📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

STUDI AWAL DEFORMASI PULAU LOMBOK BERDASARKAN PENGAMATAN GPS KONTINU (TAHUN 2010 - 2012 ) DAN GPS BERKALA (JUNI - SEPTEMBER TAHUN 2013)

Indonesia berada di pertemuan empat lempeng utama dunia yakni lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Laut Philipina. Pulau Lombok terletak di dekat daerah subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang masih aktif. Subduksi yang terjadi mengakibatkan regangan dan tegangan secara spasial dan temporal yang menyebabkan deformasi. Pengamatan deformasi Pulau Lombok dilakukan dengan menggunakan metoda GPS. Terdapat dua metode pengamatan GPS yang digunakan yakni GPS kontinu dan GPS berkala. Data pengamatan GPS diolah dengan perangkat lunak Bernese 5.0 yang kemudian di transformasikan ke dalam bentuk koordinat toposentrik. Selanjutnya hasil pengolahan digunakan untuk menghitung besar pergeseran di Pulau Lombok. Hasil perhitungan data menunjukkan bahwa besar pergeseran Pulau Lombok berkisar antara 2 mm sampai 19 mm dengan ketelitian 7 mm berdasarkan pengamatan berkala pada bulan Juni 2013 sampai September 2013 dan 21 mm dengan ketelitian 1 mm berdasarkan pengamatan kontinu 2010 sampai 2012 terhadap ITRF 2008. Data yang digunakan masih sangat terbatas sehingga perhitungan ini merupakan hasil awal yang berguna untuk analisis deformasi lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: Ade Krisnanda Prasetyo
🏷️ Deformasi Geografis 🏷️ Pengamatan Gps 🏷️ Geodinamika Indonesia

ANALISIS DEFORMASI GEMPA MENTAWAI TAHUN 2010 BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS KONTINU TAHUN 2010-2011

Pulau Sumatra termasuk salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini merupakan salah satu wilayah dengan aktifitas tektonik paling aktif di dunia. Sumatra mengakomodasi tumbukan lempeng Indo-Australia yang men-subduksi lempeng Eurasia dengan kecepatan 5-6 cm/tahun. Oleh karena itu sering terjadi gempa di pulau ini. Salah satu gempa besar yang terjdi adalah gempa Mentawai pada tanggal 25 Oktober 2010 dengan magnitude 7.7 Mw. Kabupaten Kepulauan Mentawai juga terletak di jalur lempeng tektonik sehingga sering terjadi gempa tektonik. Untuk melakukan analisis deformasi diperlukan menghitung vektor pergeseran dan nilai pergeseran yang mengacu pada titik-titik stasiun GPS kontinu Sumatran GPS Array (SUGAR) yang tersebar di Pulau Sumatera. Analisis deformasi gempa mentawai dilakaukan dengan melihat faktor-faktor pergeseran yang terjadi saat gempa, sebelum dan sesudah gempa. Dengan adanya nilai-nilai pergeseran tersebut dapat dilihat perubahan-perubahan yang terjadi. Dari hasil yang di peroleh gempa mentawai membawa pengaruh pergerakan 10-30 cm terhadap beberapa stasiun pengamatan yang berada di sekitar pusat gempa. Selain itu jika dilihat dari hasil regangan, setelah terjadi gempa Mentawai tahun 2010 ini, terjadi pelepasan energi sekitat 74% dari energi yang terakumulasi pada tahap diantara gempa. 24% sisanya dilepaskan pada tahap seteleh gempa.

2026
👤 Penulis: M RIDHOLFI RUSMEN (NIM: 15109080); pembimbing: Dr. Irwan Meilano, S.T, M.Sc ; Dr. Ir. Dina A Sarsi
🏷️ Deformasi Geografis 🏷️ Analisis Data Gps 🏷️ Tektonik Sumatera
💬