📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGOLAHAN DATA BATIMETRI DENGAN PERANGKAT LUNAK HI-TARGETDEPTH SOUNDING
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang kelautan. Dengan memperhatikan banyaknya pekerjaan di bidang kelautan, maka diperlukan tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman serta alat yang mendukung pekerjaan tersebut. Salah satu alat yang digunakan untuk pekerjaan kelautan adalah echosounder yang berfungsi untuk merekam data kedalaman laut aktual. Echosounder dalam hal ini lebih spesifik mengacu pada echosounder dijital (HD-370 Digital VF Echosounder). Jenis echosounder ini merupakan salah satu produk dari HI-Target yang baru diperkenalkan akhir-akhir ini dan belum pernah diujicoba sekaligus dengan perangkat lunak didalamnya. Hi-Target depth sounding merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data kedalaman yang didapat dari echosounder. Sehingga data mentah yang didapat dari survei batimetri akan diproses menjadi data yang sudah berorientasi dan merupakan data yang fix. Analisis perangkat lunak tersebut serta akuisisi data echosounder tersebut akan dibahas pada skripsi ini sehingga dapat diketahui kelebihan dan kelemahannya serta kualitas data kedalamannya. Data yang digunakan merupakan data kedalaman wilayah Kolam Bebek Putrri Duyung Cottage Ancol, DKI Jakarta.
PENGGUNAAN DATA BATIMETRI UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN RUTE PEMASANGAN PIPA BAWAH LAUT (STUDI KASUS: PIPA GAS PT. PGN DI PERAIRAN TANJUNG PRIOK)
Survei batimetri merupakan suatu proses pengukuran kedalaman dasar laut dimana dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk penentuan rute pemasangan pipa bawah laut. Rute pipa bawah laut dibutuhkan untuk informasi dalam pemasangan pipa bawah laut sebagai sarana transportasi yang efektif dan efisien untuk pendistribusian minyak bumi dan gas. Dalam survei batimetri ini data yang diperoleh meliputi data kedalaman dan posisi titik fiks perum di Perairan Tanjung Priok serta data pengamatan pasut di Pulau Damar. Pengolahan data diawali dengan melakukan pengolahan data kedalaman yang bereferensi terhadap data pasut Pulau Damar. Hasilnya berupa peta batimetri atau kontur kedalaman. Kemudian dengan menggunakan peta batimetri tersebut dibuat desain rute pipa bawah laut yang diperoleh dari data kontur kedalaman dan data kemiringan (slope). Desain rute pipa tersebut dibuat secara konvensional (manual) pada ArcGIS melalui beberapa kombinasi rute pipa. Rute pipa tersebut harus memenuhi tiga kriteria pemilihan rute pipa bawah laut, yaitu: rute pipa yang akan ditentukan harus aman; memudahkan proses pemasangan pipa; dan mempunyai rute terpendek. Dari kombinasi rute pipa dipilih desain rute pipa bawah laut terbaik yang memenuhi kriteria di atas. Berdasarkan hasil pengolahan data, rencana rute pipa yang telah memenuhi kriteria pemilihan rute pipa bawah laut dapat dilihat dari data batimetri dan data kemiringannya. Rencana rute pipa bawah laut terbaik dalam survei ini merupakan rute pipa yang mendekati tengah koridor survei, dengan rute terpendek memiliki panjang rute 23.899 km.