang dapat menciptakan konsumen yang lebih loyal serta meningkatkan citra merek terhadap para pemangku kepentingan. Temuan ini memiliki implikasi besar bagi bisnis yang ingin menjadikan CSR sebagai bagian mendasar dari strategi inti mereka.
STUDI PADA SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA: BAGAIMANA TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN DI SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA.
Penelitian ini mengkaji dampak pengeluaran Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan bank-bank di Indonesia, dengan fokus pada bank konvensional dan bank milik negara. Seiring meningkatnya peran CSR di negara berkembang seperti Indonesia, dampaknya terhadap kinerja keuangan layak untuk diteliti lebih lanjut. Dengan menggunakan data dari lima bank terkemuka selama sepuluh tahun, analisis kuantitatif ini menyelidiki metrik keuangan utama: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Interest Margin (NIM). Data keuangan diperoleh dari Orbis, sementara pengeluaran CSR diambil dari laporan keberlanjutan. Temuan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengeluaran CSR dan NIM, yang mengindikasikan bahwa CSR meningkatkan profitabilitas melalui penguatan hubungan pelanggan dan peningkatan reputasi. Namun, tidak ditemukan dampak yang signifikan secara statistik pada ROA atau ROE, yang menunjukkan bahwa manfaat keuangan dari CSR mungkin terlihat melalui saluran non-keuangan atau dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, bank milik negara secara konsisten menunjukkan hubungan negatif dengan kinerja keuangan di semua metrik, yang mengindikasikan potensi ketidakefisienan operasional dan tantangan struktural seperti kewajiban regulasi. Penelitian ini menyoroti peran strategis CSR dalam mendukung stabilitas keuangan, kepercayaan pelanggan, dan modal reputasi, meskipun keuntungan profitabilitas jangka pendek secara langsung terbatas. Studi ini mendorong bank milik negara untuk mengatasi ketidakefisienan dan menyelaraskan inisiatif CSR dengan hasil yang terukur. Penelitian di masa depan disarankan untuk memperpanjang periode pengamatan dan menggunakan metrik yang terstandarisasi guna lebih memahami dampak jangka panjang CSR, terutama dalam konteks struktur kepemilikan. Dengan mengintegrasikan CSR ke dalam strategi inti, bank dapat mendukung pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan stabilitas keuangan.
MERANCANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR), PEMASARAN MEDIA SOSIAL, DAN PROMOSI PENJUALAN YANG INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN RETENSI PELANGGAN PADA MEREK FASHION LOKAL INDONESIA: STUDI KASUS NORS STUDIO
Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh langsung dan tidak langsung berbagai strategi pemasaran terhadap retensi pelanggan, dengan penekanan khusus pada peran nilai yang dipersepsikan sebagai mediator. Untuk mencapai tujuan penelitian, desain penelitian kuantitatif diadopsi untuk mengumpulkan data dan menangkap umpan balik pelanggan secara efektif, dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan setiap hipotesis dan implikasinya secara rinci. Sebanyak 250 kuesioner yang valid diterima sebagai tanggapan peserta survei untuk analisis data. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah bahwa nilai yang dipersepsikan memiliki hubungan positif dan pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan; nilai yang dipersepsikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Nors Studio; kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Retensi Pelanggan; kepercayaan sepenuhnya memediasi nilai yang dipersepsikan terhadap retensi pelanggan. Implikasi manajerial berdasarkan hasil ini adalah menciptakan lebih banyak layanan dan mendidik pelanggan tentang penawaran layanan dibandingkan dengan pesaing, meningkatkan layanan dengan menerapkan sistem komputerisasi untuk mengurangi kesalahan, pelatihan karyawan, dan mengusulkan program seperti diskon tunai atau produk bonus untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
MENINGKATKAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) SEBAGAI FOKUS KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU (IMC) UNTUK CARGILL INDONESIA
Penelitian ini menyelidiki metode untuk meningkatkan Hubungan Masyarakat (PR) dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC) untuk CRG Indonesia, dengan memperhatikan tantangan utama yang dihadapi dalam hubungan media, manajemen acara, dan keterlibatan komunitas/Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Melalui analisis kualitatif dan interaksi dengan pemangku kepentingan, penelitian ini menemukan bahwa diperlukan konten yang dapat disesuaikan dengan lokasi tertentu, pesan keberlanjutan yang lebih kuat, dan interaksi digital yang ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi hubungan masyarakat CRG saat ini perlu lebih selaras dengan sensitivitas lokal dan tujuan perusahaan. Peningkatan yang direkomendasikan melibatkan pembentukan koneksi media yang lebih kuat, pelaksanaan organisasi acara yang menyeluruh, dan integrasi inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan untuk menumbuhkan kepercayaan komunitas. Rencana implementasi memanfaatkan platform digital, menetapkan tujuan CSR yang eksplisit, dan mengikuti jadwal komprehensif berdasarkan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Strategi ini memastikan keterlibatan yang efektif dan pemahaman yang luas di antara semua pihak yang terlibat. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, CRG Indonesia dapat meningkatkan visibilitasnya, menyampaikan komitmen terhadap keberlanjutan, dan membangun struktur hubungan masyarakat yang kuat yang mendukung tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.